Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
PENOLAKAN IZZAH


__ADS_3

Izzah terbangun dan menatap Rayhan dengan lekat.


"Aku pasti mimpi." ucap Izzah sambil mengucek matanya.


"Izzah gak mimpi, ini abang Zah." balas Rayhan menghampiri Izzah mencoba meraih kedua tangan Izzah.


Izzah sontak berdiri dari tempat tidur, berusaha menghindari Rayhan.


"Kenapa Zah? Kenapa Izzah menghindari abang?" tanya Rayhan dengan wajah sendu.


"Untuk apa kau kemari? Kau mau menghinaku lagi?" ucap Izzah.


"Gak Zah, abang kesini untuk minta maaf Zah. Maafin abang Zah selama ini sudah salah paham sama Izzah."


"Salah paham kau bilang? Berapa kali aku berusaha untuk mencoba menjelaskan semuanya padamu hah? Apa kau mengingatnya? Kau selalu menyebutku perempuan kotor. Bahkan sampai hati kau menuduhku dengan mang Diman. Ya Allah apa salahku hingga Engkau membuatku mencintai orang sejahat ini." isak Izzah.


"Tolong maafin abang Zah. Abang janji..."


"Janji...janji...janji... Sudah lupakah kau, dulu kau juga pernah berjanji untuk tidak menyakitiku lagi. Kau berjanji akan mencintai aku setulus hatimu. Tapi kau malah menikah lagi, aku masih saja memaklumi semuanya. Aku bahkan sampai mau menjadi simpanan kamu padahal akulah istri pertamamu. Tapi apa yang aku dapat? Kau malah menuduhku berselingkuh tanpa bukti yang jelas. Hanya karena kau melihat selembar foto yang ibumu tunjukkan. Padahal sejak awal kau tau bahwa ibumu tidak akan pernah menyukai aku. Jelas saja dia akan melakukan apapun untuk memisahkan aku denganmu." ucap Izzah panjang lebar.


"Izzah tolong dengerin abang..."


"Cukup!! Aku benar-benar tidak mau mendengar apapun lagi. Aku lelah, tolong biarkan aku hidup bahagia tanpa bayang-bayangmu lagi." tangis Izzah semakin menjadi-jadi.


"Izzah jangan bilang begitu, bagaimanapun kita harus tetap bersama demi anak kita."


"Anak kita kau bilang? Sejak kapan dia menjadi anakmu? Bukannya kemarin-kemarin kau selalu menyebutnya sebagai anak haram. Hah!" teriak Izzah.

__ADS_1


"Maafkan abang Zah..."


"Tidaaakk, pergi kau dari sini. Aku tidak mau melihatmu lagi. Pergiiiiii....." ucap Izzah histeris.


Mang Diman dan bi Asih yang mendengar teriakan Izzah bergegas menuju kamar Izzah. Mereka melihat Izzah begitu kacau.


"Pergiiiiiii....suruh dia pergi dari sini." teriak Izzah.


Mang Diman menarik Rayhan agar keluar dari kamar Izzah. Sementara bi Asih masuk ke kamar Izzah, berusaha menenangkan Izzah dengan memeluknya.


"Suruh dia pergi bi... Izzah mohon bi... Izzah gak mau lihat dia lagi bi..."


"Iya...iya...neng, dia sudah pergi. Sekarang neng yang tenang ya, kasian si dedek neng. Istighfar neng, ya Allah." ucap bi Asih.


Mang Diman mengajak Rayhan duduk diruang tamu.


"Tapi mang, Izzah belum mau memaafkanku mang. Aku harus apa mang? Apa mang Diman tidak mendengar ucapan Izzah tadi, dia sangat membenciku mang."


"Sabar, semuanya butuh waktu. Selama ini neng Izzah sudah sangat susah payah untuk melanjutkan hidupnya dengan melupakanmu. Jadi dengan kehadiranmu yang tiba-tiba pasti membuat dia syok. Mamang bisa jamin bahwa Izzah masih mencintai kamu. Tapi kembali lagi semuanya butuh waktu."


"Aku takut kehilangan Izzah mang. Aku sangat mencintainya. Bantu aku untuk meyakinkannya lagi mang."


"Iya, mamang tau. Sekarang lebih baik kau pulang dulu. Mamang pasti akan bantu, tenang saja."


"Baiklah mang, aku pulang dulu. Besok aku pasti datang lagi. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam."

__ADS_1


Dalam perjalanan pulang Rayhan tak henti-hentinya mengumpat.


"Bodoh...bodoh...bodoh... Kenapa kau bisa begitu bodoh Rayhan. Sekarang apa yang akan kau lakukan, Izzah sudah membencimu. Arrrggghhhh..." teriak Rayhan dalam mobil.


"Ini semua gara-gara mami." sambung Rayhan.


Sesampai di rumah, Rayhan berteriak memanggil bu Rosita.


"Mami.....mami.....keluar cepat." teriaknya.


Bu Ros menuruni anak tangga, memandang heran pada anaknya yang penuh amarah.


"Ini semua gara-gara mami. Kenapa mami lakuin ini sama Rayhan? Hah! Kenapa mami mau memisahkan Rayhan dengan Izzah?"


"Izzah...Izzah...Izzah... Kenapa kau begitu terobsesi dengan wanita gembel itu? Padahal disini ada Bella yang merupakan istrimu."


"Karena aku mencintai Izzah. Karena Izzah adalah istriku, dan sekarang dia tengah mengandung anakku. Kenapa mami tega sama Rayhan? Kenapa mi?" bentak Rayhan.


"Ray, mami cuma pengen kamu bahagia sama Bella Ray, mami gak mau kamu salah pilih Ray. Izzah perempuan yang mami gak tau asal usulnya." jawab bu Ros.


"Cukup mi. Tak bisakah mami membiarkan Rayhan memilih siapapun orang yang Rayhan cinta, demi kebahagiaan Rayhan? mami jahat, mungkin Rayhan ini bukan anak mami sampai-sampai mami gak mau liat Rayhan bahagia." ucap Rayhan putus asa.


"Gak Ray, jangan ngmong gitu Ray. Rayhan itu anak mami, anak kandung mami. Maafin mami Ray." ucap bu Ros sambil memeluk Rayhan yang tengah menangis.


"Terlambat mi. Sekarang Izzah sudah benci sama Rayhan. Rayhan bodoh udah percaya gitu aja ucapan mami." isak Rayhan.


Izzah tolong maafkan aku.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2