Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
Masa Lalu Bu Mila


__ADS_3

Semenjak kepergian Bu Mila dibawa oleh polisi, Bella terus saja menangis. Pak Seno berusaha untuk menghibur puteri semata wayangnya itu.


"Bella sayang, udah ya jangan sedih lagi." ucap Pak Seno berusaha membuat Bella tegar.


"Pa, kenapa semua ini twrjadi disaat Bella sudah mau berubah. Kenapa malah Mama ngelakuin kesalahan yang sampai mengancam nyawa Tante Ros Pa?" isak Bella.


Pak Seno tak mampu berkata apa-apa, ia tak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan Bella.


"Pa, Bella akui kalau dulu Bella juga memang jahat karena dibutakan cinta sama Rayhan. Tapi Bella gak sampai kok mengancam nyawa Izzah atau siapapun itu." lanjut Bella penuh isak.


Pak Seno hanya mengusap punggung puterinya itu.


"Tapi Pa, kenapa Papa harus menceraikan Mama? Kasian Mama Pa." ucap Bella lagi.


Kali ini Pak Seno menghembuskan nafas berat.


"Bell, sebenarnya Papa gak mau semua ini terjadi. Tapi, Papa sudah lelah dengan sikap Mama kamu. Mama kamu itu gak pernah mau dengerin kata-kata Papa. Dia melakukan semuanya atas kemauannya dia sendiri, Papa lelah Bell. Semenjak awal pernikahan Mama kamu sudah menunjukkan semua sifat buruknya pada Papa. Papa sebenarnya tidak mempermasalahkan gaya hidupnya yang sosialita selama Papa masih sanggup bekerja. Tapi...." ujar Pak Seno berhenti berucap.


"Tapi apa Pa?" tanya Bella.


"Mama kamu pernah selingkuhin Papa sama anak muda seusia Rayhan dulu saat kamu masih kecil." ucap Pak Seno yang membuat mulut Bella menganga.


"Papa bohongkan?" ucap Bella


"Untuk apa Papa bohong." balas Pak Seno. "Waktu itu, Papa lagi keluar kota selama dua hari. Tapi karena pekerjaan Papa cepat selesai, Papa pulang lebih awal dan mendapati Mama kamu sedang bergumul dengan laki-laki lain di kamar kami. Sementara kamu dibiarkan menangis di kamar kamu sendiri. Kamu bisa bayangkan sendiri bagaimana sakit hatinya Papa Bella." lanjut Pak Seno dengan mata menatap lurus kedepan.


"Mama......" seru Bella.


"Saat itu juga Papa hampir menceraikan Mama kamu. Tapi Mama kamu memohon dan meminta maaf sama Papa dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Kalau bukan karena kamu, Papa tidak akan memaafkan Mama kamu. Tapi kenyataannya Mama kamu tidak bisa berubah, lagi dan lagi dia berhubungan dengan lelaki lain walau hanya sekedar kedapatan melalui telepon. Papa gak tau kalau dibelakang Papa ngapain aja." Pak Seno kembali menghela nafasnya dengan berat. "Yang jelas kesalahan Mama kamu sudah terlalu banyak sama Papa, bukan hanya selingkuh. Mama kamu juga menghambur-hamburkan uang Papa dengan gaya sosialitanya itu. Dan puncaknya ini, Mama kamu bahkan mengakui bahwa dialah yang mencelakai Bu Rosita, isteri dari mendiang sahabat baik Papa." ujar Pak Seno.


Sepanjang malam Bella memikirkan ucapan Pak Seno, sampai ia tak bisa tidur. Dilain sisi Bella menyayangkan kesalahan masa lalu Mama nya.

__ADS_1


"Biar bagaimanapun Mama ngelakuin semua ini karena aku. Karena Mama gak rela pisah sama anaknya" ucap Bella di tengah malam.


********************


Pagi harinya, Bella menuju kantor polisi untuk membesuk Bu Mila.


Keduanya berpelukan saat bertemu di ruang kunjungan. Bu Mila tampak lesu dengan pakaian tahanan yang telah ia kenakan.


"Ma..." ucap Bella.


"Maafkan Mama sayang." ucap Bu Mila.


Bella menitikkan air mata memandang Ibunya yang terbiasa mengenakan pakaian branded, sekarang harus mengenakan pakaian tahanan.


