
" Marilah kita kembali, Kemuning,.. mungkin kakang Witangsa dan dan lurah Panjer Suruf pun telah kembali,.."
Ajak Raka Senggani kepada istrinya.dan Sari Kemuning pun mengangguk,.mereka melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu menuju rumah persembuyian Saudagar Hang Adin yg berada dalam hutan.
Keadaan malam yg cukup pekat, gelap nya malam ditambah dengan gelap nya diatas langit,.. beberapa kali cahaya kilat menyambar menandakan akan turun hujan.
Keduanya mempercepat langkahnya agar segera sampai ke tempat tujuan.
Namun belum pun mereka terlalu jauh dari pelabuhan Kota Melaka ini,.. keduanya segera terkejut dengan tertawa seseorang.
" Ha, ha ,ha,."..
" Ha, ha, ha,.. ternyata pendekar dari tanah seberang itu berada disini,.."
Terdengar suara tertawa yg cukup keras di tengah malam itu,..suaranya mengimbangi keras nya suara kilat yg mengguntur.
" Saya nak cuba kebolehan pendekar seberang,..apakah memang memiliki kemampuan yg sangat tinggi seperti yg telah Ku dengar,..!" serunya lagi.
Dan sesaat kemudian ,..
" Whusshhhh,.."
Di depan Raka Senggani dan Sari Kemuning telah berdiri seorang yg bertubuh tinggi besar dengan pakaian seorang pendekar tanah melayu berwarna gelap.
Ikat kepalanya pun berwarna senada dengan pakaian nya.
Ketika cahaya kilat menyambar , terlihat wajah orang itu telah menginjak paruh baya,..namun masih gagah ,..nampaknya ia merupakan keturunan bangsawan atau setidaknya seorang yg kaya.
" Siapa saudara ini, ada urusan apa dengan kami,..?" tanya Raka Senggani.
Suara nya yg pelan ,. namun sangat jelas di telinga orang yg berada di depannya.
" Ha, ha, ha,.bagus-bagus,..saya nak perkenalkan diri," jawab orang itu.
Pandangan matanya lurus menatap ke arah sang Senopati Demak yg telah mempentangkan kakinya, siap menerima apa pun yg akan terjadi.
" Nama saya , .. Datuk Pamuncak Salih,..orang yg paling di segani di tanah Melaka ini,..adapun tujuan ku kemari adalah untuk mengetahui ,..untuk apakah saudara pendekar dari negeri seberang ini datang kemari,..Hehh,.." ucap orang itu lagi.
Orang yg mengaku sebagai Datuk Pamuncak Salih, yg memang memiliki pengaruh sangat kuat di tanah Melaka.
Bahkan karena kedekatan nya dengan bangsa portugis yg telah menguasai kota Melaka ini,..dirinya menjadi salah satu Saudagar kaya yg mendapat tempat tersendiri di hati penguasa yg menjajah bangsa melayu itu.
" Ooo,..."
Seru Raka Senggani dengan nada datar , tidak ada kesan bahwa Senopati Sandi Yuda Demak ini gentar mendengar ucapan dari orang yg ada dihadapan nya itu. Ia pun kemudian melanjutkan ucapan nya.,
" Kalau aku bernama Raden Hidayat,..dan kedatangan ku kemari adalah hanya sekedar singgah , setelah perahu kami mengarah ke utara ini saat di hempas badai,..jadi kami di tanah Melaka ini hanya untuk singgah ,..itu saja tidak ada yg lain,.." jawab Raka Senggani.
Senopati Sandi Demak ini tidak mengatakan yg sebenarnya kepada Datuk Pamuncak Salih yg ia ketahui sebagai antek dari penjajah yg ada di tanah Melaka ini. Menurutnya tidak pantas seorang putra melayu itu menjadi seorang pengkhianat seperti yg telah di lakukan oleh Datuk Pamuncak Salih itu.
" Ha, ha, ha,..ternyata awak telah berbohong,..awak nak tipu saya,..sia-sia,..saya dah tahu siapa awak sebenar nya,..awak adalah seorang mata mata dari Kerajaan Demak, bukan,..!"
Seru Datuk Pamuncak Salih sambil tertawa tawa,. karena ia telah mendaptakan laporan dari salah seorang teman nya yaitu Datuk Awang Muda, bahwa tanah Melaka telah kedatangan seorang penyusup dari negeri seberang yaitu dari Demak.
