
Tiba di rumah Hani disambut Izzah yang tengah menonton televisi bersama orang tuanya dan juga Rayhan.
"Assalamualaikum." ucap Hani dengan wajah lesu.
"Waalaikumsalam." jawab semua orang serempak.
Izzah yang melihat raut wajah Hani lesu langsung bertanya.
"Loh Han, tadi katanya mau ketemu Aldi, kok udah pulang aja? Terus itu muka kenapa kusut begitu?"
"Gak ada apa-apa kok kak. Kalau gitu semuanya Hani permisi masuk kamar dulu ya." ucap Hani.
Semua orang yang berada di ruang keluarga saling pandang.
"Kenapa dengan anak kamu tuh bu? Tumben banget kelihatan sedih. Biasanya dia tetap ceria." ucap pak Haris.
"Gak tau juga pak, mungkin lagi ada masalah. Ngomong-ngomong Zah, tadi kamu bilang Hani mau ketemuan sama Aldi kan? Apa mungkin dia ada masalah sama Aldi?" tanya bu Novi.
"Ya bu, tadi siang Hani kan sempat bilang sama Izzah dan bang Rayhan kalau dia mau ketemuan sama Aldi. Kira-kira kenapa ya bang?" tanya Izzah pada Rayhan.
"Abang juga gak tau sayang. Ya udah abang coba telepon Aldi ya." balas Rayhan.
Izzah mengangguk, kemudian Rayhan mencoba menelepon Aldi. Namun ternyata Aldi sudah berada di depan rumah. Bi Inah mempersilahkan Aldi masuk. Melihat Aldi datang Rayhan langsung bangkit dari duduknya mendekati Aldi.
"Assalamualaikum semuanya." sapa Aldi.
"Waalaikumsalam."
Rayhan langsung menarik Aldi ke halaman samping rumah.
"Bro, what have you done to Hani? Dia terlihat sedih tadi sampai rumah. What happen?" tanya Rayhan.
Izzah ikut menuju samping rumah mendekati Rayhan dan Aldi.
__ADS_1
"Sorry Ray, Zah, kalau aku sudah mengecewakan Hani. Tadi saat ketemu di taman tiba-tiba Bella datang. Dia marah-marah sama Hani." ujar Aldi.
"Bella?" ucap Rayhan dan Izzah serempak.
"Kok bisa? Bagaimana ceritanya bisa ada Bella? Terus dia kenapa malah marah-marah sama Hani?" tanya Izzah.
"Maaf, sebenarnya sebelum ketemu Hani, aku ketemu Bella duluan karena dia ngajak aku ketemuan." Aldi menghela nafas panjang, lalu melanjutkan ceritanya. "Saat ketemu Bella dia bilang kalau dia mau berubah dan bakal beusaha untuk mencintai aku."
"Berusaha mencintai kamu? Maksudnya gimana?" tanya Izzah lagi.
Sementara Rayhan tampak menggelengkan kepalanya.
"Aku belum pernah cerita sebelumnya sama kamu Zah. Aku sebenarnya pernah sangat mencintai Bella sebelum bertemu Hani. I really love Bella so much, bahkan setelah dia menikah dengan Rayhan perasaanku padanya tak bisa pudar. Namun setelah kejadian dia menjebak Rayhan di hotel itu, aku sadar Bella bukanlah perempuan yang baik. Aku mulai berusaha melupakan dia. Then I meet Hani, perasaanku tertuju pada Hani. So please Zah jelasin sama Hani bahwa Bella itu hanya cinta di masa lalu. Itupun kami tidak pernah menjalin cinta. Kamu tahu sendiri Bella cintanya sama Rayhan. Aku juga gak tau kenapa sekarang tiba-tiba Bella bilang mau berubah dan akan berusaha buat mencintai aku." ucap Aldi panjang lebar.
"Perempuan itu memang benar-benar gak tau malu." ucap Rayhan.
"Hushh abang jangan ngomong gitu, mungkin Bella memang benar-benar mau berubah, namun waktunya saja yang salah. Dia terlambat berusaha untuk mencintai Aldi, kini Aldi cintanya sama Hani." balas Izzah.
"Ya elah bro, gak usah pakai acara ngerengek begitu segala. Relax bro, entar sekalian aku aja yang bujuk Hani biar terima cinta kamu." ujar Rayhan.
"Sudah-sudah, kamu tenang aja ya Al, aku bakalan jelasin semuanya sama Hani. Aku yakin Hani bakalan mengerti." ucap Izzah.
