Pendekar Pilih Tanding

Pendekar Pilih Tanding
episode 15 SRIKANDI patah HATI. bag ke sepuluh.


__ADS_3

Di luar goa sendiri,..baik Japra Witangsa maupun Dewi Dwarani kebingungan,..karena mereka tahu di dalam goa itu,..teman mereka sedang bertarung,..


" Kang,..apa, yg harus kita lakukan,..apakah kita harus masuk ke dalam,..?". ranya Dewj Dwarani


" Aku pun bingung ,..Rani,..apakah harus tetap disini,..atau masuk ke dalam ," jawab Japra Witangsa.


Sambil melihat ke dalam goa tersebut.


Keduanya akhirnya bersepakat untuk masuk ke dalam goa itu,. walaupun mereka harus melanggar perintah Senopati Pajang itu.


" Marilah kita masuk ke dalam,.." ajak Japra Witangsa.


Putra Ki Jagabaya itu langsung melangkah kan kakinya dan masuk ke dalam goa itu.


Langkahnya diikuti oleh Dewi Dwarani,.. putri Ki Bekel itu mengekor di belakang nya.


Dan setelah keduanya mendekati pertarungan antara Raka Senggani dan Rara Ayu Sekar Kiranti itu,.. keduanya takjub dengan apa yg mereka lihat.


Teman sekaligus gurunya itu dengan tenang nya mampu melawan perempuan cantik dan bersenjata pedang itu.


Memang pertarungan diantara keduanya sudah mendekati akhir,..karena bagaimana pun juga,..kali ini Senopati Pajang itu harus berhasil membawa pulang Sekar Kedaton itu.


" Siapa perempuan itu,..Kang,..?" tanya Dewi Dwarani.


Putri Ki Bekel itu bertanya kepada Japra Witangsa yg tengah asyik melihat pertempuran itu.


" Aku tidak tahu,..siapa sebenarnya gadis ini,.." jawab Japra Witangsa.


Ia tetap menujukan pandangan nya pada pertempuran itu.


" Apa mungkin ia adalah orang yg kita carii itu,..Sekar Kedaton,..". sebut Dewi Dwarani lagi.


Japra Witangsa segera mengalihkan pandangan ke arah Putri Ki Bekel itu.


" He,.. darimana kau mengetahuinya,..Rani,?" tanya Japra Witangsa heran.


" Diriku hanya mereka -reka saja,..apakah mungkin dia itu memang adalah Putri Kanjeng Adipati Madiun,..". sahut Dewi Dwarani lagi.


Namun keduanya segera mengalihkan pandangannya ke pertarungan itu setelah mendengar sebuah jeritan.


" Aaakkhh,"


Dan nampaklah Perempuan itu terjatuh dan langsung Senopati Pajang itu menotoknya agar ia tidak melakukan perlawanan lagi.


" Tampaknya dirimu harus bersedia ikut dengan hamba kembali ke Madiun,.." ucap Raka Senggani.


Setelah sang Senopati berhasil menotok Putri Sekar Kedaton itu.


Namun nampaknya gadis itu kurang senang dengan kejadian itu.


" Sebenarnya diriku belum kalah,.." serunya.


" Bukankah dirimu telah berhasil hamba kalahkan,..Gusti ayu,.." jawab Raka Senggani.


" Ya,.. sebenarnya diriku belum kalah,. karena dirimu telah curang,..!" seru Rara Ayu Sekar Kiranti itu.


" Curang,..?,..apa maksudmu Gusti ayu,..dengan mengatakan diriku telah curang,?" tanya Raka Senggani heran.


" Ya,..dirimu telah berlaku curang,..karena dirimu tidak menggunakan senjata melawanku,.." ucap Rara Ayu Sekar Kiranti.


" Apakah karena diriku tidak menggunakan senjata itu namanya curang , .Gusti ayu,..peraturan darimana,..?" tanya Raka Senggani.


Sebelum pertanyaan nya itu dijawab oleh Rara Ayu Sekar Kiranti,.. Senopati Pajang itu berkata lagi,


" Bukankah tadi kita telah bersepakat bahwa jika hamba mampu mengalahkan Gusti ayu di bawah limapuluh jurus,..berarti Gusti ayu kalah,..dan tidak ada permasalahan harus bagaimana hamba mengalahkan Gusti ayu,..atau dengan apa hamba melakukan nya, .". terang Raka Senggani.


Namun ketika Senopati Pajang itu akan melanjutkan ucapan nya, . terdengar lah suara cambuk yg menggelegar,.


" Chetwaaaaarrrr,.._"


Rupanya Arya Radhepara tengah melecutkan senjatanya ke lantai goa tersebut.


