Pendekar Pilih Tanding

Pendekar Pilih Tanding
episode 11 Kembang Kedawung. bag kedua.


__ADS_3

Setelah dari keraton Pajang , Senopati Brastha Abipraya kembali ke rumah Tumennggung Wangsa Rana.


Kembali mereka bertemu dengan rombongan dari Kenanga.


" Apakah kalian jadi kembali hari ini ke desa Kenanga,?" tanya Raka Senggani.


" Kami memang akan kembali hari ini, " jawab Jati Andara.


" Kalau begitu , selamat jalan, nanti secepatnya Senggani akan ke Kenanga setelah dari Demak, semoga kalian semakin giat berlatih , mudah mudahan tidak ada hal yg mengkhawatirkan yg terjadi di Kenanga,". ucap Raka Senggani lagi.


" Mudah mudahan, kami akan segera berangkat selamat tinggal adi Senggani," seru Japra Witangsa.


" Selamat jalan, sampai bertemu lagi di Kenanga," ucap Raka Senggani.


" Kami pamit Kanjeng Tumenggung,". kata Jati Andara.


" Silahkan, jangan lupa nanti kembali kemari lagi," kata Tumenggung Wangsa Rana.


Keempat orang itu kemudian meningglakan kediaman Tumenggung Wangsa Rana.


Dan mereka kembali menuju ke Desa Kenanga.


Raka Senggani dan Lintang Sandika masih bermalam di rumah Tumenggung Wangsa karena mereka berdua akan ke Demak esok hari.


Jati Andara, Japra Witangsa, Dewi Dwarani dan Sari Kemuning memacu kudanya dengan cepat. Mereka berempat sudah merindukan kembali tempat kelahiran nya itu.


" Jika kita nanti kemalaman di jalan, sebaiknya kita bermalam saja, biar itu di hutan ataupun di sebuah pedukuhan,". ucap Jati Andara.


" Yah, sebaiknya kita memang bermalam di sebuah pedukuhan agar lebih aman,". sahut Japra Witangsa.


" Apa takut nya bermalam di hutan, kakang Witangsa,?". tanya Sari Kemuning.


" Bukan nya, takut Kemuning tetapi kan lebih aman, sebenarnya saat ini tidak ada yg perlu di takuti lagi,". seru Japra Witangsa.


" Bagaimana jika kita bertemu dengan Singo Lorok, bukankah ia saat ini telah berhasil melarikan diri dari tahanan kota Pajang,". sahut Dewi Dwarani.


" Kalau waktu itu, memang kita pasti takut kepadanya. di tambah lagi , ia juga membawa kakak seperguruan nya , si Singo ireng tentu kita berempat ini bukan apa -apa nya, namun kalau sekarang aku yakin ia tidak akan mudah untuk mengalahkan kita berempat,". balas Japra Witangsa.


" Walaupun demikian kita memang harus berhati-hati, karena saat ini Kenanga pun telah menjadi incaran tokoh -tokoh persilatan yg mendendam kepada adi Senggani , mungkin setiba di Kenanga kita akan segera bertemu masalah,". kata Jati Andara.


" Mudah mudahan tidak kakang Andara, Rani berharap Kenanga tetap tenang , meskipun kita tidak berada disana," ucap Dewi Dwarani.


Keempatnya terus memacu kudanya . Dan malam itu mereka bermalam di sebuah hutan kecil karena memang mereka tidak menemui sebuah pedukuhan untuk beristrahat .


Dan malam itu mereka tidak mengalami gangguan apapun. Sehingga keesokan harinya keempatnya melanjutkan lagi perjalanannya menuju desa Kenanga.


Menjelang maghrib barulah keempat nya memasuki desa Kenanga.


Seisi desa cukup terkejut dengan kehadiran keempat orang itu. Karena mereka berempat langsung menuju banjar desa, yg mulai ramai dengan obor-obor yg telah di pasang.


" Ada apa ini Romo, mengapa saat begini sudah terang di pasangi oleh obor-obor,?" tanya Jati Andara setelah melihat Bekel desa Kenanga.


Orangtua dari Jati Andara dan Dewi Dwarani itu cukup terkejut dengan kehadiran kedua orang putera puteri nya.


" Hehh , kapan kalian sampai nya , mengapa tidak langsung ke rumah terlebih dahulu,?". tanya Bekel desa Kenanga itu.


Tanpa menghiraukan pertanyaan putra nya itu.


Setelah menambatkan kuda -kuda mereka , keempat nya langsung mendekati kedua orang tua nya itu, karena memang Ki Jagabaya pun tengah berada di banjar desa itu.


Sari Kemuning yg memang penasaran melihat keadaan desa Kenanga itu lain dari biasanya, segera bertanya kepada Ki Jagabaya,


" Romo, apa yg terjadi , mengapa belum malam pun di tempat ini telah ramai dan terang , apa yg telah terjadi,?" tanya nya kepada Ki Jagabaya.


