
Sementara itu ditempat lain, Bi Asih dan Mang Diman tengah mengobrol serius.
"Pak, kasian sekali yaa neng Izzah. Apa tidak ada hal yang bisa kita lakukan untuk membantunya? tanya Bi Asih.
"Ada bu, caranya bapak harus bicara langsung dengan tuan Rayhan." jawab Mang Diman.
"Ide bagus pak. Tapi pak, ibu teh heran sekali pak. Bagaimana bisa tuan Rayhan bicara kasar seperti itu dan menuduh neng Izzah berselingkuh dengan Ifan." ucap Bi Asih.
"Bapak yakin, ini pasti ulah si Mak Lampir itu." kata Mang Diman.
"Maksud bapak teh nyonya Rosita?" tanya Bi Asih.
"La iya, emang siapa lagi. Mak Lampir itu pasti menghasut tuan Rayhan dengan cara memfitnah neng Izzah. Iiihh bapak geram sekali." ucap Mang Diman.
"Sama pak, dari dulu nyonya Ros teh emang jahat." balas Bi Asih.
"Kalau gitu sekarang juga bapak kerumahnya Mak Lampir dulu, bapak mau ketemu tuan Rayhan untuk menjelaskan semuanya." ucap Mang Diman seraya berdiri lalu berjalan menuju motornya hendak bergegas menuju rumah Rayhan.
"Hati-hati pak." ucap Bi Asih.
Saat hendak menyalakan motornya anak Mang Diman, Lilis datang bersama suaminya.
"Abah mau kemana?" tanya Lilis.
"Eeeh Lilis, ini tadi abah mau ke rumahnya tuan Rayhan." jawab Mang Diman.
Andi suami Lilis menyalami Mang Diman.
"Assalamualaikum bah." ucap Andi.
"Waalaikumussalam. Ayo masuk dulu." jawab Mang Diman.
Bi Asih sumringah menyambut kedatangan anak dan menantunya. Mang Diman akhirnya mengurungkan niatnya untuk pergi ke rumah Rayhan karena kedatangan Lilis dan suaminya.
Andi dan Mang Diman tengah asyik mengobrol diruang tamu sementara Lilis dan Bi Asih sedang sibuk menyiapkan makanan. Tak lama Lilis keluar membawa pisang goreng diikuti Bi Asih membawa nampan berisi teh manis.
"Ayo pak dicicipi pisang goreng crispy buatan Lilis."
__ADS_1
"Pisang goreng kripsi? Apa itu Lis?" tanya Mang Diman.
"Crispy pak, bukan kripsi."
"Ya...ya kripsi. Abah kira cuma orang kuliah saja yang punya istilah kripsi, pisang goreng juga ada kripsinya ya?"
"Ya Allah bah, itu skripsi bukan kripsi apalagi crispy." ucap Lilis sebal.
Andi dan Bi Asih hanya tertawa. Mang Diman masih terlihat bingung.
"Lagian pisang goreng pakai ada kripsi-kripsinya apa itu coba? Abah kan jadi bingung."
"Crispy bah...crispy. Crispy itu maksudnya renyah bah." ucap Lilis geregetan.
"Aduuhh Lis, Lis... Tinggal bilang pisang goreng renyah saja pakai bilang pisang goreng kripsi. Abah kan jadi bingung." ucap Mang Diman tertawa sembari mencicipi pisang goreng buatan Lilis.
"Iiihh si abah, kan jaman sekarang itu serba bahasa inggris. Mau nyebut makanan itu harus pakai bahasa inggris. Biar lebih gaul bah."
"Andi, abah mau nanya si Lilis sejak kapan seneng pakai acara bahasa inggris segala?" tanya Mang Diman pada menantunya itu.
"Sosmet? Apalagi itu? Tadi kripsi sekarang sosmet. Maksudnya si Lilis sering main sama Ustad Solmed gitu?"
"Buahaha haha haha..." Andi tak dapat menahan tawa mendengar ucapan mertuanya.
"Upsss maaf bah, kelepasan. Habis abah lucu, maksud Andi itu sosmed sosial media bukan Ustad Solmed bah. Hihihi."
Bi Asih dan Lilis tertawa terpingkal-pingkal.
"Eleh-eleh si ibu ikutan ketawain abah, emang ibu tau apa itu sosmet?" tanya Mang Diman.
"Ya tau lah bah. Biar tua gini ibu juga bisa gaul. Sosmet itu yang ada video joget-jogetnya itu. Benerkan Lis?" ucap Bi Asih.
"Iya-iya, mungkin yang ibu maksud itu aplikasi tok-tok. Itu masih salah satunya belum pesbuk, belum watsap, belum yang lain masih banyak lagi." jelas Lilis.
"Aaiihh sudah-sudah, gak usah bahas sosmet lagi. Ini apalagi Lis? Kenapa pisang goreng dikasih mie begini?" tanya Mang Diman.
Lagi-lagi Bi Asih dan Andi tertawa melihat tingkah Mang Diman.
__ADS_1
"Astaga bah.... Itu keju...keee.....juuuu.... Bukan mie bah."
"Ini keju, wah setau abah teh keju gak begini. Keju itu bentuknya kotak, bulat atau seperti lembaran kertas. Ini kok malah kayak mie." ucap Mang Diman polos.
Lilis menepuk jidat melihat kekonyolan ayahnya itu.
"Sudah...sudah gak usah banyak nanya lagi bah. Sekarang dimakan aja pisang gorengnya dijamin mantul." ucap Lilis seraya menunjukkan jari jempolnya.
"Mantul? Maksud kamu nanti abah akan mantul-mantul kayak bola bekel setelah makan pisang goreng ini?" tanya Mang Diman.
Andi semakin terpingkal-pingkal, perutnya sampai sakit karena kebanyakan tertawa.
"Astagfirulloh bah, maksud Lilis teh mantul itu mantap betul, bukan mantul-mantul kayak bola bekel bah."
Mang Diman menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Setelah seharian bersenda gurau bersama, Lilis dan Andi berpamitan untuk pulang. Lilis dan Andi bergantian menyalami Mang Diman dan Bi Asih.
Saat Lilis dan Andi hendak menaiki motor, Mang Diman bertanya.
"Lis bahasa inggrisnya hati itu, liver kan? Terus kalau bahasa inggrisnya di jalan apa Lis?"
"Di jalan? Mmmm on the road bah. Kenapa emangnya bah?" tanya Lilis yang sudah duduk di jok belakang motor.
"Kalau gitu kalian berdua, liver-liver on de rod yaa." ucap Mang Diman dengan percaya diri.
Andi dan Lilis berpandangan, mereka terlihat bingung.
"Maksud abah?" tanya Lilis.
"Yaaa hati-hati dijalan Lis, masa itu aja gak tau." jawab Mang Diman.
Andi dan Lilis tertawa secara bersamaan.
"Abah...abah... Ada-ada aja. Ya udah kami pamit ya bah, ibu." ucap Lilis.
"Assalamualaikum..." ucap Andi dan Lilis bersamaan.
"Waalaikumsalam..." jawab Mang Diman dan Bi Asih.
__ADS_1