Secara luas ,.tanah Melaka memang memiliki kedekatan dengan penguasa Demak terlebih setelah kejatuhan kesultanan Melaka ke tangan bangsa portugis, bangsa asing yg tidak beragama islam ini telah menjadikan tanah melayu menjadi wilayah jajahannya.
Sehingga sudah dapat di pastikan , kedekatan hubungan antara orang yg ada dihadapan nya itu dengan Saudagar Hang Adin adalah untuk melakukan kerjasama guna mengusir bangsa asing yg telah menjajah mereka.
Jika hal ini terjadi dan Demak berhasil mengslahkan bangsa penjajah itu tentu kedudukan nya akan menjadi sulit.
Tentunya Datuk Pamuncak Salih tidak ingin ini terjadi, oleh sebab itulah ia ingin melenyapkan Senopati Sandi Demak itu.
" Terserahlah apa yg ingin saudara katakan ,.." seru Raka Senggani.
Senopati Sandi Demak ini tidak peduli lagi dengan tanggapan orang yg bernama Datuk Pamuncak Salih itu.
Ia sudah siap untuk menghadapinya.
" Baiklah,..jika awak , tidak nak berkata jujur,..awak akan saya seret menghadap gubernur jenderal melaka,.." balas Datuk Pamuncak Salih.
" Silahkan jika saudara Datuk mampu melakukan nya,.." kata Raka Senggani.
" Bersiaplah,..saya nak mulai,.." seru Datuk Pamuncak Salih.
" Saya sudah siap sedari tadi,.." balas Raka Senggani.
" Ciaaat,..."
Datuk Pamuncak Salih segera melompat dengan kedua tangan mengembang membuka jari jari tangan nya yg membentuk cakar.
Kedua tangan nya itu mengarah ke leher Senopati Sandi Demak.
" Hairtt,.."
Raka Senggani mengibaskan tangan kirinya guna mementahkan serangan pertama dsri lawan nya itu.
__ADS_1
Luput serangan pertama dari Datuk Pamuncak Salih, namun dengan cepat ia melanjutkan lagi untuk serangan berikutnya.
Kali ini kedua cakarnya itu mengarah perut dari lawannya. Raka Senggani bergerak ke belakang menghindari serangan dari Datuk Pamuncak Salih.
Namun karena Raka Senggani tidak melakukan serangan balasan, .Datuk Pamuncak Salih, terus terusan melakukan cakarannya dengan kedua tangan nya itu,..hingga,..
" Hiyyahhh,.."
" Dhieghh, ."
Senopati Sandi Demak ini melompat tinggi dan kemudian turun meluncur cepat seraya memberikan tendangan yg telak ke arah dada lawan yg terbuka ,.Datuk Pamuncak Salih tidak menyangka bahwa gerakan lawannya yg begitu cepatnya, sehingga ia terlambat menghindar.
Kontan saja tubuhnya jatuh terjengkang ke belakang. Ia pun berusaha bangkit sambil merasakan dadanya yg terasa sakit.
" *******,..awak nak cari mampus,.." teriaknya.
Datuk Pamuncak Salih melakukan beberapa gerakan dengan kedua tangan nya yg terbuka itu,..tampaknya ia akan menggunakan jurus andalan nya.
" Jurussss,....macan. mabuk,.heaaah...!" teriak Datuk Pamuncak Salih.
Bangsawan tanah Melaka ini segera menyerang Raka Senggani dengan lebih cepat,. gerakan gerakan tangan nya seperti sudah terlihat lagi.
Ia memang mengandalkan kedua tangan nya.
Raka Senggani nampak agak kerepotan menghadapi serangan tersebut,.ia bergerak mundur dan sesekali melompat menghindari serangan tersebut.
" Heaahhh,..".
" Cresshhh,.."
Kuku kuku tangan dari Datuk Pamuncak Salih berhasil masuk dan merobek pakaian depan Raka Senggani, membuat dada nya bidang terlihat.
Namun keanehan terjadi,.. walaupun kuku kuku dari Datuk Pamuncak Salih dapat menyentuh tubuh Senopati Sandi Yuda Demak itu tetapi tidak menimbulkan bekas luka.
" Hehhh,.."
Datuk Pamuncak Salih amat terkejut melihat kejadian tersebut, padahal sudah beberapa orang telah tewas di tangannya, dengan mennggunakan kedua cakarnya itu.