"Thank you so much Zah, emmm I have to go now. Ada urusan penting." ucap Aldi tersenyum.
"Urusan penting apa?" tanya Rayhan.
"I will tell you later bro. Okay, bye. Assalamualaikum." ucap Aldi lalu pergi.
"Kalau gitu Izzah ke kamar Hani dulu ya bang." ucap Izzah.
Rayhan mengangguk, kemudian kembali ke ruang keluarga melanjutkan mengobrol sambil menonton televisi bersama pak Haris dan bu Novi. Sementara Izzah menuju kamar Hani untuk menjelaskan semuanya sesuai permintaan Aldi.
Izzah mengetuk pintu kamar Hani.
__ADS_1
"Han, ini kakak. Kakak boleh masuk gak, ada yang mau kakak omongin." ucap Izzah.
Hani lalu bergegas membuka pintu untuk Izzah.
"Tentu saja kakak boleh masuk, ayo." ucao Hani menarik tangan Izzah.
Izzah lalu masuk ke dalam kamar Hani, kemudian menjelaskan semuanya. Hani seketika memeluk Izzah. Izzah kaget karena Hani tiba-tiba memeluknya.
"Kak, maafin Hani ya. Selama ini, sejak masih kecil Hani selalu saja jahat sama Kak Izzah. Namun tak pernah sedikitpun kakak terlihat kesal atau membenci Hani. Sejujurnya sejak dulu Hani selalu merasa iri sama kakak. Sejak kecil kakak selalu berprestasi, orang-orang di kampung selalu membandingkan kakak dengan Hani. Hani jadi kesal, hingga membuat Hani sering berbuat jahat sama kakak. Bahkan sampai sekarangpun Hani masih saja merasa iri dengan Kak Izzah. Kakak mendapatkan suami yang sangat mencintai kakak, sementara Hani." ucap Hani panjang lebar.
"Sudahlah Han, gak usah lagi diungkit-ungkit masa lalu. Yang penting sekarang Hani sudah mau berubah. Toh Hani juga sekarang bakalan dapat calon suami yang akan mencintai Hani sepenuhnya. Sama seperti cintanya bang Rayhan terhadap kakak. Tapi itu tergantung, apa Hani juga mencintai dia." ucap Izzah.
"Sejujurnya Hani juga suka sama Kak Aldi. Tapi Hani hanya ragu, apa mungkin Kak Aldi beneran cinta sama Hani. Apalagi kejadian tadi siang, saat wanita itu..."
"Dia itu Bella..." potong Izzah. "Apa kamu gak inget, dia itu mantan istrinya bang Rayhan. Dia aja yang salah, sudah menyia-nyiakan cinta tulus Aldi. Kini saat Aldi sudah melupakan dia dan mencintai kamu. Dia malah datang dan berusaha merebut hati Aldi. Terang saja Aldi gak mau, karena Aldi sekarang cintanya sama kamu."
"Kak Izzah yakin gak, kalau Kak Aldi itu beneran tulus sama Hani?" tanya Hani.
"Yakin seratus persen. Lagian kamu gak perlu khawatir Aldi itu kan sahabatnya bang Rayhan, kakak ipar kamu. Jadi Aldi gak akan mungkin berani untuk main-main sama kamu." jawab Izzah.
"Semoga aja apa yang Kak Izzah katakan, semuanya benar."
"Tentu saja benar. Sekarang yang penting kamu beri Aldi kesempatan untuk membuktikan cintanya sama kamu, dan kakak yakin nantinya kamu pasti akan bahagia bersama Aldi. InsyaAllah." ucap Izzah.
"Aamiin, sekali lagi makasih ya kak untuk semuanya."
"Iya, kalau gitu kakak keluar dulu ya." balas Izzah.
"Iya kak." ucap Hani.
Izzah lalu keluar dari kamar Hani, kemudian kembali ke ruang keluarga. Izzah lalu menceritakan semuanya pada pak Haris, bu Novi dan Rayhan tentang obrolannya dengan Hani. Semua orang akhirnya bernapas lega dan tersenyum.
Pak Haris dan bu Novi sangat berharap hubungan antara Aldi dan Hani bisa berlanjut ke jenjang yang lebih serius walaupun mereka baru saja mengenal Aldi. Namun karena sikap Aldi yang baik dan sopan membuat mereka yakin untuk menjadikan Aldi sebagai pendamping hidup untuk Hani.
__ADS_1