Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
PELAJARAN BERHARGA IZZAH


__ADS_3

Rayhan mengetuk pintu kamar, saat dibuka Izzah berusaha kembali untuk menutupnya karena melihat Rayhan yang berdiri di pintu. Rayhan menerobos masuk dengan paksa.


"Keluar gak?" ucap Izzah.


Namun Rayhan segera mengunci pintu kamar dan mendekati Izzah dengan tatapan yang tak dapat di jelaskan oleh Izzah.


"Mundur, abang mau apa?" pekik Izzah.


"Abang mau ngasih Izzah pelajaran berharga." ucap Rayhan lalu mendekap Izzah.


"Aaahh jangan." teriak Izzah saat Rayhan mulai menciumi leher Izzah. "Lepasin." teriak Izzah kembali.


"Udah sayang, diam aja. Nikmatin aja semuanya. Lagian gak malu apa kalau ada yang dengar Izzah teriak." ucap Rayhan lalu membenamkan wajahnya di dada Izzah.


Rayhan lalu menyeret tubuh Izzah untuk tidur di atas ranjang. Rayhan mulai melancarkan aksinya menciumi seluruh tubuh Izzah. Namun Izzah tetap berusaha menolak.


"Sayang, dosa loh kalau gak mau melayani suami." bisik Rayhan.


Izzah akhirnya pasrah setelah mendengar bisikan Rayhan.


Awalnya Izzah tetap berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman Rayhan. Namun karena perlakuan Rayhan yang lembut membuat Izzah terlena. Izzah pun mulai menikmati belaian demi belaian Rayhan.


Hingga pada akhirnya Rayhan berhasil memberikan pelajaran berharga pada Izzah tanpa harus di paksakan. Keduanya larut dalam kesyahduan cinta yang halal.


Pagi harinya Rayhan dan Aldi tengah duduk di meja makan, menikmati sarapan yang di buat Izzah. Izzah lalu ikut duduk untuk sarapan.


"You look so happy today Ray." ucap Aldi.


Rayhan hanya tersenyum sambil terus menikmati sarapannya.


"Sepertinya sesuatu terjadi nih semalam." goda Aldi menyenggol tangan Rayhan.


"Aku hanya memberikan isteriku pelajaran berharga." jawab Rayhan.


Izzah tersenyum malu-malu.


"Terima kasih ya sayang sudah mau percaya sama abang."


"Eitttss belum lagi. Abang masih harus membuktikan satu hal lagi, agar Izzah benar-benar percaya." ucap Izzah.


"Loh, apalagi sih sayang?" tanya Rayhan.


"Kan abang sudah bilang tadi malam bakal mendatangi toko baju itu untuk membuktikan kalau pakaian abang memang terkena lumpur." ucap Izzah.


"Oh itu, ya udah nanti selesai sarapan kita langsung ke toko baju itu." balas Rayhan.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan mereka bertiga kemudian meluncur menuju toko baju yang di katakan Rayhan.


"Mba, masih ingat saya gak?" tanya Rayhan pada seorang penjaga toko baju tersebut. "Tolong jelasin sama isteri saya ini kalau saya memang pernah membeli baju disini karena baju yang saya kenakan sebelumnya penuh dengan lumpur." ucap Rayhan.


Penjaga tersebut terlihat berpikir, dia mengamati Rayhan dengan seksama.


"Oohh iya saya ingat. Bapak yang waktu itu jasnya terkena lumpur sampai ke wajah-wajah bapak kan." ucap penjaga toko itu tersenyum.


Rayhan melihat ke arah Izzah.


"Bagaimana mungkin bisa lupa sama bapak yang gantengnya gak ketulungan. Muka cemong kena lumpur aja tetap kelihatan ganteng. Tapi sayang udah punya isteri. Huh." gumam penjaga toko tersebut.


"Mbak yakin berkata jujur. Mbak gak bohong kan?" tanya Izzah untuk meyakinkan dirinya.


"Beneran bu, ngapain saya bohong, tempo hari bapak ganteng ini memang masuk ke toko ini dengan wajah yang cemong karena lumpur." balas penjaga toko tersebut dengan cepat menutup mulutnya karena keceplosan menyebut Rayhan ganteng.


Aldi tertawa melihat tingkah si penjaga toko.


"Nah sayang udah dengar sendiri kan apa yang dia bilang." ucap Rayhan.


"Huh, Izzah tetap gak percaya. Bisa aja abang bersekongkol dengan dia." balas Izzah.


