
Perempuan tua itu tidak memjawab pertanyaan dari Panembahan Lawu itu,.bahkan Tubuhnya hanya mematung, seolah tidak dapat untuk di gerakkan.
Ada perasaan aneh di dalam hatinya jika harus berhadapan dengan orang yg bernama Kebo Anggara ini, yg sulit untuk di artikan.
" Guru,... mengapa diam saja,..siapa orang ini,..?" tanya gadis muda yg berparas cantik itu.
" Ehh,..tidak ,..ndhuk,..aku hanya,..."
Perempuan tua itu tidak dapat melanjutkan kata -katanya lagi.
Adalah Panembahan Lawu lah yg berkata,..
" Ku petingatkan kepadamu Siritem,..jika memang dirimu hadir di Kenanga ini bukan karena undangan dari aNgger Senggani,.dan ada niatan lain dalam hatimu,..niatan itu ingin merusak acara pernikahan dari Angger Senggani ,..akulah yg akan menjadi lawanmu,.." seru penguasa Gunung Lawu itu.
Nada ancaman kentara keluar dari ucapan nya tadi.
Karena sebenarnya lah Panembahan Lawu tahu,.orang inilah yg telah ia dengar dari cetita Raka Senggani saat menghadang nya di sebuah ara -ara.
Ia lah yg bernama Nyai Sriti Wengi dari kulon,..tokoh sakti yg berwatak aneh. Semasa mudanya ia bernama Siritem.
Entah memang dirinya memiliki kulit tubuh yg berwarna hitam , maka ia memberi tambahan nama Wengi di belakang namanya.
" Ahh,.. tidak kakang Kebo Anggara,..mana mungkin diriku berani melakukan hal seperti itu,.disini kan banyak orang yg memiliki kesaktian yg luar biasa,.." jawab Nyai Sriti Wengi.
" Guruuu.,.."
Teriakan dari muridnya itu seolah pertanda bagi Nyai Sriti Wengi untuk menepati janjinya kepada dirinya.
" Tenanglah ,.. Ndhuk ," sahut Nyai Sriti Wengi.
Ia berusaha menenangkan hati gadis muda itu, yg tampaknya sangat kesal mendengar penjelasan dari orang yg di panggil nya guru itu.
" Ingat janji mu itu,.. Siritem,..dirimu seharusnya bersyukur masih dapat selamat dari tangan angger Senggani,..jadi jangan buat susah dirimu sendiri,..apalagi di sini ada diriku,. aku tidak akan membiarkan siapa pun yg akan menganggu jalan nya acara pernikahan nya ini,..camkan itu ,..Siritem,..aku tidak main main,.."
Keras nada ancaman dari Eyang panembahan Lawu kali ini,.. karena ia merasa bahwa gadis cantik yg ada di belakang nya itu lah yg memiliki urusan dengan Senopati Brastha Abipraya.
Kemudian Panembahan Lawu bergerak meninggalkan tempat itu,..sambil ia mengucapkan salam.
Setelah Panembahan Lawu tidak nampak lagi,..bertanyalah gadis muda itu,..
" Mengapa guru terlihat takut melihat orang itu,..siapa dia sebenar nya,..?" tanya nya kepada Nyai Sriti Wengi.
" Hehh,.."
Setelah menghela nafasnya,..Nyai Sriti Wengi kemudian menceritakan kepada gadis muda yg menjadi muridnya.
Ia mengatakan bahwa orang yg bernama Kebo Anggara adalah seseorang yg mendapatkan tempat di hati perempuan tua itu.
Ada hubungan khusus antara dirinya dengan orang tersebut.
Nyai Sriti Wengi menambahkan bahwa Kebo Anggara itu adalah yg menjadi penguasa di Gunung Lawu. dan memiliki kemampuan yg sulit untuk di ukur tingginya.
Nyai Sriti Wengi kemudian mengatakan kepada gadis itu agar lebih bersabar,..mereka akan menunggu waktu yg tepat , seusai acara pernikahan itu.
Ia berjanji,.. Setelah selesai nya acara pernikahan ini,..ia tetap akan membantunya untuk membalaskan dendam nya terhadap istri dari Senopati Demak itu.
Sedangkan di rumah Ki Jagabaya,..tempat berlangsung nya acara hajatan yg terbesar di desa kenanga ini, terlihat sangat ramai.