" Ahh, beruntung kalian telah berada disini, kapan kalian sampai,?" tanya Ki Jagabaya.


" Baru saja Romo, dan kami pun belum sampai ke rumah,". jawab Sari Kemuning.


" Hehh, kalian baru sampai dan langsung kemari ,?" tanya Ki Jagabaya.


" Benar Romo, dan Romo belum menjawab pertanyaan dari Kemuning,?" tanya Sari Kemuning lagi.


" Begini, nduk,. kemarin telah datang kemari seorang utusan dari kademangan Kedawung tentang menghilang nya Putri dari Ki Demang, dan malam ini akan datang lagi kepala pengawal dari kademangan Kedawung itu," jawab Ki Jagabaya.


" Untuk apa mereka datang lagi , Romo,?" tanya Sari Kemuning.


" Kemungkinan, mereka akan meminta bantuan dari Kenanga inj guna membantu mencari Kembang Kedawung itu," ucap Ki Jagabaya lagi.

__ADS_1


" Sudah sana, segera kalian kembali ke rumah terlebih dahulu , setelah nya kalian cepat kembali kemari," kata Ki Jagabaya lagi.


" Baik, Romo, Kemuning dan Kakang Witangsa akan pulang dahulu, nanti setelahnya akan kemari lagi,". jawab Sari Kemuning.


Kemudian putri Ki Jagabaya itu mengajak kakak nya untuk kembali ke rumah,.


Keduanya pun dengan cepat kembali ke rumah nya, dan mereka bertemu dengan ibunya, seraya membersihkan diri, mereka kembali lagi ke Banjar desa.


Dan saat mereka kembali, di Banjar desa itu telah hadir dua orang pengawal dari kademangan Kedawung.


Kademangan Kedawung merupakan tetangga dari desa Kenanga.


Kademangan itu berada di sebelah utara dari desa Kenanga.


" Begini Ki Bekel, Demang kami sangat berharap desa Kenanga ini mau membantu kami untuk mencari putri nya yg hilang itu," kata Kepala pengawal Kademangan Kedawung itu.


Ia berusia seumuran dengan Japra Witangsa dan Jati Andara, dan bernama Gandhik.


" Apa yg dapat kami bantu , Ngger,?" tanya Ki Bekel.


" Begini Ki Bekel, Ki Demang berharap kepada Senopati Pajang yg berasal dari desa Kenanga ini mau turut mencari putri Ki Demang itu, karena Ki Demang pernah mendengar keberhasilan dari sang Senopati yg telah berhasil membawa kembali putri dari seorang kaya yg ada di desa Kenanga ini," jawab Gandhik.


" Maaf, Ang,... "


" Gandhik ki Bekel, nama saya Gandhik," jawab kepala pengawal Kademangan Kedawung itu.


" Begini, angger Gandhik, kalau masalah dengan Angger Senggani, Senopati Pajang itu kami tidak bisa membantu kademangan Kedawung dalam hal mencari putri Ki Demang itu,". jelas Ki Bekel.


" Mengapa Ki Bekel, ada masalah dengan Senopati Pajang itu , Ki Bekel,?". tanya Gandhik.


" Tidak , tidak ada masalah dengan Angger Senggani namun saat ini beliau tidak sedang berada disini dan kami pun belum tahu dimana keberadaan nya, jadi bagaimana kami dapat mengatakan masalah kademangan Kedawung ini kepadanya," jawab Ki Bekel lagi.


" Jadi kedatangan kamj ini adalah sia -sia, Ki Bekel,!" seru Gandhik kecewa.


" Kalau memang masalah dengan Angger Senggani kami tidak dapat membantu nya,. maaf sebelumnya Angger Gandhik kami tidak dapat membantu Demang Kedawung itu," jelas Ki Bekel.


" Padahal Ki Demang sangat berharap mendapatkan bantuan dari Senopati Brastha Abipraya itu, Ki Bekel,". ungkap Gandhik.


" Sekali lagi kami meminta maaf yg sebesar-besarnya kepada Ki Demang, " ucap Ki Bekel desa Kenanga itu.


" Apa yg akan kami katakan kepada Ki Demang jika kami tidak berhasil mengajak Senopati Brastha Abipraya itu guna mencari Savitri, putri Ki Demang itu, Hehhh,". ucap Gandhik lagi.


Kemudian Gandhik menatap ke arah Jati Andara, ia langsung bertanya,


" Apakah benar , Senopati Brastha Abipraya tidak dapat di hubungi , ?" tanya nya kepada Jati Andara.


