
Mulai sejak hari desa Kenanga memperkuat keamanan nya, sampai wayah selesainya panen.
,
Dan memang tidak ada kejadian yg luar biasa, bahkan orang orang yg di curigai pun tidak di temukan.
Penyelidikan dari ketiga orang itu memang menyebutkan bahwa sebenarnya orang yg telah menghadang Senipati Bima Sakti itu adalah Nyai Sriti Wengi dan seorang anak murid nya.
Hati Raka Senggani menjadi lega karena Hari yang dinanti hampir tiba.
Disaat desa Kenanga sibuk dengan hasil panennya,.ia berangkat ke Gunung Lawu, sowan terhadap Panembahan Lawu.
" Ehh,..apa khabar mu,..Ngger,.. Apakah dalam keadaan baik,..?" tanya Panembahan Lawu.
" Baik ..eyang,.." sahut Raka Senggani.
Sambil kemudian menanyakan keadaan masing -masing ..Senopati Bima Sakti mengatakan kepada Eyang Panembahan Lawu maksud kedatangan nya ke situ.
" Jadi angger akan segera menikah,..?" tanya nya.
" Benar , Eyang ,..mungkin sekira sepekan lagi,.." jawab Raka Senggani.
" Mudah -mudahan eyang dapat menghadiri nya,.siapa gadis yg beruntung itu,..?" tanya nya lagi kepada Raka Senggani.
" Sari Kemuning , putri Ki Jagabaya,.. Eyang Lawu,.." jawab Raka Senggani.
Kemudian tidak lupa Raka Senggani menanyakan siapa sesungguhnya orang yg bernama Nyai Sriti Wengi itu kepada Eyang penemabahan Lawu.
" Hehh,..Sriti Wengi,..apakah manusia itu masih hidup,..!" seru Panembahan Lawu kaget.
" Sepertinya memang demikian eyang,..karena ia pernah menyatroni rumahku dan sempat juga menghadangku di sebuah ara ara,.." jawab Raka Senggani.
" Bagaimana ciri cirinya,..?" tanya Panembahan Lawu.
" Senggani tidak dapat melihat raut wajahnya, hanya ketika bertarung dengannya,.ia mengeluarkan ilmu yg menyerupai bola bola api ,.. Eyang,.." jelas Raka Senggani.
Sambil terdiam , dan mengelus jenggotnya yg telah memutih semua,..Eyang penemabahan Lawu kemudian berkata,..
" Benar Ngger,..itu adalah salah satu ilmu yg di miliki oleh Sriti Wengi,..ia memberi nama pada ilmunya itu Aji bulan merah,..tetapi apa maksud nya datang dan mengobrak abrik rumah mu itu,..ngger,..?" tanya Panembahan Lawu.
Orang tua itu sepertinya ada yg lain dari cerita Raka Senggani itu, tidak biasanya Sriti Wengi melakukan hal hal seperti itu.
Ia akan lebih suka untuk menantang langsung lawan nya jika memang menginginkan sesuatu darinya.
" Eyang ,..apa tidak mungkin ia menginginkan ini,.." sahut Raka Senggani.
Senopati Bima Sakti itu mengeluarkan tongkat milik Ki Suganpara tersebut dan meletkkannya di hadapan Panembahan Lawu.
Penguasa Gunung Lawu itu meraih tongkat tersebut dan memandangi nya cukup.
" Seperti yg telah eyang katakan tempo hari, sebaiknya memang Angger Senggani menyerahkan kembali tongkat ini kepada pemiliknya,..namun tidak masalah dengan Senjata ini,..kalau memang Sriti Wengi menginginkan benda ini , ia tidak mungkin akan melakukan perbuatan seperti maling ,.." ucap Panembahan Lawu.
Penguasa Gunung Lawu ini merasa heran dengan apa yg telah di dengarnya.
Ia kemudian menceritakan kisah dari Nyai Sriti Wengi ini,.bahwa dahulu ia merupakan gadis yg berparas lumayan cantik , bahkan banyak pemuda yg menginginkannya untuk menjadikannya sebagai seorang istri.
Termasuk di sini adalah Resi Brangah dari Blambangan. Beberapa kali ia berusaha mendapatkan kembang dari kulon tersebut, bahkan dengan jalan yg tidak baik pun ia lakukan nya tetapi semuanya tidak berhasil.
Jadilah Nyai Sriti Wengi membenci orang itu seumur hidupnya,..tutur Panembahan Lawu.