Banyak nya tamu undangan melebihi dari yge di duga oleh tuan rumah sendiri.
Kebanyakan datang dari luar desa,.termasuk dari kademangan Kedawung,..kademangan Muncar,. Pedukuhan dalih.
Bahkan dari tanah perdikan Mantyasih dan tanah perdikan Boyolangu pun ikut hadir pula.
Benar -benar sebuah Hajatan yg sangat besar dan meriah.
Terlebih dengan kedatangan dari tamu kehormatan , penguasa Demak yaitu sang Sultan yg di dampingi oleh ketiga putranya,
Ditambah lagi dengan kehadiran Adipati Pajang , di susul pula oleh Patih Haryo Winangun dari madiun,..
Semua nya di tempat kan pada satu tempat yg terpisah dari para undangan kebanyakan .
__ADS_1
Sementara di atas pelaminan ,.dua orang mempelai tampak tersenyum bahagia, menatap kemeriahan dari hajatan nya itu.
Baik Raka Senggani,.mauoun Sari Kemuning,..sama sama merasa bahagia,.. saat ini mereka telah resmi sebagai sepasang suami istri.
Satu dalam kata,..
Mereka berdua memang saling mencintai dan membutuhkan satu sama yg lainnya.
Ketika kedua nya beradu pandang, nampaklah senyum yg mengembang dari muda mudi ini.
Setelah penantian yg cukup panjang,. akhirnya janur kuning pun telah melengkung di depan rumah Ki Jagabaya ini.
Sudah tidak halangan lagi bagi keduanya,.mereka telah halal.
Pada satu kesempatan, saat Patih Haryo Winangun memberjkan selamat,.ia masih sempat bercanda,..
" Sungguh tepat pilihan anakmas Senopati,..namun sebenar nya,..paman masih sempat menaruh harapan bahwa anakmas dapat berjodoh dengan putri Sekar kedaton,..tetapi ternyata doa ku,..tidak terkabul,. anakmas Senopati,..dirimu telah memilih orang lain,.." ucap Patih Haryo Winangun.
Patih madiun itu nampak tersenyum, setelah memberikan ucapan selamat kepada Senopati Demak itu.
Pesta Hajatan yg di gelar oleh Ki Jagabaya semakin meriah ketika malam telah tiba.
Pasar dadakan pun terjadi di tempat itu,..para warga desa Kenanga banyak yg beejualan ,.. karena adanya hiburan wayang kulit.
Kali ini,..lakon yg di bawakan adalah Lakon Wisanggeni Rabi.
Kisah yg diambil oleh sang dalang dalam penggambaran yg sesuai dengan keadaan dua orang pengantin itu.
Cerita yg mengangkat perkawinan dari Bambang Wisanggeni yg berhasil menikahi putri Mustikawati anak dari prabhu Mustikadharma, setelah bersaing untuk mendapatkan cinta sang putri dengan melawan Prabhu Boma Nakarasura dan raden Lesmana mandrakumara.
Suara gamelan yg mengiringinya pun sesuai dengan tampilan Ki dalang Purwa Wiratama.
Keadaan desa Kenanga benar -benar meriah ,..banyak nya penonton yg hadir membuat dua orang perempuan terlihat berusaha untuk mendekati pelaminan.
" Memang sangat tampan,..Senopati Demak itu,.." desis perempuan yg berusia tua.
Sambil ia memandang ke arah gadis yg ada di sebelah nya.
" Tidak juga ,.. Ndhukk,..yg wanitanya pun sangat cantik,..mereka berdua amat serasi, laksana Raden Kamajaya dan Dewi Ratih,.." sahut perempuan tua itu.
Yang tiada lain adalah Nyai Sriti Wengi, sementara gadis yg berada di sebelahnya terus menerus menatap ke arah Raka Senggani,.beruntung mereka berdua berada di tempat yg agak gelap sehingga tidak terlihat oleh kedua pengantin itu.
Seharusnya , akulah yg duduk bersama kakang Senggani itu,..bukan Kemuning,..kata gadis itu dalam hati.
Sungguh hatinya teriris melihat kebahagiaan kedua mempelai itu,..ada semacam perasaan yg tidak dapat ia terima dengan kenyataan yg ada di depan matanya.
