
Melihat kedua orang gadis itu diam saja, maka salah seorang yg merupakan pimpinan dari kelima orang kawanan begal ini langsung bergerak.
Ia cukup mengerti kemampuan salah seorang dari gadis ini, maka ia langsung menyerang dengan goloknya.
" Ciaaat..,!"
" Haiit,..!"
" Dhieghh,..!"
Sebuah tusukan dari orang ini mengarah dada kiri Tara Rindayu, gadis ini memiringkan tubuhnya menghindari serangan tersebut, serangan tersebut luput dan dengan sangat cepat ia meraih pangkal lengan orang tersebut seraya memukul nya hingga goloknya terlepas, tidak sampai di situ Putri Juragan Tarya ini mengirimkan siku nya ke dada orang tersebut sehingga membuat nya harus terbungkuk menahan sakit.
Tara Rindayu kemudian melepaskan pukulan tangan kirinya ke arah wajah lawannya ini hingga ia pun jatuh ke atas tanah setelah menerima hantaman yg cukup telak di wajahnya.
Gadis cantik ini segera mengambil golok yg terlepas dari tangan lelaki tersebut, dan begitu golok nya berhasil di dapat maka serangan dari kawanan rampok ini pun datang bagai air bah yg menerjang.
Empat orang langsung menyerang dengan senjata masing -masing di tangan nya.
" Traangg,..!"
" Traaangg,..!"
" Traangg,...!"
" Triiingg,..!"
Tara Rindayu harus bergerak cepat guna melindungi ia dan Surti. Serangan ke empatnya pun dapat di mentahkan oleh nya.
Namun karena ia harus melindungi Surti , gerakan dari Tara Rindayu pun jadi terbatas , ia tidak dapat terlalu jauh dari teman nya ini.
Meski demikian , empat orang kawanan begal yg di pimpin oleh Kebo Bujul ini tidak mampu mendesaknya, apalagi sesekali Tara Rindayu mampu melepaskan senjata rahasia nya guna mengurangi tekanan dari empat lawannya itu.
Sementara itu sepasang mata mem hatikan keseluruhan jalannya pertarungan itu.
Dari tata gerak nya seperti nya aku mengenalnya, apakah ia juga murid dari Eyang Branang, berkata dalam hati pemuda yang menggunakan topi caping itu.
Dari sorot matanya tampak nya ia sangat mengagumi kehebatan yg di miliki oleh gadis itu.
Kembali pada jalan nya pertarungan, Tara Rindayu memang bukan tandingan dari ke empat orang itu, tiga tendangan beruntun menjungkalkan ketiganya dan tinggallah seorang saja yang masih mampu berdiri.
Keduanya berdiri berhadapan , dengan senjata terhunus . Akan tetapi ketika Putri Juragan Tarya ini akan bergerak menyerang , lelaki itu bersuit nyaring.
" Suiiit,..!"
Datanglah lima orang teman nya yang di pimpin oleh Wangas.
" Hehhh,..ternyata kita bertemu lagi,..Cah Ayu,..!" seru Wangas.
Lelaki ini yg merupakan salah satu kepercayaan dari Kebo Bujul berseru ketika melihat gadis buruan nya berada di tempat itu.
Tara Rindayu menatap sinis ke arah lelaki yang hampir ia habisi di rumah Ki Sumirat itu.
" Kali ini kau tidak akan selamat lagi,..hehh,..!" seru Tara Rindayu pelan.
Ia memutar goloknya, dan bersiaga dengan segala kemungkinan yg akan terjadi.
Namun alangkah terkejutnya Tara Rindayu ketika , Lelaki yg ber nama Wangas itu memberikan sebuah isyarat.
Empat orang teman nya kemudian bergerak melemparkan sesuatu ,
" Hiyyyaah,..!"
Keempat orang itu melemparkan tali temali ke arah Tara Rindayu.
Gadis cantik ini menghindari lemparan tali -tali tersebut. Ia berusaha keluar dari serangan kawanan rampok itu ,..akan tetapi ternyata Surti terkena salah satu lemparan tali itu.
" Hehhh,..!"
Surti berteriak kaget setelah kedua tangan nya terikat oleh tali itu.
Tara Rindayu kaget,..
"Lepaskan dia ,..!" teriak nya.
Sesaat tubuh Surti di tarik oleh anggota kawanan rampok pimpinan ini.
Putri Juragan Tarya ini nampak kebingungan menghadapi kenyataan apa yang telah terjadi.
Di saat keadaan yang kurang menguntungkan buat gadis asal desa Kenanga ini tiba-tiba,..
" Dasar kalian semua adalah Lelaki busuk, terima ini,..heahh,..!" seru seseorang.