Akan tetapi ada kebiasaan buruk dari Nyai Sriti Wengi ini yg suka pada lelaki yg telah memiliki seorang istri terlebih dari kalangan istana , baik Kotaraja mauapun kota kadipatenan.
Dengan harapan ia dapat memiliki benda -benda yg keramat atau wesi aji. Karena ke cendrungan nya untuk memiliki kesaktian yg sangat tinggi dengan senjata pusakanya yg mumpuni, jadi suat hal yg mustahil jika ia melakukan tindakan seperti yg telah terjadi di rumah Raka Senggani itu,.cerita Panembahan Lawu.
__ADS_1
" Apa tidak mungkin ada seseorang di balik kejadian ini,..Ngger,..?" tanya Panembahan Lawu.
" Maksud Eyang,..?" tanya Raka Senggani.
Kemudian Panembahan Lawu mengatakan kepada Raka Senggani bahwa ada orang yg tidak senang kepqda Senopati sandi Demak ini dan meminta bantuan kepada Nyai Sriti Wengi untuk mengalahkannya atau merebut sesuatu dari tangan Senopati Bima Sakti ini agar kekuatan atau kelemahannya dapat d ketahui,..jelas Panembahan Lawu.
" Akan tetapi siapa orang nya,..?" tanya Raka Senggani .
" Itulah yg perlu angger Senggani selidiki,.." sahut Panembahan Lawu.
Senopati sandi Demak ini menarik nafasnya dalam dalam, saat ini tentu ia akan sulit untuk melakukan nya karena pernikahannya telah di depan mata.
Adalah Panembahan Lawu lah yg memberikan jalan keluarnya,..
" Bukankah angger Senggani saat ini merupakan Senopati Sandi Yuda Demak, tentu memiliki banyak prajurit sandi yg dapat di gunakan untuk melakukan hal ini,..dan tidak akan mengganggu acara perniakahanmu,.." jelas Panembahan Lawu.
Senopati Bima Sakti sampai terlupa bahwa saat ini dirinya adalah seorang pemimpin di kesatuan dari keprajuritan sandi Demak dan memang memiliki banyak prajurit sandi yg dapat di kerahkan untuk mencari tahu akan hal tersebut. Namun ada yg kurang pas di dalam hatinya.
" Kenapa, Ngger,..ada yg salah ,..?" tanya Panembahan Lawu.
Agak ragu Senopati Bima Sakti menjawab pertanyaan itu,..
" Bukankah ini adalah masalah pribadi , Eyaang,..apa pantas menggerakkan prajurit sandi Demak yg merupakan prajurit di biayai oleh kerajaan ,..bukan oleh Raka Senggani,..apa kata Kanjeng Gusti Sultan jika hal ini di dengarnya,..!" jelas Raka Senggani.
Sambil tersenyum ,..Panembahan Lawu kemudian berkata,..
" Benar katamu itu ,..Ngger,.. tetapi bukankah dirimu ini adalah bagian dari kerajaan , artinya dirimu pun memerlukan perlindungan dari kerajaan,..dan dalam hal ini bukan semata untuk kepentingan pribadi saja , terlebih dalam keprajuritan sandi yuda Demak,..apa tidak malu Sultan Demak jika seorang kepercayaan nya seperti Angger Senggani ini tewas di bantai oleh seseorang tanpa dapat di cegah, karena selain sulta Demak dan panglima tertinggi pasukan demak dirimu pun berhak medaptakan perlindungan dari kerajaan,..itu adalah salah satu hak dari seorang senopati,..dapat pengawalan dari para prajurit,.." jelas Panembahan Lawu.
Raka Senggani yg mendengar hal itu kemudian membenarkan ucapan dari Panembahan Lawu tersebut.
Namun ada sesuatu ucapan dari Panembahan Lawu yg membuat keduanya tertawa.
" Tetapi kalau untuk angger Senggani tentu tidak akan memerlukan satu pengawalan atau pun prajurit , tidak akan ada yg berani menantang dirimu,..ngger tentu ia akan mencari mati,..he,.he,.he,."
Dan Raka Senggani pun ikut tersenyum. mendengar nya.
" Apa itu eyang,..?" tanya Raka Senggani.
Sambil menatap pemuda yg duduk di hadapan nya itu ia berkata,..
" Dirimu mampu mengalahkan Ki Gedangan,..dan dapat membuat dirinya tidak berdaya,.." terang Panembahan Lawu.
