Pendekar Pilih Tanding

Pendekar Pilih Tanding
episode 14 RAWA RONTEK. bag ke sepuluh.


__ADS_3

Setelah semuanya berkumpul di rumah Ki Ageng Boyolangu.


Ki Tanu segera angkat bicara,..


" Maaf Sebelumnya Ki Ageng,.. Apakah dirimu tidak mencurigai ,.. seseorang yg telah menjadi kepercayaan mu,..dan telah membantu semua kegiatan dari Si Rinting sinting itu,..?" tanya nya.


Ki Ageng Boyolangu heran mendengarkan pertanyaan dari orang tua itu,..meski sebenarnya mereka seumuran,..dan Ki Ageng pun cukup tahu dengan Ki Tanu itu.


" Apa maksudnya,.. ucapanmu itu Ki Tanu,..?" tanya Ki Ageng Boyolangu.


Namun Ki Tanu tidak langsung menjawabnya,.ia malah bertanya Raka Senggani sang Senopati pajang itu.


" Apakah Angger Senggani tidak menceritakan perihal orang itu,.kepada Ki Ageng ini,..?"


Tanya Ki Tanu kepada Raka Senggani yg masih duduk bersila sambil menikmati makan malam di rumah Ki Ageng itu .


Ia kemudian menatap kearah teman -teman nya,..Japra Witsngsa dan Dewi Dwarani.


Dengan sebuah isyarat menyuruh kepada Dewi Dwarani untuk berbicara.


Mendapatkan perintah dari Senopati Pajang itu kemudian Putri Bekel desa Kenanga itu berkata,..


" Mohon maaf Sebelumnya,..Ki Ageng,..bukan maksud kami untuk memfitnah seseorang,.. bahwa ada orang yg cukup berpengaruh di Boyolangu ini yg telah membantu,..Ki Rinting itu,..sehingga ia sangat sulit untuk di ketahui,.keberadaannya....baik orang nya terlebih atas semua perbuatan nya itu.." ujar Dewi Dwarani.


" Siapa orang itu,..Ngger,..cepatlah kalian beritahukan kepadaku,..jangan berbelit -belit,..!" seru Ki Ageng Boyolangu itu penasaran.


Dewi Dwarani memberanikan diri menyebut nama orang tersebut.


" Orang tersebut adalah Ki Garengpati,.." jawabnya.


" Hahhh,..Ki Garengpati,..."


Seru Ki Ageng Boyolangu setelah mendengar nama itu di sebutkan oleh Dewi Dwarani. Ia sangat tidak menyangka akan hal itu. Kemudian Ki menanyakan,


" Darimana Angger,,..mengetahuinya,,?"


Kemudian Dewi Dwarani menjelaskan bahwa mereka telah menyelidiki keterkaitan Ki Garengpati itu dengan membuntuti nya dan ternyata memang orang tersebut lah yg telah berhubungan dengan Ki Rinting.


Bahkan Raka Senggani ikut membantu menjelaskan,..ketika pada malam dimana Japra Witangsa tidak ikut ke rumah Ki Ageng itu,..ia tengah berada di rumah Ki Garengpati tersebut.


Lebih lanjut kemudian mereka bertiga membuntuti nya sampai ke puncak Gunung itu guna mengetahui hal apa yg telah dikerjakan nya.


Ternyata memang orang tersebut telah bersekongkol dengan Ki Rinting untuk menjatuhkan Ki Ageng Boyolangu dari possisnya dan selanjutnya akan di gantikan oleh Ki Garengpati itu.


" Sungguh aku tidak menyangka akan hal ini,.. padahal ia telah ku beri kepercayaan untuk bertugas menjaga keamanan Boyolangu ini,..apa salah ku terhadap nya hingga menusukku dari belakang,.." seru Ki Ageng Boyolangu.


Nampak raut kekesaalan di wajah pemimpin tanah Perdikan Boyolangu itu. Ia memang amat kecewa mendengar hal tersebut.


Ki Tanu yg agak mengerti dengan perasaan kecewa Ki Ageng Boyolangu itu mengatakan,


" Hal yg membuat nya jadi mbalela seperti itu adalah gegar si Juminten,.." terangnya.


