Pendekar Pilih Tanding

Pendekar Pilih Tanding
episode 19 Hari yang Baru. bag ke enam.


__ADS_3

Sementara itu di dekat kota Pajang, , dua orang nampak berjalan mendekati kota tersebut,. sedangkan dari arah yg berbeda ada juga dua orang yg tengah mendekati keduanya.


Dalam jarak yg tidak terlalu jauh lagi maka keduanya orang yg mengarah kota Pajang tersebut berhenti.


" Kakang ,..siapa mereka,." tanya salah seorang.


Yang ternyata adalah seorang gadis cantik.


" Entahlah,. kakang tidak pernah melihatnya,." jawab seorang lagi.


Ia adalah seorang pemuda yg berwajah tampan. Dan dengan seorang gadis cantik yg ada di samping nya.


Kedua pemuda yg nampak agak tergesa-gesa , tetapj mereka berhenti sejenak setelah melihat keduanya.


Sedangkan keduanya orang itu pun langsung menghampiri kedua pemuda itu.


" Ha,ha, ha, ternyata kita mendapatkan mangsa yg cukup baik hari ini,.Kang,..!" ucap seorang yg berwajah keras.


Lelaki yg memakai ikat kepala berwarna hitam dengan kumis melintang tebal diatas bibirnya.


Di pinggangnya terselip sebuah golok yg cukup besar pula.


Sementara yg seorang lagi yg di panggil kakang itu pun tersenyum mendengar ucapan temannya tersebut.


Orang yg berpakaian serba merah dengan badan agak lebih kurus, dari sorot matanya menandakan dirinya memiliki kekuatan dan keteguhan hati.


Tetapi karena melihat ada seorang gadis cantik di hadapan mereka,. matanya pun tidak lepas dari pandangan nya.


" Hehh,. mereka mengatakan , kita adalah mangsa nya, Kang ,.apa tidak terbalik ,." bisik gadis itu.


Sedangkan pemuda yg berada di sampingnya itu mengangguk tanda mengiyakan.


Ia kemudian berseru kepada kedua orang yg ada dihadapan nya itu.


" Hehhhh, kalian berdua , jangan banyak bicara, apa maksud kalian,..jangan halangi jalan kami, sebelum kalian menyesal,.." ucap pemuda itu.


Kedua orang yg ada dihadapan nya itu malah tertawa -tawa mendengar ucapan pemuda itu.


Karena memang mereka berdua menganggap enteng kedua pemuda itu.


Mereka memandang rendah teehadap kedua nya.


" Kakang Watang,.. mereka ternyata memiliki nyali juga,.belum tahu telah berhadapan dengan siapa,.." kata orang yg berikat kepala hitam itu.


Sedangkan orang yg di panggil kakang itu segera maju lebih dekat lagi dan mengatakaan,.


" Hehh, bocah,..kau boleh pergi,..tetapi tinggalkan gadis ini bersama kami," serunya.


" Hehh,..orang tua , pasang telinga mu lebar -lebar, jika memang dirimu mampu mengalahkan ku, diriku akan mau bertekuk lutut kepadamu,." ucap gadis cantik itu.


Ia maju mendekati orang yg berpakaian serba merah itu. Dalam jarak lima langkah tampak gadis itu telah bersiap dengan memasang kuda -kuda.


Sedangkan orang yg berpakaian serba merah itu, tampak mengelus janggutnya dan menatap nyalang terhadap gadis itu.


" Cah ayu, tidak ada gunanya dirimu bertarung dengan ku, lebih baik kau menyerah dan ikut dengan ku,.. diri mu akan kujadikan dirimu sebagai gendhakku,..cah ayu,.." ucap orang itu.


Gadis cantik itu sangat marah setelah di lecehkan oleh lelaki berpakaian serba merah itu,.ia segera bersiap untuk menyerang,..


" *******, belum tentu dirimu mampu melawan ku, terima ini, ciaaaat,.."


Dengan sangat cepat gadis itu melompat dan memberikan tendangan ke arah perut lelaki yg berpakaian serba merah itu.


Lelaki itu pun sangat terkejut mendapati serangan tersebut , ia terlambat untuk menghindar,. terpaksa ia menahan tendangan gadis itu dengan kedua tangannya.


" Dhessskkk,.."


Lelaki berpakaian serba merah itu terdorong mundur, akibat hantaman tendangan gadis itu, ia tidak menyangka bahwa tenaga perempuan itu sangat besar , padahal ia sudah mengerahkan tenaga dalam nya pula.


