Pendekar Pilih Tanding

Pendekar Pilih Tanding
episode 23 Petualangan. bag ke empat.


__ADS_3

Langsung saja berhadapan Ki Demang dengan salah seorang kepercayaan dari Ki Lowo Kumbolo, orang yg bernama Ki Lodong.


Sedangkan Raka Yantra berhadapan dengan temannya yg bernama Ki Ranta.


" Hehh,..orang -orang warasaba , keluar kalian semua , agar cepat selesai tugas kami ,.." teriak Ki Lodong.


Sementara itu,..Ki Bekel yg rumah jadi sasaran para perampok itu ikut turut pula mngeroyok kawanan rampok tersebut.


Ki Demang sendiri telah menggenggam erat goloknya,.. karena orang yg di hadapi nya kini adalah merupakan lawan yg telah menghajar nya beberapa waktu yg lalu ketika Lowo Kumbolo be hasil melukainya,..orang inilah yg membuat nya terkapar tidak berdaya .


" Demang Warasaba ,..ku peringatkan sekali lagi , jika kau menyayangi nyawa mu,.. cepat bertekuk lutut , sebelum kapak ku ini yg berbicara,.." teriak Ki Lodong.


Orang itu bahkan sampai menjilati senjatanya sendiri dan bergerak melangkah perlahan mendekati Ki Demang.


Ki Demang sendiri tidak menjawab ucapan dari orang yg bernama Ki Lodong itu,.kakinya telah memasang kuda -kuda,..ketika terdengar teriakan dari para pengawal Kademangan,..


" Jangan kasih lolos, habisi mereka semua,.."


Teriakan itu berulang kali di serukan oleh Ki Bekel yg ikur bertarung dengan pengawal Kademangan Warasaba.


Mau tidak mau,..Ki Lodong melihat ke arah teriakan tersebut. Matanya terbelalak ketika melihat para anak buahnya terdesak hebat,..bahkan sudah banyak yg terluka,.. akhirnya ia berkata kepada Ki Demang,..


" Mungkin mslam ini nasib mu sangat mujur ki Demang,.. karena kakang Kumbolo tidak ikut serta, akan tetapi , tunggulah kami akan datang lagi,.." ucap Ki Lodong.


Ia pun segera bersuit nyaring,.


" Cuiiiiiiit,.."


Ki Demang Warasaba segera tanggap , bahwa kawanan rampok itu akan melarikan diri, ia pun segera berteriak,..


" Perketat kepungan dan rapatkan, jangan beri ampun, jangan sampai ada yg lolos,.."


Teriakan pemimpin Kademangan Warasaba ini membahana di malam yg cukup gelap itu,..sehingga merupakan isyarat kepada para pengawal Kademangan untuk lebih merapatkan lagi kepungan nya. Sehingga jalan lari akan lebih sulit untuk para perampok itu.


" *******, kau cari mampus , Ki Demang,." teriak Ki Lodong.


" Whusshhhh,.."


Ia menerjang Demang Warasaba dengan ayunan kapak nya yg mengarah kepala dari pemimpin Kademangan Warasaba itu.


Ki Demang menundukkan kepalanya menghindari serangan mematikan tersebut, kapak itu hanya selebar jari saja di atas kepalanya.


Dan angin yg kuat menyertai ayunan kapak tersebut membuat Ki Demang Warasaba buru -buru melompat mundur, karena serangan berikutnya dari Ki Lodong segera datang menyusul,..jika Ki Demang terlambat mundur tentu serangan susulan itu akan segera mampir di tubuhnya.


Demang Warasaba pun memutar goloknya di depan dada,.seraya berteriak,..


" Ciaaaat,.."


Ia pun menebaskan goloknya ke arah perut Ki Lodong. Dan yg di serang bukannya menghindar malah menghantamkan kapaknya untuk mengadu tebasan golok Ki Demang.


" Traaaang,.."


Kedua senjata beradu,..tangan Ki Demang Warasaba seolah mati rasa,..ia merasakan dalam sekejap tangan nya itu seperti tidak merasakan apa -apa, hampir saja golok nya terlepas ,.buru -buru ia kembali memutar goloknya itu ketika sebuah serangan datang lagi dari Ki Lodong.


" Triiing,.."


Kali ini Ki Demang lah yg menangkis serangan cepat dari Ki Lodong itu,..sambil berusaha mempertahankan senjatanya ,..Ki Demang berusaha keluar dari garis serang lawannya , sambil mmeberkan isyarat kepada pengawal Kademangan untuk membantunya,.