" Ahh,,yg benar Ki Tanu ngomong nya,.jangan sangkut pautkan Juminten dalam hal ini,.." sergah Ki Ageng Boyolangu.


Raka Senggani kemudian ikut memberi keterangan atas pernyataan dari Ki Tanu itu.


" Benar Ki Ageng,..orang itu memang ingin mengambil istri Ki Ageng itu,..kami mendengar pembicaraan mereka saat berada di puncak Gunung itu,..bahkan perjanjian keduanya adalah Ki Rinting akan membantu Ki Garengpati untuk membunuh Ki Ageng dengan syarat yg di ajukan oleh Ki Garengpati bahwa kepemimpinan di Boyolangu dan istri Ki Ageng menjadi miliknya sedangkan harta kekayaan yg ada di sini menjadi milik Ki Rinting,.." ungkap Raka Senggani.


Mendengarkan hal itu Ki Ageng Boyolangu sampai geleng -geleng kepala,..sungguh ia tidak menyangka akan hal itu,..bahwa orang Kepercayaan nya itu berniat menikam nya dari belakang hanya karena seorang perempuan.


Bukankah perempuan di sini sangat banyak ,..mengapa dirinya malah berniat mengambil istriku,..pikir Ki Ageng Boyolangu.


Dan masih ada satu pertanyaan lagi,..mengapa mereka tidak langsung menyerangku dan mengambil posisiku sebagai pemimpin di tanah perdikan ini.


Itulah hal yg berkecamuk di alam pikiran dari Pemimpin tanah perdikan Boyolangu tersebut.


Rasa penasaran Ki Ageng Boyolangu itu akhir nya diungkapkannya,.


" Nggerr,..dan Ki Tanu,..ada satu pertanyaan yg mengganjal,..mengapa mereka tidak langsung melakukan nya dengan membunuhku,.. mengapa Ki Rinting itu harus melakukan penculikan para gadis di Boyolangu ini,..?" tanyanya.


" Jawaban nya adalah karena Ki Rinting belum sempurna ajian Rawa Rontek nya itu,..ia masih harus melengkapinya lagi dengan beberapa tumbal agar sempurna,..dan masih menurut Ki Rinting jika dirinya telah sempurna memiliki ilmu itu,..tentu tidak akan ada lagi orang yg mampu mengalahkan nya,..karena tentunya kelak di kemudian hari,.. walaupun menurut mereka mampu menewaskan Ki Ageng tetapi mereka pun harus bersiap melawan kekuasaan yg lebih tinggi lagi,. misalnya dari demak atau dari Tulung Agung,." jelas Raka Senggani.


" Ooo,.." ucap Ki Ageng Boyolangu itu.


Saat itu malam semakin larut,..dan sebenarnya Ki Tanu sudah hendak pamit pulang,..namun niatan nya itu di urungkan karena kehadiran seseorang di tengah mereka.


" Selamat malam Ki Ageng,..apa yg mereka katakan itu adalah tidak benar,..mereka semua hendak memefitnahku dengan membenturkan diriku melawan Ki Ageng,." ucap orang tersebut.


Dia sdalah Ki Garengpati ,..yg tiba -tiba nongol begitu saja di tempat itu dan langsung melakukan pembelaan dirinya atas tuduhan dari orang -orang yg berada di tempat itu.


" Malam,.. Garengpati,..duduklah,..sungguh sangat kebetulan sekali dirimu datang,. karena aku ingin mendengarkan penjelasanmu tentang hal ini,.." jawab Ki Ageng Boyolangu.


" Penjelasan apa Ki Ageng,..apa yg masih kurang jelas menurut Ki ageng,..?" tanya Ki Garengpati.

__ADS_1


Nampak nya lelaki paruh baya yg bertubuh besar itu sangat percaya diri bahkan cenderung menganggap enteng orang -orang yg ada di rumah Ki Ageng Boyolangu itu.


" Begini Garengpati,.. menurut Angger Senggani ini,..yg masih keponakanku sendiri,.. bahwa dirimu berniat mbalela terhadapku,..benarkah hal itu,..?" tanya Ki Ageng Boyolangu dengan pelan.


