
Arka mendekatkan wajahnya ke wajah Alia. Kali ini Alia mulai menutup kedua matanya ketika bibir Arka hampir menyentuh bibirnya, Arka dapat merasakan hangat nafas Alia tepat di wajahnya.
'Aku tidak atau sihir apa yang dia punya hingga bisa membuatku tergila-gila seperti ini. Istriku, tidak kah kau tau kau itu terlalu mempengaruhi hidupku.'
“Arka....” Alia kembali membuka matanya beberapa saat kemudian.
Alia heran karena Arka belum juga menyentuh bibirnya. Arka memang sedang ingin memandangi wajah cantik istrinya itu.
Arka mengelus pipi Alia dan masih melingkarkan tangannya di pinggang Alia. Alia tersenyum kemudian kembali memejamkan matanya. Arka menggerakkan kepalanya mendekat ke arah Alia. Fokus mata Arka kali ini adalah bibir Alia.
'Sungguh ini adalah hal yang paling aku tunggu, aku berharap bisa menghabiskan malam ini dengannya. Berdua meluapkan semua cinta yang sudah tidak terbendung. Merasakan hal yang selama ini hanya ada dalam bayanganku.'
“Aku mencintaimu.”
Alia membuka mata saat menyadari Arka melepaskan bibirnya. Dan saat bibir Alia terbuka untuk membalas ucapan Arka, Arka kembali ********** lebih dalam dari sebelumnya. Alia sedikit kaget karena Arka melakukannya secara tiba-tiba, bahkan ketika dia sedang membuka mulut untuk membalas perkataan Arka, karena itulah Arka memperdalam ciuman di bibirnya. Arka melakukannya dengan lembut dan sangat hati-hati, dia tidak ingin Alia merasa tidak nyaman. Arka hanya ingin mereka berdua menikmati semuanya, dan merasakan sensasi luar biasa saat melakukannya.
Entah sejak kapan posisi mereka berubah. Alia sudah berada di bawah tubuh Arka saat ini. Arka memeluk pinggang Alia dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya menekan ranjang untuk menahan bobot tubuhnya sendiri agar tidak terlalu menindih Alia dan membuat dia merasa sesak.
“Engh... hmmm.. .” Suara itu mengalun begitu saja ke dalam telinga Arka.
Arka sungguh tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaannya saat ini.
'Semuanya terasa sangat... Ah... benar-benar tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.'
Arka kembali mencium bibir Alia dengan lebih dalam. Tangan kanan Arka yang melingkar sempurna di pinggang Alia sedikit mengangkat punggungnya hingga kini tubuhnya benar-benar menempel dengan tubuh Aria. Arka dapat merasakan detak jantung Alia yang berdebar kencang, nafasnya yang terengah-engah bahkan terasa hangat tepat di depan hidung Arka.
“Sa... yang....” Alia mendorong dada Arka hingga Arka melepaskan pelukannya di pinggang Alia kemudian mengelus dahinya untuk menyingkirkan rambut yang menjulur ke wajah Alia, dahi Alia tampak sedikit basah karena keringat.
“Kenapa?” Arka membelai pipi Alia dengan tangan kanannya.
Saat ini Arka bahkan masih berada di atas tubuh Alia dan menahan bobot tubuhnya sendiri dengan satu tangan.
“Aku takut.” Tiba-tiba perkataan itu membuat Arka terhenyak.
'Apakah itu yang sedang dirasakan istriku sejak tadi hingga membuat dia berkeringat seperti ini? Apa harus aku melakukannya malam ini juga, apa semuanya tidak terlalu cepat. Pastinya dia merasa ketakutan.'
“Kalau begitu, tidak usah untuk malam ini. Tidak apa-apa jika kau takut, aku tidak akan memaksamu.” Arka tersenyum kearah Alia yang memang terlihat gugup.
Terlihat jelas dari mata Alia yang terlihat khawatir.
'Lalu apa aku harus menghentikannya ketika sudah sampai tahap sejauh ini?'
Mereka berdua bahkan sudah terbaring di atas ranjang.
'Apakah aku bisa benar-benar menghentikannya sekarang juga?'
Arka merasa bahwa dirinya tidak boleh egois dan mementingkan kepentingannya sendiri. Arka ingin memperhatikan Alia juga. Arka ingin mengerti perasaan Alia juga. Alia itu sedang gugup dan cemas. Arka tidak ingin, Alia melakukannya dengan perasaan seperti itu. Arka ingin Alia melakukannya dengan yakin tanpa ada keraguan.
Arka mulai bangkit dari posisinya, kemudian berbaring disamping Alia. Arka menarik napas dalam-dalam untuk mengatur debaran jantungnya. Sedikit merasa kesulitan karena Arka memang sudah terlalu jauh melakukanya barusan.
“Sayang...” Alia bangkit dari posisinya , memperhatikan Arka yang masih terbaring.