" Sheiit,.."
" Heeeeikkhh,..!"
Lelaki yang menangkap Surti ini tiba tiba terjatuh dengan punggungnya telah tertancap sebuah pisau kecil.
Semua orang yang berada di tempat itu terkejut , tidak ketinggalan adalah Tara Rindayu.
Tetapi gadis ini tidak menyia-nyiakan kesempatan , ia segera melesat dan menebaskan golok yg ada di tangan nya guna membebaskan tubuh Surti, dan meraih nya , membawa nya menjauhi ke empat orang itu.
Sementara kawanan rampok itu melihat ke ar orang yang baru datang ini, seorang lelaki yang mereka lihat saat berpapasan di pertigaan ketika mereka akan kembali ke sarangnya.
" Sungguh memalukan kelakuan kalian ini, empat orang lelaki bertindak curang terhadap gadis,.. sesungguhnya kalian ini hanya pantas berpakaian seorang perempuan,..!" seru pemuda itu.
__ADS_1
Wajahnya tidak terlalu kelihatan karena tertutup topi capingnya yg agak turun ke depan.
" Hehh, bocah apa urusanmu dengan kami,.. apakah nyawamu memiliki rangkap sehingga berani melawan kami,..!" seru Wangas dengan garangnya.
" Perbuatan kalian ini tidak bisa di maafkan, sudah melakukan penculikan, dan saat ini berbuat curang di hadapanku, kalian harus di beri pelajaran,..!" balas pemuda itu.
Tara Rindayu melihat ke arah dewa penolongnya itu, hatinya berdesir, setelah.matanya tertumbuk pada pemuda itu.
Hahh,..kakang Senggani, mengapa dirinya berada disini, bertanya dalam hati Tara Rindayu.
Hatinya berdegup sangat kencang ketika mengetahui bahwa dewa penolongnya itu adalah Raka Senggani, orang yg sangat di cintai nya.
Tidak terasa air matanya mengembun di sudut matanya jika mengenang kisah hidupnya dengan lelaki yang bernama Raka Senggani ini. Dahulu kala saat ia masih kecil terasa sangat indahnya , namun begitu menginjak usia dewasa , telah terjadi kerenggangan di antara mereka.
Sedangkan pemuda yang mengenakan topi caping ini, bersiap mengahadapi ke empat orang kawanan begal itu.
" Serang,..!" seru Wangas memberi perintah.
Keempat nya langsung menyerang pemuda itu, benturan senjata pun terjadi, pemuda yang menggunakan topi caping itu membalasi serangan ke empatnya dengan pedang di tangan nya.
Gerakan pemuda ini tampak sangat ringan sekali, ia berkelebatan di antara ujung -ujung senjata lawan nya.
Sambil sesekali membalasi serangan lawannya.Tampaknya pemuda itu sengaja mempertunjukkan kebolehan nya dalam ilmu peringan tubuh nya.
" Heaahhh,..!"
Dalam satu kesempatan , Pemuda yg menggunakan topi caping itu memberikan tendangan nya ke arah salah seorang dari ke empat orang itu.
" Buggh .!"
Perut orang itu terkena hantaman dari tendangan yg di lancarkan oleh pemuda itu dan menjungklkan tubuhnya.
Kemudian pemuda itu melesat lagi menyerang salah seorang dari lawan nya ini. Akan tetapi dua orang segera menghadangnya dengan mengarahkan senjatanya ke arah tubuh pemuda tersebut.
" Heaahh,..!"
Pemuda ini mengemposi tenaga dalam nya dan segera melompat tinggi menghindari serangan tersebut. Setelah luput serangan itu, pemuda ini tetap melanjutkan serangan nya pada salah seorang yg tadi sempat tertunda.
" Haittt,.."
" Traanggg,..!"
Orang itu menangkis serangan dari pemuda bertopi caping teesebut.
Tubuh nya sampai mundur beberapa langkah, karena ia memang kalah tenaga dalam.
Dengan cepat, pemuda yang menggunakan topi caping itu melancarkan serangan nya dengan mengirimkan tendangan mendatar mengarah dada , tak ayal tubuh lelaki itu tidak mampu menghindari nya dan jatuh ke belakang.
Saat keadaan makin memburuk, datanglah Kebo bujul dengan seorang teman nya.
" Wangas, apa yg telah terjadi,..?" tanya Kebo Bujul heran.
Yaitu Wangas dan seorang temannya.
" Maafkan kami Kakang Kebo Bujul, ketika kami akan menangkap kedua orang gadis itu, tiba tiba saja datanglah pemuda itu dan menyerang kami,..!" jawab Wangas.
