
Rayhan tiba di depan kamar Aldi lalu mengetuk pintunya. Aldi membuka pintu lalu mereka berdua saling merangkul.
"You look so different bro." ucap Aldi.
"Kamu juga beda bro, makin kayak bule." balas Rayhan cekikikan.
Mereka berdua lalu masuk dan duduk di sofa yang tersedia di dalam kamar. Sementara di dalam kamar mandi kamar hotel Aldi tersebut ada Bella yang tengah menatap layar ponselnya.
Bella tengah membaca pesan dari seseorang.
[Target sudah masuk lift bos. Saya berada di lift yang sama dengannya. Sebentar lagi kami tiba di tujuan bos.]
Bella tersenyum penuh kelicikan. Lalu dengan cepat Bella merapikan dandanannya. Kemudian mengirim pesan pada Aldi.
[Iam out, kamu cepetan kesini.]
"Aldi...Aldi saking cintanya kamu sama aku, kamu rela ngelakuin apa aja buat aku." ucap Bella tertawa.
Aldi yang tengah mengobrol dengan Rayhan menerima pesan Bella lalu berdiri.
"Wait bro, aku mau ke toilet bentar." ucap Aldi lalu meninggalkan Rayhan.
Aldi lalu berjalan menuju kamar mandi. Bella tengah menanti kedatangannya. Saat masuk ke dalam kamar mandi jantung Aldi berdegup dengan kencang karena berada dalam satu ruangan yang terbilang sempit dengan wanita yang selama ini dicintainya. Apalagi Bella tampil begitu cantik dan seksi dengan mengenakan rok pendek selutut.
"Stay here oke. Aku mau keluar dulu." ucap Bella.
"Good luck Bell." balas Aldi.
Bella lalu keluar dari kamar mandi dan segera mendekati Rayhan. Sebelum itu Bella sempat melirik ponselnya. Karena terdapat sebuah pesan.
[Target sudah di depan pintu kamar bos, tengah menempelkan telinganya di pintu.]
Bella kemudian dengan cepat mendekati Rayhan. Tanpa rasa malu Bella langsung duduk di pangkuan Rayhan.
"Sayang..." ucap Bella dengan suara yang sengaja dibesarkan.
"Bell kamu..." ucap Rayhan terpotong karena Bella dengan cepat menutup mulut Rayhan dengan tangannya.
Sementara Izzah yang tengah menguping didepan pintu nampak tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Apa itu benar suara Bella?" ucap Izzah.
Pintu kamar tersebut sengaja tak di tutup rapat, jadi ada celah untuk mendengar suara orang yang berbicara dari dalam. Namun karena Izzah khawatir prasangkanya terhadap Rayhan adalah salah. Maka Izzah memutuskan untuk berhati-hati dalam menguping karena takut ketahuan Rayhan.
"Sayang makasih ya udah mau datang." ucap Bella lagi.
"Kamu apa-apaan..." lagi -lagi Bella dengan bersusah payah menutup mulut Rayhan dengan jemarinya.
Bella juga berusaha dengan kuat menahan tubuh Rayhan agar tak bisa berdiri menghindarinya.
"Aaahhh..." desah Bella. "Terus sayang." teriaknya.
Izzah yang tak tahan mendorong pintu kamar tersebut.
__ADS_1
Secepat kilat Bella mencium bibir Rayhan yang meronta berusaha melepaskan diri. Bella juga dengan cepat menyibak rok yang dia kenakan, membuat pahanya terlihat jelas.
"Astagfirullahal'adzim abang...." teriak Izzah.
Bella lalu menghentikan aksinya dan berbalik menatap Izzah yang penuh air mata dengan senyum mengejek.
"Rasain kamu." gumam Bella.
Rayhan yang kaget mendengar suara Izzah sontak mendorong Bella lalu dengan cepat berdiri.
"Iii...iiizzah..." ucap Rayhan gugup.
"Apa semua ini bang?" teriak Izzah berderai air mata.
"Ini semua gak seperti yang Izzah pikirkan." ucap Rayhan. "Abang bisa jelasin semuanya." lanjut Rayhan.
"Jelasin apalagi? Hah? Pertama foto kalian ciuman, kedua video kalian mesum, ketiga baju abang yang abang bilang kotor karena lumpur, ternyata kotor karena peluh abang yang berbuat maksiat." pekik Izzah.
Rayhan terlihat bingung.
"Apa maksud Izzah?" tanya Rayhan.
"Sudah cukup, gak usah pura-pura lagi. Awalnya Izzah gak percaya bahwa abang akan ngelakuin semua ini, tapi sekarang buktinya terpampang nyata dihadapan Izzah. Kenapa bang? Kenapa abang ngelakuin semua ini?"
"Sayang abang benar-benar gak bersalah."
"Cukup, sepandai-pandainya abang mengubur bangkai pasti baunya akan tercium juga." ucap Izzah dengan raut wajah penuh emosi.
"Jangan sentuh Izzah. Yang buat Izzah tak habis pikir, untuk apa abang menceraikan Bella jika abang pada akhirnya tetap berhubungan dengannya. Apalagi sampai melakukan senua ini. Ini maksiat bang, apa abang gak sadar juga, Allah murka bang. Padahal sejak awal sudah Izzah katakan kalau Izzah rela di madu dengan Bella. Tapi abang tetap kekeh mau menceraikan Bella. Dan sekarang.... Ya Allah..." teriak Izzah.
Aldi yang mendengar ribut-ribut segera keluar dari kamar mandi. Sementara Bella tersenyum penuh kemenangan.
Rayhan kembali berusaha mendekati Izzah. Namun Izzah beringsut mundur.
