Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
Penggerebekan Terhadap Ana


__ADS_3

Siang hari yang begitu terik tak menyurutkan langkah Pak Surya dan Ana menuju hotel yang telah dibooking Pak Agus.


"Mas panas banget nih." ucap Ana yang duduk diboncengan motor Pak Surya.


"Sabar sayang, demi lima puluh juta. Semangat dong, lagian tadikan udah aku service." goda Pak Surya.


"Iihh Mas bisa aja." balas Ana genit dengan menepuk pundak suaminya itu.


Keduanya tiba di parkiran hotel tepat pukul dua siang hari. Pak Surya langsung menghubungi Pak Agus.


"Gimana Mas?" tanya Ana saat Pak Surya terlihat selesai menelepon.


"Sudah siap. Ayo jalan." ucap Pak Surya menggandeng mesra Ana. "Oh ya tadi sudah bawa baju ganti?" tanya Pak Surya.


"Iya sudah Mas, lingerie warna merah favorite pelanggan." balas Ana.


"Pintar. Ingat harus melayani mereka dengan puas. Apapun yang mereka inginkan harus kamu lakukan. Jangan protes, mereka bisa saja ngasih uang lebih kalau kamu nurut."


"Siap Mas, tenang aja. Aku pasti kasih full service, dan mereka pasti bakal ketagihan dan bakal mau lagi. Mas bisa minta bayaran lebih besar lagi."


"Kamu memang isteri penurut sayang. Gak salah Mas menikahi kamu."


Keduanya tiba di kamar yang telah ditentukan Pak Agus. Mereka masuk ke dalam setelah mendapat kunci berupa sebuah kartu dari resepsionis.


Mata Ana terbelalak saat masuk ke kamar hotel itu.

__ADS_1


"Demi apapun. Waaahh Mas.... Kamar ini mewah sekali." pekik Ana.


"Iya, memang harusnya seperti ini tempatnya, karena orang-orang yang akan kamu service itu orang kaya. Sudah sana cepat ganti pakaian, sebentar lagi mereka sampai."


Ana kemudian mengganti pakaian yang ia kenakan mengenakan lingerie merah yang ia bawa dari kosnya. Memoles wajahnya dengan makeup dan mengenakan lipstik berwarna merah terang serasi dengan lingerie yang dia kenakan.


"Wow... Luar biasa. Kau cantik sekali." ucap Pak Surya.


"Badanku udah balik kan Mas?" tanya Ana.


"Sudah lebih baik dibanding satu bulan lalu, kau benar-benar terlihat kurus. Gak menggugah selera. Kalau sekarang aku yakin air liur mereka pasti menetes saat melihat kamu." ucap Pak Surya penuh keyakinan.


Rayhan dan yang lainnya sudah tiba di hotel. Semua staff hotel yang melihat kedatangan Rayhan berbaris rapi. Karena menganggap Rayhan tengah melakukan inspeksi mendadak seperti yang biasa ia lakukan.


"Selamat siang Pak Rayhan." salam semua staff hotel yang berbaris rapi.


"Baik Tuan." balas Pak Budi, manager hotel tersebut.


Izzah yang berada disamping Izzah, masih bingung untuk apa mereka berada di hotel ini.


Setelah selesai berkoordinasi dengan timnya Pak Arman, bersiap siaga di depan pintu bersama lima anggota polisi yang lainnya.


"Siap-siap aja kamu Ana, bakalan ditangkap polisi, dan dimasukkan ke penjara. Bila perlu arak dulu keiling kampung biar dia malu." ucap Mang Diman.


"Ini bukan kampung, tapi di kota." balas Pak Haris.

__ADS_1


"Iya juga ya. Kalau gitu kita arak keliling pasar atau mall saja." ucap Mang Diman lagi sambil tertawa.


Pak Agus dan dua orang lainnya pun masuk ke dalam kamar, sementara Rayhan dan yang lainnya serta personil polisi standby di pintu kamar hotel.


"Maaf membuat kalian lama menunggu" ucap Pak Agus setelah masuk kamar hotel tersebut.


"Waahh tidak apa-apa Pak. Itu Ana sudah siap." ucap Pak Surya.


Ana mulai mendekati Pak Agus dengan gaya sensualnya.


"Tidak usah buru-buru, mari duduk dulu. Kita minum." ucap Pak Agus.


Namun Ana yang sudah bersiap-siap langsung memilih duduk dipangkuan salah seorang rekan Pak Agus. Membuat lelaki yang berusia tiga puluh tahun itu terperanjat kaget. Ia hendak berdiri namun Ana menekan tubuhnya agar tak berdiri.


Tiba-tiba...


Pintu terbuka menampilkan Rayhan dan Izzah berdiri di depan pintu.


Pak Surya begitu kaget, nyalinya semakin menciut saat melihat beberapa pria lainnya yang mulai masuk mengenakan seragam kepolisian yang ditutupi jaket hitam.


"Mati aku." ucap Pak Surya.


Sementara Ana yang tak kalah kaget terjatuh saat pria yang didudukinya terbangun dari duduknya.


"Mas Rayhan......" lirih ucapan terdengar dari bibir Ana.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2