"Astaga..." seru Rayhan sambil menggelengkan kepalanya.


"Ada apa sebenarnya pak?" tanya penjaga toko.


Penjaga toko itu beringsut mundur melihat raut wajah Rayhan yang terlihat marah. Aldi memutar pandangannya ke seluruh sudut toko baju itu.


"Ah, I know what to do." seru Aldi.


"Tell me." ucap Rayhan.


"You see that." ucap Aldi menunjuk sebuah benda yang menempel di sudut atas toko baju tersebut.


"CCTV." seru Rayhan girang.


"Yups. We just need to see it, than the problem is clear." ucap Aldi.


Rayhan memeluk Aldi dengan girang, membuat Izzah bingung.


"Get off me bro. I know you are happy. But ini berlebihan." lanjut Aldi.


Rayhan hanya tertawa, lalu meminta penjaga toko menunjukkan video CCTV saat kedatangannya tempo hari.


Video di CCTV pun di putar. Terlihat kedatangan Rayhan masuk ke dalam toko dengan pakaian dan wajah penuh lumpur. Kemudian Rayhan terlihat memilih baju, sebelum masuk ke bilik tempat mengganti baju. Terlihat Rayhan mencuci wajahnya dengan air botol. Setelah itu Rayhan masuk ke dalam bilik ganti.

__ADS_1


Setelah keluar, baju Rayhan yang penuh lumpur di buangnya di tong sampah di depan toko. Tak lama setelah Rayhan pergi, seorang laki-laki mengenakan helm memungut kembali pakaian Rayhan dan memasukkannya ke dalam kantong plastik.


Izzah menatap Rayhan penuh rasa bersalah.


"Maafin Izzah ya bang." ucap Izzah menunduk.


"Sudahlah sayang, yang penting sekarang semuanya terbukti kalau abang gak pernah mengkhianati Izzah." ucap Rayhan lalu memeluk Izzah.


"Come on bro, ini tempat umum. Main peluk-peluk aja, dont you remember Iam still single. Kalau kalian pelukan, lalu aku peluk siapa?" ucap Aldi.


"Peluk saya aja pak." ucap penjaga toko keceplosan.


"What??" seru Aldi.


"Aduh maaf...maaf pak, saya keceplosan." balas penjaga toko itu lalu berlari ke arah belakang toko.


"Hahahaha." Rayhan tertawa terbahak-bahak.


Mereka bertiga lalu keluar dari toko baju itu hendak mengantar Aldi menuju hotel.


Rayhan dan Izzah saling melempar senyum sepanjang jalan. Membuat Aldi yang duduk di bangku belakang selalu berdehem kencang.


"Hem...hem. Indahnya jatuh cinta serasa dunia milik berdua. Orang yang duduk dibelakangpun dianggap gak ada. Sudah seperti nyamuk." ucap Aldi cengengesan.


"Makanya cepetan nikah." ucap Rayhan.


"Iya..iya, bantuin ya cari calonnya." balas Aldi.


"Enggak mau tuh sama si Bella? Bukannya kamu cinta mati sama dia?" ucap Rayhan.


Izzah menoleh ke arah Rayhan, menatap Rayhan penuh tanda tanya.


"I trully love her alot. But, I think like you said to me. I have to move on. Perempuan seperti Bella sulit untuk di cintai, aku harus menghapus rasa cintaku padanya." ucap Aldi.


"Smart choice bro. Kamu memang harus lupain dia, dan temukan wanita yang jauh lebih baik dari dia." balas Rayhan.


Izzah hanya terdiam mendengar pembicaraan dua orang sahabat itu.


"Izzah, tolong carikan aku pasangan hidup yang muslimah seperti kamu." ucap Aldi.


"Insyaallah ya." jawab Izzah.


"Isteriku memang yang terbaik, sampai-sampai setiap sahabatku ingin memiliki isteri yang sama sholehahnya dengan isteriku. Pertama Harun si kolot itu, sekarang seorang Aldi Permana. Pria modern yang hebat juga mengidamkan seorang isteri yang sama dengan isteriku." ucap Rayhan mencubit pipi Izzah.


"Setiap lelaki di dunia ini, pasti menginginkan pendamping hidup yang baik. Yang bisa membawanya ke arah yang lebih baik." ucap Aldi.

__ADS_1


Merekapun mengobrol sepanjang jalan menuju hotel tempat Aldi menginap.


Bersambung....


__ADS_2