" Biar diriku saja yg akan menghadapi orang ini,..Kiranti,.." serunya.


Aneh,..mengapa orang ini memanggil nama terhadap Gusti ayu Rara Sekar Kiranti itu,..pikir Raka Senggani.


Ia tidak terlalu memperdulikan ucapan pemuda itu tentang keinginan nya untuk kembali harus berhadapan dengannya.


Tetapi ucapan yg deksura itu terhadap Putri Adipati Madiun itulah yg masuk ke dalam hatinya.


Apa hubungannya dengan Gusti ayu Rara Sekar Kiranti ini,..apakah keduanya tengah menjalin hubungan asmara,..tanya nya dalam hati.


" Chetuaaaaar,.."


Kembali cambuk itu melecut hebat dan menimbulkan suara yg sangat kuat,..bahkan Kedua teman dari Raka Senggani yaitu,..Japra Witangsa dan Dewi Dwarani nampak terkena pengaruh nya.


" Sebaikanya kita lanjutkan lagi pertarungan yg tertunda tadi ,.." ucapnya kepada Raka Senggani.

__ADS_1


Raka Senggani menatap tajam ke arah pemuda itu,..ia memang kurang senang dengan sikap nya itu,.. karena sebenarnya pemuda itu mendengar perjanjian nya dengan Sekar Kedaton itu.


Bahkan tadi Sekar Kedaton itu telah melarang nya untuk turut campur tetapi mengapa sekarang ia melanggar nya,..itulah yg menjadi tanda tanya besar pada diri Raka Senggani.


" He,..diirku sebenarnya tidak ada urusan dengan mu,..akan tetapi jika memang dirimu masih penasaran denganku,.. diriku tidak akan menolak tantangan mu itu,..aku seorang Senopati tidak akan gentar untuk menghadapi siapa pun,..termasuk dirimu,.." seru Raka Senggani.


" Gusti ayu Rara Sekar Kiranti,..jika memang dirimu tidak sayang kepada pemuda ini,..biarlah hamba akan memberi nya pelajaran bagaimana caranya bersopan santun,.." ucap Raka Senggani.


Dan tampaknya Senopati Pajang itu tengah marah melihat sikap dari pemuda yg bernama Arya Radhepara itu.


" Hehh,..jangan merasa menang dahulu dirimu itu,..orang asing,..kita tadi belum menuntaskan pertarungan ,.jadi saat inilah kita lanjutkan lagi,." ucap Arya Radhepara.


" Tahann,..jangan kakang Dhepara,.." seru Rara Ayu Sekar Kiranti.


" Mengapa,..Kiranti melarang diriku,?" tanya Arya Radhepara kaget.


" Yah,.. urungkanlah niatmu itu kakang Dhepara,..karena dirimu tidak akan mampu mengalahkan Senopati Brastha Abipraya ini,.. dia adalah Senopati andalan Pajang dan Demak,.dirimu tidak sebanding dengan nya,.." jelas Rara Ayu Sekar Kiranti.


" Belum,..tentu Kiranti,.." jawab Arya Radhepara.


Ia masih menggengam erat senjatanya itu.


" Bukankah ,.. kakang Dhepara tadi mengatakan bahwa telah bertarung dengan nya,..dan kakang Dhepara harus lari menghindari nya,..itu artinya dirimu telah kalah,..Kakang,.." jelas Rara Ayu Sekar Kiranti lagi.


Memang sebagai seorang Putri dari Adipati Madiun,..Sekar Kedaton itu sedikit banyak mengetahui sepak terjang orang yg ada dihadapan nya itu.


Tentu ia tidak akan membiarkan Arya Radhepara itu untuk bertarung dengan nya.


Sedangkan Dewi Dwarani dan Japra Witangsa mendekati Raka Senggani yg masih berdiri tegak itu.


Putri Ki Bekel itu dengan suara pelan bertanya kepada Raka Senggani.


" Kang,..orang inikah yg kita cari itu,.?"


" Benar,..adi Rani,..inilah orangnya yg telah kita cari itu, .dia adalah Sekar Kedaton Madiun,.putri dari Adipati Madiun,.." jelas Raka Senggani.


" Dan lelaki itu,..?" tanya Japra Witangsa.


" Dialah putra dari Nyi Wiyatsih dan kakak dari Andini,..dan perempuan itulah Andini,.." jawab Raka Senggani.


Sambil menunjuk ke arah perempuan yg ada di belakang dari Sekar Kedaton itu.


" Berarti tugas kita akan selesai,..Kang,.." seru Dewi Dwarani senang.


" Belum,.. tentu Rani,..jika Gusti ayu tidak mau kita ajak kembali ke Madiun itu artinya tugas kita belum selesai,.." jawab Raka Senggani.