Dan pengawal Kademangan itu tanggap, bahwa pemimpin nya itu dalam kesulitan menghadapi lawannya,..datanglah dua orang pengawal Kademangan untuk membantu Ki Demang.


Meski telah di keroyok oleh tiga orang namun kedudukan dari Ki Lodong belum tergoyahkan, baru setelah ia mendengarkan teriakan dari Ki Ranta,..


" Aaakkhh,.."


" Ki Ranta,.."


Teriak Ki Lodong,..ia melihat temannya itu terluka pada pundaknya, senjata dari Raka Yantra berhasil mampir di pundaknya itu.


" ******* , Ku bunuh kau,.." teriak Ki Lodong.


Sambil mengemposi tenaga dalam nya ia melompat menyerang Raka Yantra yg sedang mendesak teman nya itu.


" Traaaang,.."


Pedang dan kapak Ki Lodong beradu,..dan kali ini terjadi sampai menimbulkan percikan kembang api.


Ternyata keduanya memiliki tenaga dalam yg tampak seimbang.


" Hehhh,.."


Ki Lodong sangat terkejut,. karena sebenarnya tangan nya merasakan kesemutan ketika benturan terjadi,.gagang kapak itu terasa sangat panas.


Kesempatan itu di pergunakan oleh temannya Ki Ranta bergeser ke belakang guna menghindari serangan.


Namun sayang usaha orang kepercayaan dari Lowo Kumbolo ini tidak semudah yg ia bayangkan.

__ADS_1


Karena setelah Demang Warasaba kehilangan lawannya..ia pun menyusul ke arah situ.


Dan terpaksalah Ki Ranta yg sudah terluka itu berhadapan dengan Demang Warasaba.


Pertsrungan pun terjadi.


Jika dalam keadaan tidak terluka,..mungkin tidak sampai lima puluh jurus Demang Warasaba ini dapat di jatuhkan oleh Ki Ranta,.akan tetapi kali ini pundaknya terluka cukup parah,.darah terrus menerus mengalir membuat tenaga nya cepat berkurang, sehingga serangan serangan dari Demang Warasaba membuat keaulitan tersendiri untuk Ki Ranta.


Hingga suatu ketika,..


" Hiyyyyat,."


" Aaakkhh,.."


Golok Ki Demang berhasil menyobek lambung Ki Ranta .


Orang itu menjadi limbung dan goyah.


Ki Lodong yg segera tahu bahwa teman nya dalam kesulitan , menjadi kurang waspada,.dan,..


" Dhieghh,.."


Sebuah tendangan mendatar yg di berikan oleh Raka Yantra menghajar perutnya,..Ki Lodong terdorong mundur, tetapi ia masih mampu mempertahankan kedudukan nya hingga tidak terjatuh.


Ki Lodong melompat mendekati teman nya Ki Ranta,.. bagaimana pun juga temannya itu harus dapat di selamatkan nya.


Raka Yantra yg baru pertama kali bertarung yg sesungguhnya tidak membiarkan lawannya itu dapat pergi.


Dengan sangat cepat , sambil masih melayang di udara , ia mengejar Ki Lodong dan mengirmkan tendangan nya lagi.


" Dhessskkkhh,.."


Kali ini punggung Ki Lodong yg menjadi sasaran nya,..orang kepercayaan dari Lowo Kumbolo itu langsung jatuh tersungkur,.namun begitu jatuh ia langsung bergulingan terus mendekati tubuh Ki Ranta yg nampak terdiam.


Raka Yantra dan Ki Demang mendekati kedua orang tersebut.


Dalam jarak beberapa langkah saja , nampaklah mata dari Ki Lodong itu melotot marah ,..ia nampak meraba pinggang nya.


Begitu Raka Yantra akan menyerang orang itu,..Ki Demang Warasaba berseru,..


" Tungguuuu,.."


Namun terlambat ,..dua buah senjata rahasia meluncur mengarah ke arah tubuh Raka Yantra.


" shiet,"


" Trang,.."


" Tring,.., "


Beruntung ,.Raka Yantra masih tetap waspada, lemparan dua senjata rahasia itu berhasil di pukulnya jatuh sebelum mengenal nya.


Kesempatan yg sedikit itu , di pergunakan oleh Ki Lodong untuk melarikan diri,..dan Raka Yantra tidak berani mengejarnya lagi.


Akhirnya , pertempuran di halaman rumah Ki Bekel itu di menangkan oleh para pengawal Kademangan Warasaba.