Arka melirik ke arah Alia dan bersiap untuk bangkit, tapi kemudian Alia menahan bahu Arka dengan kedua tangannya. Hal itu membuat Arka bingung dengan sikap Alia yang tiba-tiba menjadi seperti ini.
__ADS_1
“Aku tidak takut. Aku wanita dewasa, aku ini sudah menikah dan mempunyai suami. Bahkan aku sudah bisa mengurus anak kita. Tidakkah semua wanita yang sudah menikah akan mengalaminya?” Alia berbicara tepat di atas wajah Arka.
Arka rasanya seperti mendapat segelas air ketika aku sedang merasa kehausan. Kata-kata Alia begitu menyenangkan ketika masuk ke dalam telinga Arka.
“Apa kau yakin dengan apa yang baru saja kau katakan, huh?” Arka memandang wajah Alia masih dengan posisinya yang berbaring dan ditahan oleh kedua tangan Alia.
Alia tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya, membuat Arka sedikit terkejut ketika Alia melakukannya.
'Apakah ini istriku? Mengapa begitu berbeda ketika dia melakukan ini padaku?'
“Sayang, aku mencintaimu.” Bisik Alia di telinga Arka, yang membuat Arka merinding sesaat karena udara yang keluar dari mulut Alia.
“Aku... hmmmp... ” Arka tidak dapat melanjutkan ucapannya karena Alia sudah menutup bibir Arka dengan bibirnya.
'Apa ini Alia Luiz? Mengapa istriku yang polos bisa melakukan hal ini padaku. Ya Tuhan, aku benar-benar terkejut dengan apa yang baru saja dia lakukan padaku.'
Alia menempelkan bibirnya di bibir Arka dan tidak menggerakkannya sedikitpun. Alia menindih tubuh Arka tanpa menahannya sama sekali, membuat Arka sedikit sesak karena tubuh Alia yang berada di atas tubuhnya. Tapi Arka merasa tetap baik-baik saja, karena bobot tubuh Alia memang tidak terlalu berat. Arka merasa sangat senang karena saat ini posisi Alia benar-benar berada di atas tubuhnya. Alia dapat merasakan debaran jantung Arka yang tidak karuan, karena dada Alia tepat menempel di dada Arka.
Arka yang gemas dengan kelakuan Alia segera ******* bibir Alia, tangan kanan Arka bergerak ke tengkuk Alia dan sedikit menekannya untuk memperdalam ciumannya. Tangan kanan Arka mengelus lembut punggung Alia.
Tanpa aba-aba Arka memutar tubuhnya ke samping hingga posisi mereka berdua kali ini berbalik. Arka lah yang berada di atas tubuh Alia, kali ini Arka lah yang menguasai tubuh Alia. Arka yang mengambil kendali atas semuanya.
"Biarkan aku yang memulainya, sayang." Ucap Arka.
“Engh... hmmm mmh... “ Suara pelan yang terdengar seperti ******* itu keluar begitu saja, saat Arka merasakan tangan liarnya menelusup ke dalam dress tidur putih Alia melewati pahanya kemudian bergerak ke perutnya.
Arka meraba perut datar Alia, membuat Alia sedikit menggeliat dan membuat Arka semakin menggila. Arka kembali mencium bibir Alia lebih dalam dari sebelumnya.
“Mmmmphh... “ Arka merasakan kedua tangan Alia mendorong tubuh Arka dengan keras.
Sebelumnya....
Alia merasakan seluruh tubuhnya lemas saat tangan liar Arka menelusup ke balik dress tidurnya, yang perlahan membelai pahanya kemudian bergerak menuju perutnya dan akhirnya berhenti disana. Alia merasakan tangan kanan Arka meraba perutnya, membuat Alia merasakan sebuah sensasi yang benar-benar tidak bisa ia gambarkan dengan kata-kata, semuanya mengalir begitu saja. Semua perasaan itu, rasa takut, rasa gugup, semuanya hilang saat Arka menjelajahi tubuh Alia dengan lembut.
“Engh,,, mppph....” Ciuman Arka semakin menggila saat suara pelan itu keluar begitu saja dari mulut Alia yang kini sedang dikuasainya.
Alia benar-berada di bawah kekuasan Arka dan tidak dapat melakukan apapun. Alia tidak bisa menolak semuanya. Ternyata suara pelan yang terdengar menjijikan itu bisa membuat Arka menjadi semakin mengeratkan cengkeramannya di tengkuk leher Alia. Arka menekan kepala Alia untuk memperdalam ciumannya. Arka ******* bibir Alia lebih dalam dari sebelumnya.
“Hmmmmphh....” Dengan sekuat tenaga Alia mendorong tubuh Arka menjauh, membuat Arka menarik tangan kanannya yang sedang bermain di balik dress tidur Alia, kemudian menatapnya dengan bingung.
Alia merasakan perih di bibirnya.
'Aish, bodoh. Kenapa kau merusak kegiatan menyenangkan ini.'
“Emmm kenapa?” Arka membulatkan matanya dengan bingung, terlihat jelas bahwa Arka merasa sedikit kesal.
