Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
MELAMAR LISA


__ADS_3

Persiapan lamaran untuk dokter Harun disiapkan dengan cepat oleh orang suruhan Rayhan. Awalnya dokter Harun bersikeras akan melamar dengan cara sederhana. Namun Rayhan menolak dengan alasan ini moment sekali seumur hidup. Jadi lakukan yang seromantis mungkin, agar Lisa akan mengenang moment lamaran ini selamanya.


Rayhan telah mengirim pesan pada Izzah agar lebih lama berada dalam toko buku. Agar persiapan lamaran dokter Harun bisa dilaksanakan.


Setelah semua siap, Rayhan memberi kode pada Izzah agar mengajak Lisa keluar.


"Ray, gue kok gugup banget ya." ucap dokter Harun dengan wajah yang terlihat sangat gugup dan keringat yang mengucur deras.


"Kenapa mesti gugup? Lu takut ditolak? Halah gue jamin Lisa pasti langsung bilang iya. Secara udah jelas banget dari tatapan mata Lisa dia udah cinta banget sama lu." ucap Rayhan meyakinkan.


"Lu yakin gue gak bakalan ditolak Ray?"


"Seratus persen yakin. Ah udah, sekarang mantapkan hati lu. Dan jangan sampai lupa baca bismillah." ucap Rayhan.


"Oke Ray. Bismillah." seru dokter Harun.


Saat Izzah dan Intan melangkah keluar dari toko buku. Mereka disambut oleh sekumpulan orang-orang yang berseragam yang sama berbaris memanjang di sepanjang karpet merah yang dibentangkan.


"Loh ini ada apa Zah? Perasaan tadi disini gak ada karpet merah ini deh. Terus ngapain orang-orang ini berbaris disini." tanya Lisa.


"Aku juga gak tau Lis." jawab Izzah berbohong.


Saat Izzah dan Lisa berjalan, orang-orang yang berbaris tersebut mulai memberikan masing-masing setangkai bunga mawar merah pada Lisa.


"Ini untuk aku?" tanya Lisa.


Orang-orang tersebut hanya mengangguk lalu tersenyum. Lisa merasa heran, namun tangannya tetap menerima mawar yang diberikan sampai melewati orang ke sepuluh.


Setelah itu orang-orang tersebut berlarian membuat blokade menghalangi jalan Izzah dan Lisa. Mereka berdiri berdampingan menghadap Lisa. Refleks Izzah dan Lisa berhenti.


"Ada apa lagi ini Zah?" tanya Lisa.


Izzah hanya mengangkat bahunya, namun bibirnya tak mampu menahan senyum.


Saat hendak berjalan memutar, orang-orang tersebut berteriak memanggil nama Lisa.


"Lisaaaa...." teriak mereka bersamaan.


Lisa kemudian melihat ke arah mereka yang sudah berdiri membelakangi Lisa. Terlihat jelas di bagian belakang baju kaos yang di kenakan orang-orang tersebut terdapat sebuah susunan kata "I Love U Lisa."

__ADS_1


Sontak Lisa kaget, matanya membulat sempurna. Lisa tak dapat berkata-kata, dia dia mematung. Tanpa disadari Izzah kemudian berjalan mundur dengan perlahan. Lalu dokter Harun berdiri di belakang Lisa.


Izzah berdiri agak jauh dari Lisa dan Rayhan yang berdiri disampingnya dengan memeluk mesra pinggang Izzah.


"Lis..." panggil dokter Harun.


Lisa kaget, lalu berbalik badan. Seketika dokter Harun berlutut dengan satu kaki, kemudian menyodorkan kotak merah berbentuk hati ke arah Lisa.


"Will you marry me?" ucap dokter Harun.


Air mata Lisa luruh tak tertahan. Namun senyuman begitu mengembang diwajahnya.


"Yes I will." jawab Lisa.


"Alhamdulillah." teriak dokter Harun melompat kegirangan.


Izzah terharu melihat moment itu, air matanya juga ikut menetes. Rayhan memeluk Izzah lalu mencium keningnya.


Izzah lalu mendorong Rayhan.


"Iihh abang, ini tempat umum." ucap Izzah.


Banyak orang menjadi penonton moment lamaran dokter Harun. Dokter Harun benar-benar tak bisa menahan luapan kebahagiannya. Dia masih saja melompat-lompat kegirangan. Tanpa disadari dia hampir saja memeluk Lisa.


"Woy...." teriak Rayhan sedikit berlari menghampiri dokter Harun lalu menarik bajunya.


"Main nyosor aja lu. Belum muhrim, tahan dong." Rayhan cekikikan.


"Astaghfirullah...astaghfirullah.." ucap dokter Harun.


Izzah lalu mendekat ke arah Lisa.


"Selamat ya Lis." ucap Izzah.


Lisa langsung memeluk Izzah.


"Makasih ya Zah." balas Lisa.


Rayhan menyenggol perut dokter Harun hingga dia meringis kesakitan.

__ADS_1


"Awww...lu kenapa sih Ray? Gak bisa liat orang bahagia ya?" pekiknya.


"Eh dodol. Itu cincin mau lu kasih ke siapa? Dari tadi dipegang mulu." ucap Rayhan menunjuk kotak cincin yang masih digenggam dokter Harun.


"Hehehe gue lupa." balasnya. "Nih Lis, kamu pakai sendiri aja ya, aku sungkan nyentuh tangan kamu. Kita kan belum muhrim." lanjut dokter Harun.


Lisa tersenyum seraya menerima kotak cincin yang diberikan dokter Harun.


"Alaahh belagak sungkan megang tangan segala. Kemaren-kemaren pasti lu udah megang tangan Lisa kan?" ucap Rayhan.


"Beda Ray, gak usah ungkit-ungkit yang lalu."


Lisa lalu membuka kotak cincin itu. Dia kaget melihat cincin yang ada didalamnya.


"Zah, inikan...." ucap Lisa.


"Iya, tadi aku sengaja ajak kamu masuk ke toko perhiasan. Ya niatnya untuk beliin cincin buat kamu." balas Izzah.


Lisa kembali tersenyum.


"Cie bentar lagi ada yang halal nih..." goda Rayhan.


"Kawin...kawin... minggu depan aku kawin. Kawin...kawin...tidur ada yang nemenin." dendang dokter Harun.


"Hahaha, seriusan minggu depan?" Rayhan tertawa.


"Serius, bantuin ya. Lu kan punya hotel, pestanya di hotel lu aja. Nikah di rumah gue aja."


"Eehh dodol, kalau masalah itu gampang. Lu padahal pinter tapi kok bisa bego juga. Lu baru juga lamar anak orang didepan orang banyak. Tapi lamaran bawa keluarga lu ke keluarga dia belum." ucap Rayhan.


"Astaga.... bener Ray, gue lupa. Hihihi. Ya udah entar malam aja gimana?" tanya dokter Harun.


"Wah ngebut banget lu." jawab Rayhan.


"Lebih cepat lebih baik kan Ray, lu ikut ya entar malam sama bonyok gue."


"Iya iya." jawab Rayhan.


"Lis kasih tau orang tua kamu ya nanti malam aku bakalan dateng sama ortu aku." ucap dokter Harun.

__ADS_1


"Iya mas." ucap Lisa mengangguk.


__ADS_2