Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
1. Berlanjut


__ADS_3

POV Dafa...


Hai guys, aku Dafa Wijaya protagonis pria dari kisah ini. Aku harap kalian semua baik-baik saja. Aku anak tertua dari keluargaku. Orang tuaku sangat mencintai aku. Aku punya adik perempuan bernama Amira. Dia juga adalah sahabat terbaikku. Kami berdua sangat menyayangi satu sama lain. Keluarga kami mempunyai bisnis di negara yang berbeda.


Aku bahagia dengan hidupku. Memangnya kenapa aku tidak bahagia? Oh ya ngomong-ngomong, aku adalah pria paling tampan di kampusku. Para gadis sangat menggilai aku. Aku adalah pusat perhatian, aku mendapat banyak surat cinta dan berbagai macam hadiah dari para gadis. Tapi aku tidak menyukai mereka semua.


Aku selalu suka dengan hal yang berbeda dan unik. Jadi aku harap wanita yang akan menjadi pacarku nanti akan unik juga. Tunggu dulu guys, jangan salah pengertian. Karena aku sebenarnya tidak percaya kepada cinta. Hidupku menjadi begitu bosan dan aku ingin hidupku penuh dengan petualangan.


Apa yang kalian pikirkan? Apa yang harus aku lakukan. Jangan khawatir seorang gadis akan ada dalam hidupku. Benar guys, seorang gadis yang akan menjadi hidupku.


Dia membawa petualangan dalam hidupku. Aku tidak pernah menyangka bahwa aku akan tertarik dengan seorang gadis. Tapi setelah melihatnya, aku mulai mengikutinya. Dia gadis yang lugu dan menggemaskan. Kapanpun aku melihatnya, jantungku berdegup begitu kencang. Aku merasa jantungku tengah mengikuti sebuah balapan. Ya Tuhan, semua gadis menggilai aku. Tapi dia tidak pernah melihat kepadaku.


Apakah aku terlihat jelek? Ini adalah pertama kalinya aku merasa tidak percaya diri dengan penampilan ku. Lupakan itu, aku tidak peduli. Tapi aku tidak bisa untuk tidak peduli akan hal itu.


Pertama kali aku bertemu dengannya di perpustakaan kampusku. Aku selalu melihatnya berada di perpustakaan. Dia selalu membaca buku sepanjang waktu. Aku menyadari satu hal, dia tidak pernah melihat kearah orang lain kecuali kakaknya. Kakaknya itu selalu bersamanya, seperti sebuah perisai pelindung.


Ini adalah Kisah Cintaku. Jadi guys, semuanya kencangkan sabuk pengaman kalian untuk mengikuti petualangan cinta yang tidak pernah kalian pikirkan sebelumnya...


POV Sheila


Hai semuanya, aku Sheila Abraham, protagonis wanita dari cerita ini. Aku adalah Putri bungsu dari keluargaku. Aku tidak tahu apapun tentang orang tuaku. Aku bahkan tidak tahu bagaimana rupa mereka. Sejak kecil, kakakku yang menjaga aku seperti Ibuku sendiri. Dia adalah segalanya bagiku. Aku sangat mencintainya. Aku hanya berbicara kepada kakakku, Kak Adi dan seorang pengasuh yang dibawa kakak untuk menjaga aku saat dia keluar rumah untuk bekerja.


Aku tidak punya teman. Aku tidak percaya kepada semua orang. Kapanpun aku bertanya kepada kakakku, 'Kenapa aku tidak punya teman?' Dia berkata bahwa Tuhan Tengah mencari seseorang yang akan menjadi sahabat baikku dan akan menjaga aku seperti kakakku menjagaku.


Itulah kenapa aku berdoa kepada Tuhan untuk mengirimkan ku seorang sahabat secepatnya, karena aku selalu menunggu.


Hal lainnya tentang diriku masih rahasia. Kalian akan menemukannya secepatnya setelah kalian mengikuti kisah ini.


******************

__ADS_1


Pengenalan Karakter....


Dafa Wijaya, putra tertua dari keluarga Arka Wijaya, usia 22 tahun mahasiswa dari sebuah universitas elit di tahun ketiga Dia sangat mencintai keluarganya. Dia bisa melakukan apapun untuk mereka. Dia pria yang tampan, ceria, penuh cinta dan peduli terhadap sesama. Dia suka berpetualang dan dia benci kepada wanita yang menginginkan dirinya hanya karena penampilan dan uang yang dia punya.


