Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
MEMBAHAS MASA DEPAN


__ADS_3

Izzah dan Rayhan berjalan bergandengan menuju pelataran parkir di rumah sakit. Tangan Rayhan menggenggam erat tangan Izzah, seolah tak ingin Izzah jauh darinya.


"Bang lepasin tangan Izzah, malu diliatin terus sama orang." ucap Izzah.


"Kenapa mesti malu sayang? Izzah kan istri abang, jadi wajar abang pegang tangannya. Lagian abang takut nanti ada yang culik Izzah." balas Rayhan.


"Iiihh abang ada-ada aja, emang Izzah anak kecil pakai diculik segala."


"Bukan masalah anak kecil sayang. Tapi Izzah itu wanita paling menggemaskan, dan cantik. Boneka barbie mah kalah saing sama Izzah." ucap Rayhan sambil mencubit pipi Izzah.


Izzah cekikikan mendengar ucapan Rayhan.


Kemudian mereka masuk mobil lalu melaju keluar dari rumah sakit.


"Sayang..." ucap Rayhan.


"Iya bang." balas Izzah.


"Bagaimana kehidupan kita kedepannya?"


Izzah mengerutkan dahi.


"Maksud abang?" tanyanya.


"Maksud abang gini. Izzah mau tinggal dimana? Mau tinggal di rumah abang atau di rumah lama kita itu atau Izzah mau abang belikan rumah baru aja?"


"Hemmm Izzah harap abang gak keberatan." ucap Izzah.


"Apapun yang Izzah mau akan abang turutin."


"Makasih bang. Tapi untuk masalah tempat tinggal, maaf Izzah gak bisa tinggal di rumah abang. Izzah juga gak mau tinggal di rumah kita yang dulu."

__ADS_1


"Iya gak apa-apa, berarti Izzah mau abang belikan rumah baru?" tanya Rayhan.


"Gak bang." jawab Izzah.


"Lah terus gimana sayang? Jangan bilang Izzah mau tinggal sama mang Diman dan bi Asih terus. Maaf sayang sebagai laki-laki yang bertanggung jawab untuk istri dan anak abang gak mau numpang di rumah orang."


Izzah tersenyum.


"Iya Izzah tau kalau abang itu lelaki yang super duper bertanggung jawab." ucap Izzah yang membuat Rayhan tersenyum. "Tapi bukan itu maksud Izzah bang." sambungnya.


"Lalu?" tanya Rayhan sambil matanya tetap fokus menatap jalanan yang semakin ramai karena memang jam pulang orang-orang bekerja dari kantor.


"Izzah pengen bangun rumah bang. Sejak beberapa bulan yang lalu Izzah sudah menabung hasil penjualan kue untuk bisa bangun rumah."


Rayhan menghela nafas, wajahnya berubah sayu.


"Sayang sekali lagi maafkan abang, karena sudah membuat Izzah melewati semuanya sendirian selama ini." ucap Rayhan.


"Izzah memang istri yang terbaik." ucap Rayhan. "Lalu dimana Izzah mau membangun rumah? Atau kenapa kita gak beli rumah aja sayang biar gak ribet." sambung Rayhan.


"Bang... Izzah punya rumah impian sendiri yang mau Izzah wujudkan. Dan kebetulan di kompleks tempat tinggal mang Diman ada lahan kosong yang mau dijual. Tempatnya gak jauh dari rumah mang Diman hanya berjarak lima rumah warga aja bang, kita malah bisa jalan kaki kerumahnya mang Diman." ucap Izzah.


"Mang Diman...mang Diman...mang Diman ajaaa terus. Apa Izzah gak bisa jauh dari dia?" tanya Rayhan cemberut.


"Yaa Allah bang, masa abang cemburu sama mang Diman?" tanya Izzah terkekeh.


"Bukan gitu sayang."


"Terus?" tanya Izzah.


Rayhan hanya menghela nafas.

__ADS_1


"Abang, mang Diman dan bi Asih itu sudah seperti orang tua kandung Izzah. Izzah sudah terbiasa dengan mereka. Dan di sana juga ada Intan yang tinggal dikontrakkan mang Diman, jadi Izzah kan bisa punya teman kalau sewaktu-waktu abang pulang ke rumah nemuin Bella."


"Wah-wah pengalihan topik ini, kok malah Bella yang disebut-sebut. Malah abang risih Izzah tinggal di sana karena ada laki-laki brewokan itu. Siapa tuh namanya. Yusuf ya kalau gak salah. Dia kan jatuh cinta sama Izzah. Gak peduli kalau Izzah sudah punya suami seganteng abang ini." ucap Rayhan.


"Cemburu ya?" ledek Izzah.


"Ooohh jelas." jawab Rayhan.


"Lalu abang pikir gimana perasaan Izzah terhadap Bella?"


Rayhan terdiam.


"Bang dengerin Izzah, Yusuf itu hanya teman. Izzah ini wanita yang sudah bersuami. Izzah tau batasan sebagai seorang istri bang. Izzah nggak mungkin ngelakuin sesuatu yang akan merusak hidup Izzah sendiri. Atau jangan-jangan abang gak percaya sama Izzah?"


"Bukan gitu sayang, abang cuma cemburu. Abang takut kehilangan Izzah."


"Tenang aja, cinta Izzah hanya untuk abang seorang." ucap Izzah.


"Abang pun sama, cinta, hati, dan jiwa raga abang hanya untuk isteri abang yang paling cantik yaitu Anindia Azizzah binti Abdul Haris."


Izzah tertawa.


"Lalu isteri abang yang satunya bagaimana?" tanya Izzah.


"Iiihh kenapa bahas dia terus sih? Abang bakal ceraikan dia kok, udah Izzah tenang aja. Izzah akan jadi isteri abang satu-satunya." jawab Rayhan.


"Astagfirullah bang, jangan asal main cerai-cerai aja. Kasian Bella, Izzah rela kok di...." ucap Izzah dipotong Rayhan.


"Madu... Udahlah gak usah bahas itu dulu. Kita bahas tentang rumah impian Izzah aja." ucap Rayhan sambil mengusap kepala Izzah yang tertutup hijab warna biru.


Mereka lalu berbincang-bincang tentang rencana rumah baru mereka. Jalanan yang macet membuat mereka lebih lama sampai rumah mang Diman.

__ADS_1


__ADS_2