
Rayhan tiba di rumah Bella, tanpa permisi Rayhan nyelonong masuk begitu saja saat pintu di buka pembantu di rumah Bella.
"Bella keluar kamu." teriak Rayhan.
Orang tua Bella yang berada di rumah keluar secara bersamaan.
"Ada apa ini? Kenapa kamu teriak-teriak di rumah saya?" bentak pak Seno.
"Rayhan." seru bu Mila.
"Dimana si Bella itu, cepat suruh dia keluar." teriak Rayhan penuh emosi.
"Mau ngapain kamu sama Bella hah? Kamu sudah bukan suaminya, cepat pergi dari sini." balas pak Seno berteriak.
"Saya tidak akan pergi sebelum bertemu Bella. Bella....Bella keluar kamu." teriak Rayhan sambil berjalan hendak menaiki tangga.
Pak Seno menarik tangan Rayhan.
"Kamu gak sopan ya, main nyelonong gitu aja masuk rumah orang sambil teriak-teriak lagi." ucap bu Mila.
"Lebih baik kamu pergi dari sini. Saya gak akan membiarkan kamu untuk ketemu anak saya lagi." sambung pak Seno.
"Sudah saya katakan, saya juga gak akan pergi sebelum ketemu Bella." jawab Rayhan.
"Huh jangan mimpi kamu ya untuk kembali bersanding dengan anak saya." ucap bu Mila lagi.
"Cuihh." ucap Rayhan. "Siapa juga yang mau kembali dengan anak kalian. Di kasih gratis aja aku gak sudi punya isteri seperti Bella."
Pak Seno meradang, di tariknya kerah baju Rayhan, hendak menghajarnya.
"Hentikan pa..." teriak Bella turun dari kamarnya di lantai atas.
Pak Seno lalu melepaskan Rayhan, Rayhan mengibaskan kerah bajunya.
"Akhirnya muncul juga kamu. Cepat ikut aku." hardik Rayhan menarik tangan Bella.
Bella menghempaskan tangan Rayhan.
"Gak, aku gak mau. Mau ngapain aku ikut kamu." ucap Bella.
"Kamu harus jelasin semuanya pada Izzah."
"Hah? Apa? Menjelaskan pada Izzah? Gak salah kamu. Aku gak mau, dan aku gak perduli." jawab Bella.
"Cepat ikut aku." teriak Rayhan menarik tangan Bella.
"Lepasin, udah aku bilang nggak mau. Kamu gila ya nyuruh aku jelasin semuanya sama isteri kesayangan kamu itu. Sedangkan tujuan aku ngelakuin semuanya memang untuk merusak hubungan kalian. Hahahaha."
"Kurang ajar kamu Bella." hardik Rayhan hendak menampar Bella.
__ADS_1
Namun dengan cepat pak Seno mendorong Rayhan.
"Jangan pernah berani mengayunkan tanganmu pada puteri kesayanganku. Pergi kau dari sini." teriak pak Seno mendorong Rayhan.
"Aku kasihan sama kalian berdua. Sebenarnya kalian orang tua yang baik. Hanya saja puteri kesayangan kalian ini benar-benar perempuan gak bener." ucap Rayhan.
"Tutup mulutmu, kami ini keluarga yang terhormat, mana mungkin Bella jadi perempuan gak bener seperti yang kamu bilang." hardik bu Mila yang menggandeng tangan Bella.
"Kenapa? Gak terima? Kenyataannya memang puteri kalian ini wanita rendahan. Wanita yang menghalalkan segala cara untuk merusak rumah tangga orang lain. Jika kalian dari keluarga terhormat, kenapa tak bisa mengajari puteri kalian bagaimana cara bersikap sebagai wanita yang terhormat. Sudah ku katakan aku tidak mencintai puteri kalian, aku sudah menceraikannya. Tapi tetap saja dia bersikap rendahan dengan melakukan segala cara agar bisa kembali denganku. Mulai dari menyuruh orang untuk memperkosa isteriku, hingga dia sendiri menjajakan tubuhnya padaku dengan murahan. Itu yang kalian bilang terhormat." ucap Rayhan panjang lebar.
Pak Seno dan bu Mila memandangi Bella yang tertunduk.
"Andai saja aku tidak mengingat bahwa kalian ini sahabat baik dari papi dan mami, aku sudah menjebloskan puteri kesayangan kalian ini ke penjara. Ingat baik-baik, kali ini aku melepaskan kamu. Tapi jika sekali lagi kamu berusaha merusak rumah tanggaku, aku gak akan segan-segan menyeret kamu ke penjara. Biar kamu membusuk disana." sambung Rayhan kemudian berlalu meninggalkan rumah Bella.
Pak Seno meremas rambutnya, lalu duduk di sofa.
"Apa yang sudah kamu lakukan Bell? Apa benar yang Rayhan katakan bahwa kamu pernah menyuruh orang untuk berbuat tak senonoh terhadap isterinya?" ucap pak Seno.
Bella mengangguk. "Tapi pa, Bella lakuin semuanya untuk membalas sakit hati Bella karena diceraikan Rayhan."
"Diam." teriak pak Seno. "Papa nggak nyangka puteri kesayangan papa bisa melakukan hal serendah itu. Papa kecewa sama kamu Bell."
"Pa, Bella gak salah, semuanya dia lakukan karena..."
"Cukup..." ucap pak Seno memotong omongan bu Mila.
"Mama juga punya andil atas sikap rendahan Bella ini. Mama terlalu memanjakan Bella, sejak awal papa sudah bilang. Jangan menikah dengan Rayhan jika dia tidak mencintai Bella. Tapi kalian berdua sama-sama keras kepala. Dan lihat sekarang, Bella menjanda di usia muda. Sikapnya pun tak mencerminkan nilai-nilai moral yang selama ini papa ajarkan." sambung pak Seno.
