Pendekar Pilih Tanding

Pendekar Pilih Tanding
episode 23 Petualangan. bag pertama.


__ADS_3

Melihat hal itu,.Sari Kemuning melompat mundur,.ia pun melakukan seperti yg telah di lakukan oleh Tara Rindayu.


Istri Raka Senggani merangkapkan kedua tangan nya seraya mulut nya komat kamit membaca mantera,..pemusatan pikiran dan keinginan nya hanya pada satu,.yaitu yg maha pencipta.


Nampaknya kedua perempuan cantik ini akan mengeluarkan ajian nya masing -masing.


Raka Senggani yg melihat hal itu sangat terkejut,..ia mengira setelah kekalahan dari Tara Rindayu tadi,..gadis itu akan mengurung kan niat nya,.ternyata dugaan nya meleset,..Putri Juragan Tarya ini tetap kukuh pada pendirian nya ingin menghabisi sang istri,..Sari Kemuning.


" Tungguuuu,..., jangan kalian lakukan hal ini,..kalian dapat benar -benar tewas akibatnya,..ku mohon , urungkanlah,..Rindayu ,..kakang memohon kepada mu,..urungkanlah,.."


Ucapan dari Raka Senggani yg telah berdiri diantara keduanya. Ia akan sangat kecewa sekali jika diantara keduanya harus tewas ,.. walaupun bagaimana pun juga ia merasa bersalah jika hal ini terjadi.


" Tidak kakang,...kakang Senggani harus minggir,..atau kalau tidak kakang lah sebagai ganti sasaran ajian ku kali ini,.." ucap Tara Rindayu.


" Yah,.. lakukan lah,..Rindayu ,..biarlah kakang yg menerimanya,..asal dirimu merasa puas,..kakang bersedia menerima nya,..lakukan lah,.." jawab Raka Senggani.


Pemuda itu menghadap ke arah Tara Rindayu,..dan membentangkan kedua tangan nya,.sengaja di lakukan nya pertanda dirinya tidak akan melawan gadis itu.


Melihat sang suami menjadi tameng nya,..Sari Kemuning menjadi berang,..


" Kakang Senggani ,..biarkanlah Janda blingset itu melepaskan ajian nya,..kakang jangan menghalanginya,..Kemuning tidak mau di ejek olehnya karena cuma berani berlindung di bawah ketiak kakang,.." seru Sari Kemuning.


" Tidak Kemuning,.. kakang tidak ingjn ada yg terluka apalagi sampai tewas diantara kalian berdua,.. kakang pasti akan menyesal seumur hidup,.. sudah lah,.. Kemuning ,..menjauhlah,..biar Rindayu melampiaskan kekesalan terhadap kakang,.." kata Raka Senggani.


Memang baru kali Senopati Sandi Yuda Demak ini merasa diantara dua pilihan yg sulit,..ia tidak dapat menerima keadaan itu. Terlebih jika telah terjadi ,..salah seorang ada yg tewas.


" Hiyyahh,.."


" Dhumbhhh,.."


" Aaaakkhh.."


" KakaaaaaĆ aang,.."


Teriak kedua perempuan muda itu.


Rupanya disaat Raka Senggani berhadapan dengan Tara Rindayu ,..Nyai Sriti Wengi mengambil kesempatan membokong sang Senopati,..sehingga sebuah pukulan jarak jauh yg berisikan ajian bulan merah menghantam telak tubuh Senopati Sandi Yuda Demak ini,..tubuhnya terpental beberapa tombak dan jatuh bagaikan seonggok kayu.


" Guruuuu,.."


Seru Tara Rindayu kaget,..ia tidak menyangka bahwa guru ini telah melakukanya,.yg menurut nya sesuatu yg sangat hina,..membokong seseorang.


" Cepatlah,.. lakukan keinginan mu itu ,.Ndhukk,..bunuh istrinya itu,.."


Terdengar perintah dari Nyai Sriti Wengi ,.. karena ia melihat ,.Tara Rindayu yg masih terbengong saja.


" Tidak,..Rindayu tidak mau melakukan nya,..Heaahhh,.."


Gadis cantik itu melesat pergi meninggalkan tempat itu,..ia mengurungkan niatnya untuk melepaskan ajian nya menyerang Sari Kemuning ,.ada rasa bersalah di dalam hati gadis itu ,..untuk kedua kalinya ia merasa sangat bersalah terhadap orang yg sangat di cintainya tersebut.


Melihat kepergian muridnya,..Nyai Sriti Wengi pun mengejar nya,..ia berusaha untuk menjelaskan kepada muridnya itu.


Tinggallah kini Sari Kemuning,.dengan cepat ia mendekati tubuh sang suami yg jatuh tertelungkup,..namun belum ia tiba disana,.telah ada tiga orang yg menghadapi tubuh Raka Senggani yg tampaknya sedang pingsan.


