Pendekar Pilih Tanding

Pendekar Pilih Tanding
episode 16 KEHILANGAN. bag pertama.


__ADS_3

Setelah Japra Witangsa dan Dewi Dwarani berada di tempat nya masing -masing.


Raka Senggani nampak memusatkan nalar budinya,..ia merapal ajian yg dapat memasuki alam jin dan memindahkan tubuhnya,..dan kali ini ia memang berniat untuk memberi kejutan terhadap dua orang tamu yg tidak di undang itu.


Sekejap kemudian ia tubuhnya telah lenyap,.. tanpa di sadari oleh kedua teman nya itu.


Dirinya telah berada di luar warung tersebut dan yg pertama kali yg dituju nya adalah di depan pintu warung itu.


Ia mendekati orang yg tengah mendekati pintu warung tersebut. Dengan seenaknya Senopati Pajang itu menyentil daun telinga orang tersebut.


" Aduuuuhhh,.."


Teriak orang tersebut sambil memegangi daun telinga nya. Ia celingukan melihat ke sisi kanan dan kirinya. Namun tidak ditemukan seorang pun.


Bulu kuduk orang itu mulai meremang.


Dalam hati orang itu berkata,..apakah memang ada makhluk jejadiian itu,..dan tengah berada disini,.. pikirnya.


Hati nya mulai tidak tenang,.ia berusaha untuk tetap di tempat itu ,..untuk membuka pintu tersebut,..akan tetapi nyali jadi semakin menciut ketika leher belakang nya seperti ada yg meniup nya,..terasa dingin.


Tak ayal lagi,..ia berteriak-teriak,..


" Hantu,uuuuu,..."


Orang tersebut lari terbirit -birit. Meninggalkan warung itu tanpa memperdulikan teman nya.


Sedangkan teman nya yg ada di belakang ,.. dirinya merasa keheranan atas sikap temannya itu,..


Ada apa dengan si Bisro,..itu,..apa yg menyebabkan dirinya lari,..kata orang itu dalam hatinya.


Namun belum pun ia menemukan jawaban nya,..telinga serasa ada menyentil nya dengan sangat keras.


" Aduuuuhhh,.."


Serunya kaget,..ia melirik kearah samping nya namun tidak menemukan siapa pun yg ada disana,..ia mulai terlihat ketakutan,..karena setelah melihat ke arah yg lain ia pun tidak menemukan siapa pun juga.


Anehh,..pikirnya lagi.


Apakah benar yg diucapkan oleh Bisro tadi,.disini ada hantu nya,..berkata dalam hati.


Ia tidak jadi membuka pintu belakang warung itu,.. dirinya sibuk mencari siapa yg telah menyentil daun telinga nya itu.


Namun kemudian ia harus menerima sebuah pukulan yg menghantam punggung nya dan menyebakan dirinya terjatuh.


Kontan saja orang itu lari ketakutan karena dirinya tidak melihat siapa pun yg ada ditempat itu.


" Setaaaannn,.."


Sambil berlari orang tersebut meninggalkan tempat itu.


Dan keadaan di warung itu sepi kembali..Raka Senggani kemudian masuk kembali ke dalam warung.


Perbuatan nya itu tetap tidak disadari oleh Japra Witangsa dan Dewi Dwarani.


Ketika kedua orang itu bertanya ,.sang Senopati telah ada di tempat nya semula.


" Kang,..apa yg menyebabkan mereka pergi,..?" tanya Dewi Dwarani heran.


" Entahlah,..Rani,..mungkin mereka tengah melihat,.. Setan,.." jawab Raka Senggani sekenanya saja.


" Iya,..adi Senggani,..orang yg berada di belakang ini pun telah pergi meninggalkan tempat ini,.. sepertinya ada seseorang yg tengah mengerjai nya,.." ucap Japra Witangsa.


" Apa mungkin makhluk jadi -jadian itu yg telah melakukan nya,..?" tanya Japra Witangsa lagi.


" Mungkin,.. kakang Witangsa,.." sahut Dewi Dwarani.


Ketika kedua orang itu tengah kebingungan,..tiba -tiba pintu belakang warung tersebut ada yg mengetuk nya.


" Den,..apakah belum tidur,..?" tanya orang itu.


Ternyata ai pemilik warung yg datang. Ia mendengar ada orang yg telah berteriak di warung nya itu sehingga ia perlu melihat tamu yg ada di dalam warung nya tersebut.


" Belum,..bi,.." sahut Dewi Dwarani.