Ia pun bertanya,..


" Bagaimana Gusti ayu..apakah perjanjian kita tadi masih berlaku,..?"


Rara Ayu Sekar Kiranti terdiam,namun tampaknya ia tidak dapat berbuat lain kecuali harus mengaku kalah,..karena bagaimana pun juga,.. dirinya telah di ketahui keberadaannya.


Memang Romo selalu mengandalkan orang ini dalam mengatasi permasalahan nya,..terpaksa lah aku harus mengakui kekalahanku ini.,.. berkata dalam hati Putri Sekar Kedaton itu.


" Baiklah ,..diriku mengaku kalah dan perjanjian semula itupun masih berlaku,.." jawab Rara Ayu Sekar Kiranti.


" Kalau begitu,..Gusti ayu bersedia ikut kami kembali ke,..Madiun,?" tanya Raka Senggani.


Putri Sekar Kedaton itu pun menganggukkan kepalanya,..ia langsung menyuruh Senopati Pajang itu melepaskan totokan nya.


Raka Senggani pun setuju dan ia pun melepaskan totokan nya itu.


Semula Arya Radhepara tidak terima dengan keputusan dari Sekar Kedaton itu,. tetapi Rara Ayu Sekar Kiranti kukuh pada pendiriannya,. bahwa dirinya memang harus menepati janjinya itu.


Apalagi dirinya adalah seorang Putri dari Adipati,..pantang baginya menjilat ludah nya lagi.


" Akan tetapi bagaimana dengan diri kami,..Kiranti,..bukankah kami akan menjadi buruan dari para prajurit Madiun,..?" tanya Arya Radhepara


" Kakang tidak perlu khawatir,..nanti Aku akan berusaha memohonkan ampun atas dirimu kepada,..Romo Adipati,.." jawab Rara Ayu Sekar Kiranti.


" Dan bagaimana dengan diriku,. Den Ayu,..?" tanya Andini,


" Diriku tidak akan melibatkanmu,..Andini,..tenanglah,..untuk sementara kalian tetap tinggal di sini ," jawab Rara Ayu Sekar Kiranti lagi.


" Kalau begitu ,..kita dapat meninggalkan tempat ini,..Gusti ayu,.." ucap Raka Senggani.


" Baiklah,..mari kita tinggalkan tempat ini,.." sahut Rara Ayu Sekar Kiranti.


Kemudian ke enam orang itu pun keluar dari dalam goa tersebut,..mereka berjalan menuju ke dukuh Ringin itu.


Di Sepanjang perjalanan kembali,..secara tidak sengaja,.. Senopati Pajang itu mendengar pembicaraan dari Sekar Kedaton itu dengan Arya Radhepara ,..bahwa mereka berdua adalah sepasang kekasih.


Pantaslah,..orang ini bertindak tidak sopan terhadap Gusti ayu. kata Raka Senggani dalam hati.


Mereka terus keluar dari dalam hutan itu dan menuju ke rumah dari Andini.


Sesampainya di sana,..Nyi Wiyatsih menyambut mereka.

__ADS_1


" Bagaimana,..Ngger,..benarkah mereka ini adalah temannmu,..?" tanya nya kepada Andini.


Emban Sekar Kedaton itu tidak menjawab,..yg menjawab adalah Sekar Kedaton sendiri.


" Benar,..bi,..mereka adalah temanku,.." jawabnya.


Atas ucapan Rara Ayu Sekar Kiranti itu kemudian Nyi Wiyatsih mempersilahkan mereka untuk masuk.


Raka Senggani dan kedua temannya itu pun masuk ke dalam.


Setelah duduk,.. Raka Senggani langsung berkata,..


" Gusti ayu,. sebaiknya kita langsung saja kembali ke Madiun,. mumpung hari masih belum terlalu sore." ucap Raka Senggani.


" Sabarlah,.. Senopati,.. sebaiknya kita kembali ke Madiun esok hari saja,.." jawab Rara Ayu Sekar Kiranti.


" Gusti ayu tidak sedang berbohong bukan,..karena sesungguhnya ,.. Kanjeng Adipati sangat kehilangan dirimu ,.." kata Raka Senggani.


" Tidak,.. diriku tidak sedang berbohong,..mana mungkin diriku berani membohongi dirimu,.. Senopati Brastha Abipraya, ." jawab Rara Ayu Sekar Kiranti.


" Baiklah kalau begitu ,..kami akan menunggu Gusti ayu di rumah Ki Bekel saja,.." ucap Raka Senggani.


" Heh,.. mengapa harus di rumah Ki Bekel,.. disini saja kalian menginap nya,.." sahut Nyi Wiyatsih .