" Hehh,..anak muda , siapa kau sebenarnya, ada urusan aoa dengan kami,..?" tanya Kebo Bujul.
" Hehh, kau ,..orang tua ,..aku adalah seorang yang tidak suka melihat ke sewenang wenangan terjadi di depan mataku,..apalagi itu terjadi terhadap seorang perempuan,..!" jawab pemuda itu.
" *******,..kau banyak mulut bocah,..!" seru Kebo Bujul.
" Wangas, kau tangkap kedua perempuan itu, biar bocah ini serahkan padaku,..!" ucap Kebo Bujul.
" Baik, kakang,.!" sahut Wangas.
Ia langsung mendekati Tara Rindayu dan Surti dengan di temani oleh kedua orang temannya, meski dalam hatinya ia amat jeri terhadap gadis cantik itu.
Namun begitu ia memberanikan diri untuk melawan nya.
" Hehh, Bocah sebutkan nama mu dan tempat asal mu agar mudah mengirimkan mayat mu,..!" seru Kebo Bujul.
" Ehh, orang tua , jangan banyak bicara , majulah agar aku cepat mengirim mu ke akherat,.." jawab pemuda itu.
" *******, terima ini ,..heahhhhb,..!"
Kebo Bujul langsung melesat menyerang pemuda bercaping ini.dengan menggunakan golok di tangan nya, Golok itu ter arah ke leher pemuda yang menggunakan topi caping itu.
Pemuda itu berkelit menghindari serangan cepat itu.Lolos serangan pertama ini tetapi kemudian Kebo Bujul langsung menebaskan goloknya mendatar , pemuda yang memiliki ilmu peringan tubuh yang lumayan tinggi itu menundukkan kepalanya untuk dapat lolos dari serangan tersebut.
Pemuda ini kemudian membalasi.sersngan Kebo Bujul itu dengan satu pukulan mengarah perut pemimpin begal yg bernama Kebo Bujul ini.
Namun Kebo Bujul dengan cepat menarik tubuhnya agar terhindar dari serangan itu, selanjutnya Kebo Bujul menebaskan goloknya ke arah pundak si pemuda.
" Traanggg,..!"
Pemuda yang menggunakan topi caping itu menagkis serangan pimpinan rampok yg bernama Kebo Bujul dengan pedang nya, dua kekuatan beradu.
Tampaklah kedua orang ini ternyata memiliki tenaga dalam yang hampir seimbang.
Atau mungkin juga karena bobot tubuh dari Kebo Bujul itu yg memang cukup berat dengan tubuh tambunnya.
Pemuda yang menggunakan topi caping itu kemudian melibat Kebo Bujul dengan serangan yg sangat cepat, senjata pedang di tangan nya bergerak cepat mengurung Kebo Bujul.
Lelaki tambun ini agak kerepotan menghadapi serangan cepat tersebut. Beberapa kali ia berusaha menjauhi lawan nya dengan melompat beberapa kali ke belakang.
__ADS_1
Tetapi tampaknya pemuda itu memang sedang lagi panas panas nya, ia ingin menjajal kemampuan yang telah di dapat nya dari sang guru, hingga seolah tidak menjejak tanah lagi, tubuh nya berkelebatan kesana kemari dengan sangat cepatnya menyerang Kebo Bujul.
Pada suatu ketika,..pedang di tangan pemuda itu berhasil menembus pertahanan dari pemimpin gerombolan rampok itu,. tusukan pedang ini berhasil melukai pundak Kebo Bujul.
" Aaakhh,..!"
Terdengar teriakan dari pimpinan gerombolan rampok ini, ia berusaha menghindari serangan lanjutan pemuda itu.
Namun memang pemuda itu tidak memberi kesempatan lagi kepada lawannya dengan sekali genjotan , tubuhnya melesat lagi dan menyerang lagi Kebo Bujul.
Dengan gelagapan, Kebo Bujul menghindari serangan tersebut dan sesekali menangkis dengan goloknya.
Luka pada pundaknya tetap mengucurkan darah , perlahan keadaan dari Kebo Bujul semakin melemah.
Ia hanya banyak menangkis semua serangan serangan tersebut.
Dengan mudah nya pemuda itu melesakkan sebuah tendangan pada perut Kebo Bujul.
Tubuh nya sampai terlempar jauh di hantam oleh tendangan itu. Kebo Bujul berusaha bangkit , ia berusaha untuk mengatur jalan pernafasan nya.
Dengan duduk bersedekap , tangan nya berada di depan dada, nampak mulut Kebo Bujul komat kamit membaca mantera.
Sepertinya pemimpin rampok ini akan mengekuarkan ilmu pamungkas nya.
" Baiklah,..Kau harus mati,..!" ucap Kebo Bujul.