Hampir saja lelaki itu terjatuh, ia segera berusaha memperbaiki posisinya.


" Hiyyatttr,.."


Tetapi gadis itu tidak mengendurkan serangan setelah melihat keadaan dari lelaki yg berpakaian serba merah hampir jatuh, ia meneruskan serangan lanjutan .


" Dhieghh,.."


Perut lelaki itu menjadi sasaran tendangan dari gadis itu. Dan kemudian melemparkan tubuh lelaki berpakaian serba merah itu. Ia terjatuh terlentang dan dengan cepat berusaha bangkit.


" ******* , terima ini, hiyyahhh,"


Teriak orang itu, nampak nya sangat geram setelah berhasil dirinya di jatuhkan oleh gadisnya.


Ia langsung menjulurkan tangan nya,..dengan niat memukul dada gadis itu.


" Heiittt,.."


Gadis itu melompat sambil menangkis serangan itu dengan tangan kirinya. Benturan keduanya pun kembali terjadi. Nampak dari benturan itu, tenaga dalam dari lelaki berpakaian serba merah itu masih di bawah dari gadis cantik itu.


Keduanya kemudian melompat mundur dan bersiap untuk melanjutkan serangan lagi.

__ADS_1


" Hehh,.. bagaimana ,..apakah dirimu masih berniat ingin membawaku,..?" ejek gadis cantik itu.


Wajah lelaki pakaian serba merah itu tampak memerah wajahnya,.ia merasa di rendahkan atas ucapan gadis itu.


Tetapi niatnya untuk menundukkan gadis itu masih kuat, tetapi memang kelincahan gadis itu memang sulit untuk di tandingi .


" Kakang , biar aku saja yg menghadapinya, " ucap lelaki itu.


Orang yg berikat kepala hitam itu, segera mengacungkan golok nya.Dan telah berada di sisi teman nya itu.


" Hati -hati, adi ndawa,.tampaknya ia merupakan iblis betina,.." ucap lelaki yg berpakaian serba merah itu.


Lelaki yg berikat kepala hitam itu segera memutar golok nya, perlahan ia bergerak dan kemudian,..


" Hiyyyyat,.."


Dengan cepat nya lelaki itu menebas kan goloknya dengan kencang,..tebasan itu mengarah ke kaki gadis itu.


Mendapatkan serangan dari laki -laki itu, ..gadis cantik itu melompat,..sambil memgirimkan tendangan ke arah wajah lelaki itu.


Terpaksa lelaki itu mundur dan menarik tubuhnya dari serangan gadis itu.


Sambil tetap memainkan pedangnya, guna menahan serangan gadis cantik itu..


" Heaaahh,.."


" Tranggg,.."


Rupanya gadis itu mencabut pedangnya dan menangkis serangan laki -laki yg berikat kepala berwarna hitam itu dengan pedangnya.


Terjadilah pertarungan dengan menggunakan senjata, laki -laki yg berikat kepala hitam itu tampak terdesak,.. ketika tusukan gadis itu mengarah ke dada , terpaksa ia harus melompat mundur sambil tetap menangkis serangan gadis itu.


Memang hebat serangan dari gadis cantik itu sebentar saja ia berhasil mendesak laki -laki yg berikat kepala hitam itu.


Hingga suatu saat itu,..


" Aaakkhh,.."


Ternyata laki -laki itu mendapatkan luka di tangannya, cukup panjang hasil goresan dari senjata gadis tersebut.


Ia melompat mundur menjauhi gadis itu sambil bersumpah serapah.


Ternyata benar yg diucapkan oleh kakang Kebo Watang, ternyata gadis ini memiliki ilmu yg cukup tinggi,..ucap laki -laki itu dalam hatinya.


" Bagiamana, apakah kalian masih ingin membawa ku lagi,..?" tanya gadis itu.


Pedang di tangan nya masih menitikkan darah .


" Kakang ,..kita gunakan jurus golok kembar,.." bisik laki -laki yg berikat kepala hitam itu.


Keduanya tetap ingin menundukkan gadis cantik itu, tampaknya mereka akan mengeluarkan jurus andalan nya.


" Baik, adi ndawa,.. kita gunakan jurus Golok kembar,.." jawab orang yg berpakaian serba merah.


Keduanya kemudian bergerak,.. mereka merentangkan tangan sambil mengacungkan kedua goloknya,.kemudian golok tersebut berputaran , dengan gerak saling mengisi, kemudian keduanya segera menyerang.