Itu semua karena Alia yang tiba-tiba menghentikan semua kegiatan yang sedang Arka lakukan.
“ARKA.... KENAPA KAU MENGIGIT BIBIRKU?” Alia berteriak tepat didepan wajah Arka, membuat Arka memundurkan kepalanya menjauh.
Alia segera mendorong tubuh Arka yang masih menindihnya hingga Arka bangkit dari posisi mereka yang terlalu menempel. Tapi Arka masih saja menampakan wajah polos dengan ekspresi sama dengan sebelumnya.
“Ah.... Mmm... sayang, aku tidak sengaja.” Ujar Arka dengan sedikit terbata-bata, dia mengangkat tangan kanannya untuk menyeka bibirnya yang basah.
__ADS_1
Arka bahkan tidak berani melihat mata Alia yang sedang menatap tajam ke arahnya.
'Aish, bagaimana dia bisa menggigit bibirku seperti itu.'
“Kau ini kanibal huh? Kau mau memangsa ku hidup-hidup?” Alia terus saja mengomel di depan wajah Arka.
Sebenarnya gigitan Arka tidak begitu sakit, hanya saja Alia kaget ketika Arka melakukannya.
“Maaf, aku hanya terlalu bersemangat. Aku benar-benar menggila ketika kau memberikan sebuah respon terhadapku.” Arka menggaruk belakang kepalanya dengan sedikit malu.
Dahi Arka mengkerut dengan tatapan yang tidak fokus.
'Arka, kau telah merusak suasana yang sangat menyenangkan dan momen yang benar-benar sedang aku nikmati.'
“Sudahlah. Aku ingin tidur.” Alia kembali berbaring lurus dan menarik selimut tinggi-tinggi sampai ke lehernya.
Alia melihat Arka menggeser posisinya lebih dekat ke arahnya, kemudian menahan kepalanya dengan tangan kanan. Alia mencoba meliriknya dengan ekor matanya. Saat ini posisi Arka benar-benar dekat, dan itu membuat jantung Alia berdebar hebat. Alia melihat mata Arka yang sayu. Terlihat sangat tampan.
“Ayo kita ulangi lagi. Huh, bisa sayang?” Arka menyentuh ujung hidung Alia dengan telunjuknya, membuat Alia hampir tersenyum karena perlakuan Arka.
'Ya Tuhan, apa yang pria ini lakukan padaku hingga membuatku benar-benar tidak bisa marah padanya?'
“Aku sedang menikmati semuanya tapi kenapa kau tiba-tiba mengigit bibirku?” Alia menggembungkan pipinya dengan pandangan kesal, sedangkan Arka hanya menampakan wajah tanpa dosanya.
“Sayang, aku hanya terlalu bersemangat. Ayo kita coba lagi.” Arka tersenyum lebar sembari menyentuh bahu Alia dengan telunjuknya.
“Sudahlah, aku sudah tidak ingin.” Jawab Alia dengan tegas.
Alia sebenarnya bukan tidak ingin, hanya saja ia malu jika harus mengulanginya dari awal. Alia bahkan sudah memaki Arka berkali-kali sejak tadi.
“Baiklah, aku tau ini semua salahku. Oke. Aku janji akan lebih lembut melakukannya.” Arka membulatkan matanya dengan tatapan penuh harap.
Alia mengabaikannya dan membalikkan tubuhnya memunggungi Arka.
“Ya sudah, tidurlah. Sekarang sudah malam. Besok kita masih mempunyai banyak kegiatan menarik. Selamat tidur sayang.” Ucap Arka.
Alia dapat merasakan bahwa Arka menepuk pundaknya pelan. Alia sedikit merasa bersalah karena menolaknya begitu saja. Alia membalikan tubuhnya ke arah Arka yang ternyata sudah memejamkan mata.
Alia memandangi wajah tampan Arka yang terlihat sangat polos. Menatap bibir Arka, yang baru dirasakannya lagi beberapa saat yang lalu.
'Kau benar-benar membuatku gila Tuan Arka. Ikatan mu terlalu kuat hingga aku bahkan tidak mampun melepaskan mu.'
“Apa aku ini sangat tampan, huh?” Tiba-tiba Arka membuka matanya dan berhasil memergoki Alia yang sedang memandangi wajahnya.
'Aaiihhh, memalukan.' ucap Alia dalam hati.
“Ish, kau ini terlalu percaya diri suamiku sayang.” Balas Alia kemudian menjepit hidung mancung Arka dengan jarinya.
Hal itu membuat Arka tertawa geli kemudian menarik Alia ke dalam pelukannya.
“Tidurlah, istriku sayang. Honeymoon kita belum selesai.”
Arka menyingkirkan poni di dahi Alia kemudian mengecupnya singkat. Alia tersenyum ringan kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Arka dan memeluknya dengan erat.
__ADS_1
'Semoga besok menjadi hari yang menyenangkan.'
Bersambung.....