
Senopati Pajang itu terkurung di dalam ruangan itu. Ia memang agak terkejut setelah pintu tadi menutup kembali.
Tanpa pikir panjang,..Sang senopati mempersiapkan Ajian Wajra geni untuk menghancurkan dinding batu yg menutup itu.
Setelah tangan nya berisi ajian Wajra Geni,.kemudian dirinya mengarahkan nya ke pintu itu sambil berteriak,
" Aji Wajra Geniiii,..heaaahh,"
" Dhumbhh,..."
" Bleghuaaarrrr,."
Pintu itu pun hancur berkeping -keping menjadi debu.
Bahkan goa itu pun terlihat bergoyang seperti telah dihantam sebuah gempa.
Apakah goa ini akan runtuh,..aku harus segera keluar,.. bathinnya berkata.
" Hiyyyah,.."
Dengan cepat Senopati Pajang itu melesat dan menuju jalan keluar.
Dan ketika ia telah sampai di tempat di dimana tadi ia berbelok ke tempat yg agak luas itu. Senopati Pajang itu berhenti.
Sebaiknya,..aku melihat lorong yg ini,..katanya dalam hati.
Akhirnya Raka Senggani,..mengambil arah ke lorong itu,.ia kembali bersiap dengan mengetrapkan semua pangraita untuk mengetahui keberadaan dari Ki Rinting itu.
Hahh,. tampak nya ada dengus nafas seseorang berada di ujung lorong ini,..kata Raka Senggani dalam hati.
Ia semakin meningkatkan kewaspadaan nya. Dan setelah mencapai tempat itu , Raka Senggani tidak menemukan siapa pun.
Namun suara nafas itu masih di dengar nya. Perlahan di rabanya dinding goa tersebut,..dan tanpa sengaja ia menyentuh sebuah batu agak menonjol keluar. Dan,..
Nampaklah ada sebuah ruangan ketika dinding itu bergerak ,..dan di dalam ruangan itu terlihat Ki Rinting tengah duduk bersemadi membelakangi nya.
" Hehh,..Ki Rinting ,..saat ini kau tidak dapat lari lagi,.. Sudah saat nya kau mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan mu itu,." teriak Raka Senggani.
Dengan mengerahkan tenaga dalam nya,..seolah dinding goa itu akan runtuh akibat pengaruh teriakan nya itu.
Namun Ki Rinting yg tengah duduk itu diam saja,..ia tidak menjawab perkataan dari Senopati Pajang itu.
Dan amarah dari Raka Senggani membuncah ,..segera ia melepaskan Ajian Wajra Geni nya menghantam orang yg tengah duduk itu.
" Heaaahhh,"
" Dhummmbbh,"
" Bleghuaarrrr,"
Batu tempat duduk Ki Rinting itu hancur menjadi debu,.. akan tetapi ki Rinting berhasil menghindarinya dengan melompat ke atas langit -langit goa tersebut.
Ia kembali turun dengan cepat ke bekas tempat duduk nya itu yg telah hancur menjadi debu.
Diantara debu debu yg berterbangan nampak raut wajah lelaki tua itu telah berubah,..dirinya terlihat sangat tua dari sebelum nya.
" Kau memang hebat anak muda,..dirimu mampu keluar dari lobang jebakanku tadi,..tetapi sudah saatnya kita mengadu jiwa,..diriku atau dirimu yg harus mati,.." ucapnya.
Ia tidak lagi menggunakan senjata nya,..hanya kedua tangan nya saja yg terpentang lebar. Seakan menantang Senopati Pajang itu untuk bertsrung kembali.
Raka Senggani yg melihat buruannya itu masih berada di tempat itu,.hatinya sangat senang,.. karena ia akan mampu untuk menangkap atau membunuh orang yg telah membuat huru hara di Boyolangu tersebut.
" Sudah sepatutnya Ki Rinting bertobat,. dan memohon ampun atas segala kesalahan mu,..dirimu telah banyak menyusahkan orang di sekitar Boyolangu ini,..bertobatlah,..Ki Rinting,.." seru Raka Senggani.
" Ha,.ha,.ha, ha,.,..hahh,..apa,..bertobat,..apa telingaku tidak salah mendengarnya ,. bocah,.. Anak ingusan macam dirimu mengajari diriku untuk bertobat,..yg ada dirimulah yg harus memohon maaf kepadaku karena telah lancang mengganggu kesenanganku,..mohon ampunlah kepadaku,..cepat,..sebelum batas kesabaranku habis,.." balas Ki Rinting.
