Pendekar Pilih Tanding

Pendekar Pilih Tanding
episode 11 Kembang Kedawung. bag ke sembilan.


__ADS_3

Kau tahu anakku Savitri, Sri Mulatasih , ibumu itu adalah kekasih Romo disaat muda dulu, ia merupakan putri dari Ki Demang Kedawung sepuh, dan ibumu itu jadi kembang Kedawung pada waktu itu, jelas Ki Ronggo Sathru lagi.


Banyak para pemuda desa yg sangat menyukai ibumu itu, termasuk Sungkono, dan ia pandai mengambil hati eyangmu, sehingga berhasil di jodohkan dengan ibumu itu, kata Ki Ronggo lagi.


Tetapi mengapa Ki Ronggo tidak mampu mmepertahankan ibu, sehingga harus di rebut oleh , Romo, tanya Savitri.


Atau cerita Aki ini hanya ingin menjelek kan , Romo saja, ucap Savitri putri Ki Demang itu.


Engkau jangan marah dulu , nduk, saat itu memang Romo mu tidak mampu untuk mempertahankan ibumu dari tangan Sungkono, si ******* itu, ia berhasil meyakinkan eyang mu dengan berbagai muslihat,sehingga eyang mu menikahkan ibumu dengan orang yg kau panggil Romo itu, Nduk,, terang Ki Ronggo Sathru.


Ki ronggo hanya berbohong , ibu tidak pernah mengatakan hal ini, sahut Savitri.


Ibumu termasuk seorang perempuan yg sangat patuh terhadap kedua orangtuanya termasuk dengan eyangmu itu, ketika ia harus dijodohkan ia tidak menolak. Meskipun aku tahu di hatinya hanya ada diri ku seorang, sayang waktu tidak dapat diputar kembali, seandainya sajalah Sri Mulatsih mau aku ajak lari tentu, Akulah yg telah menjadi suami nya bukan si Sungkono ,******* itu, kata Ki Ronggo Sathru.


Wajah pemimpin padepokan Gunung Pandan itu tampak memerah , ia seperti mengenang kembali saat kebersamaan dengan kembang Kedawung yg bernama Sri Mulatsih , yg juga merupakan putri dari Demang Kedawung sepuh. Ia sampai memukul-mukul kursi.yg di dudukinya itu.


Ki ronggo Sathru menatap kearah gadis yg bernama Savitri itu. Dilihatnya wajah Sri Mulatsih terdapat diwajah gadis itu.


Nduk , anakku, yakinlah bahwa dirimu itu memang adalah putri kandung ku, karena sebelum ibumu menikah, kami telah melakukan hubungan yg tidak sepantasnya kami lakukkan sebagai pasangan yg bukan suami istri, dengan ibumu itu, kau dapat menanyakan sendiri, anak.siapa sebenarnya dirimu itu , Nduk , kata Ki Ronggo Sathru.


Savitri putri Ki Demang Kedawung menatap tajam ke arah orang tua yg ada di hadapan nya itu.


Jadi untuk apa Ki Ronggo membawaku sampai kemari, jauh dari Kedawung, tanya Savitri.


Karena memang dirimu tidak pantas tinggal bersama Sungkono si ******* itu, karena darah yg mengalir di dalam tubuhmu itu bukan darah nya,melainkan adalah darahku, kata Ki Ronggo Sathru lagi.


Jika memang demikian biarlah , aku kembali ke Kedawung guna menanyakan hal ini kepada ibu , biar jelas, tidak tinggal disini tanpa kejelasan, ucap Savitri putri Ki Demang Kedawung itu.


Sebaiknya dirimu tetap disini, kalau memang orang yg kau anggap sebagai Romo itu, akan datang sendiri kemari untuk menjemput mu, jika memang ia menyayangimu sebagai putri nya ,.seru Ki Ronggo Sathru.


, Tetapi Ki Ronggo tidak dapat menahanku terus menerus di tempat ini, karena Savitri mempunyai kehidupan sendiri di Kedawung, jawab Savitri.


Sari Kemuning terus melihat kejadian itu dari balik dinding,ia mendengar semua percakapan itu.


Benarkah yg telah di katakan oleh Ki Ronggo Sathru itu, aku harus mengatakan hal ini kepada kakang Witangsa dan Kakang Andara juga Rani,


kata Sari Kemuning dalam hati.


