
Setelah kepergian penguasa Demak dari Bangsal Kasatriaan,..Raka Senggani duduk termenung seorang diri. Karena memang saat ini para pangeran putra dari Sang Sultan telah beristrahat.
Kelihatan nya mereka membalaskan rasa kantuknya ketika sedang berada di desa kenanga yg tidak tidur semalaman. Ditambah lagi, saat dalam perjalanan , mereka beristrahat hanya beberapa saat saja , dikarenakan harus berjaga bergantian.
Dan malam itu dalam biliknya, Raka Senggani seolah sedang melakukan mesu diri. Ia merasa bahwa tugas -tugas nya dalam keprajuritan Demak ini cukup memberatkan. Ia harus mengesampingkan keinginan nya sendiri demi tugas yg di emban nya.
Ia melihat dan menarik cerita pengalaman yg dialami oleh temannya yaitu Jati Andara, putra Ki Bekel tersebut menolak untuk jadi seorang prajurit, ia lebih memilih untuk sebagai orang kebanyakan saja daripada harus tunduk dan patuh terhadap perintah junjungan. Putra Bekel itu melihat dirinya yg harus bekerja keras ketika berada di Alas Mentaok pada waktu yg lalu.
Benar juga yg dikatakan oleh kakang Andara,..sebagai seorang prajurit kita harus patuh pada paugeran yg berlaku,..tidak peduli setinggi apa ilmu kita dan sedalam apapun kemampuan yg di miliki,..seolah hanya sebagai alat dari orang orang yg memiliki kekuasaan, begitulah yg ada dibenak sang Senopati.
Dalam pandangan nya , hal ini memang harus terjadi ketika seseorang itu telah memilih keputusan untuk menjadi seorang prajurit.
Tetapi dalam hati kecilnya ia tidak terlalu kecewa,.di sebabkan dalam tugas kali ini ia akan segera melawat ke timur. Ada rasa penasaran di hatinya ingin melihat kembali keadaan disana.
Cukup lama ia tidak melakukan perjalanan nya ke arah sana. Setelah dirinya berhasil menerima ilmu yg telah di turunkan oleh gurunya , tidak sekalipun dirinya pernah menyambangi lagi tempat tersebut.
Biarlah nanti Aku akan memberitahukan kepada Ki Jaka Belek agar dapat menyampaikan pesan kepada paman atau Ki Lamiran. Dan jika sesuatu terjadi di Kenanga diriku dapat mengetahuinya dari beliau.
Lewat tengah malam barulah sang Senopati mampu memicingkan matanya, walau kedua matanya sudah terasa berat ,..ketika harus memikirkan tugas yg akan di embannya itu seolah sulit untuk diajak tidur. Disebabkan hati dan pikirannya sedang menerawang entah kemana.
Saat Matahari menyapa Kotaraja Demak,.. Senopati Brastha Abipraya kemudian bangkit dari pembaringan nya, ia berniat akan kembali ke rumah Tumenggung Bahu Reksa. Ada yg akan ia sampaikan kepada orang tua angkatnya tersebut.
Dengan berjalan kaki setelah mengatakan kepada prajurit jaga yg ada di depan pintu gerbang bangsal Kasatriaan , Raka Senggani langsung bergerak meninggalkan tempat.
Tujuannya adalah rumah Tumenggung Bahu Reksa.
Setibanya disana, Raka Senggani melihat Tumenggung Bahu Reksa tengah duduk menghadapi sarapan paginya dengan di temani oleh Lintang Sandika , anaknya.
" Assalamualaikum,.. Paman,.." ucap Raka Senggani.
" Wa 'alaikum salaam,.." jawab keduanya.
Kemudian Tumenggung Bahu Reksa mempersilahkan kepada anak angkatnya untuk mengambil tempat duduk seraya meerintahkan kepada Lintang Sandika untuk menunangkan air wedang sere ke dalam bumbung bambu kecil.
Mereka bertiga pun segera menghadapi makanan terbuat dari ketela singkong yg dijadikan getuk serta ada kelapa parutnya.
Perut dari Raka Senggani segera minta diisi,.meski makanan di bangsal kasatriaan lebih lezat,..tetapi ketika menyantap makanan yg sederhana bersama dengan Tumenggung Bahu Reksa dan Lintang Sandika serasa lebih nikmat.
" Jadi Angger Senggani telah mengerti tugas yg harus dikerjakan,..?" tanya Tumennggung Bahu Reksa.
" Sudah ,..paman,.." jawab Raka Senggani.
" Apakah angger di berikan izin untuk menghadap kembali ke Kenanga,..?" tanya Tumennggung Bahu Reksa lagi.