" Memang hatimu telah di penuhi oleh iblis yg merasuk,..sehingga dapat berkata begitu,..baiklah ,.. kita lanjutkan lagi pertarungan ini,.." sahut Raka Senggani.
Ia kembali menyiapkan Ajian Wajra Geni milik nya itu guna menyerang Ki Rinting.
" Silahkan,..aku akan meladeni permintaan mu itu,..bocah,.." jawab Ki Rinting.
" Hiyyahhh,"
Raka Senggani berteriak dan menyerang Ki Rinting lagi,..kembali pertarungan itu terulang lagi di tempat sempit itu.
Benturan -benturan ilmu kembali berlangsung ,..dan nampaknya Ki Rinting sudah dapat memulihkan kesegaran tubuhnya kembali.
Terlihat ia mampu meladeni serangan dari sang Senopati itu.
__ADS_1
Tetapi Raka Senggani memang tidak akan membiarkan orang itu untuk lolos lagi, dengan cepat ia mendesak Lelaki tua yg menjadi lawannya itu.
" Hiyyahh,."
" Dhieghh,"
" Dhieghh,"
.
Dua kali tendangan beruntun nya bersarang di dada Ki Rinting dan menghempaskan nya ke dinding goa.
Namun orang itu kembali bergerak menyerang Raka Senggani lagi Seperti tidak merasakan apa -apa.
" Hiyyya,"
" Dhieghh,"
Kali ini Senopati Pajang itu yg mendapatkan pukulan di bahu kirinya, .ia terdorong surut beberapa langkah ke belakang.
Senopati Pajang itu cukup kaget akan peningkatan dari kecepatan Ki Rinting itu,..padahal tadi ia telah berhasil memberikan tendangan yg cukup telak dan menghempaskan nya ke dinding Namun secepat itu pula ia berhasil menyarangkan pukulan nya di bahu Kiri dari Senopati Pajang itu.
Aku tidak dapat bermain -main lagi,..orang ini memang harus di lenyapkan,..karena akan sangat membahayakan jika ia di biarkan hidup bebas berkeliaran dj tempat ini, kata Raka Senggani dalam hati.
Sambil terus menyerang orang tua itu,. orang yg bernama Ki Rinting.
Dan mungkin sudah saatnya ku gunakan cincin pemberian dari Kanjeng Sultan Demak ini,..karena menurut,.. Eyang Lawu, . khasiat dari cincin ini dapat melenyapkan suatu Ilmu seseorang , jadi akan ku buktikan,..katanya lagi dalam hati.
Meski tempat itu cukup sempit, Raka Senggani berusaha mundur dan menjauh dari Ki Rinting.
Melihat hal tersebut Ki Rinting tertawa terkekeh,.
" He,. he, he, ,apakah dirimu telah ketakutan,..bocah,..?" tanya nya
Namun Senopati Pajang itu diam saja ,. ia tengah memusatkan nalar budinya pada cincin yg ada di jari nya itu,.sambil mengerahkan tenaga dalamnya,..cincin yg ada di jarinya itu mengeluarkan asap,.yg mulanya tipis dan makin lama,.makin tebal.
Dengan sebuah teriakan yg kuat,..Raka Senggani menyerang Ki Rinting dengan cincin tersebut.
" ,..Heaahhh,. "
Dari dalam cincin itu melesat asap tebal yg mengurung Ki Rinting,.
Dan orang tua itu mulai terlihat di balut asap yg keluar dari cincin yg ada di tangan Raka Senggani itu.
Benar -benar ia merasakan penyiksaan yg cukup pedih dari serangan sang Senopati itu.
Ia tidak mampu mengangkat wajahnya, . tubuhnya semakin tidak berdaya,..seolah -olah tidak memilki tulang lagi,..ia jatuh berkelojotan seperti ayam yg kena potong pada lehernya.
Ki Rinting bergulingan sambil memegangi leher nya,. ia berteriak -teriak sambil bergulingan.
" Aaaakh,. "
" Aaakkh,."
" Aakhhh,"
" Lebih baik kau bunuh saja aku daripada harus kau siksa begini,.." teriak nya.
Raka Senggani yg melihat dan merasakan penderitaan dari Ki Rinting itu menjadi kasihan,..
Sebaiknya memang aku harus membunuhnya saja,.. daripada ia harus tersiksa begitu,..katanya dalam hati.