Mereka adalah Jati Andara, Japra Witangsa dan Dewi Dwarani.


" Bagaimana keadaan Kakang Senggani,...?" tanya Sari Kemuning.


" Tampaknya ia hanya pingsan saja,.. tenang lah kemuning,.." sahut Japra Witangsa.


" Aku akan mencari air,.." ujar Jati Andara.


Ketiga nya kemudian membawa tubuh itu ke tempat yg lebih lapang.


Japra Witangsa kemudian menotok beberapa urat syaraf dari adik iparnya itu.


" Hoeekkkk,.."


" Kakaaaang,.."


Setelah di totok oleh Japra Witangsa, Raka Senggani kemudian tersadar dari pingsan nya dan memuntahkan darah segar,.. bersamaan itu pula Jati Andara tiba di tempat itu dengan membawakan air di dalam bumbung bambu.


Ia pun kemudian meminumkan air tersebut kepada Senopati Demak ini.


" Tenang lah,..Senggani tidak apa -apa,.."


Ucapan yg di keluarkan dari Raka Senggani guna menenangkan sang istri yg terlihat mencemaskan nya.


Perlahan Senopati sandi Demak ini bangkit dan duduk ,..ia akan berusaha mengobati luka dalam nya akibat serangan dari Nyai Sriti Wengi tadi.

__ADS_1


Terlihatlah,..tubuh dari Senopati Sandi Demak ini bergetar,..air keringat nya keluar mengalir seiring kabut tipis pun muncul dari tubuhnya. Aroma wangi keluar menyeruak dari tubuh sang Senopati Sandi Demak ini.


Ternyata ,.dalam hal pengerahan hawa murni nya ia sampai mengerahkan, inti sari Ajian Sangga Kalimasada,..agar ia terrbebas dsri pengaruh ilmu Nyai Sriti Wengi tadi.


Cukup lama ia melakukan hal itu,..saat malam hampir habis,..barulah ia selesai melakukan nya.


Sari Kemuning ,.. sudah agak lama tertidur skibat kelelahan,..hanya Jati Andara dan Japra Witangsa yg masih berjaga.


" Bagaimana adi Senggani,..apakah dirimu telah sehat,..?" tanya Jati Andara.


" Sudah kakang Andara,..!" jawab Raka Senggani.


Kemudian ia meminta kepada putra Ki Bekel itu air minum.


Dengan cepat Jati Andara memberikan nya kepada Raka Senggani.


Air di bumbung bambu itu habis di teguk oleh Raka Senggani.


Jati Andara pun mengambil kan lagi air yg akan di berikan nya kepada Raka Senggani.


Japra Witangsa yg melihat bahwa adik iparnya ini telah sembuh,..ia pun segera membangunkan adiknya Sari Kemuning.


" Kemuning,..adi Senggani telah sembuh,..bangunlan,..."


Ucapan dari kakaknya itu segera membangunkan Sari Kemuning.


" Kakang ,..apakah dirimu benar -benar telah sehat,..?" tanya Sari Kemuning.


Ia sampai mengguncang tubuh suaminya itu,..dan begitu kepala Raka Senggani mengangguk langsung saja ia memeluknya.


" Syukurlah,..Kemuning tidak menyangka Nyai Sriti Wengi itu sampai hati melakukan hal ini terhadap mu ,..sungguh ia tidak memiliki hati,.." ucap Sari Kemuning.


Sambil gadis itu menyandarkan kepala nya di dada sang suami.


" Sudahlah ,..jangan di perpanjang masalah ini,..dan sebaiknya kita segera kembali ke Kenanga ,.. terutama untuk kakang dan adi Rani,.. segeralah kembali,.. jangan membuat cemas warga desa Kenanga, apalagi kedua orang tua kita,.." ucap Raka Senggani.


Mereka pun segera bergegas untuk kembali, karena masing -masing meninggalkan kudanya cukup jauh maka pun harus berjalan menuju tempat dimana Kuda itu di tinggalkan.


Sari Kemuning menggandeng lengan suaminya dan berjalan paling belakang.


Sambil berjalan ia bertanya,..


" Hehhh,..."


Sambil menghentikan langkah nya dan menatap erat pada wajah sang Istri,..Raka Senggani kemudian menceritakan kepada Sari Kemuning apa yg menyebabkan bahwa ia melarang melepaskan ilmunya masing -masing, tiada lain tiada bukan,.ia tidak ingin ada yg terluka diantara keduanya apalagi sampaj tewas.


" Kemuning,...kita bertiga itu sebenar nya sudah tidak dapat di pisahkan ,.. apalagi dirimu,..yg kini telah menjadi istriku,.. bagaimana mungkin kakang dapat membiarkan mu terluka ,.. terlebih yg melakukan nya adalah Tara Rindayu,.." jelas Raka Senggani.