" Tidak paman Tumenggung,. Senggani akan segera berangkat sebentar lagi dan secara pribadi,..Senggani katakan kepada Paman untuk menerima apapun yg akan di minta oleh Ki Jagabaya, waktu dan tempat nya jika ia menerima lamaran Senggani,.. Paman lah yg dapat menjelaskan kelak kepada mereka ,.." ucap Raka Senggani.
Ia memang datang ke rumah Tumenggung Bahu Reksa untuk memastikan kesediaan dari Tumenggung Bahu Reksa sekaligus dapat menjelaskan keadaan yg telah terjadi.
Lintang Sandika yg mendengar ucapan dari adik angkat nya merasa sedih,..karena di saat ia akan memulai sesuatu yg baru tetapi ia tidak dapat berada disana.
" Tidak mengapa Ngger,..sebagai seorang Prajurit sudah sangat wajar untuk bekerja melaksanakan perintah dari Kanjeng Gusti Sinuwun,..dalam hal ini, bukankah dirimu belum akan melangsungkan pernikahan, jadi tidak perlu khawatir, jika waktu nya tiba, paman sendiri lah yg akan memintakan izin kepada Kanjeng Sinuwun untukmu,.." jelas Tumenggung Bahu Reksa.
Ia mengetahui kegalauan yg dihadapi anak angkat nya tersebut.
" Dan satu hal lagi Ngger, dalam tugas sandi , adalah hal yg terpenting untuk bekerjasama dengan seluruh para anggota Prajurit sandi , terutama dirimu yg telah menggantikan tugas Paman menjadi pemimpin Prajurit sandi ini,..karena dari pendapat para prajurit sandi inilah kelak langkah kebijakan yg akan di ambil oleh Kanjeng Sinuwun,.." terang Tumenggung Bahu Reksa.
Ia sedikit memberikan arahan kepada Raka Senggani dalam melangkah . Karena tugas sandi sangatlah penting, seluruhnya akan bermuara pada sang Sultan sendiri, jadi harus benar -benar dilakukan dengan baik. Demak dapat bertahan sebagai kelanjutan dari kekuasaan Majapahit di karenakan kemampuan yg mumpuni dari para prajurit sandinya.
Dimana banyaknya keturunan trah Majapahit yg menginginkan dirinya menjadi Raja . Sehingga keraton Demak benar -benar harus menumpasnya sebelum menjadi batu sandungan . Terbukti beberapa berhasil di atasi berkat kerja keras para prajurit sandi.
Cukup lama ia berada di rumah kediaman Tumenggung Bahu Reksa. Raka Senggani langsung minta izin untuk kembali sekaligus ia akan berangkat.
__ADS_1
Tujuan nya adalah bang Wetan. Wilayah yg banyak membuat pusing sang Sultan.
Di daerah ini masih banyak keturunan trah Majapahit yg menginginkan dirinya menjadi seorang Raja dan berniat untuk mbalela.
Raka Senggani kemudian mengambil kudanya, dan segera memacu nya menuju arah timur.
Di desa Kenanga sendiri,..hati Sari Kemuning tengah berbunga bunga,.sebentar lagi dirinya akan dilamar oleh pujaan hatinya yaitu Raka Senggani.
Ia terlihat sedang bersama dengan Dewi Dwarani dan Jati Andara serta kakak nya Japra Witangsa.
" Apakah kakang Andara tidak ingin melanjutkan datang ke Kedawung,..?" tanya Sari Kemuning.
" Berat rasanya ,..Kemuning,..hehh,.." jawab Jati Andara.
" Kenapa kakang merasa berat,.apakah ada yg tidak suka dengan kehadiran kakang Andara di Kedawung,..?" tanya Sari Kemuning.
Adalah Dewi Dwarani yg mengetahui duduk persoalan nya segera menceritakan apa penyebab kakaknya itu enggan datang ke Kedawung lagi, disebabkan oleh Romo nya sendiri.
" Ada apa dengan Ki Bekel,. Rani,..?" tanya Japra Witangsa .
Karena sedari tadi cerita keduanya terlihat tidak juga sampai pada tujuannya.
" Hahh,.."
Jati Andara yg merasa pepat dengan keadaan yg dialami nya menjawab pertanyaan dari temannya,
" Romo mengharapkan diriku menjadi seorang prajurit, dan tidak mengizinkan untuk berhubungan dengan Putri Ki Demang Kedawung ,.." jelas nya.
Kedua anak dari Ki Jagabaya merasa sikap dari Bekel desa Kenanga dianggap keterlaluan padahal mereka melihat tidak demikian watak pemimpin mereka itu.