Nampaknya pemimpin tanah Perdikan Boyolangu itu msmpu meredam gejolak perasaan nya sehingga ia terlihat sangat sabar menghadapi Ki Garengpati itu .


" Seperti yg telah Ku katakan. tadi Ki Ageng,..bahwa tuduhan atas diriku yg akan berkhianat itu adalah fitnah ,..tuduhan yg tanpa bukti..jadi kalau menurutku Ki Ageng tidak usah mempercayainya,... aku,.. Garengpati masih setia kepada Ki Ageng,.." jawab Ki Garengpati.


" Baiklah,.. baiklah,.. dirimu memang masih setia kepadaku,..akan tetapi dirimu tidak setia kepada tanah Perdikan ini ,." ucap Ki Ageng Boyolangu.


Masih dengan nada pelan pemimpin tanah Perdikan Boyolangu itu berkata dan perkataan nya itu tidak dipahami oleh Ki Garengpati.


" Apa maksudmu,..dengan mengatakan diriku tidak setia kepada tanah Perdikan ini,..Ki Ageng,..,?" tanya Ki Garengpati lagi.


Ia masih sangat penasaran dengan ucapan pemimpin nya itu.


Sedangkan Ki Ageng pun mulai merasakan kebenaran dari ucapan Raka Senggani dan kedua temannya itu ditambah lagi oleh Ki Tanu.


Ki Ageng Boyolangu kemudian menjawab pertanyaan dari Ki Garengpati itu,..


" Begini,.. Garengpati,..siapa sesungguhnya orang yg paling bertanggungjawab atas keamanan tanah Perdikan Boyolangu ini,..?" ucap Ki Ageng Boyolangu.


Sambil menatap wajah Ki Ageng Boyolangu itu,.. Ki Garengpati menjawab nya,


" Diriku,..karena Ki Ageng telah mengangkatku sebagai Jagabaya di Boyolangu ini,.." jawab Ki Garengpati.


Kepala Ki Ageng Boyolangu mengangguk angguk,


" Bagus,..jika dirimu yg bertanggungjawab atas keamanan tanah ini,..apa yg telah kaulakukan atas orang yg telah membuat keonaran di sini dengan menculik anak -anak perempuan yg masih gadis,..Apaa,..?" tanya Ki Ageng Boyolangu lagi.


Ki Garengpati terdiam sesaat setelah mendengar pertanyaan itu,..ia masih berusaha menemukan jawaban yg pas untuk menjawab pertanyaan itu.


" Maaf,.. sebelum nya Ki Ageng ,.. bukankah kita telah melakukan nya,..dengan mencari dan berusaha menemukan orang tersebut,.. bahkan mencurigai oran -orang,..termasuk macam orang ini,.." jawabnya.


Sambil menunjuk ke arah Ki Tsnu,.. sementara yg ditunjuk diam saja malah memandang ke arah Raka Senggani.


Orang tua itu memang sangat kesal dengan ulah Jagabaya tanah Perdikan Boyolangu itu. Karena sudah berani memfitnah nya sebagai dalang penculikan itu.


" Iya,.. memang benar yg telah kau ucapkan itu Garengpati,.. tetapi maksudku ,..apa hasilnya,..pelaku itu masih saja berkeliaran sampai saat ini,..bahkan yg terjadi semalam,. keponakanku ini telah menjadi korban nya,..jadi apa jawabmu atas hal ini,..?" tanya Ki Ageng Boyolangu.


Ki Garengpati terdiam dan kali ini ia memang akan sulit untuk berkelit lagi, ..karena memang dirinya tidak hadir atau pun melihat ke tempat kejadian dimana hilangnya seseorang yg telah di culik ,.


" Jadi apa jawabmu atas hal ini,.. Garengpati,..?" tanya Ki Ageng Boyolangu lagi.


Sementara suasana hening di rumah Ki Ageng itu,..hanya suara binatang -binatang malam yg terdengar.


Tampaknya ,..setelah berhasil menguliti kebusukan dari Ki Garengpati itu,..amarah pemimpin dari tanah Perdikan Boyolangu itu membuncah,. ia sangat tidak senang dengan kata kata pengkhianatan.