Ia membukakan pintu belakang itu dan menyilahkan masuk si pemilik warung itu.


Orang itu datang dengan di temani oleh seorang anak lelakinya.


" Oh,..iya,..den,..siapa tadi yg telah berteriak -teriak,.. itu,..?" tanya nya.


" Entahlah,..Bi,..kami tidak tahu,.." jawab Dewi Dwarani.


Kemudian Japra Witangsa lah yg ganti bertanya,..


" Bi,..kami boleh bertsnya,.. apakah pedukuhan ini tidak aman ,..?" tanya Putra Ki Jagabaya itu.


" Aman,..maksud aden ini apa,..?" tanya si pemilik warung itu.


" Begini,..Bi,..apakah di sini, .masih sering terjadi perampokan dan pencurian,..?" tanya Japra Witangsa lagi.

__ADS_1


" Kalau setahu,..kami,..tidak pernah terjadi perampokan atau pun pencurian disini,.." jawab si pemilik warung itu.


" Bi,..apakah mengenal dengan orang yg siang tadi duduk disini,..apakah orang tersebut penduduk pedukuhan ini,..?" tanya Raka Senggani.


Sambil menunjuk tempat duduk yg siang itu di tempati oleh pengunjung tadi.


" Mereka yg berdua itu,..maksud aden,..?" tanya si pemilik warung itu.


" Benar,..Bi,..mereka berdua,.." sahut Raka Senggani.


" Ooo,..mereka bukan orang sini,.. tetapi sering singgah kemari kalau mereka ingin ke kotaraja Demak,..memang nya ada apa dengan mereka itu,..?" tanya si pemilik warung itu .


" Kalau boleh tahu darimana asal mereka,..Bi,..?" tanya Raka Senggani lagi.


" Bibi tidak tahu,..den,.. mereka tidak mengatakan darimana asalnya,.." jawab si pemilik warung.


Senopati Pajang itu tidak bertanya lagi,..ia tengah mempertajam pendengaran nya.


He,.sepetinya ada suara kentongan titir yg berbunyi,.. seru nya dalam hati.


Memang malam belum terlalu larut,..ketika terdengar suara kentongan titir yg berbunyi mmebuat pedukuhan itu jadi ramai.


" Apakah makhluk jadi -jadian itu telah beraksi ,..?" tanya perempuan pemilik warung itu.


Kemudian dirinya keluar dengan diikuti oleh anaknya itu.


Langkah perempuan itu diikuti pula oleh Raka Senggani dan Japra Witangsa serta Dewi Dwarani.


Setelah berada di luar warung,.. Raka Senggani dapat menentukan arah mana asal dari kentongan titir itu.


" Den,.. mungkin Kediaman dari Ki Bekel yg telah menjadi incaran makhluk itu,.." seru pemilik warung itu.


Ia menunjuk kearah barat,.. dimana Bekel pedukuhan itu berada.


" Baiklah Bi,..kami akan segera kesana,.." ucap Raka Senggani.


Sembari mengajak De Dwarani dan Japra Witangsa,.. ketiganya meninggalkan warung tersebut.


Ketiganya seolah tengah berlomba untuk sampai ke tempat itu.


Dan ketika mereka sampai dimana,..awal kentongan titir itu berasal.


Telah banyak orang berada disitu.


" Ada,..apa,..Ki,..?" tanya Raka Senggani.


Kepada salah seorang lelaki paruh baya yg tengah berdiri di tempat itu.


" Apakah makhluk itu tidak berhasil di tangkap,..?" tanya Raka Senggani lagi.


Ia berusaha lebih dekat lagi ketempat itu.


Lelaki paruh baya itu tidak menjawab,..ia pun ikut merangsek maju mendekati tempat itu,.. tempat dimana seekor kerbau yg tengah tergeletak mati.


Raka Senggani berusaha melihat lebih jelas lagi keadaan binatang ternak yg telah mati itu.


Di leher nya terlihat bekas gigitan dan masih ada bekas -bekas darahnya.


" Siapakah kisanak ini,..apakah kisanak bukan orang sini,..?" tanya seorang tua kepada Raka Senggani.


" Benar Ki,..kami memang bukan orang sini,..kami bertiga tengah lewat disini..berhubung malam telah turun kami menginap disini,.." jawab Raka Senggani.


" Darimana dan mau kemana kisanak,.?" tanya laki -laki itu lagi.


" Kami dari Madiun dan akan kembali ke Kenanga,.." jawab Raka Senggani.