Putri Ki Jagabaya itu bergerak meninggalkan tempat itu menuju ke arah tempat Jati Andara dan yg lainnya berada.


Dengan di terangi cahaya obor, Sari Kemuning mendekati tempat itu. Disana Jati Andara telah menunggu nya dari balik dinding pagar yg cukup tinggi, Sari Kemuning kemudian mengatakan,


bahwa memang Savitri putri Ki Demang Kedawung memang berada di tempat itu dan tampak nya ia tidak betah berada di situ walaupun pelayanan yg di berikan oleh Ki Jarong cukup baik.


Saat melihat Jati Andara hanya sendirian saja, Sari Kemuning kemudian bertanya,


" Kemana Kakang Witangsa dan Rani,?"


" Mereka kembali ke dukuh Klino untuk mengambil kuda, seharusnya mereka telah kembali , namun sampai saat ini mereka belum tiba disini,". jelas Jati Andara.


Sari Kemuning menanyakan apa yg harus dilakukan selanjutnya, apakah mereka akan membawa paksa Savitri itu, atau membiarkan saja .


Sedangkan Jati Andara berpendapat bahwa mereka harus membawa kembali Kembang Kedawung itu, apapun tantangan yg harus di hadapi.


Sesaat kemudian kedua orang itu di kagetkan dengan kdatangan dari Japra Witangsa dan Dewi Dwarani.


Kedua nya langsung membicarakan apa yg telah terjadi , dari yg telah di lihat oleh Sari Kemuning sampai dengan pernyataan Ki Jarong atau Ki Ronggo Sathru itu, bahwa Savitri adalah putri kandung nya.


Ke empatnya kemudian memutuskan untuk tetap membawa Kembang Kedawung itu pulang


" Karena tugas kita adalah untuk membawa nya kembali ke Kedawung, maka kita harus membuat suatu rencana agar memuluskan usaha kita ini," ucap Japra Witangsa.


" Ya, dan kita harus membagi tugas, agar kita dapat mengalahkan Ki Jarong itu,!" seru Dewi Dwarani.

__ADS_1


" Kemuning , apakah kau melihat bahwa orang yg bernama Ki Ronggo Sathru atau Ki Jarong itu dalam keadaan terluka,?" tanya Japra Witangsa.


Putra Ki Jagabaya itu penasaran dengan orang yg bernama Ki Ronggo Sathru, karena ketika terjadi pertarungan di rumah Nyi Warseh, ia telah berhasil melukai pundak orang itu.


" Kakang Witangsa benar, orang itu terluka pada pundak dan tangan nya, Kemuning melihat nya maaih berbalut dengan kain putih, bahkan darah masih nampak di kain tersebut," jawab Sari Kemuning.


" Berartiiii,....


" Orang yg kita hadapi tadi malam itu adalsh Ki Ronggo Sathru alias Ki Jarong," teriak Jati Andara dan Japra Witangsa bersama-sama.


" Ssssttthh , jangan keras -keras, nanti mereka tahu," ujar Dewi Dwarani.


Kembali tempat itu hening seketika akibat kata-kata dari Putri Ki Bekel itu.


Kemudian mereka melanjutkan rencana semula untuk mengambil Sang Kembang Kedawung itu.


Di putuskan, akhirnya , bahwa Jati Andara dan Japra Witangsa akan masuk ke dalam guna membantu Sari Kemuning, sedangkan Dewi Dwarani berjaga di luar.


Jati Andara mengingatkan akan kemampuan dari pemilik padepokan itu dengan senjata rahasia.


Kalian harus berhati-hati , terutama untuk mu , Kemuning, apalagi ini malam hari, tugas mu cukup berat untuk membawa keluar Kembang Kedawung itu, kata Jati Andara.


Kakang berdua harus melindungi ku , karena tentunya Kemuning akan kesulitan untuk membawa lari Kembang Kedawung itu, seru Sari Kemuning.


Kira -kira berapa jumlah mereka, dan siapa saja yg harus kita waspadai, tanya Japra Witangsa kepada adiknya itu.


Sari Kemuning mengatakan jumlah penghuni padepokan itu mungkin lebih dari tigapuluh orang, belum termasuk anak dan istri Ki Jarong itu.