Entahlah,..kakang pun tidak terima jika ada orang yg akan menyakiti Tara Rindayu itu,..kata Raka Senggani dalam hati.


Keduanya kemudian meneruskan langkah kakinya menuju kudanya.


Sedangkan Jati Andara , Japra Witangsa dan Dewi Dwarani telah terlebih dahulu tiba di tempat kuda yg mereka tinggalkan.


Di pagi hari yg cerah itu,.Raka Senggani sengaja menjalankan si jangu berdekatan dengan kuda Sari Kemuning istrinya,. Sedangkan ketiga yg lain telah lebih dahulu berjalan di depan.


" Kakang ada dua hal yg sangat aneh menurut Kemuning dalam pertarungan tadi,.." kata Sari Kemuning.


" Apa itu,. Kemuning,..?" tanya Raka Senggani.


Ia penasaran akan hal apa yg menjadi aneh menurut istri nya itu.


Sari Kemuning kemudian mengatakan bahwa hal yg aneh pertama adalah akan kemampuan dari Tara Rindayu yg meningkat cukup pesat di luar dugaan nya dan hal yg aneh kedua menurut Sari Kemuning adalah mengapa dirinya bisa menjadi kebal ,.tidak mempan senjata , ketika pedang Tar Rindayu mengenai lengan nya ia tidak terluka sedikit pun.


Itulah yg menjadi tanda tanya besar dari istri Senopati Sandi Demak ini.


Raka Senggani yg mendengarkan pertanyaan itu malah tersenyum kepada istrinya seraya menjelaskan,..bahwa kalau masalah dirinya dapat kebal adalah berkat dari cincin yg telah ia berikan kepadanya ,..dan jika mengenai kemajuan dari Tara Rindayu itu adalah mungkin karena bakat dan ketekunan nya berlatih dan yg tidak kalah pentingnya adalah peranan dari sang guru yg telah membentuknya dalam hal ini adalah Nyai Sriti Wengi.


" Kang,..mengapa kakang tidak mmebiarkan kami berdua membenturkan ilmu kami,.?" tanya Sari Kemuning lagi.


Raka Senggani menjawab , ia tidak ingin diantara keduanya terluka, atau akan tetap memendam dendam selama lamanya,.itu saja.


" Apakah kakang mengkhawatirkan keselamatan dari Tara Rindayu,..?" tanya istrinya lagi.


" Hehhh,..!" seru Raka Senggani.


Memang Senopati Sandi Demak ini sangat khawatir akan keselamatan dari Putri Juragan Tarya itu,..karena selain dirinya masih terlalu mentah di iringi hawa amarah yg besar akan lebih rentan jika harus berhadapan dengan ajian Wajra Geni milik istrinya yg lebih masak. Dan satu hal lagi,..istrinya telah memakai cincin pemberian darinya,..tentu akan sangat membahayakan nyawa lawannya jika terjadi benturan ilmu.


" Kang,..mengapa kakang diam,.. apakah kakang masih mencintai Rindayu,..?" tanya Sari Kemuning sungguh sungguh.

__ADS_1


" Benar apa yg telah kau ucapkan itu ,.kemuning,.." sahut Raka Senggani.


" Hahh,..jadi kakang Senggani masih mencintai Rindayu,..begitu maksud kakang,..!" seru Sari Kemuning agak keras.


" Bukan, bukan itu maksud kakang,..akan tetapi kakang memang mengkhawatirkan keselamatan dari Tara Rindayu apalagi ia dalam keadaan marah begitu,..jadi kakang tidak sampai hati jika melihatnya tewas di tangan mu,..istriku,.itu saja,.." jawab Raka Senggani dengan lembut


" Apakah benar hal itu kang ,..hanya itu saja,..bukan karena kakang masih memendam rasa terhadapnya,..?" tanya Sari Kemuning.


Pertanyaan yg mengandung selidik dari sang istri yg sedang terbakar cemburu membuat Raka Senggani harus berhati-hati menjawabnya.


Senopati Sandi Demak ini kemudian menjelaskan bahwa sesungguhnya jika ia memang menginginkan Tara Rindayu itu menjadi istrinya tentu ia sudah lakukan karena menurut sayembara yg diadakan oleh Juragan Tarya ,.. dirinya lah pemenang nya,..tetapi ia tidak lakukan.


Karena hatinya telah ada yg memiliki nya yaitu orang yg ada di dekatnya kini dan telah menjadi istrinya.


Sari Kemuning yg mendengar ucapan dari sang suami membuat dirinya tersenyum ,..indah sekali ia mendengar kata kata dari Raka Senggani yg telah menjadi suami nya yg syah .