Datuk Pamuncak Salih segera melompat mundur,..ia pun segera mencabut senjatanya dari sarung nya.
" Shreiit,"
Sebuah golok berdaun lebar telah tergenggam di tangannya.
Ia menjulurkan goloknya itu ke arah Raka Senggani bersamaan dengan cahaya kilat yg menyambar dan pada saat itu pula hujan turun dengan derasnya.
Ia kembali melompat seraya menebaskan goloknya ke arah leher dari Senopati Demak itu,
Dengan cepat sang Senopati melompat tinggi dan bersalto dua kali di udara guna lepas dari serangan tersebut.
Dari atas , ia mengirimkan tendangan beruntun dua kali ke arah Datuk Pamuncak Salih yg di balasi dengan tebasan golok ke arah kaki tersebut.
Seolah ingin memamerkan ilmu kebalnya Senopati Bima Sakti tidak menarik serangan nya ketika golok itu telah menebas kaki nya,..pada tendangan ketiga,..
" Hiyyahhh,.."
" Dhieghh,.."
" Aaakkhh,.."
Untuk kedua kalinya , tubuh Datuk Pamuncak Salih harus terlempar , dan kali ini cukup jauh dari dimana ia berdiri.
Walaupun susah payah ia berusaha untuk bangkit.
Ketika Datuk Pamuncak Salih berhasil duduk ,..terdengarlah,..
" Chuiwwiiwiiiit,..".
Satu isyarat yg di keluarkan oleh Datuk Pamuncak Salih sebagai pertanda.
Dan benar saja , lima orang langsung muncul mengepung Raka Senggani dan Sari kemuning istrinya.
" Bunuh kedua orang itu ,.." teriak Datuk Pamuncak Salih.
Dan kelimanya pun segera menyerang Senopati Bima Sakti dan istrinya.
Bagai sepasang Rajawali yg gagah mengangkasa di udara ,. mereka melayang layang di udara dan dalam sekejap saja , kelima nya segera terjatuh dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Datuk Pamuncak Salih yg melihat para anak buahnya itu dalam sekejap saja telah berhasil di buat tidak berdaya segera angkat kaki meninggalkan tempat itu.
Ia lari terbirit birit seperti sedang melihat hantu.
Dan Raka Senggani beserta Sari Kemuning meninggalkan tempat itu.
Mereka ingin segera sampai di rumah persembunyian milik saudagar Hang Adin.
__ADS_1
" Kang,.. Kemuning minta di gendong,. " kata Sari Kemuning.
" Hehhh,..naiklah,..."
Senopati Sandi Demak ini agak terkejut atas permintaan dari istrinya itu. Namun ia segera menyuruh nya naik.
Raka Senggani kemudian mengetrapkan aji lari cepatnya meninggalkan tempat itu.
Hujan masih turun dengan derasnya, ketika mereka sampai di rumah itu,
Mereka telah melihat kehadiran Ki Lintang Panjer Suruf dan Japra Witangsa.
" Darimana , kalian berdua ini,..?" tanya Japra Witangsa heran.
Karena keduanya terlihat basah kuyup. dan pakaian Sang adik ipar terlihat koyak pada bagian depannya.
Tanpa menjawab,.. keduanya masuk ke dalam dan mengganti pakaian basah mereka dengan pakaian kering.
Barulah kemudian mereka duduk bersama dan mulai menceritakan pengalaman masing masing.
Sari Kemuning kemudian menyiapkan minuman hangat untuk mereka .
Dimana saat itu cuaca sangat dingin di karenakan hujan yg saja turun.
" Kakang Witangsa ,..kami berdua tadi telah di hadang oleh Datuk Pamuncak Salih,.." kata Raka Senggani.
Menjawab pertanyaan dari kakak iparnya saat mereka berdua baru saja tiba.
" Hehh,..Datuk Pamuncak Salih,.bukankah dia adalah seorang yg sangat di segani di kota Melaka ini,!" seru Japra Witangsa.
" Benar, Kakang Witangsa ,.memang ia adalah seorang yg sangat berpengaruh di sini,.." jawab Raka Senggani membenarkan ucapan kakak iparnya itu.
" Kalau Begitu ,..kita harus meninggalkan Kota Melaka ini dan secepatnya kembali ke Demak,."
Kata Ki Lintang Panjer Suruf memotong pembicaraan dari kedua orang yg bersaudara ipar itu.
