Pendekar Pilih Tanding

Pendekar Pilih Tanding
episode 22 Hari Yang Dinanti. bag ke empat.


__ADS_3

Orang yg berpakaian serba hitam itu segera menghindari serangan dari Raka Sengganj.


Beberapa kali ia melompat mundur guna menjauhi serangan yg di lontarkan oleh Senopati Bima Sakti ini.


Sementara itu, disaat tubuh dari Senopati Bima Sakti melayang turun dan terus memburu tubuh orang yg berpakaian serba hitam,..sambil terus melontarkan serangan sehingga membuat orang tersebut menjadi kelabakan.


Namun untuk mencegah serangan tersebut berlanjut, orang yg berpakaian serba hitam itu melepaskan serangan bola bola api , dan hasil nya lumayan,.Raka Senggani memang harus membagi perhatian nya terhadap serangan itu.


Orang yg berpakaian serba hitam dapat bernafas lega , dengan kecepatan peringan tubuhnya,..berhasil melepaskan diri garis serang sang Senopati Bima Sakti.


Dan dari jarak jauh ia pun melepaskan serangan bola bola api dengan gencar nya .


Ganti Raka Senggani yg harus berusaha menghindari nya.


Merasa dirinya di serang terus menerus , mau tidak mau Senopati Bima Sakti mengeluarkan kebutan untuk menghalau seluruh serangan itu.


Kembali keadaan berbalik ,.orang yg berpakaian serba hitam itu menjadi sangat kacau ,..beberapa kali serangan bola bola api itu pecah ataupun kembali berbalik mengarah kepada nya sendiri.


Hingga suatu saat,..


" Aaaakkhh,.."


Orang tersebut terkena oleh serangan balik miliknya sendiri ,..ia pun jatuh terjungkal.


Dengan cepat Raka Senggani mengejar tubuh orang yg berpakaian serba hitam itu,..ia ingin tahu siapa sebenarnya orang tersebut.


Ketika jarak yg sudah sangat dekat,..tiba -tiba,..


" Siiing,.,"


" Siiing,.."


Dua buah senjata rahasia melesat menyerang Raka Senggani.


Kembali Senopati Bima Sakti harus segera menghindarinya,..


" Hufffhh,.."


Dalam waktu yg singkat itu,..orang yg berpakaian serba hitam itu pun dengan cepat menghilang dengan melesat sangat cepatnya.


Hehh,..akhirnya orang itu dapat melarikan diri,..siapa orang yg telah melepaskan senjata rahasia itu,..apakah mereka itu berdua ,..tetapi siapa mereka sesungguhnya,..bertanya dalam hati Senopati Bima Sakti ini.


Ia cukup lama berdiri terpaku berdiri tegak di tempat itu sambil melihat ke arah kepergiaan dari orang yg berpakaian serba hitam itu.


Baru kemudian ia beranjak meninggalkan tempat itu dan kembali ke tempat nya semula.


Hasrat nya terhadap daging segar seekor kelinci menjadi hilang.


Apa yg harus kumakan ,..tanya nya dalam hati.


Sementara itu, orang yg berpakaian serba hitam itu segera berlari menjauhi tempat itu.


Di sebuah tempat yg sangat tersenbunyi orang tersebut berhenti. Ia sampai terjatuh begitu tiba di tempat itu.


" Guru,. apakah dirimu terluka,..?" tanya seseorang.


Dan orang yg berpakaian serba hitam ini agak terkejut mendengar ucapan dari seseorang .


" Ehh kamu,..mengapa terlambat menolongku,.." sahut orang itu.


" Maaf guru,..murid tidak mengira guru akan kalah menghadapi Senopati Pajang itu,.." jawab orang yg baru datang ini.


" Memang Senopati Pajang itu memiliki ilmu yg sangat tinggi dan tampaknya ia mengetahui kelemahan ku,..padahal aku yakin , belum seluruh kemampuan nya di keluarkan semuanya,.." jawab orang yg berpakaian serba hitam.


" Hooeeekkhh,.."


Ia memuntahkan darah segar, rupanya serangan yg mengenai nya membuat luka dalam,..sampai ia harus memuntahkannya.


" Guru,..ternyata guru terluka dalam,..!" ucap orang yg baru datang itu.


" Ahhh,..guru tidak apa -apa,..Nduk,..tolong kau pijat pada bagian belakangku ini,.." ucap orang yg berpakaian serba hitam.