Tangan nya ia gerakan dengan membuka telapak tangan nya mengarah ke depan.
" Aji,..Tapak Liman,..hiyyyah,..!"
" Dhumbh,..!"
Serangan tersebut mengenai tempat yg kosong., si pemuda tadi melompat dari tempat nya menghindari serangan tersebut.
Dan ketika untuk kedua kalinya ia melepaskan serangan , maka pemuda itu membalasinya dengan serangan pula.
" Aji,..Tapak Liman,..!" seru Kebo Bujul.
" Aji Lebur Waja,.. heaahhh,..!" teriak pemuda tersebut.
" Dhumbbhh,..!"
" Bleghuaaarrrr,..!"
" Aaakhhh,..!"
Terdengar suara teriakan yg menyayat hati yang keluar dari mulut Kebo Bujul, tubuhnya terlempar jauh dalam keadaan hangus terbakar, sedangkan pemuda itu hanya terdorong beberapa langkah saja ke belakang.
Berakhirlah pertarungan kedua orang itu dengan kemenangan berada di pihak pemuda bercaping ini.
Selanjutnya pemuda itu mengedarkan pandangan matanya melihat keadaan dari pertempuran antara gadis itu melawan para begundal rampok kawanan Kebo Bujul ini. Namun alangkah terkejutnya si pemuda itu karena tidak di lihatnya lagi pertarungan yg terjadi ,yg tampak nya hanya beberapa tubuh yg bergeletakan dn sepertinya telah tidak bernyawa lagi.
Kemana kedua perempuan tadi, pikir pemuda ini dalam hati.
Ia pun dengan tergesa gesa meninggalkan tempat mencari kedua orang perempuan tadi.
Sangat cepat langkah kaki pemuda ini , sebentar kemudian ia telah be hasil menyusul Tara Rindayu dan Surti yg kelihatan berjalan dengan tergesa gesa.
" Hei, tunggu,..siapakah Nisanak berdua ini,..!" seru sang pemuda bercaping.
Tanpa menoleh ke belakang. kedua perempuan itu terus saja berjalan meninggalkan nya.
" Rindayu, mengapa kita meninggalkan orang itu, bukankah dia yg telah menolong kita,..?" tanya Surti pelan.
" Sudah , tidak usah banyak tanya terus saja berjalan,..!" sahut Tara Rindayu sambil menarik Surti.
Ia menyuruh perempuan itu berjalan lebih cepat lagi.
Namun tidak di sadari oleh kedua orang perempuan ini, tiba tiba saja,..
" Apa salahku sehingga kalian meninggalkan ku,..?" tanya pemuda bercaping ini.
Ia sudah berada d hadapan kedua orang perempuan itu. Tara Rindayu sangat kaget melihatnya, karena dirinya tidak merasa pernah di lewati seseorang , tiba tiba saja pemuda itu sudah nongol di hadapan nya, dirinya jadi salah tingkah.
Putri Juragan Tarya ini memalingkan wajah nya, tidak berani menatap wajah pemuda yang ada di hadapan nya itu.
" Apa salahku sehingga kalian tidak mau menerima ku sebagai seorang sahabat,..?" tanya pemuda itu lagi.
Ia menaikkan topi caping nya agak ke atas, sehingga dengan jelas wajahnya terlihat.
Wajah pemuda itu cukup tampan dengan kumis tipis menghias diatas bibirnya.
" Eeehh,.kenalkan namaku, Surti,..!" ucap Surti dengan pelan.
" Namaku , ..Raka Yantra , senang berkenalan dengan kalian berdua,..!" sahut pemuda tersebut.
Mendengar nama nya di sebutkan, Tara Rindayu tersentak kaget, ia melihat ke arah pemuda itu.
Di tatap nya lekat lekat, pemuda yg bernama Raka Yantra ini, dalam hatinya bekata,..
Sungguh sangat mirip dengan kakang Raka Senggani, yg membuat nya tampaknya berbeda hanya bentuk tubuh dan ia memiliki kumis sedangkan kakang Senggani tidak, kata Tara Rindayu dalam hati.
Ia kemudian berkata lagi dalam hatinya, apakah orang ini adalah putra dari Ki Raka Jang,..yg merupakan paman dari kakang Senggani, yg dahulu memusuhinya.
Putri Juragan Tarya ini nampak merenung, mengingat kejadian beberapa waktu silam saat ia masih kecil.
__ADS_1
" Hei, kalau kamu siapa, namanya,..?" tanya Raka Yantra kepada Tara Rindayu.
" Ehhh, aahh, anu,..namaku ,.. Rindayu ,...Tara Rindayu,..!" sahut Tara Rindayu gugup.