
"Anindia Azizzah, will you marry me?" ucap Romi dengan serius berlutut dihadapan Izzah.
"Apa-apaan sih kamu? Kemarin Mama kamu yang minta ganti rugi, sekarang kamu malah.... Gak ngerti aku sama kalian berdua." balas Izzah hendak melangkah melewati Romi.
Romi menarik jilbab Izzah yang menjuntai panjang. Membuat langkah Izzah kembali berhenti.
"Aku serius Izzah. Menikahlah denganku." ucap Romi kembali sambil menatap Izzah.
"Udah gila kamu, sampai kapanpun aku gak akan pernah menikah sama kamu." bentak Izzah.
"Tapi aku benar-benar mencintai kamu Zah!"
"Hah, cinta? Kemarin Ibu kamu sendiri yang menjelaskan semuanya. Lagipula apa yang ada diotak kamu sampai kamu berpikir aku mau menikah denganmu. Aku sudah bersuami dan aku tidak mencintai kamu. Aku mencintai Bang Rayhan." jelas Izzah.
"Jangan kasar Izzah, yang aku tau kamu itu wanita yang lemah lembut." balas Romi sambil memegang pipi Izzah.
Izzah seketika melepas kedua tangannya yang masing-masing memegang tangan Arka dan Arsha.
"Kamu yang buat aku jadi kasar. Kamu sudah melewati batas, hati-hati jangan buat aku marah."
"Wow, kamu kalau marah semakin terlihat cantik ya." balas Romi yang kembali berusaha memegang bagian tubuh Izzah.
"Kurang ajar kamu." teriak Izzah yang langsung memutar tangan Romi hingga membuatnya meringis kesakitan.
"Aaauuu, sakit sakit sakit." teriak Romi.
Tak sampai disitu saja, Izzah kemudian menendang kaki Romi dan meninju perutnya.
Romi jatuh tersungkur sambil meringis kesakitan.
"Sudah cukup, aku tidak mau lagi ada orang yang mengganggu kebahagiaan yang baru saja aku rasakan lagi. Baik kau, ibumu atau siapapun diluar sana yang berusaha merusak kehidupan rumah tanggaku. Aku gak akan diam lagi, aku akan melawan. Selama ini aku sudah cukup baik dengan tidak melawan atau mengatakan apa-apa. Tapi sekarang tidak lagi. Aku muak...." teriak Izzah seolah ia tengah mengeluarkan uneg-unegnya yang selama ini dia pendam.
Romi hanya mengaduh kesakitan. Tak pernah terbayangkan dipikiran Romi. Bahwa wanita selembut dan berpakaian muslimah seperti Izzah dapat melawan dan menghajar dirinya.
__ADS_1
"Ayo anak-anak kita pulang." ucap Izzah.
Tanpa disadari, Rayhan ternyata sudah berdiri di pintu apartment Romi yang lupa dikunci kembali saat Izzah datang.
Saat melangkah, Izzah begitu kaget melihat Rayhan yang berdiri dengan penuh senyuman berjalan ke arahnya.
"A-abang!" seru Izzah.
"Ayaaaahh." teriak kedua anak mereka berlari memeluk Rayhan.
"Ayah tau gak tadi tadi Ibu Ibu..." ucap Arsha terbata-bata.
"Iya Ayah, tadi Ibu tuh mukulin Om Romi." lanjut Arka.
"Oh ya?" tanya Rayhan.
"Iya Ayah." jawab keduanya.
"Sebentar ya." balas Rayhan lalu mendekati Izzah.
"Abang, Izzah tadi...."
"Abang tau, Izzah memang hebat." potong Rayhan. "Sekarang ajak anak-anak keluar, Abang mau kasih pelajaran buat si kurang ajar itu." ucap Rayhan seraya menatap Romi yang masih terduduk memegangi perutnya.
"Bang, sudahlah. Ayo kita pulang saja. Jangan lagi buat keributan. Izzah gak mau nantinya permasalahan ini semakin panjang. Nanti akan ada balas dendam balas dendam berikutnya. Maafkanlah dia Bang." ucap Izzah.
Rayhan menatap Izzah dengan lekat.
"Baiklah sayang, sesuai keinginanmu." balas Rayhan.
Rayhan berjalan mendekati Romi.
"Dengar baik-baik, kalau bukan karena Izzah-ku. Sudah ku habisi kau, paling tidak aku akan menjebloskanmu ke penjara. Tapi Izzah-ku terlalu baik. Ingat satu hal, Izzah hanya milikku. Tidak ada satu orangpun yang dapat merebutnya dariku, apalagi kamu." ucap Rayhan penuh penekanan lalu meninggalkan apartment Romi bersama Izzah dan anak-anaknya.
__ADS_1
Selama kurang lebih satu jam perjalanan, akhirnya Rayhan dan keluarga kecilnya tiba di rumah.
Arka dan Arsha begitu antusias menceritakan kejadian yang mereka alami kepada Bu Ros. Sementara Izzah dan Rayhan langsung menuju kamar.
"Sayang..." ucap Rayhan.
"Iya Bang." jawab Izzah.
"I love you."
"I love you more..." balas Izzah.
"I love you most." ucap Rayhan lagi.
Rayhan lalu memeluk Izzah dengan sangat erat.
"Semoga tidak akan ada lagi masalah yang menimpa keluarga kita Bang." ucap Izzah.
"Aamiin, insyaAllah sayang." balas Rayhan.
Hari-hari pun berlalu, Izzah dan Rayhan melaluinya dengan penuh suka cita. Tak ada lagi masalah yang menerpa.
Hari ini Izzah sekeluarga berangkat menuju Amerika untuk liburan dan mengunjungi adiknya, Hani.
Diatas ketinggian Izzah memandang pemandangan daratan yang dikelilingi lautan luas.
"Terima kasih ya Allah." ucap Izzah menggenggam tangan Rayhan yang duduk disebelahnya.
Rayhan membalas ucapan Izzah dengan mencium tangannya.
Izzah kembali memandang keluar jendela pesawat jet yang mereka tumpangi.
Aku Anindia Azizzah, yang dahulu nya di cap sebagai wanita simpanan. Kini aku bahagia dengan hidupku. Takdir Allah lah yang mempertemukanku dengan Bang Rayhan dan menjadikanku dahulu sebagai wanita simpanannya. Namun, Allah sungguh Maha Penyayang. Dengan seiring berjalannya waktu, hubunganku dengan Bang Rayhan menjadi semakin baik dan penuh cinta. Walau berbagai rintangan dan halangan yang selalu menerpa cintaku dan Bang Rayhan, aku mampu menghadapinya. Alhamdulillah, terima kasih untuk semua kebahagiaan ini ya Allah.
__ADS_1
TAMAT