Kemudian orang itu , yg masih berusia muda tersebut menuruti permintaan orang yg di panggil guru tersebut.


Ia memijati pundak orang yg berpakaian serba hitam , dan ia pun mengerahkan hawa murni nya ke pundak dari gurunya itu.


Kembali orang yg berpakaian serba hitam itu mengeluarkan darah lagi dari mulutnya.

__ADS_1


Setelah beberapa kali mengeluarkan darahnya barulah terasa dadanya ringan meskipun tubuhnya semakin lemah dan akhirnya tertidur.


Apakah guru pingsan,..tanya orang yg berusia muda tersebut.


Sementara malam terus berlalu dan tidak lama berganti pagi.


Raka Senggani yg hampir tidak tertidur semalaman segera meninggalkan ara -ara itu karena ia ingin segera sampai di desa Kenanga.


Kembalj si Jangu bergerak meningglkan tempat itu,..dengan langkah perlahan -lahan,.ia masih melihat daerah ara -ara itu, ada keinginan untuk mencari tahu keberadaan orang yg telah menyerang tadi malam.


Namun karena ia memerlukan untuk pulang maka ia pun melanjutkan perjalanannya.


Dan setiba di desa Kenanga , semua pengalaman yg terjadi di sepanjang perjalanannya kali ini ia ceritakan kepada Ki Lamiran.


Pande besi desa Kenanga ini kemudian menyarankan Raka Senggani untuk menemui Panmebahan Gunung Lawu untuk mengetahui siapa sesungguhnya orang yg bernama Nyai Sriti Wengi itu.


Dan ia masih disarankan untuk beristrahat di desa Kenanga sampai beberapa hari, ada beberapa yg masih di perlukan darinya berhubungan dengan acara pernikahan nya tersebut.


Sementara di rumah Ki bekel sendiri,.. Pemimpin desa Kenanga itu tengah menasehati putranya Jati Andara.


Putra Ki Bekel terlihat menundukkan kepalanya, ia tidak mampu menegakkan lagi wajahnya.


Hati pemuda itu teramat sedih,..karena Romo nya terlihat memaksakan kehendaknya.


" Baiklah Romo,..Andara akan segera mendatangi adi Senggani,.." ucap Jati Andara.


" Bagus kalau begitu ,.. Romo senang mendengarnya,..segeralah ke rumah nya, katakan kepada Angger Senggani untuk segera menerima mu sebagai prajurit demak,.." sahut Ki Bekel.


Tanpa menjawab ,..Jati Andara segera meninggalkan tempat itu , sesungguhnya hati dari Putra Ki Bekel ini sangat pepat mendengar permintaan dari orang tuanya itu.


Dengan sangat cepat ia berangkat menuju ke rumah Raka Senggani.


Setibanya di rumah itu, ia melihat Senopati Bima Sakti sedang berada di Pategalan bersama Ki Lamiran.


" Ehh,..kakang Andara,..ada apa, ?" tanya Raka Senggani.


Jati Andara malah mengambil pacul yg ada di tangan sang Senopati.,.tanpa menghiraukan pertanyaan dari Raka Senggani.


Jati Andara segera mencangkuli tanah Pategalan ,. dengan penuh semangat.


" Kang,..berhentilah dahulu sebentar, Senggani ingin bertanya,..!" seru Raka Senggani.


" Apa yg ingin adi Senggani tanyakan,.?" tanya Jati Andara.


Kemudian Jati Andara menghentikan gerakan nya dan duduk di dekat Raka Senggani.


Kemudian Raka Senggani mengatakan kepada Jati Andara bahwa ia ingin memberikan suatu tugas kepada putra Ki Bekel.


" Tugas apa Senggani,..?" tanya Jati Andara penasaran.


Putra Ki Bekel ini merasa ada suatu jalan keluarnya dari permasalahan yg tengah dihadapinya.


Raka Senggani menjelaskan kepada Jati Andara , bahwa saat ini ada suatu tugas yg akan di terimanya dari Kanjeng Gusti Sultan Demak,..akan tetapi untuk saat ini belum turun perintah.


" Begini kakang Andara,..dalam tugas kali ini,..kalian harus segera ke arah kulon tepatnya Sunda Kelapa,..!" jelas Raka Senggani lagi.


" Dan apa tugas kami ,..?" tanya Jati Andara.


Raka Senggani menyebutkan mereka harus menjadi prajurit sandi yg bertugas memata -matai pasukan asing yg berada disana serta mengumpulkan semua berita tentang kekuatan mereka baik di Sunda Kelapa juga di Melaka.