" Memang adi Senggani saat ini sedang tidak bertugas tetapi beliau akan berangkat ke Demak dan mungkin saat ini tengah dalam perjalanan,". jawab Jati Andara.


" Atau begini saja Ki Bekel dan siapa nama nya putra Ki Bekel ini,?" tanya Gandhik.


" Namaku, Jati Andara," jawab Jati Andara.


" Begini saja Ki Bekel dan Andara, jika memang Senopati Brastha Abipraya tidak dapat membantu, bagaimana jika saudara Andara dan teman-teman yg lain turut serta mencari Savitri, atas nama Ki Demang Kedawung , saya memohon ,". kata Gandhik lagi.


" Bagaimana Andara , apakah kalian bersedia untuk membantu Demang Kedawung guna mencari putri nya yg hilang itu,?" tanya Ki Bekel kepada putranya.


Jati Andara memandangi Ayahnya itu, ia belum dapat menjawab pertanyaan sang Romo.


" Romo, Andara harus meminta pendapat dari Witangsa dan Sari Kemuning , dalam hal ini , Andara belum dapat memutuskan nya ," jawab Jati Andara.


" Silahkan kalian berempat berembug, apakah bersedia membantu kademangan Kedawung atau tidak , cepatlah agar Angger Gandhik ini dapat keputusan sehingga ia akan mencari banruan kepada yg lainnya ," kata Ki Bekel desa Kenanga itu.


" Baik , Romo,". jawab Jati Andara.


Putera Ki Bekel itu langsung mendatangi Japra Witangsa dan Sari Kemuning.


Ia kemudian menanyakn tentang permintaan dari Kepala pengawal Kademangan Kedawung itu.


" Apakah kalian berdua bersedia membantunya,?" tanya Jati Andara kepada dua kakak beradik itu.


" Kalau aku tidak ada masalah, entah dengan adikku ini," jawab Japra Witangsa.


" Aku pun tidak masalah, Kakang Andara , hitung-hitung ini adalah tugas pertama bagi kita setelah berguru dengan kakang Senggani," jawab Sari Kemuning.


" Baik , jika dengan Rani, tentu ia akan mau membantu , " kata Jati Andara.


Kemudian Jati Andara kembali lagi menemui Gandhik dan Ki Bekel yg masih pada tempat nya.

__ADS_1


" Bagaimana Andara , apakah mereka bersedia membantu Demang Kedawung itu?". tanya Ki Bekel.


" Atas nama , adi Senggani kami bersedia membantu mencari putri Ki Demang itu," jawab Jati Andara.


" Baiklah jika memang demikian, aku akan langsung kembali ke Kedawung guna memberitahukan hal ini kepada Ki Demang ,". kata Gandhik.


" Silahkan , dan kami akan ke Kedawung esok hari setelah terang tanah,". ucap Jati Andara.


" Baik, baik, terima kasih Ki Bekel dan Jati andara, saya pamit Ki Bekel, selamat tinggal," ucap Gandhik.


" Silahkan , silahkan Angger Gandhik , selamat jalan," ucao Ki Bekel.


Gandhik dan seorang teman nya langsung kembali ke Kedawung.


Sepeninggal dari Gandhik, Ki Bekel segera mengumpulkan para sesepuh deaa dan perangkat nya.


" Begini, sedulur sekalian , kami berharap dengan berita hilang nya putri Demang Kedawung itu menjadi semacam tantangan untuk kita agar dapat meningkatkan keamanan dan kewaspadaan, kemungkinan itu dapat juga terjadi disini di Kenanga ini,". ucap Ki Bekel.


" Memang benar ucapan Ki Bekel itu, beruntung kita telah memiliki putra dan putri yg sudah memiliki sedikit ilmu silat dari Angger Senggani sehingga setidaknya dapat berguna untuk menjaga keamanan desa Kenanga ini," ungkap Ki Jagabaya.


" Benar Ki Jagabaya, dan besok putra dan putri kita itu akan berusaha ikut mencari putri Ki Demang Kedawung itu," sahut Ki Bekel.


" Apakah angger Andara, Witangsa , Kemuning dan Dwarani telah kembali, Ki Bekel,?" tanya Ki Lamiran.


" Benar Ki, mereka berempat baru saja tiba dari Pajang," jawab Ki Bekel.


" Dimana mereka sekarang ,?" tanya Ki Lamiran lagi.


" Mereka berempat sedang berada di rumah , Ki, mereka membicarakan tentang kelanjutan tugas mereka mencari putri Demang Kedawung itu," jawab Ki Bekel.


" Maaf Ki Bekel, aki ingin menemui mereka," sahut Ki Lamiran.


" Silahkan Ki, " ujar Ki Bekel.


Kemudian Ki Lamiran meninggalkan banjar desa itu menuju rumah Ki Bekel.


Memang jarak nya tidak terlalu jjauh hanya beberapa langkah saja dari tempat it.