Bahkan salah seorang yg merupakan orang kepercayaan dari Lowo Kumbolo berhasil di tawan.


Hampir seluruh anggota rampok itu tumpas habis,.hanya tiga orang saja yg berhasil lolos, selebihnya tewas menjadi mayat.


Hal itu di lakukan oleh para pengawal akibat dar rasa bencinya mereka terhadap para perampok itu.


Bahkan ketika mereka melihat Ki Ranta masih hidup , hampir seluruh pengawal Kademangan Warasaba berteriak,..


" Bunuh saja ,"


" Bunuh saja,.."


" Jangan beri ampun, habisi saja,."


" Tunggu ,..jangan,.biarkan ia hidup,.." seru Ki Demang.


Sebagai seorang pemimpin , ia memang harus memberikan contoh yg baik kepada para warganya.


" Mengapa tidak boleh dihabisi Ki Demang, bukankah ia adalah salah seorang pemimpin gerombolan rampok itu,..?" tanya salah seorang pengawal Kademangan Warasaba.


" Biarlah ia hidup., karena kita tidak boleh membunuh orang yg sudah tidak berdaya, dan juga orang yg sudah menyerah ,.kita pun harus memberikan mereka kesempatan untuk hidup,.." jawab Ki Demang Warasaba.


" Ahh,..nanti akan menyusahkan kita Ki Demang,.." seru pengawal Kademangan Warasaba yg lain.


" Benar,..apalagi jika teman -teman nya akan datang lagi kemari dengan membawa pemimpin nya yaitu Lowo Kumbolo,..tentu akan membuat kesulitan untuk kita,.. Ki Demang,.." ucap yg lain.


Namun Ki Demang bersikukuh untuk menawan Ki Ranta itu,..dan akhirnya para pengawal tidak ada lagi yg berani bersuara.


Bahkan empat orang pengawal ia suruh untuk membawa Ki Ranta itu ke runahnya di pedukuhan induk.

__ADS_1


Sebelum para pengawal dan Demang Warasaba sendiri berangkat dari rumah Ki Bekel itu,


Demang Warasaba di temui oleh Ki dan berkata,..


" Nampaknya kita memang dapat berharap terhadap Angger Yantra ini,..Ki Demang,." ucap Ki Bekel.


" Yah, yah,..memang demikian lah ,..Ki Bekel,..dan yg paling penting saat ini adalah cepat sampainya berita tentang kehadiran para perampok itu,..agar kita dapat berkumpul dengan cepat, " sahut Ki Demang.


Kemudian ia pun meninggalkan kediaman dari Ki Bekel menuju rumahnya dengan membawa serta Ki Ranta sebagai tawanan nya, walaupun orang kepercayaan dari Lowo Kumbolo itu terluka cukup parah.


Kemudian tidak terlalu lama rombongan itu tiba di rumah Demang Warasaba.


Segeralah Pemimpin Kademangan Warasaba itu memerintahkan pengawal Kademangan untuk memanggil seorang yg mengerti mengenai pengobatan.


" Untuk apa memanggil Ki wargono ,..?" tanya salah seorang pengawal Kademangan kepada Ki Demang.


" Tidak usah Banyak tanya , lakukan saja perintahku tadi,.." sahut Ki Demang kesal.


Tanpa bertanya lagi pengawal Kademangan Warasaba itu pun bergegas meninggalkan tempat itu menuju rumah Ki Wargono yg merupakan orang yg mengetahui mengenai perobatan.


" Apakah Ki Demang akan merawat orang ini,..?" tanya Raka Yantra.


" Benar Ngger,.. karena ia telah ada di tangan kita,..maka kita lah yg bertanggungjawab atas keaelamatan nya,.." jelas Ki Demang Warasaba.


" Apa tidak membahayakan Ki, jika ia telah sembuh dan mampu bertarung lagi,..ia yg akan membunuh kita,.." seru Raka Yantra lagi.


Namun Ki Demang menggeleng lemah,.ia menjelaskan , jika itu yg akan di lakukan oleh orang itu jika ia telah sehat , kan ada angger Yantra yg dapat membunuh nya, bila ia akan berbuat macam macam.


Raka Yantra hanya tersenyum mendengarnya , karena ini adalah pertama kalinya ia bertarung yg sesungguhnya setelah menyerap ilmu gurunya Ki Branang. Seorang tua yg baik hati yg mau memberikan pengajaran dalam hal ilmu silat dan kadigajayaan,..begitulah yg ada di dalam hati pemuda itu.


