Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
CINTA ITU RUMIT


__ADS_3

Toko kue Izzah tengah ramai pengunjung. Para karyawan Izzah sibuk melayani para pembeli, sementara Izzah baru sampai di depan toko. Hari ini dia lumayan datang terlambat. Izzah lalu bergegas masuk ke toko kuenya.


"Terima kasih semuanya sudah mampir di Izzah Bakery." ucap Izzah dengan ramah menyapa para pembeli.


Izzah lalu masuk menemui para karyawannya didapur.


"Selamat pagi semuanya maaf saya datang terlambat." ucapnya.


"Aduh bu, pake acara minta maaf segala. Bu Izzah kan bosnya disini." ucap Ana salah seorang karyawan Izzah.


Izzah hanya tersenyum menanggapi ucapan Ana.


"Kalian semua yang semangat ya, jangan sampai mengecewakan para customer kita." ucap Izzah.


"Siap bos." ucap semua karyawannya serentak.


Izzah tertawa mendengar kekompakan karyawannya. Lalu Izzah ikut nimbrung dalam membuat adonan kue didapur. Namun baru sepuluh menit Izzah berkutat dengan tepung, dia merasakan mual yang amat sangat.


"Huek...huek..." Izzah berlari menuju toilet.


Semua karyawannya panik, namun dengan sigap Intan mengintruksikan untuk mereka semua tetap bekerja karena diluar banyak pelanggan yang menunggu. Lalu Intan menyusul Izzah ke toilet. Tak lama Izzah keluar dengan raut wajah yang sedikit pucat.


"Gimana Zah? Mau aku anter ke rumah sakit?" tanya Intan.

__ADS_1


"Gak usah Tan, aku cuma mual aja. Gak tau kenapa tumben hari ini aku mual dan lemes banget." jawab Izzah.


"Makanya gak usah paksain buat kerja Zah, kamu disinikan bosnya. Kamu perlu istirahat, kalau kamu terlalu capek kasian bayi kamu."


"Iya Tan." ucap Izzah. "Hemm bisa tolong bantuin aku gak Tan?" tanya Izzah.


"Tentu saja, apa itu Zah?"


"Aku lagi pengen makan mangga muda Tan. Minta tolong cariin ya, lewat sosmed aja biar kamu gak repot." pinta Izzah.


"Siap bu bos, semoga ada ya. Soalnya sekarang belum musimnya. Kalaupun ada paling masih berbunga." jawab Intan.


Lalu Intan mulai mencari-cari di pedagang buah online namun tak satupun yang menjual mangga.


"Aduh gimana ini, gak ada semua. Kasian Izzah, padahal lagi pengen banget. Tapi, masa aku harus keliling sendiri buat nyari. Aku kan gak tau seluk beluk kota ini. Bisa-bisa aku nyasar." ucap Intan bicara sendiri.


Tepat jam makan siang, seorang pengendara motor berhenti didepan toko Izzah sambil menenteng mangga muda lengkap dengan daunnya.


Saat semakin mendekat ternyata pengendara motor itu adalah Yusuf. Dengan segera Intan menghampiri Yusuf.


"Mas Yusuf, kenapa bisa disini. Bukannya tadi aku minta mas Ifan yang nyari mangga." ucap Intan.


Izzah keluar melihat Yusuf yang tengah menenteng mangga. Izzah terlihat menelan ludah.

__ADS_1


"Mas Yusuf kok bisa tau Izzah mau mangga?" tanya Izzah.


"Gini Zah, tadi Intan nelpon suaminya minta tolong untuk nyariin kamu mangga. Tapi aku kasihan sama Ifan, karena dia juga pasti kurang paham tentang jalanan di kota ini, takutnya nanti dia nyasar. Ya aku menawarkan diri untuk membantu." jawab Yusuf.


Yusuf dan Ifan bekerja ditempat yang sama, dan mereka menjadi teman yang akrab.


Yusuf menatap Izzah lekat. Intan yang merasa mengganggu mereka, memilih untuk kembali ke dapur. Lalu Izzah mempersilahkan Yusuf untuk duduk.


"Maaf kalau Izzah merepotkan." ucap Izzah.


"Sama sekali gak Zah. Aku akan ngelakuin apa aja buat kamu, asalkan kamu bahagia Zah." ucap Yusuf dengan serius.


"Maaf sebelumnya mas, tapi mas gak perlu ngelakuin ini semua untuk Izzah."


"Kenapa memangnya Zah? Aku hanya ingin membantu."


"Mas, Izzah sudah menikah. Dan sekarang Izzah tengah mengandung."


"Memang kenapa kalau kau sudah menikah? Kau juga tidak bahagiakan dengan pernikahanmu. Izinkan aku untuk membahagiakanmu Zah." ucap Yusuf yang hendak memegang tangan Izzah.


Izzah menarik tangannya dari atas meja.


"Jangan seperti ini mas, aku masih bersuami. Bahagia atau tidaknya itu urusan aku mas."

__ADS_1


"Maafkan aku Zah karena sudah dengan lancang mencintai kamu. Tapi aku benar-benar tidak bisa menghentikannya. Kau boleh menolak ku. Tapi aku akan selalu berusaha membuat kamu bahagia meski aku tidak bisa memiliki kamu." ucap Yusuf seraya berdiri. "Kalau gitu aku pamit Zah, ini mangga pesananmu. Assalamualaikum." sambung Yusuf sambil menyodorkan buah mangga yang dibawanya kemudian berlalu meninggalkan Izzah yang masih terduduk.


Cinta itu rumit, aku lebih memilih masih mencintai orang yang sering menyakitiku, sementara dihadapanku ada seseorang yang tanpa pamrih mencintai aku dan mau melakukan apapun demi kebahagiaanku. Meski dia tau bahwa aku tidak mencintai dirinya.


__ADS_2