Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
Kepergian Pak Haris


__ADS_3

Rayhan dan Izzah tengah duduk di bangku panjang yang terdapat di balkon kamar mereka sambil memandangi bulan yang bersinar terang. Bayi kembar mereka sudah tertidur pulas.


"Sayang...." ucap Rayhan.


"Iya Bang...." balas Izzah.


"I love you." ucap Rayhan sambil mencium tangan Izzah.


"I love you too." balas Izzah tersenyum.


Rayhan kemudian merebahkan kepalanya dipangkuan Izzah.


"Sayang, Abang kasihan sekali pada Om Seno." ucap Rayhan menghela nafas panjang. "Baru saja anaknya meninggal, kini Om Seno harus menjadi duda di usia tuanya. Mirisnya Tante Mila malah kehilangan kewarasannya sekarang." lanjut Rayhan.


"Semuanya sudah takdir dari Allah Bang. Ini teguran buat Bu Mila dan termasuk kita semua." balas Izzah.


"Apa ini yang namanya azab ya karena sudah berbuat jahat dan menyakiti hati orang lain!" seru Rayhan.


"Hush gak boleh ngomong gitu." balas Izzah mencubit hidung Rayhan. "Setiap manusia tentunya tidak akan luput dari kesalahan seperti salah satunya menyakiti hati orang lain. Akan tetapi sebagai seorang muslim, maka sudah selayaknya kita menyadari perbuatan salah tersebut dan berusaha untuk menjauhi perbuatan dosa seperti menyakiti hati orang lain." ujar Izzah.


"Iya sayang, semoga kedepannya keluarga kita tak lagi diterpa masalah, dan di jauhkan dari orang-orang yang hendak berbuat jahat."

__ADS_1


"Aamiin." balas Izzah.


*************************************


Seiring berjalannya waktu, keluarga Izzah dan Rayhan menjalani hidup yang bahagia. Keadaan Bu Ros kini sudah membaik. Ia menjadi manusia yang semakin mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Ia begitu bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk menjalani hidup agar menjadi orang yang lebih baik lagi.


Satu tahun berlalu, si kembar Arka dan Arsha menjadi balita yang menggemaskan. Di usia mereka yang menginjak satu setengah tahun, keduanya sudah mulai bisa mengoceh.


Mang Diman dan Bi Asih pun selalu menjadi bagian dari keluarga Izzah. Mereka berdua bahkan ikut terbang ke Amerika saat keluarga Izzah liburan sambil mengunjungi Hani dan Aldi.


Sungguh, Izzah merasa begitu bersyukur akan kebahagiaan yang diberikan Tuhan. Memiliki keluarga yang amat begitu menyayanginya, anak-anak yang menggemaskan. Terutama sang suami, Rayhan, yang senantiasa mencintai dan menjaganya.


Hari itu Pak Haris dan Bu Novi berpamitan pada Izzah dan Rayhan karena ingin pulang kampung. Sudah begitu lama Pak Haris merindukan suasana kampung halamannya, hingga ia memutuskan untuk kembali tinggal disana untuk sementara waktu.


Satu bulan kemudian......


Hari ini Rayhan harus berangkat ke negeri tetangga karena ada urusan bisnis.


"Jangan lupa minum vitamin dan istirahat yang banyak sayang." ucap Rayhan saat Izzah mengiringinya ke teras saat akan menuju bandara.


Beberapa hari ini Izzah memang tengah kurang enak badan. Hingga Rayhan senantiasa mengingatkannya untuk meminum vitamin.

__ADS_1


"Iya Bang, cepat pulang, ya. Izzah gak betah kalau jauh dari Abang" jawab Izzah manja.


Senyum hangat terpancar dari wajah Rayhan. Rasanya Izzah tidak ingin jauh meskipun hanya sedetik, cinta diantara mereka makin hari makin kuat.


"Iya." balas Rayhan sambil mencium kening Izzah.


Bu Ros keluar bersama Arka dan Arsha.


Rayhan lalu berpamitan pada Bu Ros dan menciumi kedua buah hatinya.


Pintu rumah ditutup setelah Rayhan berangkat. Izzah kembali ke kamar dan bermain bersama si kembar.


Siang hari, saat anak-anaknya tertidur pulas. Ponsel Izzah berdering, ada panggilan dari Bu Novi, segera Izzah menempelkan ponsel di daun telinganya.


"Assalamu'alaikum Bu," ucap Izzah menanggapi panggilan dari Bu Novi.


"Wa'alaikumsalam Izzah, Nak ... Ayahmu mm Ayahmu ...."


Rasanya badan Izzah lemas mendengar kabar berita dari Bu Novi, Pak Haris meninggal karena serangan jantung, dengan tangis Izzah menghubungi Rayhan memberitahukan berita ini.


"Innalilahi, yang sabar, Sayang. Abang usahakan pulang sekarang juga," ucap Rayhan di ponsel.

__ADS_1


Akhirnya Izzah putuskan pulang ke kampung halaman bersama dengan kedua anaknya dan juga Bu Ros, tak ketinggalan Mang Diman dan Bi Asih juga ikut serta.


__ADS_2