
Sesi bertanya dilanjutkan kembali. Kini pertanyaan terakhir ditanyakan seorang wartawan berkacamata.
"Apakah hubungan kalian akan diresmikan secara negara? Meski ada rumor yang beredar bahwa orang tua pak Rayhan tidak setuju akan hubungan kalian."
"Memang orang tua saya, tepatnya ibu saya tidak menyetujui hubungan kami. Saya sangat menyayangi ibu saya, apapun yang dikatakannya selalu saya turuti termasuk menikahi Bella. Saya menikahi Bella itu terpaksa karena permintaan ibu saya. Namun sekarang saya sudah tidak bisa lagi menahan semuanya. Saya sangat mencintai Izzah, untuk itu saya akan segera meresmikan hubungan saya dengannya." ucap Rayhan sambil mencium punggung tangan Izzah.
"Saya rasa semuanya sudah clear, jadi konferensi pers hari saya tutup. Terima kasih. Wassalamualaikum." ucap Rayhan.
Saat Rayhan dan Izzah hendak keluar dari ruangan itu, tiba-tiba bu Ros berteriak.
"Bohong, semua yang dikatakan Rayhan itu bohong." teriak bu Ros yang berdiri di pintu masuk ruangan itu.
Bella berdiri di samping bu Ros dengan penampilan yang memukau. Bella mengenakan mini dress warna pink membuat kaki jenjangnya terlihat begitu sempurna. Wajahnya dipoles make up flawless, bulu matanya terlihat begitu lentik, bibirnya diberi lipstik warna pink. Rambutnya dibiarkan tergerai, sementara untuk alas kaki dia mengenakan hilss warna silver. Penampilan Bella sungguh terlihat sempurna. Semua wartawan bergerak ke arah bu Ros dan Bella.
__ADS_1
"Saya tegaskan, semua yang dikatakan Rayhan itu bohong. Orang-orang yang dia hadirkan itu orang bayaran. Video yang dia tampilkan pun rekayasa." ucap bu Ros pada wartawan yang mulai mengambil gambarnya.
"Apakah Bella akan memberikan izin kepada pak Rayhan untuk melegalkan hubungan pernikahan mereka secara hukum? Karena jika pria beristeri ingin menikah lagi maka dia harus mendapat izin tertulis dari isteri pertamanya." tanya seorang wartawan kepada Bella.
"Saya tidak akan pernah setuju." jawab Bella.
"Kalaupun pernikahan itu akan terjadi, semuanya karena Rayhan memaksa Bella untuk menandatangani surat izin untuk Rayhan menikah lagi." sambung bu Ros.
Para wartawan kembali menghampiri Rayhan dan Izzah yang sudah berjalan keluar dari ruangan itu.
"Maaf sebenarnya saya tidak punya waktu lagi untuk meladeni pertanyaan seperti itu lagi. Tapi akan saya katakan sekali lagi, silahkan kalian mencari data sendiri. Silahkan analisa sendiri video yang saya berikan, silahkan pergi ke masjid tempat akad nikah saya siapa tau di sana ada cctv yang masih menyimpan data tujuh bulan yang lalu." ucap Rayhan seraya berlalu meninggalkan ruangan itu dengan menggandeng tangan Izzah.
Melihat Rayhan pergi membuat Bella meradang. Dia berdecak kesal. Begitu juga dengan bu Ros. Dia merasa tak dihormati lagi oleh Rayhan.
__ADS_1
Bella dan bu Rosita berlalu meninggalkan wartawan yang mengejar mereka. Para wartawan menanyakan begitu banyak pertanyaan, namun jawaban Bella dan bu Ros selalu saja, "no komen".
Memasuki mobil, Bella berteriak kesal.
" Aaarrrgghhh gimana nih mi? Kok Rayhan makin lengket aja sama wanita kegatelan itu. Padahal Bella udah tampil cantik gini. Apa sih yang dilihat Rayhan dari wanita kampungan itu." ucap Bella kesal.
"Kamu tenang aja, mami gak akan biarin Rayhan menikahi wanita itu. Apapun akan mami lakukan. Mami yakin Rayhan bertahan sama wanita itu karena sedang hamil. Jika saja dia tak hamil Rayhan pasti sudah membuang wanita itu jauh-jauh. Jadi sekarang yang akan mami lakukan adalah melenyapkan bayi yang ada di kandungan wanita sialan itu." ucap bu Ros.
"Apa? Mami serius?" tanya Bella. "Mami gak takut ketahuan? Mami bisa kena masalah kalau ketahuan." sambung Bella.
"Ya jangan sampai ketahuan Bell. Mami akan buat seolah-olah wanita itu keguguran. Lagian mami gak sudi punya cucu dari wanita kampungan dan gak selevel dengan mami." jawab bu Ros.
Bella tersenyum licik.
__ADS_1
Tunggu aja kau Izzah.