" Jawab pertanyaan dari Kemuning dengan jujur,..!" kata Sari Kemuning.


Sambil menatap wajah sang istri Raka Senggani menganggukkan kepalanya..,


" Apa yg ingin Kemuning tanyakan,..tanyalah ,.. kakang akan berusaha untuk jujur menjawabnya,.."


" Jika Kemuning memberikan kesempatan kepada kakang Senggani untuk memiliki istri lagi,..apakah kakang akan menikahi Tara Rindayu,...?" tanya Sari Kemuning.


Agak cepat Raka Senggani menjalankan kudanya,..


" Entahlah,..Kemuning,..akan tetapi ,.. tampaknya diriku memang tidak berjodoh dengan nya,.." seru nya agak keras.


" Mengapa begitu,..Kang,..?" desak Sari Kemuning.


Setelah Putri Ki Jagabaya itu berhasil menyusul suaminya dan menyejajarkan kudanya,.ia menanyakan apa sebab nya,.sang Suami tidak dapat berjodoh dengan teman nya,. Tara Rindayu itu.


Raka Senggani menjelaskan pernah suatu hari ketika ia baru saja tiba di desa Kenanga ,..di saat pernikahan dari Tara Rindayu dan Bajang Wunut akan di gelar,..Ki Lamiran mengatakan kepadanya bahwa jika ia kelak berjodoh dengan gadis itu dan punya mertua seorang Juragan Tarya,..apakah ia akan tetap membenci sang Juragan itu.


" Dan tahukah kau istriku ,..apa yg kakang katakan kepada ki Lamiran,..?" tanya nya kepada Sari Kemuning.


Yg ditanya malah menggelengkan kepalanya.


" Kakang mengatakan itu tidak mungkin terjadi,..dari sebab itulah mungkin ,..seolah yg Maha kuasa mendengarnya dan tampaknya mengabulkan nya,.. Kemuning,..meskipun kakang berhasil menyelamatkan nya dari Singo Lorok ,..tetapi tetap tidak dapat untuk menikahinya,.. entahlah ,..mungkin ini memang sudah menjadi suratan,..kakang hanya berjodoh denganmu kemuning tidsk dengan Rindayu,.." ungkap Raka Senggani.


Mendengar hal tersebut Sari Kemuning menjadi sangat senang ., bahwa sesusngguhnya cemburu di dalam hatinya sungguh tidak beralasan.


Suaminya telah berkata jujur.


Sementara itu ,..Tara Rindayu yg tengah berlari menjauhi tempat itu,..segera di kejar oleh Nyai Sriti Wengi , gurunya.


Cukup jauh dan Iama keduanya saling berkejaran,..karena hati dari Putri Juragan Tarya ini sangat kesal dengan sikap gurunya itu yg telah membokong Raka Senggani,. seorang lelaki yg teramat ia cintai.


" Tunggu ,..Ndhukkk,..aku ingin bicara,..!" seru Nyai Sriti Wengi.


Karena sudah sangat jauh mereka berlari.


" Aku benci pada guru,..aku benci," teriak Tara Rindayu.


" Ya , guru akui ,..guru memang salah,. tetapi tunggulah sebentar,..ada yg ingin guru katakan kepada mu ,..Ndhukk,.." teriak Nyai Sriti Wengi.


" Aku tidak mau ,.aku tidak mau,.." sergah Tara Rindayu.


Sungguh hati gadis itu teramat sakit melihat perbuatan gurunya itu.


" Guru hanya ingin membantumu ndhukk ,.. melenyapkan pemuda itu,.." seru Nyai Sriti Wengi.


Tara Rindayu berhenti berlari dan menunggu gurunya mendekati nya.


" Jadi guru memang berniat untuk membunuh Kakang Senggani,..sungguh guru memang kejam,..." teriak Tara Rindayu.


" Lha kan,..pemuda itu telah menghalangi mu untuk menghabisi istrinya,.ia menjadi penghalangmu melakukan hal itu,..jadi sudah sewajarnya ia di singkirkan,..!" jelas Nyai Sriti Wengi.


Sambil menatap gurunya dengan pandangan yg aneh , Tara Rindayu berkata,..


" Mengapa hal itu tidak guru lakukan terhadap orang yg bernama Ki Kebo Anggara itu,..mengapa harus kakang Senggani,..mengapa guru,..." teriak Tara Rindayu .


Ia menumpahkan kekesalan nya pada gurunya itu.


Dan Nyai Sriti Wengi bagai tersadar setelah mendengarkan ucapan dari muridnya itu.


Bahwa sang murid memang teramat mencintai orang yg bernama Raka Senggani itu.


Seperti dirinya mencintai Kebo Anggara.

__ADS_1


__ADS_2