" Mengapa Ki Bekel bersikap demikian Andara,..?" tanya Japra Witangsa.
Putra Bekel desa Kenanga hanya mengangkat tangan dan bahunya tanda ia tidak mengerti atas sikap orang tua nya.
" Jadi apa yg harus Romo kami katakan jika utusan dari Kademangan Kedawung itu datang lagi,..?" tanya Sari Kemuning.
Yg ditanya adalah Jati Andara,.karena memang sebenarnya ialah yg merupakan yg telah berusaha memperkuat keamanan di Kedawung dengan memberikan pelatihan dan didampingi oleh Japra Witangsa.
Dan ketika pertanyaan dari Sari Kemuning tadi diajukan kepadanya, sangat sulit untuk menjawab nya.
Sampai akhirnya Japra Witangsa lah yg memberikan jalan keluarnya .
" Atau begini saja, Andara,...biarlah kami berdua saja dengan Kemuning yg menggantikan dirimu di Kedawung guna memberikan pelatihan kepada para pemuda disana,.." sebut putra Jagabaya.
" Hehh,.."
Dewi Dwarani sangat terkejut mendengarnya, karena ia tahu sebentar lagi temannya itu akan melangsungkan pernikahan nya, apakah tidak akan membuat rencananya jadi berantakan.
" Kemuning , apakah dirimu tidak merasa bahwa saat ini dirimu sudah layak untuk di pingit,.." seru putri Ki Bekel.
" Ahhh,..bukankah diriku belum menentukan kapan akan melakukan pernikahan,.masih dalam taraf lamaran,.belum tentu kan tahun ini, kami akan menikahnya,.." jelas Sari Kemuning.
" Memang benar ucapanmu itu Kemuning,..akan tetapi kalau menurutku , sudah selayaknya kalian berdua secepatnya melangsungkan pernikahan dengan adi Senggani,.." ujar Jat Andara.
Sari Kemuning yg mendapat desakan dari kedua orang teman nya yg merupakan anak dari Bekel desa Kenanga menjadi serba salah , kini mengapa dirinya yg disudutkan bukankah tadinya mereka membicarakan tentang Jati Andara dalam hubungannya dengan Kedawung.
" Bukankah kita tadi membicarakan tentang masalah kakang Andara,.mengapa kini malah membahas masalahku,..?" tanya Sari Kemuning.
Jati Andara dan Japra Witangsa berpandangan, mereka berdua memang telah melihat keadaan yg dialami oleh teman sekaligus gurunya tersebut.
" Begini, Kemuning,..memang sebaiknya dirimu secepatnya melangsungkan pernikahan dengan adi Senggani , karena ia saat ini tengah banyak menghadapi persoalan kerajaan ini, jadi ia memang membutuhkan pendamping yg dapat diandalkan berada di dekatnya, kau telah lihat sendiri , telah datang dua orang pangeran kemari dalam rangka tugas yg akan dibebankan ke atas pundaknya,.." jelas Jati Andara.
__ADS_1
Ditambahkan pula oleh Japra Witangsa, saat berada di Alas Mentaok pada waktu itu, calon adik ipar nya itulah yg bekerja sangat keras hingga harus bertarung dengan tiga orang sekaligus.
Jadi jika pernikahan ini dapat di percepat tentu setidaknya akan mengurangi tugas tugas yg dijalankan oleh Raka Senggani, apalagi wacana penyerangan ke Lor tetap dilaksanakan kemungkinan besarnya ia tidak akan menikah dalam waktu dekat ini.
Mendengar penuturan dari kakaknya , Japra Witangsa tadi, Sari Kemuning malah merasa bangga, karena seperti biasa ia amat menyukai petualangan.
" Jadi kakang Senggani sewaktu berada di Alas Mentaok harus bertarung dengan tiga orang,..siapa saja,.mengapa kakang tirak menceritakan nya kepada Kemuning,..?"
Pertanyaan dari putri Jagabaya tersebut tidak menunjukkan rasa sedih atau takut malah terlihat bangga.
Japra Witangsa kemudian menceritakan bagaimana perjuangan dari Raka Senggani, diawali dari pertemuan nya dengan Pemimpin rampok alas Mentaok yg bernama Arya Pinarak , baru setelah nya tatkala ia telah berhasil mengalahkan Arya Pinarak kemudian Raka Senggani harus bertemu dengan Adya Buntala.
Kembali pertarungan terjadi dengan sengitnya, apalagi ditambah dengan hadir nya guru mereka Mpu Loh Brangsang.