"Jangan pernah sentuh Izzah lagi. Izzah mengalah bang, nikahilah Bella lagi dan ceraikan Izzah. Izzah gak mau punya suami plin-plan dan tidak menjaga kesucian rumah tangga." ucap Izzah kemudian berlari keluar dari kamar tersebut.
Rayhan hendak mengejar Izzah, namun Rayhan kemudian berbalik ke arah Bella. Aldi sudah berdiri disamping Bella dengan tatapan penuh tanda tanya.
Plakk!!!
Rayhan menampar pipi Bella dengan keras. Membuat Aldi kaget lalu mendorong Rayhan.
"What are you doing man? Seharusnya kamu gak kasar sama perempuan." ucap Aldi memegangi pundak Bella yang tengah meringis kesakitan.
"Shut up." hardik Rayhan.
"Sebenarnya terbuat dari apa sih hati kamu. Kok sesama wanita segitu jahatnya kamu melakukan siasat untuk merusak rumah tangga orang lain. Demi Tuhan aku benar-benar menyesal telah mengenal kamu apalagi sampai pernah menikahi kamu. Kurang baik apalagi Izzah selama ini sama kamu, hah? Dia bahkan gak mau aku laporin kamu ke polisi atas kasus kamu melakukan penculikan terhadapnya dan menyuruh orang untuk memperkosa dia. Sekarang lagi-lagi kamu berulah. Ya Tuhaan Bella... Kau benar-benar wanita licik." ucap Rayhan panjang lebar.
Aldi semakin bingung mendengar ucapan Rayhan.
"Ray..." ucap Aldi hendak bicara namun di potong Rayhan.
"And you, aku pikir selama ini kamu itu teman baikku. Ternyata cintamu pada Bella membutakan mata hati kamu. Kamu bersekongkol dengan Bella melakukan semua ini terhadap aku. Such a big lozer. I hate you now." ucap Rayhan.
__ADS_1
"But Ray, I can explain it. Aku bisa jelasin." balas Aldi.
"I dont need your explain. You know what, go to hell both of you." ucap Rayhan lalu meninggalkan kamar tersebut.
Rayhan kemudian dengan cepat berlari berusaha mengejar Izzah.
"Semoga Izzah mau mendengar penjelasanku." ucap Rayhan sambil menekan lift menuju lantai dasar.
Tiba di lantai dasar orang-orang berkerumun, Rayhan terlihat bingung.
"Ada apa itu?" gumam Rayhan.
Manager hotel tergopoh-gopoh berlari ke arah Rayhan.
"Maaf pak, tolong cepat kemari. Staff hotel tadi sudah menelepon ke kamar 88 hendak memberi tahu bapak tentang bu Izzah. Tapi tidak ada yang menjawab panggilan kami" ucap Manager hotel.
"Izzah kenapa?" tanya Rayhan panik.
"Bu Izzah tiba-tiba pingsan pak di lobi hotel. Beberapa karyawan melihat bu Izzah berjalan sambil menangis sebelum jatuh pingsan pak." ujar Manager hotel.
Dengan cepat Rayhan mendekati kerumunan orang yang tengah berusaha menyadarkan Izzah dengan mengoleskan minyak angin di hidung dan telapak kaki Izzah.
"Ya Allah sayang. Kenapa bisa pingsan." ucap Rayhan.
Beberapa staff hotel wanita tetap berusaha membuat Izzah sadar, namun Izzah tak kunjung siuman. Lalu Rayhan mengangkat tubuh Izzah dan membawanya ke mobil untuk menuju rumah sakit.
Sementara itu di dalam kamar nomor 88, Aldi tengah duduk dan berbicara dengan Bella.
"Why you do this Bell?" tanya Aldi sambil meremas rambutnya.
"Iam sorry Al, aku cuma mau Rayhan balik sama aku lagi." jawab Bella.
"Explain to me. Sebenarnya apa yang terjadi sama kehidupan kamu dan Rayhan selama ini?" tanya Aldi lagi.
Bella lalu menceritakan yang sebenarnya kepada Aldi. Mulai dari Rayhan yang mencintai Izzah, lalu terpaksa menikahi Bella. Hingga berbagai siasat yang Bella lakukan untuk membuat Rayhan dan Izzah berpisah.
"Oh my God Bell. Aku gak nyangka cinta benar-benar membutakan mata hati kamu. Seharusnya kamu itu harus bisa melepas Rayhan dengan orang yang dia cintai. Untuk apa kamu memperjuangkan cinta kamu untuk orang yang sama sekali gak cinta sama kamu. Look at me Bell. Selama ini aku selalu mencintai kamu. That's why I always help you. Aku selalu ada buat kamu. Selalu bantu kamu untuk memperjuangkan cinta kamu dengan Rayhan, karena aku pikir Rayhan juga akan mencintai kamu. Aku mau orang yang aku cintai selalu bahagia. Meski itu gak sama aku." ucap Aldi panjang lebar.
"Maafin aku Al." balas Bella.
Aldi menghela nafas panjang.
"Please go Bell. Tolong kamu pergi dari sini. Aku mau istirahat." ucap Aldi.
"Tapi Al..."
Aldi lalu bangun dan menarik tangan Bella.
"Dont make me angry. Aku masih bisa menahan diriku untuk tidak kasar sama kamu Bell. Jadi tolong, leave me alone." ucap Aldi menyeret Bella keluar kamar lalu menutup pintu.
"Please Al, maafin aku. Iam so sorry Al..." ucap Bella mengetuk pintu kamar Aldi.
Namun Aldi sama sekali tak menggubris suara parau Bella. Aldi malah mengambil headphone lalu menyambungnya ke ponsel miliknya dan memutar lagu rock dengan kencang.
__ADS_1