Dan kali ini ia memang sudah tidak dapat memberi ruang kepada Ki Garengpati itu.


Ia mengusir nya keluar dari tanah Perdikan itu.


Namun bagi Ki Garengpati itu merupakan suatu penghinaan. Ia langsung berdiri dan berkata,.


" Baiklah Ki Ageng ,..aku akan menantang mu Perang tanding ,..karena telah berani mengusirku dari Boyolangu ini,..karena diriku tidak bersalah, " seru Ki Garengpati.


Lelaki tinggi besar itu kemudian melangkahkan kaki nya keluar rumah Ki Ageng Boyolangu itu.


Dan setibanya di pekarangan rumah tersebut Ki Garengpati dengan suara lantang menantang Ki Ageng Boyolangu untuk melakukan perang tanding.


" Keluarlah,..Bayu Dhono,..apakah dirimu memang telah menjadi seorang perempuan tidak berani berhadapan denganku,.. kalau memang demikian segeralah bersembunyi di balik ketiak Juminten itu,.."


Terdengar teriakan yg keras dari Ki Garengpati.


Sehingga membangunkan seisi rumah Ki Ageng Boyolangu itu.Tidak terkecuali anak dan istrinya.


Istri Ki Ageng Boyolangu itu dengan tergopoh -gopoh mendekati suaminya.


" Ada apa kangmas,.. mengapa Garengpati berteriak-teriak seperti itu,.?" tanyanya pada suami nya itu.


" Entahlah,..mungkin saat ini Garengpati telah hilang kewarasan nya dengan menantang ku untuk berperang tanding,. " jawab Ki Ageng Boyolangu.


Anehhh Ki Garengpati ini.. bukannya minta maaf malah mengajak orang, melakukan perang tanding ,..anehh benar -benar aneh,. gumam Raka Senggani.


Dan ucapan nya itu pun diiyakan oleh orang -orang yg ada disitu.


Dari halaman rumah itu kembali terdengar teriakan dari ki Garengpati lagi.


" Marilah ,..Bayu Dhono,..kita mainkan beberapa jurus untuk menentukan siapa yg berhak berkuasa di Boyolangu ini,..buktikan dirimu masih seorang Macan alas Boyolangu yg cukup terkenal di Wilwatikta itu,.." seru nya.


" Nyi,..tolong ambilkan senjata ku dan bawa,..kemari,..mungkin si Garengpati ini masih ingin bermain -main seperti anak kecil,.." terdengar ucapan Ki Ageng Boyolangu.


Istrinya kemudian masuk ke dalam biliknya untuk mengambil senjatanya yg berupa tombak pendek.

__ADS_1


Melihat hal itu,..Japra Witangsa berkata Ki Ageng Boyolangu,


" Biarkan ,.. Witangsa saja yg menghadapinya ,..Ki Ageng,.." pintanya kepada Ki Ageng Boyolangu.


" Tidak usah..Ngger,.. karena ia menantang diriku,..biarlah kali ini,.. aku yg akan menghadapi nya,..agar ia tidak penasaran,.." sahut Ki Ageng Boyolangu.


Setelah istri nya keluar lagi dengan membawa tombak sambil tergesa-gesa ia menyerhakan nya kepada sang suami.


Ki Ageng Boyolangu menyambut nya dan kemudian menggenggam tombak itu ,..dan berkata,..


" Apapun yg akan terjadi pada diriku kalian berdua tidak usah ikut campur,..biar Angger Senggani ini yg memutuskan nya,.." ucap nya.


Ki Ageng Boyolangu mengatakan hal itu kepada anak dan istrinya,..dan keduanya menganggukkan kepalanya menyetujui nya.


Kemudian Ki Ageng Boyolangu melangkah turun ke halaman untuk menerima tantangan Ki Garengpati itu.


" Hati -hati,.. Kangmas,.." ucap Nyi Ageng Boyolangu.


Saat berhadapan dengan Ki Garengpati,.. kemudian Ki Ageng Boyolangu berkata,..


" Sudahlah ,.. Garengpati,..urungkanlah niatmu itu,..tidak ada gunanya kita bertarung,..tinggalkanlah tempat ini sebelum terlambat," ucap Ki Ageng Boyolangu.