"Kenapa Mama lakuin semua ini?" isak Bella.


"Semuanya karena cinta Mama sama kamu Bell." balas Bu Mila.


"Maksud kamu?" ucap Bu Mila balik bertanya.


"Papa udah ceritain semuanya, semua tentang masa lalu Mama yang selingkuhin Papa dan kesalahan-kesalahan Mama yang lain. Itulah kenapa semalam Papa sampai cerain Mama."


"Hmmmm, perlu kamu tahu Bell. Mama dulu khilaf, Papa kamu jarang di rumah. Saat itu Mama sangat-sangat membutuhkan kasih sayang dan sentuhan laki-laki, dan Mama ketemu sama Dandi. Dia laki-laki yang baik, pengertian, dan mencintai Mama. Mama juga mencintai dia. Kamu pasti mengerti bagaimana rasanya mencintai seseorang Bell." ujar Bu Mila.


"Berarti Mama udah gak cinta sama Papa?" tanya Bella.


"Sejujurnya sejak ketemu Dandi, Mama sudah tidak mencintai Papa kamu lagi. Kamu kan udah tau sendiri gimana sibuknya Papa kamu. Sejak kamu kecil, pernah gak Papa kamu luangin waktu yang banyak buat kamu, enggak kan? Begitu juga dengan Mama. Mama menemukan kenyamanan sama Dandi, dan asal kamu tahu sampai saat ini Mama masih berhubungan sama Dandi. Mungkin hal ini juga tetap diketahui Papa kamu." ujar Bu Mila.


Bella terlihat frustrasi menatap tatapan kosong Bu Mila.


Tiba-tiba sesosok laki-laki yang berusia lima belas tahun lebih tua dari Bella datang ke arah mereka dan langsung memeluk Bu Mila.

__ADS_1


"Sayang, kamu baik-baik aja kan?" ucap laki-laki itu menyentuh pipi Bu Mila.


"Iya sayang, aku baik-baik aja." balas Bu Mila. "Oh ya, kenalin ini Bella anak aku." lanjutnya.


"Saya Dandi, panggil saja Om Dandi." ucap laki-laki berkumis tipis itu.


Bella mengangguk, kemudian terdiam dan hanya menatap perlakuan Dandi pada Ibunya yang begitu manis. Dandi terlihat begitu mencintai Bu Mila, menyuapinya dengan makanan yang ia bawa dari luar.


"Sayang, aku janji akan keluarin kamu dari sini secepatnya. Dan jika kamu bebas, kita bisa langsung menikah. Toh kamu sudah ceraikan dengan suami kamu sekarang." ucap Dandi.


Bu Mila mengangguk, lalu Dandi mencium kening Bu Mila tanpa malu dihadapan Bella.


Sepertinya Mama dan Om Dandi memang saling mencintai. Dan tidak ada yang salah akan hal itu, karena kita memang tidak bisa memilih pada siapa kita jatuh cinta, gumam Bella.


Waktu kunjungan pun segera berakhir, Bella dan Dandi berpamitan pada Bu Mila.


Dandi memilih lebih dulu keluar meninggalkan Bella dan Bu Mila berdua.


"Ma, Mama yang sabar ya. Bella janji akan berusaha buat bantuin Mama agar cepat keluar dari sini." ucap Bella memeluk Bu Mila.


"Iya sayang, kamu tenang saja. Dandi juga bilangkan sama kamu bakalan bantuin Mama untuk bisa segera keluar dari sini. Bila perlu kamu kerjasama deh sama Dandi biar Mama cepat bebas." balas Bu Mila.


"Ia Ma." ucap Bella kembali memeluk Bu Ros begitu erat seakan ini adalah pelukan terakhir Bella untuk Ibunya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Bu Mila.


"Gak kenapa-napa kok Ma. Cuma pengen meluk Mama aja. Hmmm Ma, nanti kalau Mama udah bebas. Mama berubah ya jadi orang yang baik, jangan lagi mendendam pada Tante Ros, Rayhan maupun Izzah. Demi Bella Ma." ucap Bella.


"Iya sayang." balas Bu Ros menciumi kening Bella.


Bella lalu pergi keluar kantor Polisi meninggalkan Bu Mila yang kembali masuk ke sel tahanannya.

__ADS_1


__ADS_2