Sehingga Senopati Brastha Abipraya harus juga berhadapan dengan penguasa Merapi itu pula..
Dalam seluruh cerita yg di tuturkan oleh Japra Witangsa , hati Sari Kemuning merasa bangga dengan kemampuan dari orang yg dikasihinya itu.
" Sungguh Kemuning kagum dengan perjuangan kakang Senggani itu,..jadi menurutku kita pun harus mencontoh apa yg telah di lakukannya, " kata Putri Jagabaya.
Dan ia pun mendesak kepada Jati Andara untuk tetap berjuang demi cinta nya agar harapan itu tetap menyala.
" Maksudmu,.. bagiamana Kemuning,..?" tanya Jati Andara.
Sari Kemuning kemudian menjelaskan apa yg di maksudnya, ialah agar Kakak Dewi Dwarani itu mau menerima tawaran dari Kademangan Kedawung dan tetap menjalin hubungan dengan Savitri,..agar ikatan mereka berdua tetap terjalin.
" Memang benar ucapanmu itu, Kemuning,. Rani pun setuju jika kakang Andara tetap ke Kedawung, walaupun memang Romo tidak merestui, tetapi agar ilmu yg kita miliki dapat lebih berkembang selain kita harus berlatih dan bertarung dengan memberikan latihan kepada orang lain pun akan mampu meningkatkan kemampuan kita sendiri,.." terang Dewi Dwarani.
" Benar , apa yg kamu katakan itu Raani,.dengan kita meluangkan waktu untuk mengajar orang lain semakin meningkat pula kemampuan kita sendiri terbukti kakang Senggani, saat ini ia sudah sangat sulit untuk di cari banding nya,.." kata Sari Kemuning.
Dan keempat nya akhirnya sepakat akan memberikan pelatihan di kademangan Kedawung, walau mungkin untuk yg pertama kali datang adalah Japra Witangsa dan Dewi Dwarani, yg menggantikan kakak nya sementara.
Sebelum pemuda itu bersedia untuk melanjutkan nya.
Dalam pada itu ,.Raka Senggani yg tengah mengadakan perjalanan sendirian telah mendekati kota Madiun dalam rangka lawatan ke timur.
Pada sebuah hutan perburuan dimana hutan tersebut tidak terlalu jauh dari kota Madiun , ia bertemu dengan salah seorang yg tengah duduk di tepi hutan tersebut.
Panggraita yg tajam dari Senopati Brastha Abipraya segera mengenalinya sebagai salah seorang prajurit sandi.
Ketika telah dekat orang itu langsung bangkit dan memberikan salam.
" Selamat datang di Madiun,.. Senopati,.." ucap orang tersebut.
" Hehh,..Ki Sapi Gumarang,..ada apa berada disini,..?". tanya Raka Senggani.
Ia pun langsung melompat turun dari kudanya.
Segera menghampiri orang yg bernama Sapi Gumarang, nama yg bukan sebenarnya , dan ia adalah satu diantara sepuluh prajurit sandi terpilih yg ikut ke alas Mentaok pada waktu Raka Senggani membawa pasukan kecil guna memberantas rampok Alas Mentaok yg di pimpin oleh Arya Pinarak.
Ki Sapi Gumarang kemudian menjelaskan kenapa ia menghentikan perjalanannya saat sang Senopati akan masuk ke kota Madiun.
" Begini Senopati,.seperti yg telah kita ketahui sebagai prajurit sandi,..saat ini beberapa Kadipaten di wilayah bang Wetang ini memang tengah berniat untuk mbalela,. jadi diriku yg mengamat amati madiun ini pun telah merasakan sendiri,.." jelas Ki Sapi Gumarang.
Raka Senggani menganggukkan kepalanya. Ia pun meminta nama , siapa yg bertugas di wilayah Surabaya dan pasuruan,
Oleh Ki Sapi Gumarang dikatakan saat ini , tidak ada yg bertugas disana.
Hehh,.oleh sebab itukah Kanjeng Sinuwun memberikan ku tugas disana, kata Raka Senggani dalam.
Ia kemudian mengatakan kepada Ki Sapi Gumarang bahwa ia lah yg akan bertugas disana dan berharap dapat berhubungan dengan nya kelak jika ada sesuatu yg terjadi.
__ADS_1
Ki Sapi Gumarang sedikit mengatakan bahwa saat ini wilayah tersebut memang tengah menempa para prajurit nya dengan cukup banyak ditambah lagi banyaknya perwira yg tangguh tanggon, jadi sebaiknya Senopati Brastha Abipraya harus lebih berhati -hati lagi.