Kakang Senggani,..dirimu telah melupakan diriku ,..bukankah dahulu akulah yg telah menemani di saat dirimu susah,..tetapi mengapa sekarang disaat dirimu jaya ,..aku tidak kau anggap lagi,..aku tidak dapat menerima semua ini,..kau kejam kakang,..kata gadis itu dalam hati.
Wajah cantiknya ,tiba -tiba berubah menjadi sayu dan terlihat amarah dalam hati gadis itu.
Ia bahkan menjauhi tempat itu dan meninggalkan Nyai Sriti Wengi yg masih saja mengagumi kedua mempelai pengantin.
Dan melihat muridnya telah tidak berada di tempatnya,..buru -buru tokoh dari kulon ini mencarinya.
Cukup lama, baru ia menemukan gadis itu.
Terdengarlah isak tangis dari gadis cantik itu..
" Hik, hik, hik,.."
" Sudahlah Ndhuk,..memang ia bukan jodohmu,..relakan lah,..dirimu pun masih muda,.. dirimu dapat mencari pengganti yg lebih baik darinya,.." ucap Nyai Sriti Wengi menasehati.
" Guru,..memang mudah untuk mengatakan nya , tetapi lihat,..guru pun tidak dapat melupakan Panembahan Lawu itu,..terbukti saat ia marah kepada guru, tidak sedikit pun guru mampu membantahnya apalagi untuk melawannya,.." ucap gadis itu.
Airmata nya telah membasahi pipinya,..rasa sedih hatinya ia telah tumpahkan dengan menangis sekeras kerasnya,..beruntung mereka berada jauh dari tempat hajatan itu, kalau tidak mungkin mereka berdua akan jadi tontonan.
Yang terdengar hanyalah suara alunan gamelan yg terus berbunyi yg sampai ke tempat itu.
Nyai Sriti Wengi tidak mampu berkata kata,..apa yg di ucapakan oleh muridnya itu benar adanya,..ia pun tidak dapat menghapus rasa di dalam hatinya terhadap orang yg bernama Kebo Anggara,.meskipun usia mereka saat ini sudah tidak muda lagi alias sudah peot,..tetapi rasa itu masih sama dan masih ada.
" Hehh,.."
__ADS_1
Kembali perempuan tua itu menarik nafasnya dalam dalam,..ia sulit untuk memberi pengertian kepada muridnya,.. karena ia sendiri pun telah mengalaminya.
Sulit untuk keluar dari rasa yg ada,.. apalagi untuk melupakan nya, meski waktu telah lama berlalu.
Malam itu mereka habiskan berdua dengan berdiam diri saja,.masing -masing larut dengan kenangan sendiri sendiri.
Seolah hati mereka lah yg berbicara ,..seperti kedua orang yg baru saja meresmikan menjadi sepasang suami dan istri ,..Raka Senggani dan Sari Kemuning.
Keduanya menghabiskan malam pengantin dengan berdua saja,..hati mereka telah menjadi satu dan kebahagiaan terpancar dari keduanya.
Terlebih untuk putri Ki Jagabaya itu,.ia merasa berhasil memenangkan hati kekasihnya yg kini menjadi suaminya,..yg dahulu amat tidak menyukai nya karena hitam dan dekil.
Kini mereka berdua telah berada dalam satu tempat tidur yg sama.
Dan pada hari hari ke depan nya akan mereka lalui bersama pula.
Sampai menjelang pagi keduanya tidak tertidur mereka merasa sangat bahagia karena acara pernikahannya itu berjalan dengan sangat lancar tidak ada gangguan apa pun juga.
Ketika ayam jantan berkokok pada saat pertama kalinya barulah keduanya tertidur dengan pulasnya.
Dan pada keesokan paginya,..buru -buru Raka Senggani menghadap Kanjeng Gusti Sultan Demak yg berencana akan meninggalkan desa Kenanga pada hari itu juga.
Dengan di dampingi oleh Sari Kemuning mereka datang ke kemah Kanjeng Sinuwun itu.
Keduanya di sambut dengan senyum lebar dari penguasa kerajaan Demak itu.
" Raden Hidayat,..apakah dirimu akan tinggal di sini, di desa Kenanga ini atau akan memboyong istrimu ke Kotaraja Demak,..?" tanya nya pada Raka Senggani.
" Ampun Kanjeng Sinuwun,..hamba belum dapat menentukan nya,. mungkin setelah sepasar baru kami akan memutuskan hal itu.," jawab Raka Senggani.