" Ciaaat,.."


" Hiaaatt,.."


Keduanya berlompatan sambil menyerang dengan masing -masing golok di tangan.


Kedua golok itu berkelebatan dengan cepat nya mengurung tubuh gadis cantik itu,..terpaksa gadis itu berlompatan menghindari sambil tetap menebaskan pedangnya guna mengurangi serangan itu.


Makin lama , ternyata gadis itu semakin terdesak akibat jurus golok kembar dari kedua lelaki tersebut.


Melihat hal itu, pemuda yg berwajah tampan segera berteriak,..


" Hiyyahhh,.."


" Tranggg,.."


" Tringggg,.."


Pedang pemuda itu berhasil memecah serangan kedua orang tersebut, sehingga kedua lelaki itu,.harus berlompatan mundur,..akibat serangan dari pemuda tersebut.


" Lebih baik kalian berdua segera enyah dari tempat ini, sebelum batas kesabaranku habis,." seru pemuda itu.


" Sudah kakang,.kita habisi saja mereka agar tidak terlalu banyak mulut," ujar gadis cantik itu.


Kedua laki-laki itu tampak saling pandang, sepertinya mereka masih mampu untuk mengatasi kedua anak muda itu.


" Bagaimana kakang Watang, apakah akan kita lanjutkan , sementara kita masih punya urusan dengan Senopati Brastha Abipraya itu,..?" tanya laki-laki yg berikat kepala hitam itu.


Sementara laki-laki yg berpakaian serba merah itu terdiam mendengar ucapan dari teman nya tersebut, ia membenarkan ucapan dari adik seperguruan nya , tetapi rasa penasaran atas kedua anak muda yg ada dihadapan nya itu.


" Benar ucapanmu itu adi ndawa, lagipun , tangan mu sudah terluka , sebaiknya kita akhiri saja pertarungan ini,.." ucap orang yg berpakaian serba merah itu.


Karena menurut nya dendam terhadap Senopati Brastha Abipraya itu lebih penting daripada harus ribut dengan kedua pemuda ini.

__ADS_1


Segeralah ia berkata,..


" Baiklah , urusan kita sampai disini, karena kami ada perlu dengan orang lain,.kami akan melanjutkan perjalanan lagi,.." ucap Laki-laki yg berpakaian serba merah tersebut.


" Hehhh,.enak saja kalian hendak pergi setelah berani menghadang kami, kalian harus di beri pelajaran,." seru gadis cantik itu.


" Sudahlah adi mayang, biarkan saja mereka pergi,..tidak ada gunanya kita melayani mereka, kita harus secepatnya kembali ke padepokan,." ucap pemuda tampan .


Ia berusaha untuk meredakan kemarahan dari gadis itu, karena mereka pun masih memerlukan kembali dengan cepat .


Sedangkan si gadis tampak tidak setuju dengan pendapat temannya itu,.ia masih ingin memberikan pelajaran terhadap kedua orang itu.


Karena ia melihat kedua orang itu lewat dari hadapannya dan meneruskan perjalanannya.


" Kakang aneh,.." seru gadis itu.


" Aneh apanya , adi mayang,..?" tanya pemuda itu.


" Kedua orang itu patut di beri pelajaran,..mengapa mereka di biarkan lewat begitu saja," sahut gadis itu.


" Ahh,..kamu ini yg aneh adi mayang ," ucapnya.


" Mengapa aku yg aneh,..?" tanya gadis itu heran.


Karena ia merasa tidak ada yg aneh pada dirinya, ia merasa dalam keadaan baik dan tidak berbuat yg aneh, tetapi mengapa temannya itu mengatakan nya aneh.


" Yahh,..kamu yg aneh,..adi Mayang, bukankah kita di suruh kembali oleh guru karena apa,..?" tanyanya kepada Gadis itu.


Gadis tersebut melirik pada pemuda itu , ia mulai faham maksud dari arah pertanyaan nya.


" Karena apa guru memanggil kita pulang ,..?" tanya pemuda itu lagi.


Ia ingin lebih memperjelas maksud nya agar gadis itu tidak terlalu mempermasalahkan tentang dirinya melepaskan kedua orang itu.


" Karena guru memerlukan kita atas kematian Kakang Buntala dan kakang Pinarak,..". jawab gadis itu.


" Tahu , siapa yg telah membunuh keduanya,..?" tanya nya lagi.


