Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
AKHIR USAHA BELLA Part 2


__ADS_3

Bella berbalik hendak melepas ikatan rambutnya. Mata Bella melotot melihat bu Ros dan orang tuanya yang berdiri di belakang bangku panjang tempatnya duduk.


"Ma...ma...mami, sejak kapan disini?" tanya Bella gugup.


"Sejak tadi." jawab bu Ros mendekati Bella.


Plakk!!! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan Bella. Bella meringis kesakitan, bu Mila hendak mendekati Bella namun dihadang pak Seno.


"Kenapa tante nampar Bella?" tanya Bella dengan raut wajah penuh emosi.


"Kenapa? Marah? Kamu memang wanita jahat, tante gak nyangka kamu bisa lakuin semuanya."


"Apa maksud tante?" tanya Bella.


"Sudah, jangan lagi kamu pura-pura. Tante sudah menemui si mucikari Lita itu. Dia sudah menceritakan semuanya."


Sialan, gumam Bella.


"Tante juga sudah dengar semua percakapan kamu dengan teman kamu di telepon tadi. Bella... Bella... Tante sejak dulu sudah menganggap kamu sebagai anak tante. Padahal dulu itu kamu gadis yang begitu manis dan baik, makanya tante mohon-mohon sama orang tua kamu untuk jodohin kamu sama Rayhan. Tapi ternyata...."


"Ternyata apa? Ternyata Bella itu jahat." potong Bella. "Iya Bella jahat, Bella jahat karena tante juga jahat. Tante malah mendukung hubungan Rayhan dengan pelakor itu. Bella benci sama tante makanya Bella mau buat keluarga tante hancur, Bella benci sama menantu tante. Kalau Bella gak bisa bahagia kalian semua juga gak pantas bahagia. Hahaha."


"Bella, tante cuma berharap semoga kelak kamu bisa menemukan kebahagiaan kamu sendiri tanpa Rayhan ataupun Aldi. Berubahlah Bell..." ucap bu Ros meninggalkan Bella yang berdiri mematung dengan raut wajah penuh emosi.


Bu Ros berhenti di depan orang tua Bella.


"Maaf karena telah berlaku kasar pada anak kesayangan kalian. Tolong bimbing dia untuk bisa berubah jauh lebih baik lagi. Aku permisi dulu, assalamualaikum." bu Ros pun pergi.


"Waalaikumsalam." jawab kedua orang tua Bella.


Pak Seno lalu mendekati Bella.


Plakk!!! Kembali sebuah tamparan mendarat di pipi Bella.


"Papa...." teriak bu Mila.


"Mama jangan ikut campur, papa harus beri pelajaran buat anak ini."


"Tampar aja Bella lagi pa, tampar." pekik Bella.


"Diam. Papa udah beri kamu kesempatan untuk berubah, tapi kamu tetap saja berbuat yang tidak-tidak. Kamu udah buat papa malu. Gak ada lagi toleransi buat kamu. Besok pagi juga kamu papa kirim ke Jerman." ucap pak Seno penuh emosi.


"Gaakkk, Bella gak mau pergi. Mama.... Tolong ma, Bella gak mau pergi." isak Bella.

__ADS_1


"Awas saja kalau mama ikut campur." teriak pak Seno.


"Sekarang kamu ikut papa, kamu harus dikurung di kamar agar tidak membuat masalah lagi." lanjut oak Seno menarik tangan Bella menyeretnya menuju kamar.


"Mama.....mama....." ucap Bella lirih.


Namun bu Mila tak dapat berbuat apa-apa. Bu Mila sangat takut pada suaminya jika sedang marah.


"Maafin mama Bell, mama gak bisa ngelakuin apa-apa." ucap bu Mila.


************************************************


Malam harinya Izzah tengah duduk bersama keluarganya di ruang keluarga. Rayhan duduk disamping Izzah menyuapinya buah-buahan.


"Sayang, selalu jaga kesehatan ya. Jangan sampai kecape'an." ucap Rayhan.


"Iya bang." jawab Izzah.


Pak Haris dan bu Novi tengah fokus menonton berita, sementara Hani tengah berseluncur di dunia maya. Hubungan Hani dan bu Novi belum membaik. Hani masih merasa kesal pada bu Novi.


"Hani, nak mau makan apel gak? Biar ibu kupaskan." ucap bu Novi.


"Gak, ibu makan aja sendiri." jawab Hani ketus.