Dan hasilnya harus segera di laporkan kepadanya secepatnya.


" Akan tetapi untuk tugas itu kakang belum dapat berangkat sekarang, dan untuk hari ini dan selanjutnya,..kalian akan Senggani tugaskan mencari tahu keberadaan dua orang yg berdasarkan ciri nya adalah Nyai Sriti Wengi dari kulon,..dan untuk tugas ini,..nanti malam kita matangkan lagi dengan kakang Witangsa,.." jelas Raka Senggani.


" Baiklah adi Senggani,..tetapi untuk hari ini izinkanlah Aku berada disini,.." sahut Jati Andara pelan.


Raka Senggani yg mendengarnya langsung bertanya,..


" Memang nya kakang Andara punya masalah,..jika memang ia ceritakanlah kepadaku,..!" ucap nya.


Putra Ki Bekel itu langsung menceritkan apa yg menjadi masalahnya kepada Raka Senggani,.bahwa orang tuanya memaksa ia harus menjadi prajurit secepatnya, mumpung Raka Senggani masih berada disini , kata orang tua nya itu kepadanya.


Sehingga dirinya bingung untuk menjawabnya dan meminta untuk tinggal bersama Raka Senggani Sementara ini.


" Kalau Senggani tidak masalah kakang tinggal disini,.asalkan Ki Bekel tidak salah paham karenanya,.." sahut senopati Bima Sakti.


Hati Jati Andara menjadi tenang atas jawaban Raka Senggani itu.

__ADS_1


Sampai malam menjelang barulah keduanya beranjak dari Rumah tersebut menuju banjar desa Kenanga.


Seperti yg telah dijanjikan oleh Raka Senggani, bahwa ia memerlukan untuk bertemu langsung Japra Witangsa , putra Ki Jagabaya yg merupakan calon kakak iparnya itu.


Disaat malam itu di banjar desa , Ketiga nya mengadakan pertemuan.


Namun saat ketiganya asyik mmeperbincangkan tugas yg akan mereka kerjakan,..tiba tiba saja Dewi Dwarani pun ikut nimbrung sambil berkata,..


" Sepetinya diriku saat ini sudah tidak diperlukan lagi,.." seru Putri Ki Bekel itu.


" Bukan begitu Rani,..saat ini tugasmu menemani Sari Kemuning sampai saat pernikahannya ,.." sahut Jati Andara.


Memang kakaknya itu berharap bahwa adiknya ini tidak akan ikut dalam tugas kali ini.


Tetapi Dewi Dwarani tetap ingin tahu apa yg mereka bicarakan .


" Bukankah diriku masih dianggap dari bagian ini,..Kakang Senggani,..?" tanya nya kepada Raka Senggani.


Sambil melihat kepada Dewi Dwarani , Raka Senggani pun menjawab,..


" Yah,..dirimu memang merupakan empat orang yg menjadi kepercayaan ku di desa Kenanga ini, jadi walaupun sebenarnya saat ini,. Senggani berharap dirimu dapat menemani Sari Kemuning akan tetapi biarlah , dirimu dapat mendenagr kan apa yg jadi pembicaraan kami kali ini,.."


Senopati Bima Sakti, kemudian menceritakan apa saja yg harus di lakukan oleh teman -teman nya itu.


Untuk sementara ini mereka harus mengawasi keadaan di sekitar desa Kenanga ini,.tampaknya ada dua orang yg tengah mengincar dirinya ,.terbukti saat ia di cegat di sebuah ara -ara yg tidak jauh dari desa itu.


Dan dua orang tersebut memiliki ilmu dan kemampuan yg cukup tinggi, sehingga jika dapat jangan sampai terjadi bentrok dengan mereka cukup untuk mengetahu siapa mereka dan apa maksudnya datang kemari.


" Jadi adi Senggani telah bertarung dengan mereka ,..?" tanya Japra Witangsa.


" Benar kakang,..pertemuan kami di ara -ara itu, dan sepertinya orang tersebut telah terluka , sehingga temannya menolong nya dengan melepaskan senjata rahasia kepadaku.jadi Senggani minta kalian usahakan jangan bentrok dengan mereka,..jika dapat kalian hanya cari tahu siapa mereka ,.itu saja,.biar Senggani yg akan memutuskan nya , jika harus mengusir mereka atau pun menangkap nya,..!" jelas Raka Senggani.