Hampir pagi ,..barulah Ki Wargono tiba di rumah Ki Demang. Ia sangat terkejut ketika mengetahui bahwa orang yg akan di tolong nya itu adalah salah seorang kawanan rampok Lowo Kumbolo yg telah memperkosa cucunya hingga mati.


Ia pun menolak untuk melakukan pengobatan teehadap orang tersebut.


" Maaf sebelumnya Ki Demang,..jika orang itu yg akan di tolong, lebih aku pulang saja,.." ucap nya.


" Jadi Kj Wargono menolak untuk menolong orang ini,..?" tanya Demang Warasaba heran.


Ki Wargono menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.Nampak raut kebncian melihat orang yg sedang tergeletak tidak berdaya itu, memang Ki Ranta telah pingsan akibat banyaknya darah yg keluar, meski kini darah nya belum mampat , tetapi dari luka tersebut sudah tidak banyak mengeluarkan darah lag, namun karenai tubuhnya telah banyak kehilangan darah dan tampaknya akan segera tewas jika tidak segera di tolong.


" Baiklah Ki jika memang demikian keputusan mu, aku tidak dapat memaksa, jadi biarlah ia tewas secara perlahan -lahan,.hitung hitung sebagai imbalan nya atas apa yg telah ia perbuat selama ini,.." ucap Ki Demang Warasaba.


Pemimpin Kademangan Warasaba itu masuk ke dalam rumah nya dan meninggalkan Ki Wargono , Raka Yantra dan beberapa pengawal Kademangan yg masih berjaga jaga.


Setelah di tinggalkan oleh Ki Demang ,..Ki Wargono kemudian bertanya kepada Raka Yantra ,..siapa yg menyebabkan orang tersebut terluka parah.


Agak bingung Putra Raka Jang ini menjawabnya,.tetapi seolah di luar sadarnya kepala mengangguk dan berkata,..


" Aku Ki,..yg telah membuat nya terluka,.." ucap Raka Yantra pelan.


Ki Wargono mmeperhatikan wajah pemuda itu seolah ingin kepastian atas jawaban nya tadi.


" Benar angger Raka Yantra lah yg telah melukai orang ini ,.." seru Ki Demang.


Ia telah keluar dari dalam rumah nya setelah berganti pakaian nya yg banyak terkena percikan darah dari Ki Ranta setelah tadi Goloknya menggores lambung orang itu.


Lama terdiam ,..Ki Wargono kemudian menghela nafasnya seolah olah ingin melepaskan beban berat di pundaknya.


Ia berkata,..


" Tolong ambilkan air hangat ,..bawa kemari ,.." jelas nya.


Perintah itu ia tujukan kepada pengawal Kademangan yg memanggilnya tadi.


Dengan sigap pengawal Kademangan Warasaba ini bergerak masuk ke dalam rumah Ki Demang mencari apa yg di minta oleh K Wargono.


" Apakah Ki Wargono akan mengobatinya,.?" tanya Ki Demang Warasaba.


Kepala Ki Wargono mengangguk,..ia pun menjelaskan bahwa menurut gurunya,..sebagai seorang yg telah di beri pengetahuan mengenai masalah pengobatan,.. mereka harus bersiap dan wajib untuk melakukan pertolongan kepada siapa pun juga termasuk kepada seorang musuh seklipun.


Karena kelak jika tidak di lakukan maka ia telah menyalahi janji nya sewaktu menerima ilmu tersebut,.terang Ki Wargono.


Walau dengan berat hati lelaki tua itu pun mendekati tubuh dari Ki Ranta yg sedang terbaring pingsan.


Kain yg membalut lukanya itu di buka oleh Ki Wargono.


Dua luka yg cukup dalam dan parah terdapat pada bagian pundak dan lambung nya.


Setelah di buka oleh Ki Wargono, luka itu masih mengeluarkan darah. Dengan cepat ia menotok pada beberapa bagian untuk menghentikan nya.


Sesudahnya kemudian di bersihkan menggunakan air hangat,.


Baru Ki Wargono menaburkan ramuan obat ke dalsm kedua luka tersebut dan membalutnya kembali dengan kain yg bersih.


Sampai pagi menjelang ia masih berada di rumah Ki Demang. Orang tua itu masih ingin mengetahui kejadian sebenarnya ,..mengapa para kawanan rampok itu berhasil di kalahkan , sembari ia menunggu orang yg ber nama Ki Ranta itu siuman.

__ADS_1


Ia akan memberikan obat untuk menguatkan tubuhnya dan cepat menyatukan kembali bekas luka itu.


__ADS_2