Kembali Raka Senggani memusatkan seluruh tenaga dalam nya dan ia langsung melepaskan ajian Wajra Geni miliknya itu pada tingkat tertinggi dan menghantam nya ke tubuh Ki Rinting yg tengah bergulingan itu.
" Aji,..Wajra Geni ,..heaaahh,"
" Dhumbhh,.."
" Bleghuaaarrrr,.."
Tubuh dari Ki Rinting itu hancur menjadi debu di hantam ajian Wajra Geni milik Senopati Pajang itu.
Tempat itu menjadi tenang setelah kejadian itu,..debu debu berterbangan , dan perlahan -lahan turun dan berserakan di ruangan tersebut.
Lama Raka Senggani menatap ke arah di mana tadi Ki Rinting itu berada,..ia melihat ada debu yg berserakan disana,.. tatapan nya tidak lepas dari tempat itu.
Dan keanehan kembali terjadi,..debu debu yg berserakan itu perlahan berkumpul dan menjadi satu,..di dekat dimana terakhir kali nya Ki Rinting berada.
Hei,.. apakah tubuhnya akan bersatu kembali,..satu pertanyaan yg timbul dari dalam hati Raka Senggani,.. Senopati Pajang itu bersiap kembali,..karena ia tentu saja meyakini bahwa Ki Rinting itu memiliki Ajian Rawa Rontek,. llmu hitam yg sulit untuk di atasi,..dan konon pemilik nya tidak dapat mati,..sehingga ia telah menyiapkan kembali serangan nya guna mengantisipasi jika memang itu benar terjadi.
__ADS_1
Namun debu debu yg telah berkumpul itu tidak dapat menjadi tubuh yg utuh lagi,.hanya memang telah berkumpul menjadi satu.
Raka Senggani terus saja melihat nya,..ia tidak tahu apa yg harus di perbuat nya,..sampai terdengar suara,..
" Kau memang hebat anakmuda,..dirimu berhasil membunuhku,..namun ada satu permintaan ku kepadamu,..kumpulkan lah abu tubuh ku itu dan larung ke laut,..aku akan senang sekali jika dirimu mau melakukan nya,. "
Terdengar suara yg keras menggema di tempat itu,..Raka Senggani yg mendengar nya cukup terkejut, .karena suara itu adalah suara Ki Rinting.
Ia agak Ragu mendengar nya,..apakah ia akan menuruti permintaan Ki Rinting itu atau tidak.
Di tengah kebingungan dari Senopati Pajang itu,..tiba -tiba terdengar suara orang yg masuk ke dalam ruangan itu,.dan kemudian menyapa nya..
" Apakah dirimu berhasil mengarahkan nya ,..Ngger,.?" tanya orang itu.
" Hahh,..Ki Tanu,..mengapa Aki dapat tahu diriku berada disini,. ?" tanya Raka Senggani.
Tanpa menjawab pertanyaan orang tua itu,..Sang Senopati malah balik bertanya.
" Iya,..sejak dari rumah tempat kalian menginap itu,.aki telah mengikuti mu,..Ngger,..hingga sampai kemari," Jawab Ki Tanu.
" Hahh,..sejak dari rumah di Boyolangu,.." ucap Raka Senggani tersentak kaget.
" Benar,.. Nggerr,..dan bagaimana dengan pertanyaan aki tadi,.. apakah dirimu telah berhasil mengalahkan Si Rinting itu,..?" tanya Ki Tanu lagi.
" Benar Ki,..aku telah berhasil mengalahkan nya,..!". jawab Raka Senggani.
" Dimana ia sekarang berada,..?" tanya Ki Tanu lagi.
" Ia telah menjadi abu,.."
Jawab Raka Senggani sambil menunjuk ke arah debu yg agak banyak dan telah berkumpul itu.
" Apa yg harus kulakukan,..Ki Tanu,..atas abu jenazah Ki Rinting itu,..?" tanya Raka Senggani.
" Sebaiknya engkau mengumpulkan abu tersebut dan segera menggantung nya ," jawab Ki Tanu.
" Ha,..menggantungnya,..?" tanya Raka Senggani heran.
" Iya,..Ngger,..dirimu harus menggantung abu jenazah dsri Ki Rinting itu agar tidak dapat bersatu lagi,..kelak jika ada yg coba untuk membangkitkan nya lagi melalui dengan cara yg sesat, jadi sebelum terlambat lakukanlah,.."