" Jika mereka melawan,..kami harus bagaimana,..?" tanya Dewi Dwarani .


" Secepatnya hubungi aku,.entah dengan cara mengirimkan seorang dsri kalian kemabali kemari ataupun dengan aji pameling,..terserah,..yg penting jangan bertindak gegabah,.jika yg datang itu memang Nyai Sriti Wengi,..jelas itu dan lawan kalian,.." jelas Raka Senggani.


Ketiga orang yg mendengarnya segera memaklumi apa yg telah di ucapkan oleh teman sekaligus gurunya itu.


" Jadi mengenai tugas kami ke kulon bagaimana , adi Senggani,..?" tanya Jati Andara.


Raka Senggani menatap ketiganya satu persatu. Sambil menghela nafasnya,.. Senopati Bima Sakti ini menjelaskan,..


" Sebenarnya tugas ini sangat berat, dan akan kalian lakukan setelah pernikahanku selesai,.."


" Apakah aku boleh ikut,..Kakang Senggani,..?" tanya Dewi Dwarani.


" Sebaiknya dirimu tidak usah ikut,.Rani,..!" seru Jati Andara.


" Memangnya kenapa kakang Andara,..?" tanya Dewi Dwarani lagi.


Ia heran dengan sikap dari kakak nya itu.


" Ini adalah tugas seorang prajurit sandi yg laki laki,.bukan seorang perempuan seperti dirimu,.." jawab Jati Andara.


" Hehh..kapan pula,.tugas prajurit sandi hanya untuk kaum lelaki,. seorang perempuan pun bisa menjadi prajurit sandi, bahkan lebih baik lagi,..bukan begitu kakang Senggani,..?"


Kata Putri Ki Bekel sambil bertanya kepada Senopati Bima Sakti agar ia dapat di perbolehkan ikut untuk melawat ke kulon bersama kakak nya itu.


" Baiklah ,..dirimu dapat ikut jika berhasil membongkar kedok , siapa orang nya yg telah menghadang dan membuntuti diriku itu,..jadi ini adalah semacam pendadaran untuk kalian berdua,..kecuali kakang Andara,.." jelas Raka Senggani.


" Ahhh,..kakang Senggani tidak adil,..kakang ternyata pilih kasih,..mengapa ia berdua saja dengan kakang Witangsa yg melakukan pendadaran nya,. sementara kakang Andara dapat di terima secara langsung,..ini benar -benar tidak adil.." gerutu gadis itu.


Raka Senggani kembali mengatakan sekali lagi kepada ketiga orang tersebut,.bahwa ia memilih langsung Jati Andara untuk terjun ke kulon adalah semata -mata atas permintaan dari Ki Bekel sendiri yg mendesak Jati Andara untuk menjadi seorang prajurit Demak , dan sudah menjadi tanggungjawabnya untuk meluluhkan permintaan itu, karena dirinya telah berjanji pada Ki Bekel.


" Ahh,..kalau begitu , Rani akan memohon kepada Kemuning untuk dapat memintakan kepada kakang Senggani , agar dapat di terima sebagai prajurit seperti Kakang Andara,.." ledek Dewi Dwarani.


Demikian pula dengan Japra Witangsa, ia akan meminta orang tua nya untuk memohonkan diirnya dapat di terima sebagai seorang prajurit Demak.


Jadilah Raka Senggani bingung mendengar ucapan kedua sahabat nya tersebut. Niat hatinya ingin menolong Jati Andara , berbuah , ia harus meluluskan pula permintaan dari dua orang teman nya yg lain.


Bagaimana pula tanggapan Sari Kemuning, apa yg akan dilakukan nya jika calon istrinya itu pun meminta ingin ikut bersama mereka dalam rangka menjadi prajurit sandi yg bertugas di kulon.


Ahh,.. aku jadi sulit untuk mengambil keputusan ,..kata Raka Senggani dalam hati.


" Yg penting ,..tugas pertama kalian harus berhasil ,..selnajutnya Senggani akan pertimbangkan permintaan kalian itu ," terangnya.


Ia pun akan segera ke Gunung Lawu guna sowan kepada Panembahan Lawu sekaligus bertanya mengenai, siapa sesungguhnya Nyai Sriti Wengi itu.

__ADS_1


Dan pada malam itu juga Raka Senggani memastikan kemampuan dari ketiganya dalam pengungkapan ajian Wajra Geni yg telah mereka terima itu.


__ADS_2