Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
ANCAMAN


__ADS_3

Izzah dan Rayhan tengah duduk di teras rumah mang Diman membahas tentang rencana pembangunan rumah mereka.


Izzah begitu antusias, karena dia punya begitu banyak ide untuk mewujudkan rumah impiannya.


"Abang gak punya ide apa gitu yang ingin diterapkan di desain rumah kita?" tanya Izzah.


"Abang ikut Izzah aja, pasti semuanya bagus." jawab Rayhan.


"Nanti bisa saja selera kita beda bang, misalnya Izzah pengen kamar kita dilantai atas, abang maunya di lantai bawah." ucap Izzah.


Rayhan mencubit hidung isterinya itu.


"Bawel, udah abang bilang. Abang ikut Izzah aja."


"Ya udah deh, nanti jangan marah ya kalau gak sesuai selera abang."


"Gak akan sayang. Oh ya malam ini abang mau pulang dulu ya. Ada berkas-berkas penting di rumah yang harus abang ambil untuk meeting besok pagi." ucap Rayhan tak enak hati.


"Kenapa wajah abang jadi kusut begitu? Pulang aja bang, di dana ada isteri yang juga butuh abang." ucap Izzah.


"Iihh mulai lagi. Gak denger apa tadi sore dia bilang apa. Dia kan mau cerai dari abang, ya syukur alhamdulillah. Tanpa abang yang ajukan gugatan, eh malah dia yang pengen. Ya abang dengan senang hati menerima. Toh dari awal abang memang gak cinta dan memang sudah mau bercerai. Tapi Izzah aja yang ngelarang-larang abang terus." ucap Rayhan.


"Izzah kasihan sama Bella bang."

__ADS_1


"Buat apa kasihan? Dia orang kaya yang hidupnya berkecukupan, kasihan itu sama fakir miskin yang hidupnya kurang beruntung." balas Rayhan.


"Bella sangat mencintai abang." ucap Izzah.


"Terus Izzah enggak gitu?" tanya Rayhan.


"Emang yang abang liat gimana? Cinta atau gak?" Izzah balik bertanya.


"Tinggal bilang iya atau tidak aja susah banget. Ya udah abang pulang dulu. Udah sana masuk, diluar dingin. Kasihan nanti anak abang kedinginan." ucap Rayhan.


Izzah lalu menciumi punggung tangan Rayhan, setelah mengucap salam Rayhan bergegas menuju mobilnya lalu meluncur ke arah rumahnya.


Sampai rumah Rayhan disambut oleh bu Ros dan Bella yang tengah berkaraoke diruang keluarga.


Rayhan mengerutkan dahinya melihat tingkah Bella, seolah-olah sebelumnya tidak terjadi apa-apa.


"Bukannya tadi sore kamu bilang mau cerai? Kenapa masih disini? Aku kira kau sudah pulang ke rumah orang tuamu." ucap Rayhan tanpa rasa bersalah.


"Kamu apa-apaan sih Ray, Bella ini mantu kesayangan mami, mana mungkin mami izinin kalian bercerai." ucap bu Rosita.


"Oh jadi mami yang bujuk. Terserahlah, aku gak perduli. Hmm mumpung mami juga pasti sudah tau semuanya, aku mau bilang kalau aku akan meresmikan hubungan pernikahanku dengan Izzah secara hukum." ucap Rayhan.


"Mami gak setuju, sampai kapanpun menantu mami cuma Bella. Gak ada yang lain. Apalagi itu hanya gadis kampung yang kamu temukan di sembarangan jalan." bentak bu Rosita.

__ADS_1


"Jaga ucapan mami." ucap Rayhan tak kalah berteriak. "Sekali lagi Rayhan tegaskan, Izzah adalah wanita yang Rayhan cintai bukan Bella yang mami bilang sebagai menantu kesayangan mami. Rayhan gak perduli mau mami setuju atau tidak. Yang jelas Izzah adalah prioritas utama Rayhan." ucap Rayhan dengan lantang.


"Cukup." teriak Bella sambil melempar tas Rayhan. "Dengar baik-baik Ray, kamu gak akan mungkin bisa meresmikan hubungan kamu dengan wanita sialan itu tanpa persetujuan dari aku. Karena bagaimanapun juga secara hukum aku adalah isteri sah kamu yang pertama." sambung Bella.


Plakk!


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Bella. Membuatnya meringis kesakitan. Rayhan kemudian mencengkram dagu Bella dengan kasar.


"Sudah aku bilang jaga ucapan kalian jika menyangkut Izzah. Aku tidak akan segan-segan memperlakukanmu dengan buruk."


"Rayhan." teriak bu Ros sambil menarik tangan Rayhan agar melepaskan Bella. Lalu bu Ros merangkul Bella agar menjauhi Rayhan.


"Jangan macam-macam kau Rayhan. Bella bisa saja menuntut mu karena melakukan KDRT." ancam bu Ros.


"Oh silahkan, aku tidak takut. Malah hal itu akan semakin memuluskan langkahku untuk bercerai dengannya." balas Rayhan mengancam balik.


Bu Ros dan Bella terdiam.


"Dengarkan aku baik-baik, jika kau tak memuluskan rencana ku untuk meresmikan hubungan pernikahanku dengan Izzah, aku akan menceraikan mu." ancam Rayhan seraya berlalu menuju kamarnya.


Bella terlihat makin geram, begitu juga dengan bu Ros.


"Awas saja kau Izzah." ucap bu Ros.

__ADS_1


Tunggu saja kau Izzah, akan aku buat kau menderita karena telah membuat Rayhan berani kasar padaku gumam Bella.


__ADS_2