"Cukup, papa gak mau dengar apa-apa lagi. Minggu depan papa bakalan kirim kamu ke Jerman, kamu harus tinggal sama tante kamu disana. Bila perlu lanjutkan pendidikan S2 kamu, agar kamu juga bisa jauh dari Rayhan." ucap pak Seno kemudian berdiri dan berjalan menuju kamarnya.
"Gak paa... Bella gak mau pergi pa." teriak Bella histeris.
Pak Seno tak memperdulikan teriakan Bella, dia tetap berjalan menuju kamar dan membanting pintu kamar dengan keras.
"Ma bilang sama papa, Bella gak mau pergi ma." isak Bella.
"Iya sayang, tenang ya. Mama pasti bujuk papa sayang, kamu jangan nangis lagi. Sekarang papa hanya lagi marah aja. Nanti kalau udah gak marah lagi mama akan bicarakan dengan papa. Papa pasti mau dengerin mama sayang." ucap bu Mila memeluk Bella uang menangis.
Sementara itu didalam mobil Rayhan bedecak kesal karena gagal membawa Bella ke hadapan Izzah untuk menjelaskan semuanya. Rayhan menepikan mobilnya di pinggir jalan.
"Aaarrrgggghhh." teriak Rayhan.
"Kenapa semuanya selalu saja seperti ini. Sekarang aku harus apa, Izzah gak mau dengar penjelasanku. Dia juga tak mempercayaiku lagi."
Rayhan mengusap wajahnya kasar, berpikir apa yang harus dilakukan untuk membuat Izzah percaya. Rayhan menundukkan kepalanya di setir mobil. Cukup lama Rayhan berpikir, hingga dia kemudian mengangkat kepalanya. Sinar matanya menyorotkan secercah harapan.
"Aku tahu, harus minta tolong pada siapa." ucap Rayhan kemudian menghidupkan mobilnya lagi.
Hari sudah menjelang maghrib, secepat kilat Rayhan kembali ke kamar 88. Rayhan mengetuk pintu kamar tersebut. Lalu Aldi membuka pintu dengan wajah kusut. Headphone masih menempel di telinganya.
__ADS_1
"Ray..." seru Aldi.
Rayhan lalu masuk tanpa menunggu ajakan Aldi.
"I need your help." ucap Rayhan yang langsung duduk menyandar di sofa.
"Tell me bro, what I can do for you." balas Aldi.
Rayhan menghela nafas panjang. Aldi memegang pundak Rayhan.
"Iam sorry bro. Aku benar-benar gak tau tentang rencana Bella. All I know, dia cuma bilang bahwa ingin ketemu kamu supaya hubungan kalian kembali membaik. Bella tell me, Izzah yang merusak rumah tangga kalian. Izzah yang merebut kamu dari dia." ucap Aldi menghela nafas panjang.
"Ray, kamu kan tahu kalau aku really really love Bella. Aku hanya ingin dia bahagia. I dont know the truth bro. Iam so sorry, jika akulah yang menyebabkan hubunganmu dengan Izzah kacau." lanjut Aldi.
"That's why Iam here. I really need your help. You should tell Izzah the truth. Katakan pada Izzah yang sebenarnya. Izzah berpikir aku datang ke kamar ini untuk ketemuan dengan Bella. Padahal aku kan berniat ketemu kamu. I have tell her before that I'll meet you here. But... you know lah bagaimana kejadian selanjutnya." ucap Rayhan.
"Oke bro, I will tell Izzah the truth. Semoga dia percaya.." balas Aldi.
"Apa kamu gak punya bukti sesuatu yang menunjukkan bahwa Bella yang merencanakan semuanya. Melibatkan kamu dalam pertemuan ini." tanya Rayhan.
"Wait, let me see." Aldi memeriksa ponselnya.
"Thank God, I have it. Here check this." lanjut Aldi memperlihatkan Rayhan isi pesan Bella yang meminta bantuan Aldi untuk bertemu Rayhan.
"Semoga Izzah bisa percaya." ucap Rayhan.
"I hope bro." balas Aldi.
Mereka berdua lalu bergegas ke rumah Rayhan untuk menjelaskan semuanya. Di tengah jalan adzan magrib berkumandang. Rayhan lalu menepikan mobilnya di masjid.
"Kita shalat dulu." ajak Rayhan.
"Seriously bro?" seru Aldi dengan raut wajah tak percaya.
"Ya. Kenapa?" tanya Rayhan.
Aldi bertepuk tangan lalu keluar mobil.
"You've change alot bro. Izzah must be perempuan hebat yang bisa merubah kamu jadi lebih baik."
"Izzah is the best girl, I've ever have." jawab Rayhan.
"Seorang Rayhan Aditya, pada akhirnya bisa mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. You must love Izzah so much." ucap Aldi lagi sambil berjalan menuju tempat wudhu.
"You are right, aku belum pernah merasakan cinta yang sedalam ini pada wanita lain sebelum bertemu Izzah. Aku benar-benar sangat mencintainya." ucap Rayhan.
"I hope one day, aku bisa dapat wanita seperti Izzah yang bisa membawaku ke arah yang lebih baik." balas Aldi.
"You have to move on from Bella first. Kamu harus lupain dia. Perempuan seperti Bella gak pantas dicintai oleh lelaki sebaik kamu." ucap Rayhan.
__ADS_1
Mereka berdua tersenyum lalu berwudhu untuk melaksanakan ibadah shalat magrib.