Kembali gadis itu tersentak kaget mendengarkan pertanyaan pemuda itu, ia tahu siapa yg telah membunuh kedua kakak seperguruan nya tersebut.


" Tahu mengapa kakang menanyakan hal ini kepadamu adi mayang,..bukankah dirimu yg aneh,.." seru pemuda itu.


Yah,.memang gadis itu melarang pemuda tersebut untuk menutut balas ketika mereka melintasi desa Kenanga, dimana pembunuh dari kedua kakak seperguruan nya itu memang berada di sana yaitu Senopati Brastha Abipraya.


Entah mengapa perasaan gadis itu akan bergetar jika harus menyebut nama itu ada perasaan aneh yg menyergap hatinya jika mengingat pemuda itu.


" Kakang, bukan apa -apa,.Aku melarang mu menantang Senopati Pajang itu untuk berperang tanding. Mayang mengkhawatirkan keselamatan mu, karena Senopati Pajang itu bukan merupakan tandingan kita berdua," jelas gadis itu.


Yg ternyata adalah Dewi Rasani Mayang, merupakan murid dari Mpu Loh Brangsang dan mereka berdua baru dari Blambangan bersama Raden Kuda Wira.


" Kita telah memiliki ajian Lebur Saketi dan sudah setingkat dengan kakang Buntala, mengapa harus takut berhadapan dengan si Senggani itu,.." seru Raden Kuda Wira lagi.


" Yakinlah kang,.. Senopati Brastha Abipraya itu bukan tandingan kita berdua, jangan kan kita, guru saja tidak mampu melawannya,.." seru gadis cantik itu.


" Guru bukan nya tidak mampu untuk mengatasi si Senggani itu, tetapi ia memang berusaha kepada para muridnya untuk melakukan hal itu,.." sebut Raden Kuda Wira.


" Kakang jangan memandang rendah Senopati Brastha Abipraya itu, selain kakang Buntala dan kakang Pinarak, paman guru Mpu Pundirangan dan Mpu Pasirangan pun tewas di tangannya,." ungkap Dewi Rasani Mayang.


" Hehh,.mengapa dirimu memuji-muji kehebatan si Senggani itu,. apakah kamu suka terhadap nya,..adi Mayang,..?" tanya Raden Kuda Wira.


Gadis itu membelalakan matanya, wajah nya menjadi merah.


" Kang ,..aku bukannya suka terhadap Senopati Brastha Abipraya itu, tetapi lebih memandang kepada keselamatan kita berdua,..itu saja,.." seru Dewi Rasani Mayang.


Ia segera beranjak dari tempat itu,..meningglkan Raden Kuda Wira. Ada perasaan yg kurang senang ketika pemuda itu menyebutkan bahwa dirinya terlalu memuji Senopati Pajang itu.


" Aku tidak akan takut terhadapnya , meski ilmunya setinggi langit,.. Kakang akan menghadapinya," teriak Raden Kuda Wira.


" Terserah kakang,. jika kakang kuda Wira mau mati, tetapi kalau aku masih menyayangi nyawaku,..karena kita memang belum sebanding dengan nya ," jawab Dewi Rasani Mayang.


Ia terus berjalan menuju ke arah kota Pajang.


Raden Kuda Wira pun menyusulnya dari belakang,.hati pemuda itu agak geram dengan sikap adik seperguruan nya itu.


Sedsngkan di Desa Kenanga, pembangunan rumah Raka Jang, telah pun berjalan.


Dengan seorang yg ahli bangunan , rumah itu di bangun secara gotong royong oleh para warga desa Kenanga.


Setelah lebih dari sepekan dari awal nya, rumah itu pun selesai di bangun.


Meski pun tidak terlalu besar tetapi rumah itu memang sudah layak untuk di tempati .


Sementara di sebelahnya gubuk si Mbok Rondo masih berdiri bahkan telah di perbaharui lagi.


Jadilah di pategalan itu berdiri dua bangunan dan rumah yg di peruntukkan untuk Raka Jang sudah siap untuk di tempati.


" Bagaimana ngger,..kapan kita akan membawa Ki Raka Jang itu kemari,..?" tanya Ki Lamiran.


" Nanti malam Ki , kita akan ke gubuk nya , kita minta dia untuk mau tinggal di sini, mudah mudahan ia mau,.." jawab Raka Senggani.

__ADS_1


" Mudah mudahan ,..Ngger,.." sahut Ki Lamiran.


__ADS_2