Jati Andara bermaksud untuk membawa Kembang Kedawung lewat dari belakang saja , sehingga para penghuni padepokan itu tidak akan mwnyadari bahwa mereka telah berhasil membawa Sang Kembang Kedawung itu, jadi pertarungan dengan penghuni padepokan itu.


Namun Sari Kemuning tidak meyakini usaha membawa kabur Kembang Kedawung itu secara diam -diam akan berjalan lancar karena para penghuni padepokan itu cukup banyak, sehingga jika mereka menyadari ada orang asing yg masuk ke tempat itu tentunya mereka akan menyerang nya.


Tetapi , baik Witangsa dan Andara yakin dapat membawa lari Kembang Kedawung tanpa di ketahui oleh penghuni padepokan itu.


Malam terus berjalan, suara -suara binatang terdengar di lereng Gunung Pandan itu.


Dengan di iringi oleh Sari Kemuning ketiganya berjalan menuju bilik yg telah di tunjukkan oleh putri Ki Jagabaya itu kepada Jati Andara.


Sedangkan Sari Kemuning masuk menuju bangunan besar yg ada di tengah-tengah tempat itu.


Cahaya obor bergoyang di timpa angin yg berhembus, Putri Ki Jagabaya itu mendekati tempat dimana ia tadi melihat pembicaraan Ki Ronggo Sathru dan Savitri.


Kembali ia mengintip dari celah itu, namun alangkah terkejutnya ia setelah tidak melihat lagi keempat orang itu.


Dan tiba -tiba saja,


Terdengar suara yg cukup keras bertanya kepada putri Ki Jagabaya itu,


" Siapa kau ini sebenarnya, dan apa maksud mu mengintip,?" tanya orang itu.


Dengan ujung pedang telah menempel di leher dari Sari Kemuning.


Gadis itu berdiri perlahan sambil mengangkat kedua tangannya, ia pun langsung membalikkan badan nya.


Terlihat lah oleh putri Ki Jagabaya itu bahwa orang yg telah menodong nya itu adalah Arnawa putra Nyi Warseh dengan Ki Ronggo Sathru.


Sambil tersenyum, Sari Kemuning segera berkata,


" Ahh, kiranya kakang Arnawa, aku tengah melihat -lihat tempat ini terutama nya bilik itu, aku penasaran dengan penghuni nya," jawab Sari Kemuning.


Gadis itu meraih ujung pedang dari Arnawa dan segera menurunkan nya ke bawah sambil berkata,


" Kakang Arnawa mengapa harus main-main dengan senjata, Kemuning kan tidak tahu ilmu Silat, tidak ada gunanya kakang Arnawa menggunakan senjata ini untuk Kemuning, "

__ADS_1


Pemuda itu pun luluh, ia pun tidak mengacungkan pedangnya lagi ke leher putri Ki Jagabaya itu. Ia malah menyarungkan nya.


Namun secepat kilat, Sari Kemuning bergerak untuk menotok Arnawa. Tidak ampun lagi, tubuh Pemuda putra Ki Ronggo Sathru itu kaku tertotok oleh Putri Ki Jagabaya itu.


Setelah berhasil menotok Arnawa, Sari Kemuning membawa tubuh itu ke bilik nya, putri Ki Jagabaya itu memasukkan nya ke dalam dsn mengunci bilik itu dari luar.


Sari Kemuning langsung menuju ke bilik Savitri dimana kedua kakak nya tadi berada di situ.


Tidakkah kalian melihat Savitri berada di dalam, tanya Sari Kemuning kepada kedua nya. Karena kedua orang itu masih berada di tempat itu.


Baik Japra Witangsa dan Jati Andara mengatakan tidak melihat ada orang yg berada di dalam bilik itu. Bahkan lampu di dalam biik itu tidak menyala jawab kedua orang itu.


Ketiganya tampak kebingungan setelah mengetahui bahwa Kembang Kedawung itu tidak berada di tempat nya.


Belum habis rasa penasaran ketiganya, terdengarlah suara tawa yg menggelegar,


" Ha, ha, ha, ternyata ada tiga tikus yg sedang masuk perangkap," seru orang itu.


Bersamaan itu terlihat puluhan orang telah mengepung ketiganya lengkap dengan senjata teracung.


Hehh, bagaimana ini, Andara, apa yg harus kita lakukan, tanya Japra Witangsa.