Izzah dan Rayhan yang mendengar jawaban Hani merasa kasihan pada bu Novi.


"Maaf tuan, neng... Bu Ros datang." ucap bi Inah.


"Mami?" seru Izzah menggenggam tangan Rayhan.


"Tenang ya sayang." ucap Rayhan.


Sementara bu Novi tampak panik mendengar kedatangan bu Ros.


"Assalamualaikum semuanya." sapa bu Ros.


"Waalaikumsalam." balas semua orang.


Bu Ros langsung mendekati Izzah. Membuat Izzah sedikit gugup.


"Izzah, sekali lagi mami berbuat kesalahan. Mami minta maaf nak. Bella benar-benar telah membodohi mami. Mungkin mami gak pantas untuk dimaafkan. Tapi dari hati yang paling dalam mami minta maaf nak." ucap bu Ros mengatupkan tangannya pada Izzah.


Air mata Izzah mengalir.

__ADS_1


"Mi, sejak awal Izzah dan bang Rayhan yakin kalau mami pasti akan mengetahui semuanya dan hubungan kita akan kembali membaik."


"Terima kasih nak." ucap bu Ros mencium kening Izzah.


Rayhan tersenyum bahagia melihat hubungan Izzah dan ibunya kenbali membaik.


"Untuk kalian semua, saya minta maaf karena gara-gara saya acara pertunangan Hani dan Aldi jadi batal." ucap bu Ros.


"Sudahlah bu, semuanya sudah terjadi yang terpenting sekarang semuanya sudah kembali membaik." balas pak Haris.


"Tapi pak gak bisa seperti itu dong. Sekarang gimana caranya agar Aldi dan Hani kembali bersatu. Satu-satunya cara ya bu Ros harus menjelaskan semuanya pada orang tua Aldi. Baru kesalahan bu Ros bisa dimaafkan." ucap bu Novi.


"Apa-apaan sih ibu ini? Bagaimanapun semuanya juga karena kesalahan ibu di masa lalu. Jangan mengada-ada, jangan asal bicara." bentak pak Haris membuat bu Novi menunduk.


"Ibu kan sudah minta maaf pak pada semuanya." balas bu Novi.


"Sudahlah ayah, jangan dibahas lagi. Yang penting sekarang semuanya sudah kembali membaik. Dan untuk ibu, kita semua pasti akan berusaha agar hubungan Adi dan Hani kembali membaik." ucap Izzah.


"Gak apa-apa kok kak, kalaupun Hani dan kak Aldi tak bisa bersatu. Asalkan keluarga kita sudah bisa kembali bahagia lagi." ucap Hani tersenyum.


"Jangan berkata begitu sayang, kakak pasti berusaha." balas Izzah.


"Kalian semua tenang saja, saya pasti akan berusaha menjelaskan semuanya pada orang tua Aldi. Saya janji akan membuat hubungan Aldi dan Hani kembali bersatu. Karena bagaimanapun sayalah orang yang bertanggung jawab atas semuanya." ucap bu Ros.


"Terima kasih ya mi." ucap Izzah.


"Seharusnya mami yang berterima kasih sama kamu Zah, karena untuk yang kesekian kalinya kamu mau maafin kekhilafan mami. Untuk selanjutnya mami janji, mami gak akan mudah dihasut oleh orang lain lagi yang akan merusak keluarga kita." ucap bu Ros.


"Nah gitu dong mi." balas Rayhan tersenyum.


"Zah, mami harap kalian berdua mau kembali lagi ke rumah, karena jujur setelah kepergian kalian rumah menjadi sepi kembali. Mami mohon kalian mau ya kembali ke rumah." rengek bu Ros.


"Insyaallah mi, Izzah dan bang Rayhan akan kembali lagi ke rumah biar mami gak kesepian." jawab Izzah.


"Makasih ya sayang. Kalau gitu semuanya saya pamit ya ini sudah larut. Assalamualaikum." ucap bu Ros.


"Waalaikumsalam." balas semua orang.


Setelah kepergian bu Ros, semua orang masuk ke kamar masing-masing.


"Alhamdulillah ya bang, akhirnya mami bisa menerima semuanya." ucap Izzah yang menyandar didada Rayhan di tempat tidur.


"Iya sayang, alhamdulillah. Semoga seterusnya keluarga kita tidak lagi diterpa masalah." balas Rayhan.

__ADS_1


"Aamiin." ucap keduanya secara bersamaan.


Bersambung.....


__ADS_2