
Tiga hari dirawat di Rumah Sakit, akhirnya Izzah dan bayi kembarnya bisa pulang ke rumah.
Tiba di rumah, Izzah dikejutkan dengan pesta penyambutan yang dihadiri oleh orang terdekat saja. Izzah begitu bahagia. Tam henti-hentinya ia berucap syukur atas kebahagiaan yang diberikan Tuhan.
Izzah tengah duduk di sofa bersama Rayhan. Keduanya masing-masing menggendong bayi mereka yang belum diberi nama. Orang-orang yang hadir masing-masing memberikan hadiah pada bayi mereka.
Dokter Harun dan Lisa datang bersama bayi mereka yang diberi nama Dylan.
Izzah semakin bahagia karena tanpa disangkanya Aldi dan Hani ternyata datang.
"Selamat ya Kak Izzah." ucap Hani.
"Ya Allah, kapan kamu datang Han? Kok kakak gak tau."
"Surprise dong kak. Ibu ngasih info ke Hani saat hari kakak melahirkan itu."
Izzah tersenyum penuh kebahagiaan.
Pada hari ke tujuh kelahiran bayi kembar mereka, Rayhan dan Izzah melangsungkan acara aqiqah untuk bayi mereka.
Semua keluarga turut hadir pada acara tersebut. Bahkan orang tua Bella, Pak Seno dan Bu Mila pun ikut hadir.
Hubungan Bu Ros dan Bu Mila kembali membaik dua bulan belakangan. Mereka juga sudah seperti biasanya sering bertemu, walau tidak seperti dulu. Jika dulu pertemuan mereka untuk arisan dengan geng-geng sosialita, sekarang pertemuan mereka hanya sekedar untuk makan-makan atau bertemu dengan teman-teman yang lain yang sama-sama sudah berhijrah.
Meski sampai saat ini Bu Mila belum berhijab, tapi dirinya sering mengikuti Bu Ros pada acara-acara pengajian rutin yang sering dihadiri Bu Ros.
__ADS_1
"Assalamualaikum, terima kasih untuk semuanya yang telah menyempatkan diri untuk ikut hadir pada acara aqiqah anak-anak kami. Tepat dihari ini dengan mengucapkan basmalah saya akan mengumumkan pemberian nama pada putra-putri kami.
Bismillahirrohmanirrahim...
Untuk putra kami, kami memberikan dia dengan nama, Abraham Arka Wijaya.
Dan untuk putri kami, kami memberikan nama, Arsha Madina Wijaya.
Mohon doa dari para keluarga dan sahabat, semoga kedua anak kami menjadi anak yang sholeh dan sholehah, anak yang berbakti pada orang tua dan keluarga, serta menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa. Aamiin aamiin aamiin ya robbal'alamin." ucap Rayhan panjang lebar.
Pengajian dan doa bersama serta pemotongan rambut untuk kedua bayi kembar mereka berjalan dengan lancar.
****************
"Uuuhh masyaAllah ganteng dan cantik sekali cucu nenek ini." ucap Bu Ros yang sudah berpakaian rapi.
"Mau kemana Umi?" tanya Rayhan yang tengah menjaga kedua bayinya.
"Mau ketemu Bu Mila, ada pengajian nanti jam sepuluh. Izzah mana?"
"Lagi mandi Umi."
"Ya udah Umi jalan dulu ya. Kamu jagain cucu Umi dengan baik ya." ucap Bu Ros menciumi cucunya yang sedang tidur secara bergantian.
"Umi hati-hati ya di jalan" pesan Rayhan.
__ADS_1
"Iya, jagain Izzah juga. Jangan sampai salah makan. Umi jalan ya, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Rayhan memilih untuk tak bekerja sementara waktu, karena ingin membantu Izzah mengurus bayi. Mereka berdua sudah menyewa jasa baby sitter, tapi tugasnya saat ini sekedar untuk membantu mempersiapkan segala kebutuhan Arka dan Arsha.
Izzah menjadi lebih protektif terhadap anaknya, jadi Izzah tak ingin membiarkan orang lain untuk mengurus Arka dan Arsha. Mengingat dulu Izzah pernah kehilangan Zahra membuatnya menjadi takut.
Siang harinya, Izzah tengah sibuk memberikan bayinya ASI. Rayhan tengah menjaga Arsha yang tidur, sementara Arka tengah diberi ASI. Bayi Izzah seolah mengerti keadaan Izzah. Kadang saat Arka tengah diberi ASI, Arsha tertidur pulas. Begitupun sebaliknya, jika Arsha yang diberi ASI, Arka yang tertidur.
Jika keduanya haus disaat yang bersamaan Izzah dengan terampil memberikan mereka ASI secara bersamaan juga.
Ponsel Rayhan berdering.
[Halo, assalamualaikum...]
[Iya, saya sendiri. Ada apa?]
[Innalillah, kecelakaan? Baik saya segera kesana.]
"Ada apa Bang? Siapa yang kecelakaan?" tanya Izzah panik.
Rayhan menatap Izzah sendu.
"Umi..."
__ADS_1