
Izzah bangun lebih awal hari ini, dia harus berada di toko kue lebih pagi karena akan menyeleksi pelamar kerja yang akan bekerja bersamanya. Izzah keluar kamar dan duduk bersama mang Diman diruang tamu.
"Mang... besok Ifan sama Intan akan datang dari kampung, mereka mau ngontrak mang." ucap Izzah.
"Wah kebetulan kan neng, itu kontrakan nomor delapan hari ini penghuninya keluar, jadi suruh mereka ngontrak disini saja kalau mau neng."
"Izzah udah bilang sama mereka semalam mang, mereka memang mau ngontrak disini mang. Tinggal izin sama mamang saja."
"Eleh-eleh pakai acara Izin segala. Langsung masuk aja, toh kebetulan juga bakal kosong itu kontrakan mulai hari ini."
"Lagi ngomongin apa sih serius amat." ucap bi Asih yang keluar dari dapur membawa segelas kopi untuk mang Diman.
"Ini bu, si Ifan sama Intan mau datang terus ngontrak disini." ucap mang Diman.
"Bagus dong kalau gitu, bakalan ramai jadinya disini." ucap bi Asih.
Mereka lanjut mengobrol ringan, kemudian sarapan bersama. Izzah pamit untuk ke toko kue.
"Neng hati-hati ya dijalan." ucap bi Asih.
"Iya bi." ucap Izzah.
"Kalau ada apa-apa dijalan, sebut aja nama mamang tiga kali. Pasti mamang bakalan datang bantuin neng Izzah." ucap mang Diman.
Izzah hanya tersenyum kemudian berlalu menggunakan motor matic yang dia beli dari hasil toko kue nya.
Sampai ditoko sudah banyak anak-anak muda yang mengantri untuk mendapat pekerjaan. Dari dua puluh orang yang datang, Izzah hanya menerima lima orang. Kemudian mereka mulai bekerja hari ini.
__ADS_1
Saat sedang sibuk mengecek pekerjaan karyawannya seseorang masuk ke dalam toko kue Izzah.
"Izzah..." teriaknya seraya memeluk Izzah.
"Bella! ucap Izzah.
"Aku kangen banget Zah, bayangin udah berapa lama kita gak ketemu." ucap Bella. "Ehh ngomong-ngomong kamu lagi hamil ya Zah? Perutmu kelihatan gede. Emang suami kamu udah pulang ya dari luar negeri. Karena seingat aku dulu kamu pernah bilang dia kerja di sana." cecar Bella panjang lebar.
"Iya, dia pulang cuma dua bulan lalu pergi lagi." jawab Izzah berbohong.
"Oh ya Zah, besok dikantor bakal ada acara gathering, jadi aku pesan lima ratus potong bolu, dan lima ratus cupcake. Tolong ya, bisa kan.?" tanya Izzah.
"Insyaallah bisa, tapi apa kamu gak ngerasa aneh kalau nantinya para karyawan lihat kalau kue-kue diantar pakai motor sama karyawan aku."
"Tenang aja, nanti aku bakal nyuruh orang buat ngambil sendiri orderan itu pakai mobil." ucap Bella.
"Baiklah kalau gitu aku harus segera pergi. Banyak pekerjaan yang belum selesai." sambungnya.
Bella mengangguk lalu pergi meninggalkan toko kue Izzah.
Keesokan harinya Izzah mulai sibuk mempersiapkan orderan Bella. Dari pagi sampai sore hari Izzah sibuk menghandle semuanya. Ifan dan Intan sudah sampai di Jakarta dan langsung masuk ke dalam kontrakan, membereskan barang-barang mereka.
Sekitar pukul enam sore orang suruhan Bella datang mengambil pesanan ke toko kue Izzah. Izzah tersenyum puas karena bisa tepat waktu menyelesaikan semuanya.
Sampai di kantor Rayhan, para pekerja itu menurunkan beberapa box kue berisi bolu dan cupcake.
Rayhan tengan mengecek semua persiapan acara gathering. Matanya tertuju pada box-box kue, ada sticker Izzah Bakery di setiap boxnya. Jantung Rayhan berdegup kencang.
__ADS_1
Apakah Izzah Bakery ini adalah Izzah-ku, Izzah yang selalu terpatri dalam hatiku.
Sepanjang acara berjalan Rayhan benar-benar tidak bisa fokus. Pikirannya melayang pada bayangan Izzah, sudah dua bulan dia tak pernah mendengar kabar tentang Izzah apalagi sampai bertemu. Izzah seolah ditelan bumi.
Rasa penasaran Rayhan semakin menjadi-jadi. Lalu dia mengambil gawainya dan mengetik Izzah Bakery dalam kolom pencarian. Tak lama muncul sebuah akun yang memperlihatkan wajah Izzah yang penuh senyuman tengah memegang kue. Sontak mata Rayhan terasa panas, ada gejolak didalam dadanya.
Sejenak dia memandangi potret Izzah dengan penuh cinta. Namun bayangan Izzah bersama laki-laki lain kembali membuatnya sakit hati.
Kenapa hubungan kita jadi serumit ini Zah? Kenapa kau harus mengkhianati aku? Padahal aku begitu sangat mencintaimu.
Pagi itu saat berangkat ke kantor Rayhan memutuskan untuk melihat toko kue Izzah dari jauh. Rayhan berhenti dipinggir jalan, melihat toko Izzah masih sepi, belum ada aktivitas. Sementara beberapa karyawan tengah duduk menunggu kedatangan Izzah yang tumben datang terlambat.
Sebuah sepeda motor berhenti tepat didepan toko. Seorang laki-laki berpostur tegap membonceng Izzah.
"Terima kasih ya mas Yusuf, maaf merepotkan." ucap Izzah.
"Aahh tidak sama sekali Zah, malah aku ngarep tiap hari aja motormu ban nya bocor."
"Maksud mas?" tanya Izzah mengerutkan dahi.
"Eehh udah lupain aja, kalau gitu aku pamit dulu ya Zah. Nanti kalau motornya belum bisa dipakai juga, segera hubungi aku ya. Aku siap mengantar Izzah kemanapun." ucap Yusuf.
"Sekali lagi makasih ya mas."
"Sudah-sudah dari tadi terima kasih terus. Aku pergi ya, assalamualikum."
"Waalaikumsalam."
__ADS_1
Mata Rayhan panas melihat pemandangan Izzah yang dibonceng lelaki lain. Hatinya begitu sakit sekali, hingga dia meluncur dengan sangat cepat menuju kantor.
Kenapa aku jadi lemah begini? Aku harus benar-benar melupakan Izzah.