Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
BERSITEGANG DENGAN PAPA BELLA


__ADS_3

Mang Diman dan yang lainnya tiba terlebih dulu di hotel. Kemudian disusul bu Ros dan Bella. Tanpa sengaja mereka bertemu. Bu Ros menatap sinis ke arah rombongan mang Diman.


"Eh orang-orang udik kayak kalian ngapain disini? Perasaan aku gak ngerasa ngundang orang-orang macam kalian, udah gitu penampilan kalian norak semua." ucap bu Ros.


Bella hanya diam berdiri di samping bu Ros.


"Eleh-eleh sombong banget kamu mak Lampir. Kita teh kesini diundang sama Rayhan, gak ada urusannya sama kamu. Terus kamu bilang penampilan kami norak. Ngaca atuh Lampir, gak nyadar kalau dandanan kamu itu sudah kayak ondel-ondel. Dasar udah tua, gak inget umur mau nampil kayak anak muda malah kelihatan kayak badut. Terus itu rambut atau sarang burung?" ucap mang Diman tak kalah mengejek.


"Kurang ajar kamu Diman. Pergi kalian semua dari sini kalian gak pantas berada ditempat orang-orang elite."


"Ohh tidak bisa, kamu sama sekali gak ada hak buat ngusir kami. Karena Rayhan sendiri yang ngundang kami. Ngomong-ngomong kamu ngerasa jadi orang elite? Kamu mah gak cocok sama sekali menyandang predikat orang-orang elite. Kamu teh cocoknya menyandang predikat nenek-nenek keriput." ucap mang Diman lagi.


"Sialan kau Diman." teriak bu Ros.


"Sudah-sudah pak, gak enak diliatin orang terus. Ayo kita masuk aja." ucap bi Asih sambil menarik tangan mang Diman untuk masuk kedalam ruangan diikuti Ifan dan Intan yang mengekor dibelakang.


"Bapak teh kenapa sih tiap ketemu bu Ros selalu saja berantem?" ucap bi Asih.


"Namanya teh Mak Lampir bukan bu Ros." ucap mang Diman. "Gimana gak berantem, tiap ketemu dia teh selalu saja menghina kita. Gimana bapak gak emosi. Enak aja dia bilang penampilan kita norak, udiklah, kampungan lah, padahal dia sendiri kayak ondel-ondel." sambung mang Diman.


Intan dan Ifan hanya terkekeh melihat tingkah mang Diman. Mereka semua lalu menuju ruangan tempat acara akan berlangsung.


Sementara itu Bella dan bu Ros juga masuk ke ruangan tempat acara akan berlangsung.

__ADS_1


"Mi sebenarnya yang tadi itu siapa?" tanya Bella.


"Biasalah, mereka itu orang-orang udik yang membela wanita yang sama udiknya dengan mereka." jawab bu Ros.


"Maksud mami mereka semua itu temannya Izzah."


"Iya." jawab bu Ros.


Di dalam ruangan itu banyak sekali orang yang hadir. Termasuk orang tua Bella. Mereka berdua hadir untuk berbicara dengan Rayhan tentang hubungan Rayhan dengan Izzah.


"Mi... Kok Rayhan belum datang juga sih." ucap Bella.


"Sebentar lagi juga sampai Bell, oh ya nanti kamu langsung berjalan disamping Rayhan. Bila perlu pegang tangan Rayhan. Soalnya disini lagi banyak wartawan." balas bu Ros.


Bella sangat kecewa atas sikap Rayhan. Begitu juga dengan orang tua Bella. Semua orang menyapa Rayhan dan Izzah. Bella berdiri mematung ditengah kerumunan orang, lalu bu Ros menghampiri Bella.


Sementara Izzah bergabung dengan rombongan mang Diman, Rayhan langsung ditarik orang tua Bella ke tempat yang dirasa lebih sepi dan jauh dari wartawan. Mereka hendak mengajak Rayhan berbicara.


"Rayhan." bentak pak Seno, papa Bella. "Kenapa kamu perlakukan anak saya seperti itu. Dia juga isteri kamu, malah dia lah yang berhak atas diri kamu karena dialah istri sah kamu dimata hukum. Bukan wanita kampungan itu." ucap pak Seno berapi-api.


"Jaga bicara om terhadap Izzah isteri yang saya cintai. Dari awal sudah saya katakan, saya tidak ingin menikahi Bella, saya tidak mencintainya. Tapi kalian semua tetap memaksa saya." jawab Rayhan.


"Selama ini saya tetap diam melihat pemberitaan kamu di media massa, karena Bella yang meminta saya untuk tidak ikut campur urusan rumah tangga kalian. Tapi sekarang tidak lagi, kamu tidak berhak memperlakukan anak kesayangan saya seperti itu." lanjut pak Seno.

__ADS_1


"Kalau begitu silahkan om bawa anak kesayangan om itu pulang." ucap Rayhan dengan santai.


"Kurang ajar kamu Rayhan." ucap pak Seno dengan geram hendak mencengkram leher tuxedo yang dikenakan Rayhan.


Tapi dengan cepat bu Mila, istri pak Seno menarik tangan pak Seno.


"Sudah pa, jangan buat keributan disini, malu dilihat orang. Ayo kita pergi saja, nanti saja papa bicara lagi dengan Rayhan." ajak bu Mila.


Kemudian mereka berdua pergi meninggalkan Rayhan. Rayhan merapikan penampilannya lalu berjalan menuju Izzah.


"Wah kalian berdua tampak serasi." ucap Intan.


"Iya, neng Izzah tampil cantik sekali malam ini. Nak Rayhan juga sangat tampan." puji bi Asih.


"Bapak juga tak kalah tampankan dengan Rayhan." ucap mang Diman dengan percaya diri.


"Iya..iya bapak teh paling tampan sejagat raya. Puas?" balas bi Asih.


"Nah gitu dong, mau juga ngakuin kalau bapak teh tampan." ucap mang Diman terkekeh.


Mereka semua pun tertawa lepas.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2