" Benar,.. Senopati Brastha Abipraya,.. sebaiknya kalian bertiga bermalam saja di sini,..agar esok kita dapat bersama kembali ke Madiun,. " ucap Rara Ayu Sekar Kiranti.


Ia sangat setuju dengan ucapan dari Nyi Wiyatsih.


Raka Senggani kemudian memutuskan untuk menginap di rumah Andini itu.


Dan pada malam harinya ,. terlihat ke enam orang itu sudah akrab satu dengan yg lainnya.


Bahkan dengan terus terang,.Sekar Kedaton itu menceritakan bagaimana dirinya dapat sampai di dukuh Ringin.


Atas bantuan dari dua kakak beradik itu,..ia meningglkan keraton Madiun tepat nya Kaputren.


Sesungguhnya Rara Ayu Sekar Kiranti itu menolak rencana dari Ramanda yg akan menjodohkannya dengan seorang laki -laki yg tidak di kenalnya.


Sementara dirinya telah tertambat hatinya pada Arya Radhepara ,..putra dari Nyi Wiyatsih itu


Tanpa malu -malu,..Sekar Kedaton itu menerangkan bagaimana ia sampai memiliki hubungan dengan putra Nyi Wiyatsih itu.


Yg pada awalnya Arya Radhepara datang untuk membawakan barang-barang yg di perlukannya.


Atas usul dari Andini,..Sekar Kedaton itu meminta bantuan dari kakak Andini itu.


Dengan seringnya bertemu ,. akhirnya kedua nya pun jatuh hati.


Dan Rara Ayu Sekar Kiranti merasa tidak akan mungkin hubungan nya itu akan di terima oleh Ramandanya itu.


Karena sebagai seorang Adipati tentunya Adipati Madiun itu menginginkan putrinya itu mendapatkan jodoh dari kalangan bangsawan alias ningrat.


Jadi akan sangat sulit rasanya untuk menjelaskan hal ini kepada Ramadanya sendiri.


" Senopati Brastha Abipraya,..mana mungkin Srikandi patah HATI,. .." ucap nya kepada Raka Senggani.


Dan Raka Senggani pun segera menanyakan apa maksud dari ucapan nya itu.


Rara Ayu Sekar Kiranti mengatakan bahwa sebagai seorang Putri Adipati Madiun yg menyenangi dalam hal ber buru tentu ia tidak ingin kisah cintanya harus kandas karena masalah kebangsawanan.


Dan itu aritnya ia harus mempertahankan pilihan hatinya itu.


Sehingga berniat meninggalkan kehidupan Keraton. Berhubung kali ini ia telah berhasil di ketemukan oleh utusan Ramandanya itu.


Putri Sekar Kedaton itu pun meminta kepada Senopati Pajang itu agar nanti dapat menjelaskan nya kepada Ramandanya,.. Adipati Madiun itu.


" Hamba akan berusaha untuk menjelaskan hal ini kepada Kanjeng Gusti Adipati,.. Gusti ayu,. " jawab Raka Senggani.


Dan setelah malam itu,..Raka Senggani dan kedua temannya menginap di rumah Nyi Wiyatsih,..Arya Radhepara tampak merasa sungkan terhadap Senopati Pajang itu.


Sesaat yg lainnya telah beristrahat, . sedangkan Raka Senggani masih duduk dengan di temani oleh Japra Witangsa.


Arya Radhepara mendekati keduanya dan berkata,..


" Maaf kan atas sikapku tadi,.. Senopati Brastha Abipraya,..* ucap Arya Radhepara.


" Ahh,..tidak masalah Arya Radhepara,..mungkin tadi kita memang sedang tersulut kemarahan masing -masing,.dan diriku pun ingin mengucapkan permohonan maaf,..atas sikapku tadi terhadapmu, ..." jawab Raka Senggani.


" Terima kasih,.. Senopati Brastha Abipraya,..memang diriku,..tidak dapat memandang tinggi nya gunung yg afa dihadapan ku,.. seandainya Senopati mau tentu diriku telah tewas sejak lama,.." ungkap Arya Radhepara.


Mendengar perkataan dari Putra Nyi Wiyatsih itu,..sang Senopati Pajang itu hanya tersenyum saja.


Memang tadi ia tidak sepenuhnya mengeluarkan kemampuan nya sehingga beberapa kali pukulan darinya tidak terlalu membahayakan lawan.


Hanya untuk memberikan peringatan saja.


Japra Witangsa yg mendengar ucapan dari temannya itu memuji sikap yg telah di ambil dari Senopati Pajang itu.

__ADS_1


Ahh,..andai diriku,..tentu telah kuhabisi si Dhepara ini,..katanya dalam hati.


__ADS_2