Terdengar perkataan dari Ki Tanu itu,..dan ini tidak sesuai dengan permintaan dari Ki Rinting tadi yg meminta tubuhnya itu untuk di larung ke laut.
" Akan tetapi tadi,..Ki Rinting telah meminta kepadaku untuk melarung saja abu jenazah nya itu ke laut,.." ucap Raka Senggani.
Ki Tanu kaget mendengar nya,.ia menatap abu yg ada di hadapan nya itu dan kemudian berkata,..
" Itu jangan kau lakukan,.. Nggerr,..agar tidak terjadi bencana,..seperti yg telah menimpa di Boyolangu ini,..itu adalah permintaan dari orang yg tidak pernah merasa dikalahkan,..ia tetap ingin hidup dengan Ilmu yg di miliki nya itu,..jadi sekali lagi aki tegaskan jangan kau lakukan hal itu,.." ucap Ki Tanu lagi.
Raka Senggani agak bingung memutuskan nya,..namun akhirnya ia mengikuti perintah Ki Tanu itu,
Senopati Pajang itu mengunpulkan abu bekas tubuh Ki Rinting itu dalam suatu tempat dan meletakkan nya di atas langit -langit goa itu.
Setelah selesai,..ia dan Ki Tanu keluar dari dalam tersebut dan sebelum meninggalkan tempat itu,..Raka Senggani sekali menghancurkan pintu goa tersebut dengan Ajian Wajra Geni nya,..agar kelak tidak ada lagi orang akan masuk kesana,.agar tidak ada lagi penerus ajaran sesat dari Ki Rinting tersebut.
Kemudian keduanya dengan cepat melesat ke atas puncak gunung itu.
Dan disana mereka berdua telah dinanti oleh tiga orang,..yaitu Ki Ageng Boyolangu,.. Japra Witangsa dan Dewi Dwarani.
Ketiganya teramat senang melihat Senopati Pajang itu dalam keadaan selamat tidak kurang suatu apa.
" Bagaimana,.. Angger Senggani,..apakah Ki Rinting itu berhasil di bunuh,..?" tanya Ki Ageng Boyolangu
Ia bertanya demikian karena telah mendapatkan cerita dari Dewi Dwarani yg telah menceritakan apa yg telah terjadi di Boyolangu itu.
" Alhamdulillah,.. berkat pertolongan dari Yang Maha kuasa,.. akhirnya petualangan Ki Rinting itu berakhir di dalam goa nya sendiri,..Ki Ageng,..". jawab Raka Senggani.
" Syukur lah Ngger,..Saya mengucapkan banyak terima kasih atas jasa Angger bertiga ini dalam mengungkap siapa dalang pelaku penculikan gadis -gadis yg ada di Boyolangu ini," ujar Ki Ageng Boyolangu.
" Sama -sama,..Ki Ageng,..kami bertiga pun sangat berterima kasih atas kepercayaan Ki Ageng kepada kami,. " sahut Raka Senggani.
" Jadi dimana saat ini tubuh Ki Rinting itu,. ?" tanya Ki Ageng Boyolangu lagi.
" Ia berada di dalam goa yg ada di lereng sebelah selatan ini,.." jawab Raka Senggani.
" Mengapa tidak angger bawa saja keluar dan supaya dimakamkan disini,.. agar kelak tidak ada lagi orang yg akan menuntut ilmu hitam itu,..?". tanya Ki Ageng Boyolangu.
" Mohon maaf sebelumnya Ki Ageng,..karena ini adalah permintaan dari Ki Tanu,. untuk menempatkan abu jenszah Ki Rinting itu di dalam goa saja dan dalam posisi di gantung,.." jawab Raka Senggani.
" Benarkah hal itu ,..Ki Tanu,..?" Ki Ageng Boyolangu bertanya.
__ADS_1
" Benar Ki Ageng, bahwa sebenarnya ia telah meminta kepada angger Senggani ini untuk melarung abu jenazah nya ke laut, .namun itu akan menjadi bahaya,..kelak di kemudian hari,..dan Sudah sepantasnya ia menerima hukuman atas segala kesalahan nya itu,..dan tidak akan memperdayai orang lagi,.." kata Ki Tanu.
Akhirnya orang -orang yg ada di puncak Gunung itu kembali ke bawah,.menuju Kediaman Ki Ageng Boyolangu tidak terkecuali Ki Tanu.