Tenang, kita harus dalam keadaan tenang dan berpikir yg jernih, ingat Witangsa, pemimpin padepokan ini telah berhasil kita lukai, ini hanya para murid nya, tentu kita akan mampu melawannya, jawab Jati Andara, ia berusaha untuk menaikkan semangat teman nya itu.


Mendengar hal itu memang membuat rasa percaya diri Putra Ki Jagabaya itu naik, ia langsung mengeluarkan senjatanya,


" Srrettttz,"


" Kalian tidak akan dapat lolos dari sini meskipun setinggi langit ilmu kalian,percuma untuk melawan para murid ku ini yg jumlah nya puluhan, ha ha, ha," terdengar suara orang itu lagi.


Mudah -mudahan, Rani mengetahui keadaan ini sehingga ia akan turun membantu kita, ucap Jati Andara.


" Mudah -mudahan," sahut kedua kakak beradik itu.


" Segeralah kalian berlutur memohon ampun kepadaku, atau kalau tidak , Nyawa kalian sebagai taruhan nya, sayang kalian masih berusia sangat muda, " teriak orang itu lagi.


Yang tiada lain adalah Ki Ronggo Sathru alias Ki Jarong.


" Sari Kemuning, apakah kau tahu dimana kiranya Kembang Kedawung itu di sembunyikan oleh Ki Jarong ini,?" tanya Jati Andara kepada Sari Kemuning.


" Sepertinya aku tahu kakang Andara,!" jawab Sari Kemuning.


" Bagus, jika kami telah berhadapan dengan mereka secepatnya diri mu menyelamatkan gadis itu, ingat hati -hati dengan senjata rahasia orang itu," bisik Jati Andara kepada Sari Kemuning.


Gadis itu mengangguk kan kepalanya, ia paham dengan maksud Putra Ki Bekel itu.


" Baiklah jika kalian memang tidak mau menyerah jangan salahkan aku jika kalian akan jadi perkedel di tempat ku ini," kata Ki Jarong lagi.


" Tunggu dulu Ki Jarong, kita dapat membicarakan hal ini tanpa kekerasan apalagi dengan menggunakan senjata," seru Jati Andara.


Putra Ki Bekel itu berusaha mengulur pertempuran itu, ia masih mencari celah untuk dapat mengalahkan para murid padepokan itu.


" Apa maksudmu , anak muda, apakah kau takut,?" tanya Ki Jarong lagi.


" Tidak, kami tidak takut sedikit pun, namun kedatangan kami kemari adalah untuk membawa pulang putri Ki Demang Kedawung, yaitu Savitri,jika memang Ki Jarong mengizinkan, biarlah Savitri kami bawa kembali ke Kedawung tanpa harus ada pertumpahan darah," jawab Jati Andara.


" Hehh, tidak tahu kah kau anak muda, Savitri itu adalah Putri ku, dan jika memang dia menginginkan putrinya itu kembali , suruh ia datang sendiri kemari, jangan kalian," jawab Ki Jarong lagi.


" Ki Demang terlalu banyak urusan ia tidak sempat untuk datang kemari, dan jika memang Ki Jarong memiliki urusan dengan Ki Demang, Silahkan Ki Jarong sendiri yg datang ke Kedawung, Ki Jarong dapat menuntaskan nya disana," jawab Jati Andara.


" Ahhh, engkau tidak tahu , betapa sakit hatiku atas penghinaan Sungkono itu, dan jika memang ia menyayangi Putri nya itu suruh ia datang kemari, bukan diriku yg harus ke Kedawung," jawab Ki Jarong lagi.


" Berarti dirimu memang tidak layak untuk di sebut sebagai guru, karena terlalu memaksakan kehendak, memang dirimu layak menerima hal ini, terlebih kau telah menyia -nyiakan seorang perempuan yg telah kau tinggalkan di dukuh Klino itu, Nyi Warseh namanya," teriak Jati Andara

__ADS_1


" ******* , tutup mulut mu itu bocah, anak -anak, serang mereka," teriak Ki Jarong.


Ia sangat murka setelah belang nya habis -habisan di kuliti oleh Putra Ki Bekel itu. Dengan serta merta ia memrintahkan muridnya itu untuk memyerang ketiga orang itu.


__ADS_2