Ketika sampai disana , Ki Lamiran langsung mempertanyakan apa yg telah di tulis nya kepada Raka Senggani itu.


" Bagaimana , Ngger , apakah angger Senggani telah membaca surat yg aki tulis itu," tanya Ki Lamiran.


Ia memang telah menitipkan sebuah surat kepada Jati Andara untuk di sampaikan kepada Raka Senggani.


" Sudah Ki, namun seperti nya adi Senggani tidak sempat membacanya karena ia sangat sibuk waktu itu, bahkan sampai sekarang, mungkin surat itu belum pun di bacanya," jawab Jati Andara.


" Ahh z bagaimana pun sibuk nya kalau hanya meluangkan waktu untuk membaca tulisan yg sedikit pasti bisa , Ngger,. atau ia tidak memandang sesuatu yg penting akan hal isi surat itu, " ungkap Ki Lamiran.


" Sebenarnya tidak, Ki, memang saat ini ia terlalu sibuk , apalagi setelah kembali dari Mantyasih , adi Senggani harus bertarung selama satu purnama untuk mengalahkan penguasa Gunung Tidar itu, banyak orang yg tidak mempercayai hal itu termasuk Kanjeng Adipati Pajang sendiri," jelas Jati Andara.


" Benarkah apa yg kau katakan itu angger Andara, benarkah Angger Senggani telah bertarung dengan makhluk halus sang penguasa Gunung Tidar itu,?". tanya Ki Lamiran kaget.


Ia sangat terkejut mendengarkan penuturan dari Putra Ki Bekel itu.


Dan Pande besi desa Kenanga itu merasa bersalah telah menuduh Senopati Pajang itu yg menyia -nyiakan permintaan nya itu.


" Demikian lah Ki, kenyataan nya bahwa adi Senggani memang harus berjuang satu purnama penuh untuk mengatasi kehebatan penguasa alam jin itu, dan saat ini ia harus mengantarkan kakak angkatnya pulang ke Demak, tetapi Ki Lamiran jangan khawatir karena ia telah berjanji akan kemari setelah dari Demak nanti, dan aki dapat mempertanyakan langsung kepadanya,," tutur Jati Andara lagi.


" Baik kalau begitu , Ngger, memang sebaiknya aki akan tanyakan langsung kepadanya , setelah ia kembali lagi kemari," ujar Ki Lamiran.


" Apakah angger berempat akan jadi membantu Demang Kedawung itu ,?" tanya Ki Lamiran lagi.


" Ya Ki, walaupun sebenarnya Ki Demang berharap yg datang adalah adi Senggani tetapi karena saat ini ia memang sangat sibuk biarlah kami yg mencoba menggantikan nya, dan saat ini karena aki Lamiran sedang disini, kami ingin meminta petunjuk dari mana kiranya kami harus mulai mencari putri Ki Demang itu ,?" tanya Jati Andara.


" Kalian harus mencari siapa orang yg tidak senang dengan Demang Kedawung itu dan kedua siapa orang nya yg suka kepada putri Ki Demang itu, karena hanya orang -orang yg demikian lah yg berhasrat untuk menculik Putri Ki Demang itu," jawab Ki Lamiran.


" Bagaimana kalau dengan makhluk halus, Ki,?" tanya Sari Kemuning.


" Kalau makhluk halus pun tentu atas suruhan seseorang , jadi kalian harus selalu waspada dengan orang -orang yg seperti aki katakan tadi, atau ada Kemungkinan juga , seseorang yg ingin menuntut ilmu hitam dan harus menumbalkan nyawa seseorang , tetapi kemungkinan ini sangat kecil,!" ujar Ki Lamiran lagi.


" Mengapa sangat kecil, Ki , bukankah itu bisa terjadi,?" tanya Japra Witangsa.


" Yahhh, memang bisa saja tetapi ini sangat kecil kemungkinan nya karena mengapa mereka atau orang itu harua menculik seorang Putri Demang memiliki banyak pengawal , Kan lebih baik menculik seorang gadis dari keluarga biasa -biasa saja , yg resiko untuk di teluesuri jejak nya akan kecil kemungkinan nya berbeda dengan anak seorang Demang," jelas Ki Lamiran lagi.


" Benar juga ucapan mu itu, Ki, berarti kami harus menyelidiki siapa saja orang nya yg mmebnci Ki Demang itu dan yg suka kepada anaknya," ucap Dewi Dwarani.


" Tepat sekali , memang orang -orang itulah yg harus kalian selidki terlebih dahulu,". jelas Ki Lamiran.

__ADS_1


Lama mereka membicarakan tentang menghilang nya Putri dari Demang Kedawung itu.


Sampai akhirnya pande besi itu kembali pulang.


__ADS_2