" Heh,..Kenanga,..apakah kisanak mengenal Senopati Brastha Abipraya,..?" tanya orang itu lagi.


Raka Senggani tidak menjawab nya,..ia hanya menggelengkan kepalanya.


" Sayang sekali,..jika kisanak ini mengenal nya,.. kami ingin memintanya untuk datang kemari,..' ucap orang itu.


" Untuk apa Senopati Brastha Abipraya itu diminta datang kemari ,..Ki,..?" tanya Raka Senggani.


Ia sengaja menyembunyikan jati dirinya,..agar ia bebas untuk melakukan sesuatu tanpa ada yg mengetahuinya.


" Kami berharap ia dapat mengatasi permasalahan kami disini,." jawab orang itu.


" Apa masalahnya Ki,..?" tanya Raka Senggani lagi.


" Sudah beberapa ournama ini,. hewan ternak kami mati secara misterius ,.. dimangsa oleh makhluk jadi -jadian,..jadi kami sangat berharap Senopati itu dapat membantu kami menangkap makhluk itu,.." ucap Orang itu.


" Nanti akan ku sampaikan jika bertemu dengan nya,.." ucap Raka Senggani


" Oh.,..iya,..kisanak kenalkan,.. diriku adalah bekel pedukuhan ini,..dan kisanak ini siapa,..?" tanya orang itu.


" Namaku,..adalah Sangga,. Ki Bekel.!" jawab Raka Senggani.


" Oh iya Ki Bekel,..apakah tidak ada seorang pun yg melihat kemana makhluk itu perginya,. ?" tanya Raka Senggani.

__ADS_1


" Tidak ada,..kisanak,.. hanya terdengar lenguhan nya saja tadi dan tiba -tiba ia telah tergeletak mati,..!" jawab Ki Bekel.


" Ki Bekel,..boleh kuperiksa bekas gigitan nya itu,..?" tanya Raka Senggani.


Ia memang ingin mengetahui apakah memang hewan ternak itu mati dimakan oleh Macan atau makhluk jadi -jadian seperti yg telah di ucapkan oleh para penduduk pedukuhan itu.


" Silahkan,..kisanak,.." sahut Ki Bekel.


Pemimpin pedukuhan itu bangkit dan membiarkan Raka Senggani untuk melihat keadaan dari kerbau nya itu.


Senopati Pajang itu pun melihat bekas luka gigitan makhluk itu.


Hehhmm,.. sepertinya ini adalah bekas dari seekor macan,..tetapi mengapa ia hanya menghisap darahnya saja dan tidak memangsa daging nya,..aneh,..kata Raka Senggani dalam hati.


Setelah nya itu kemudian Raka Senggani mohon izin untuk melihat ke arah dimana kerbau tersebut diikat oleh Ki Bekel.


Ia ingin memastikan adakah bekas jejak -jejak kaki dari makhluk tersebut.


Senopati Pajang itu melihat secara langsung dan sangat jelas karena ia pun mengetrapkan aji Ashka pandulu miliknya itu.


Tetapi keanehan terjadi, .ia tidak melihat ada jejak dari makhluk pemangsa itu.


Apakah ini memang makhluk jadi-jadian,..itu yg telah memangsa hewan ternak ini,..tanya nya dalam hati.


" Maaf sebelumnya Ki Bekel..berapakah jumlah pengawal pedukuhan ini,..?" tanya nya pada Ki Bekel.


" Tidak banyak kisanak,..hanya beberapa orang saja,.." jawab Ki Bekel.


" Memangnya kenapa kisanak ini menanyakan hal itu,..?" tanya Ki Bekel lanjut.


" Karena memang kematian dari hewan ternak ini adalah tidak wajar,..dan seharusnya Ki Bekel semakin meningkatkan kewaspadaan,..dengan memperbanyak pengawalan pada kandang yg ada hewan ternaknya,..sehingga makhluk itu dapat di tangkap,.." jelas Raka Senggani.


" Itulah kesulitan kami disini,.. Karena orang sini enggan untuk menjadi pengawal pedukuhan ini,. jadi kami akan sangat sulit untuk memberikan penjagaan pada hewan ternak kami ini, . seperti yg telah kisanak lihat i,.." jawab Ki Bekel.


" Kalau begitu izinkanlah kami membantu Ki Bekel,..untuk mengatasi permasalahan ini,.." ucap Raka Senggani.


" Tentu,..tentu ,..kami dengan senang hati akan menerima Kisanak disini untuk membantu kamj,..bukankah di Kenanga banyak orang -orang yg sakti dan memiliki kemampuan yg luar biasa,.." ungkap Ki Bekel.