" Behhh,..mana sudi aku pergi dari Boyolangu sebelum berhasil membunuh mu,.. Bayu Dhono,..sekarang bersiaplah,.." teriak Ki Garengpati.


Orang itu telah memainkan Golok nya yg lumayan besar itu sambil kaki nya memasang kuda -kuda siap untuk bertarung.


Sedangkan Ki Ageng Boyolangu masih berdiri dengan kakinya membuka,..senjata tombak di tangan kanan nya.


Ia yg dahulu bergelar Macan alas Boyolangu di masa masa pemerintahan Prabhu Brawijaya ,.. kerajaan Majapahit pada waktu itu juga cukup di takuti oleh banyak orang.


Dan ketika harus berhadapan dengan orang yg jauh dibawah nya masalah usia,..tentu ia tampak tenang -tenang saja menghadapinya.


" Bersiaplah,..Bayu Dhono,. aku akan mulai,.." ucap Ki Garengpati.


" Silahkan,.. Aku telah siap,." terdengar jawaban dari Ki Ageng Boyolangu.


" Ciaaaaat,..,"


Ki Garengpati melompat menyerang,..ia langsung mengayunkan goloknya mengarah ke leher dari pemimpin tanah Perdikan itu.


Oleh Ki Ageng Boyolangu serangan itu di tangkis nya dengan menggunakan tombaknya.


" Traaangg,"


Kedua senjata beradu,.golok yg ada di tangan Ki Garengpati bergetar hebat,. ia merasakan panas di telapak tangan nya akibat benturan tadi.


Dengan cepat ia menarik pulang goloknya itu,. kemudian menebaskan kearah kaki Ki Ageng Boyolangu.


" Traaaaangg,,"


Kembali Ki Ageng Boyolangu menangkis serangan itu dan kembali Ki Garengpati merasakan kesemutan pada telapak tangan nya itu.


Ki Garengpati masih kalah dalam hal tenaga dalam,.dua kali benturan di awal pertarungan itu ia sudah merasakan sakit pada telapak tangan nya.


Sambil melompat lagi,..


" Hiyyahh,"


Ki Garengpati menyerang dengan sebuah tendangan mengarah ke perut Ki Ageng Boyolangu.


Oleh pemimpin tanah Perdikan itu,..kaki Ki Garengpati dipukul dengan menggunakan senjata tombaknya pada landean nya.


" Thukkh,"


Ki Garengpati tidak menyangka akan serangan itu,.kaki nya terlambat untuk di tarik sehingga harus mendapatkan hantaman gagang tombak tersebut.


Beruntung Ki Ageng Boyolangu belum terlalu tinggi menggunakan tenaga dalam nya,. walaupun terasa nyeri dan sakit akan tetapi tulang pada kaki nya itu tidak patah.


Ki Garengpati menjadi kalap ,.ia kembali menyerang dengan goloknya dan kemudian dilanjutkan dengan sebuah pukulan telapak tangan nya, pada dada Ki Ageng Boyolangu.


Namun semua nya itu masih dengan mudah dihindari oleh pemimpin tanah Perdikan itu.


Kemudian pertarungan pun semakin cepat,.. karena rasa marah pada Ki Garengpati sudah mencapai puncak nya.


Ia melibat Ki Ageng Boyolangu dalam pertarungan yg rapat,..golok yg ada ditangannya mengurung Ki Ageng Boyolangu dari semua sisi,.seolah sulit keluar dsri kurungan itu.


Tetapi bukanlah seorang Macan alas Boyolangu jika hanya masalah itu terlalu sulit untuk di atasi,..dengan suatu lompatan yg tinggi dengan menggunakn ilmu peringan tubuhnya pemimpin tanah Perdikan itu berhasil keluar dan langsung menyerang menggunakan tombak nya mengarah kepala Ki Garengpati.


" Hiyyyah,.."


" Trannnnng,"


" Trannnnnng,"

__ADS_1


Dua kali senjata itu berbenturan,.dan lagi lagi,. Ki Garengpati harus kesulitan mempertahankan senjatanya agar tidak terlepas dari tangan.


Pertarungan kembali berlanjut.


__ADS_2