" Jika memang dirimu ingin tinggal di Kotaraja Demak,.. Aku telah menyediakan satu tempat untukmu dan berdekatan dengan kediaman dari Kakang Tumenggung Bahu Reksa,..jika memang dirimu berniat menetap di Kotaraja,.." ucap Kanjeng Gusti Sultan Demak.
Dan Raka Senggani tidak menjawab usulan dari penguasa Demak itu,.ia belum memikirkan dimana kelak mereka berdua akan tinggal, di desa Kenanga atau Kotaraja Demak.
" Namun saranku, sebaiknya kalian berdua segera pindah ke Kotaraja,.agar pekerjaan mu lebih mudah untuk menangani nya,..karena hari hari ke depan tentu dirimu akan lebih sibuk lagi,..jika istrimu masih tinggal di sini,..akan sulit untuk menemuinya,.." jelas Kanjeng Gusti Sultan Demak lanjut.
Ia berusaha membuka wawasan Senopati nya itu agar mau secepatnya pindah ke Kotaraja Demak dengan membawa istrinya.
Setelah keberangkatan dari Kanjeng Gusti Sultan Demak dari desa Kenanga, perlahan -lahan,.para tamu undangan pun mengikuti kepergian dari Rajanya itu.
Kanjeng Gusti Adipati Pajang pun meninggalkan desa Kenanga diikuti oleh rombongan dari Kadipaten Madiun.
Dan dari beberapa tanah Perdikan maupun Kademangan.
Desa Kenanga berangsur angsur menjadi seperti sedia kala.
Raka Senggani yg untuk sementara tinggal di kediaman dari Ki Jagabaya segera mmebicarakan apa yg menjadi permintaan dari Kanjeng Gusti Sultan Demak itu.
Ia menyebutkan ..bahwa penguasa kerajaan Demak itu menginginkan dirinya untuk aegera pindah ke Kotaraja Demak.
Karena menurut Kanjeng Gusti Sultan Demak,..tugas tugasnya akan semakin berat dan di harapkan kehadiran nya di istana keraton Demak.
Mendenagr penuturan dari mantunya itu , Ki Jagabaya menyerahkan sepenuhnya keputusan nya kepada Senopati sandi Demak itu,..ia hanya berpesan ,..apa pun yg akan menjadi keputusan nya,..Sari Kemuning yg telah resmi menjadi istrinya agar di bawa serta pula.
Mendengar ucapan romonya,..Japra Witangsa berseru senang,..
" Benar adi Senggani,..jika dirimu berada di Kotaraja ,..kami dapat berkunjung kesana tiap saat,..jika Kenanga tidak mengalami gangguan apapun,..sehingga kami dapat meningkatkan kemampuan kami semua,..Andara pasti akan senang mendengar berita ini,.."
Terdengar ucapan dari kakak ipar Raka Senggani dengan raut wajah yg sangat senang .
Pemuda itu sebenarnya masih memiliki keinginan untuk dapat tinggal di Kotat Demak,..selain ramai,..tentu ia dapat mengasah kemampuan nya atau bila perlu ia akan menjadi prajurit Demak.
Raka Senggani hanya diam saja mendengar permintaan dari Japra Witangsa,..ia masih memikirkan untung rugi nya tinggal di Kotaraja Demak.
Selain itu,.dalam lubuk hatinya yg paling dalam ia merasa kasihan dengan pamannya,..yg baru saja memiliki teman di dalam rumah nya,..kini ia harus tinggalkan.
Ahh,..tetapi paman Raka Jang pun telah terbiasa hidup sendirian,.. atau bila perlu ia aku ajak sekalian,..kata Raka Senggani dalam hati.
Pada malam itu juga,..Ki Bekel yg mendengar berita dari Japra Witangsa bahwa Raka Senggani akan pindah ke Kotaraja Demak, ia menyempatkan untuk melihat keadaan dari Raka Senggani di rumah Ki Jagabaya.
Setelah mengucpakan salam dan berbasa basi sebentar,..ia langsung menanyakan hal apa yg telah ia dengar dari Japra Witangsa, putra Ki Jagabaya itu.
__ADS_1
" Benarkah ,..angger Senggani akan segera pindah ke Kotaraja Demak,..?" tanya nya .