Raka Senggani jadi terperangah mendengar penuturan hal itu .
" Darimana Eyang tahu,..?"
Secara tiba -tiba saja pertanyaan itu keluar dari mulut Senopati Bima Sakti.
Karena menurut sepengetahuan nya ia belum pun menceritakan hal itu kepada penguasa Gunung Lawu itu.
Panembahan Lawu tersenyum mendengar pertanyaan dari Senopati Bima Sakti ini.
" Eyang telah menyempatkan untuk melihat mu bertarung dengan Ki Gedangan pada malam itu,.Ngger,.." jawab Panembahan Lawu.
Raka Senggani baru tahu bahwa dalam pertarungan nya melawan Ki Gedangan, Panembahan Lawu hadir di tempat itu.
" Apakah Senggani tidak salah dengare ,..Eyang,..?" tanya Raka Senggani heran.
" Tidak Ngger,.. memang eyang menyempatkan diri untuk melihat mu bertarung dengan Ki Gedangan itu, ada rasa penasaran akan kemampuan nya saat kini sekaligus melihat kemampuan salah seorang Senopati terbaik Demak saat ini,..siapa yg lebih unggul,..he, he, he,.." ungkap Panembahan Lawu.
Bahkan ia menambahkan kepada Raka Senggani, dengan melihat keadaan dari pertarungan itu , ternyata kemampuan dari Ki Gedangan itu meningkat cukup pesat, akan tetapi ketika berhadapan dengan Senopati dari Demak ini , semua itu sepertinya tidak ada artinya.
" Bukan tidak ada artinya Eyang,.. tetapi pada saat itu Senggani harus memutar otak untuk mengatasi kehebatan nya, " jawab Raka Senggani.
__ADS_1
" He,.he,.he,..Eyang tahu ,..dirimu belum seluruhnya mengeluarkan kemampuan yg di miliki, dan Ki Gedangan sudah harus takluk,..mungkin ini yg menyebabkan Nyai Sriti Wengi tidak berani menentang dirimu secara langsung dan hanya menjajal saja saat di ara -ara itu,.." ucap Panembahan Lawu lagi.
Raka Senggani jadi tersipu malu, karena sepertinya Orang tua yg ada dihadapan nya itu tidak dapat ia bohongi.
Pembicaraan kedua nya menjadi semakin menarik setelah Panembahan Lawu mengatakan kepada Senopati Bima Sakti ini agar dapat membawa diri , karena saat ini ia tengah berada di puncak kejayaan nya.
Jadi merupakan nasehat seorang tua terhadap seorang cucunya. Dan seperti biasanya ,..Raka Senggani akan menerima nasehat itu dalam hatinya.
Bahkan ada harapan di dalam hatinya, agar Panembahan Lawu dapat memberikan nasehat kepadanya. Supaya ia dapat melangkah dengan benar.
Satu malam senopati Bima Sakti berada di Gunung Lawu,..sebelum kembali ke desa Kenanga,.. penguasa Gunung Lawu itu masih berpesan agar kelak dirinyalah yg menjadi penggantinya di Lawu ini.
Senopati Bima Sakti hanya dapat menganggukkan kepalanya , tidak dapat berjanji kepada Panembahan Lawu itu.
Maka kembalilah Senopati Bima Sakti ke desa Kenanga dengan menggunakan si Jangu,..jarak yg tidak jauh membuat dirinya segera tiba di rumah nya.
Keadaan desa Kenanga seperti sedang di sulap saat acara pernikahan nya telah semakin dekat.
Bahkan Rumah Juragan Tarya yg telah di tinggalkan itu sengaja di sediakan oleh pihak desa untuk para pembesar Kerajaan Demak, bila perlu tempat itulah yg akan di peruntukkan kepada Sultan Demak atau pun yg mewakilinya.
Dan di sekitaran desa telah di hiasi dengan berbagai macam umbul-umbul bahkan hiasan janur kuning.
Memang desa Kenanga itu seperti sedang mengalami suatu hajatan yg sangat besar.
Sehingga kemeriahan itu menjadi semakin terasa di saat hari menjelang acara itu dilangsungkan tinggal beberapa hari lagi.
Raka Senggani sendiri merasa gugup ketika hari yg dinanti itu semakin dekat.
Diantara ketakutan nya adalah akan adanya gangguan dari orang orang yg tidak senang kepadanya .
Tetapi semuanya itu ia tepis dengan kehadiran para lurah prajurit Sandi Demak.