" Mengapa harus terburu-buru , Ki Lurah,..?" tanya Sari Kemuning.
Istri Senopati Sandi Demak ini telah ikut duduk bersama ketiganya setelah selesai membuatkan minuman hangat.
" Alangkah berbahayanya kedudukan kita, juga kedudukan Saudagar Hang Adin, jika kita masih tetap disini , untuk itulah ,.sebaiknya kita tinggalkan tempat ini seperti yg telah di pesankan oleh Saudagar itu,.." jawab ki Lintang Panjer Suruf.
" Aku setuju, dengan usulan dari Ki Lintang Panjer Suruf,.. memang sebaiknya kita tinggalkan tempat ini secepatnya sebelum masalah yg lebih besar akan menimpa kita semua , sehingga akan semakin sulit untuk kita keluar,.." terang Raka Senggani.
Semuan nya terdiam dan memang sebaiknya mereka meninggalkan kota Melaka secepatnya sebelum pasukan asing itu menghadang mereka,. karena bagaimana pun sakti nya mereka ,ketika harus dihadapkan dengan pasukan yg besar tentu mereka akan kalah.
Oleh sebab itulah diambil keputusan untuk meninggalkan kota Melaka seceptnya. Agar sesuatu yg tidak di inginkan tidak terjadi.
Keempatnya pun segera bersiap , Ki Lintang Panjer Suruf dan Japra Witangsa keluar dari rumah itu guna menyiapkan perahu mereka.
Suapaya jalan perahu tersebut tidak di dekat pangkalan kekuatan pasukan asing. Dan lebih dekat ke arah timur menjauhi pusat kekuatan prajurit asing itu.
Kemudian diikuti oleh Raka Senggani dan Sari Kemuning yg keluar dari dalam rumah tersebut,..beruntung pada saat itu hujan telah berhenti di saat ayam jantan telah berkokok untuk pertama kalinya.
Sementara itu di rumah Saudagar Hang Adin,..pada saat itu,..tengah kedatangan sepasukan prsjurit yg menggeledah rumah yg mewah dan besar itu.
Saudagar Hang Adin tidak dapat berbuat apa -apa,..ia tahu ,bahwa kejadian ini adalah atas laporan dari Datuk Awang Muda dan Datuk Pamuncak Salih.
Yg mendendam kepadanya.
Tetapi setelah di periksa , Ternyata orang yg mereka cari itu tidak mereka temukan di dalam rumah tersebut..
Adalah Pendekar Sam Sam yg berkata,..
" Tuan ,..sebaiknya kita periksa runahnya yg ada di hutan itu,.." kata pendekar Sam Sam.
" Ehh,..kamu tahu dimana letaknya,..?" tanya komandan pasukan itu..
" Saya tahu tuan,.." jawab pendekar Sam Sam.
" Mari kita kesana,.." ucap pemimpin pasukan asing itu.
Mereka pun segera meninggalkan rumah mewah Saudagar Hang Adin dan menuju rumah yg di peruntukkan sebagai tempat bersembunyi.
Sayang karena pengkhiatan orang sendiri ,tempat tersebut telah di ketahui oleh orang -orang asing ini.
Mudah -mudahan ,..panglima Raden Hidayat dan teman -teman nya telah pergi dari tempat itu,..berkata dalsm hati Saudagar Hang Adin.
Cahaya hangat mentari telah membuat suasana di muka bumi menjadi hidup dan bersamaan itu pula , pasukan asing ini dengan petunjuk Pendekar Sam Sam telah sampai di rumah itu.
Mereka kembali mmeeriksanya.akan tetapi mereka semua harus menelan kekecewaan karena yg mereka cari tidak juga mereka temukan .
Dengan nada marah pemimpin pasukan itu menghardik pendekar Sam Sam dengan keras nya,..
Kamu telah menipu saya,..ucapan mu tidak ada yg benar,.. sepatutnya kamu itu di hukum,.." seru pemimpin pasukan prajurit asing itu.
__ADS_1
Pendekar Sam Sam tidak mampu menjawabnya , ia tahu jika dirinya berani menjawab dan mengatakan sesuatu tentu komandan pasukan asing ini akan bertsmbah marah lagi,.Kemungkinan nya ia akan mendaptakan hukuman.
Ahh lebih baik diam, daripada harus dimarahi ,..kata pendekar Sam Sam dalam hati.