Amira Putri Wijaya, adik dari Dafa usia 18 tahun mahasiswa di sebuah universitas elit tahun pertama. Gadis yang ceria dan penuh cinta, sama seperti Dafa. Di peduli terhadap sesama, sangat mencintai keluarganya. Dia awalnya punya pacar yang dia cintai tapi dia tidak memberitahukannya kepada siapapun.


Arka Wijaya dan Alia Luiz Wijaya: pemilik dari Wijaya industri yang terkenal. Orang tua dari Daffa dan Amira. Mereka adalah orang tua yang penuh cinta.


Sara Abraham, gadis yang tenang dan tipe gadis pendiam. Putri tertua dari keluarga Abraham. Usia 22 tahun belajar di universitas yang sama dengan Dafa dan Amira.


Sheila Abraham, adik dari Sara. Gadis pemberani dan menggemaskan. Usia 18 tahun, dia suka membaca buku. Dia hanya mempunyai kakaknya sebagai keluarga. Dia sangat mencintai kakaknya.


Tuan dan Nyonya Abraham, penuh perhatian dan keluarga yang saling mendukung. Hal lain tentang mereka akan diungkap nanti dalam novel ini.


********


Pemuda itu mematikan alarm itu dan kembali tidur. Seorang gadis lalu masuk ke dalam kamar itu dan pergi ke arah jendela. Gadis itu lalu membuka tirai itu untuk membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam kamar. Pemuda itu lantas bangun karena begitu banyak cahaya yang mengenai wajahnya.


"Adikku yang cantik. Ada apa ini? Tutup tirai itu dan biarkan kakak mu yang tampan ini untuk tidur lebih lama lagi." Ucap pemuda itu.


"Kak, kau itu adalah Kakak ku. Di keluarga lain, Kakak lah yang membangunkan adiknya. Tapi disini aku selalu membangunkan Kakak setiap hari. Sesekali cobalah untuk bangun lebih pagi ya." Ucap gadis itu mengomel.


Pemuda yang tak lain adalah Dafa yang tampak tampan itu lalu melakukan sesuatu hal yang unik.


"Lihat, kakak melakukan hal yang unik itu karena aku." ucap gadis itu saat Daffa menaikkan kerah leher pakaian yang sebenarnya tidak dia gunakan itu.


Iya, benar sekali. Pemuda yang sedang dibicarakan sejak tadi adalah Dafa dan gadis yang membangunkannya itu adalah adiknya, Amira.


"Jangan terlalu percaya diri kepada diri Kakak sendiri. Ini adalah hari pertama kita di kampus." Ucap Amira.

__ADS_1


"Hari pertama?" Ucap Dafa.


"Iya hari pertama bagiku karena aku baru masuk ke dunia kampus dan ini hari pertama bagi Kakak di tahun ketiga." Amira terus saja mengomel.


"Yang benar saja? Ini bukan hari pertamaku dan bukan tahun pertama ku. Jadi tidak ada hal yang menyenangkan. Semuanya kelas sangat membosankan dan dosen yang juga membosankan. Para gadis yang tetap saja mengejar ku. Aku lelah dengan hal itu." Ujar Dafa.


"Kali ini mungkin Kakak akan menemukan sesuatu yang menarik. Bagaimana menurut kakak?" Tanya Amira.


"Tidak mungkin. Beberapa tahun belakangan, kau selalu mengatakan hal yang sama. Aku tidak percaya kepadamu." Ucap Dafa.


"Kak... Ayolah, ini sudah telat untuk pergi ke kampus. Jika kakak tidak pergi, maka Aku tidak akan menemani Kakak kemanapun."


"Kau mengancam ku, hah? Dasar! Aku akan menemui mu nanti." Ucap Dafa.


"Iya, baiklah. Aku menunggu kakak di lantai bawah." Balas Amira.


Mereka berdua lalu bersiap-siap dan menikmati sarapan mereka dengan sedikit obrolan.


"Bye... Mama, Papa." Ucapkan Dafa.


"Hati-hati dijalan sayang, kembalilah dengan menantu Mama." Ucap Alia.


"Mama ada-ada saja. Dafa, berhati-hatilah. Jaga adikmu." Ucap Arka.


"Siap Bos." Teriak Dafa.


Dafa dan Amira pun akhirnya bergegas untuk pergi ke kampus.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2