
Bu Mila tertawa dan mengigau di sel tahanannya. Sepanjang malam ia histeris, kadang tertawa, terkadang menangis. Bu Mila juga berteriak minta dikeluarkan karena ingin bertemu Bella yang menunggunya di rumah.
"Tolong bukaaaaa...." teriak Bu Mila. "Saya ingin ketemu anak saya, hari ini dia ulang tahun." lanjutnya berteriak.
"Woy berisik." teriak seorang wanita yang juga satu sel dengan Bu Mila.
Bu Mila mendekati wanita itu, lalu menatapnya tajam.
"Hahahaha, siapa kamu? Kamu gak pernah ke salon ya, muka kamu berjerawat, kulit kamu hitam, rambut kamu kusut, badan kamu kucel lagi. Ada ya orang yang mau sama kamu? Lihat dong aku, meski udah punya suami, ada berondong yang klepek-klepek sama aku namanya Dandi. Ganteng banget, mau liat gak?" ujar Bu Mila.
"Sialan, berani kau ya menghina aku." teriak wanita itu.
"Mas Seno, tolong aku. Aku dimana ini, kenapa ada orang yang gak aku kenal." ucap Bu Mila histeris.
Bu Mila mulai menangis, membuat penghuni sel lainnya menjadi heran.
"Mba siapa ya? Kenapa kita ada disini. Tolong Mba bantu saya untuk keluar dari sini. Saya ingin ketemu suami dan anak saya." isak Bu Mila.
"Kenapa sih tuh orang?" terdengar penghuni sel lainnya berbisik-bisik.
Bu Mila tiba-tiba tertawa cekikikan.
"Happy birthday Bella, happy birthday Bella, happy birthday, happy birthday, happy birthday Bella." Bu Mila bernyanyi sambil bertepuk tangan.
"Udah gila nih orang." ucap para penghuni satu sel dengan Bu Mila.
Beberapa menit Bu Mila terdiam namun tak lama kembali berulah lagi.
Bu Mila membenturkan kepalanya ditembok hingga membuat keningnya mengucurkan darah.
Penghuni sel lainnya berteriak memanggil penjaga.
__ADS_1
Saat penjaga datang, Bu Mila masih saja membenturkan kepalanya di tembok sambil berujar, "Maafin Mama Bell, tolong maafin Mama." ucap Bu Mila berlinang air mata.
Kening Bu Mila mengeluarkan darah karena kerasnya benturan di tembok. Seolah tak merasakan sakit, Bu Mila terus saja melakukannya, hingga bercak darah menempel di tembok.
Penjaga yang datang menarik Bu Mila keluar dari sel dan membawanya menuju ruang perawatan.
**************
Pagi hari....
Rayhan dan Pak Seno tengah dalam perjalanan menuju rutan tempat Bu Mila ditahan.
Tak butuh waktu lama hingga keduanya sampai.
Namun alangkah kagetnya mereka berdua karena mendapat informasi dari sipir yang berjaga bahwa Bu Mila dibawa ke rumah sakit gangguan jiwa.
"Ada apa lagi ini?" ucap Pak Seno.
Keduanya pun bergegas menuju rumah sakit jiwa tempat Bu Mila dirawat.
Tiba di rumah sakit jiwa, Pak Seno begitu miris melihat wanita yang pernah dicintainya itu memeluk sebuah boneka sambil menyebut nama Bella.
"Bella sayang, Mama sayang banget sama kamu Nak. Happy Birthday ya sayang, doa Mama selalu menyertai kamu. Semoga kamu panjang umur, dan mendapatkan semua yang kamu impikan." ucap Bu Mila.
"Ya Tuhan Mila, ada apa dengan kamu." ucap Pak Seno yang berdiri di pintu ruangan tempat Bu Mila dirawat.
Mendengar suara Pak Seno, Bu Mila berbalik menatapnya.
"Mas Senooo..." teriak Bu Mila menghambur memeluk Pak Seno.
"Maafin aku Mas, gara-gara aku Bella harus pergi." isak Bu Mila.
__ADS_1
Perlahan Pak Seno melepaskan pelukan Bu Mila.
"Sebenarnya kamu kenapa Mila?" tanya Pak Seno.
Bu Mila menatap Pak Seno tajam, raut wajah Bu Mila yang tadinya sendu berubah jadi emosi.
"Ngapain kamu disini? Kamu kan udah ceraikan aku." teriak Bu Mila.
Pak Seno menitikkan air mata melihat Bu Mila yang sudah kehilangan akal sehatnya. Rayhan yang berdiri di belakang Pak Seno mengelus pundak lelaki yang merupakan sahabat terdekat papanya itu.
Kembali raut wajah Bu Mila berubah saat melihat Rayhan, kini matanya terlihat berbinar.
"Hay ganteng. Temenin Tante dong, si Dandi udah mati. Kamu ya yang gantiin dia." ucap Mila.
Rayhan bergidik ngeri melihat tatapan Bu Mila yang semakin mendekat ke arahnya.
Dengan cepat Bu Mila memeluk Rayhan dan berusaha mencium bibir Rayhan.
"Astaghfirulloh Ya Allah, lepaskan saya Tante, saya Rayhan." teriak Rayhan.
"Rayhan...!!!" seru Bu Mila.
Bu Mila kembali terdiam
"Siapa kalian berdua sebenarnya." teriak Bu Mila tiba-tiba melemparkan bantal ke arah Rayhan dan Pak Seno.
Karena kondisi Bu Mila yang semakin tak terkendali, Rayhan dan Pak Seno memutuskan untuk pergi.
Sementara Bu Mila kembali meracau tak jelas.
Bersambung.....
__ADS_1