Dan yg pertama kali tiba di desa Kenanga adalah Ki Lintang Gubuk Penceng,.. Lurah prajurit sandi yg berada di daerah trowulan.
Ki Lintang Gubuk Penceng mengatakan kepada Senopati Bima Sakti untuk membersihkan daerah itu dari orang orang yg akan bertindak di luar perhitungan dari para prajurit.
Ia menyebutkan bahwa Kanjeng Gusti Sultan Demak akan hadir di desa Kenanga ini sekira tiga hari menjelang pernikahan dari Senopati Bima Sakti.
Raka Senggani merasa terkejut mendengar penuturan dari Ki Lintang Gubuk Penceng ini,.. apakah benar Kanjeng Pangeran Sabrang Lor yg telah bergelar Sultan Demak II itu akan mau hadir di acara pernikahan ini.
Namun Ki Lintang Gubuk Penceng mengatakan kepada Senopati Bima Sakti ,..bahwa berita yg ia terima langsung dari panglima tertingggi armada pasukan Demak,..Kanjeng Tumenggung Bahu Reksa,.
Jadi seluruh para prajurit sandi di kerahkan ke wilayah kadipaten Pajang ini terutamanya ke desa Kenanga.
Di harapkan kehadiran dari Kanjeng Gusti Sultan akan aman selama berada disini.
" Ki Lintang,..dimana Kanjeng Gusti Sultan harus,..kutempatkan,..?" tanya nya pada Ki Lintang Gubuk Penceng.
" Menurut beliau ,..ia sebaiknya di buatkan kemah di dekat rumah Senopati Bima Sakti ini,..!" jawab Ki Lintang Gubuk Penceng.
" Apa tidak sebaiknya , Kanjeng Gusti Sultan Demak berada di rumah bekas milik dari Juragan Tarya itu,..selain rumah tersebut sangat besar,..pagarnya pun lumayan tinggi sehingga keamanan akan lebih terjamin jika beliau berada disana,.." jelas Raka Senggani.
Akan tetapi,.Ki Lintang Gubuk Penceng menolaknya,..ia harus taat pada perintah dari Kanjeng Gusti Sultan Demak II sendiri yg meminta untuk di bangunkan perkemahan di dekat rumah Senopati Bima Sakti ini.
Oleh sebab itulah ,..ia dan beberapa Lurah prajurit sandi yg lain pun segera di kerahkan untuk bergerak ,..dan pembuatan perkemahan itu akan dilakukan oleh para prajurit Demak bagian perbekalan ,..tugas para prajurit sandi Demak hanya untuk menjaga keamanan Kanjeng Gusti Sultan Demak selama berada di desa Kenanga, sekaligus pemberitahuan kepada sang Senopati,..yg selama beberapa purnama sebelum pernikahannya tidak datang menghadap ke Demak .
" Memang benar diriku tidak pernah menghadap Kanjeng Gusti Sultan selama beberapa purnama setelah peristiwa di Kadipaten Surabaya itu,..Ki Lintang Gubuk Penceng,.." ucap Raka Senggani.
Karena memang dirinya telah meminta waktu untuk mempersiapkan segala sesuatu nya menghadapi pernikahan nya itu.
" Oleh sebab itu ,..Kanjeng Tumenggung Bahu Reksa lah ,..yg mnggantikan tugas Senopati Bima Sakti untuk sementara waktu sampai selesai nya pernikahan ini,..dan pesan beliau agar menyiapkan segala sesuatunya disini dan melalui persetujuan dari Senopati Bima Sakti sendiri,..!" jelas Ki Lintang Gubuk Penceng.
" Jika memang demikian, aku akan menyediakan tempat untuk dibangunkan kemah yg akan di peruntukkan kepada Kanjeng Gusti Sultan,..dan tempat itu sebaiknya berada disini,..!" terang Raka Senggani.
__ADS_1
Sambil ia menunjukkan sebuah lahan pategalan yg belum di tanami oleh Ki Lamiran dan tidak jauh dari rumahnya.
" Baik Senopati Bima Sakti,..jika para prajurit demak bagian perbekalan itu datang , aku akan memberitahukan kepada mereka,..sehingga Senopati dapat mengurus hal yg lain lagi,..menurut Kanjeng Gusti Sultan,.. kedatangan nya kemari jangan sampai membuat dirimu susah ataupun ewuh pakewuh,..ia tidak ingin hal itu terjadi,.." ungkap Ki Lintang Gubuk Penceng.