" Tidak juga Ki Bekel,..hanya kami pun ingin tahu,..siapa sesungguhnya pelaku pembunuhan hewan ternak ini,.." kata Raka Senggani.


" Marilah kisanak kita berbicara di dalsm saja agar lebih leluasa,.." ajak Ki Bekel.


Kemudian Pemimpin pedukuhan itu mengajak Raka Senggani dan kedua sahabatnya itu masuk ke dalam rumah nya.


Namun sebelumnya Senopati Pajang itu telah memberitahukan kepada kedua temannya itu bahwa dirinya tidak mengaku sebagai Senopati Brastha Abipraya,..dan namanya adalah Sangga.


Di dalam rumah Ki Bekel.. Senopati Pajang itu mendapatkan suguhan hidangan dan minuman hangat.


Senopati Pajang itulah yg pertama kali membuka pembicaraan.


" Ki,.. Bekel,..sudah berapa kali makhluk itu memangsa hewan ternak di pedukuhan ini,..?" tanyanya kepada Ki Bekel.


" Wahz.. sudah banyak sekali ,..mungkin mencapai puluhan kali,.." jawab Ki Bekel.


" Dan sampai sekarang belum ada yg berhasil menemukan atau menjumpai makhkuk itu.?" tanya Raka Senggani lagi


" Kalau menemukan memang belum,..akan tetapi kalau yg menjumpai sudah ,..nak Sangga,.." jawab Ki Bekel.


" Seperti apa wujudnya, .Ki,..?" tanya Raka Senggani.


" Mereka mengatakan seekor Macan Putih,.." jawab Ki Bekel.


Kemudian Raka Senggani terus bertanya kepada pemimpin pedukuhan itu,.. tentang kapan saja makhluk itu muncul,..apakah ia memilih mangsa nya dan terhadap manusia apakah makhluk itu pernah menyerang nya.


Kesemua pertanyaan dari Senopati Pajang itu di jawab oleh Ki Bekel.


He,..jawaban Ki Bekel ini sama persis dengan yg telah dikatakan oleh pemilik warung itu,..benarkah ini adalah makhluk jadi -jadian atau memang ada seseorang yg berilmu tinggi yg sengaja melakukan nya.,. itulah pertanyaan yg timbul di dalam pikiran dari sang Senopati.


Sampai pagi tidak terjadi lagi kematian hewan ternak dengan tragis,


Japra Witangsa dan Dewi Dwarani,..yg melihat sikap dari Raka Senggani itu untuk menyelidiki dengan tuntas apa yg telah terjadi di pedukuhan itu langsung bertanya kepada Senopati Pajang tersebut.


" Kakang Senggani,..apakah kita akan berada disini sampai kita menemukan pelakunya,?" tanya Dewi Dwarani.


" Benar,..Rani,..kepalang tanggung,..lagipun sudah kewajiban kits untuk menolonh orang yg lagi mengalami kesusahan,.." jawab Raka Senggani.


" Tetapi sampai kapan kita berada disini,..adi Senggani,..?" tanya Japra Witangsa.


Putra Ki Jagabaya itu merasa sudah terlalu lama mereka meninggalkan kenanga,..hatinya sudah sangat rindu untuk kembali dan memang jaraknya pun sudah tidak terlalu jauh lagi.


" Kakang Witangsa,..kita sama -sama berdoa agar urusan di pedukuhan ini cepat selesai agar kita segera kembali, " sahut Raka Senggani.


Dan kembali putra Ki Jagabaya itu harus menerima keputusan yg telah diambil oleh temannya itu.


Mereka akan menginap lagi di pedukuhan tersebut. Namun Kali ini Raka Senggani berpesan kepada keduanya agar mengawasi warung yg ada di pedukuhan itu,..karena masih menurut Senopati Pajang itu bahwa kemungkinan nya malam nanti ,.rumah Pemilik warung itulah yg menjadi incaran dari makhluk tersebut.


Kedua orang tersebut saling berpandangan satu dengan yg lainnya,..mengapa temannya itu berkata demikian,..bahwa ada kemungkinan nya si pemilik warung itu yg akan menjadi target selanjutnya.


Saking penasaran nya,.. Dewi Dwarani sampai bertanya,..

__ADS_1


" Darimana kakang Senggani mengetahuinya,..?" tanya nya.


" Panggraita,..itu menurut panggraitaku,..!" jawab Raka Senggani.


__ADS_2