
" Ya,..ini aku,..diriku lah yg telah menantangmu untuk berperang tanding,..apakah aku terkejut,.. Kemuning,." ucap gadis itu.
Perempuan muda yg baru datang mendekati Sari Kemuning,..gadis yg memakai pakaian serba hitam dan di belakang nya terselip sebuah pedang,.ia tiada lain adalah Tara Rindayu,..putri Juragan Tarya yg juga teman sepermainan Sari Kemuning dan Raka Senggani.
Sari Kemuning menggeleng kan kepalanya pelan,..ia memang sudah tidak terlalu terkejut setelah sang suami,..Raka Senggani menjelaskan kepadanya sewaktu berangkat tadi.
" Tidak ,..aku tidak terkejut Rindayu,..menurut kakang Senggani ,..hanya dirimulah yg memiliki kepentingan ini, terhadapku,.." jawab Sari Kemuning.
Pertemuan yg sebenarnya sangat di harapkan nya ,..akan tetapi tidak seperti saat ini,. ingin mengadu kesaktian ,..putri Ki Jagabaya dan istri dari Senopati Demak itu ingin teman nya tersebut datang sebagai sahabat bukan musuh.
" Baguslah ,..jika dirimu tidak terkejut ,..karena diriku memang tidak akan membuat mu terkejut melainkan akan membuat mu pergi segera ke akherat,.." kata Tara Rindayu.
Suara nya yg berat pertanda bahwa putri Juragan Tarya itu tengah menahan dendam di dalam hatinya. Dan akan segera ia tumpahkan saat itu juga.
" Hehh,..Rindayu ,..apa salah ku terhadapmu,..?" tanya Sari Kemuning.
Istri Senopati Sandi Demak ini pun keras suaranya ,..karena merasa bahwa dirinya tidak memiliki kesalahan apa pun terhadap temannya yg bernama Tara Rindayu ini.
Sambil berjalan mendekati Sari Kemuning yg berdiri tegak dengan kedua tangannya terkepal kuat.
Tara Rindayu berujar,..
" Salahmu cukup banyak ,.. Kemuning,..cukup banyak,..salah satunya ,..kau telah merampas kakang Senggani dari tanganku,..dan yg kedua,..gegara dirimulah ,..kami sekeluarga harus terusir dari Kenanga,.." jelas Tara Rindayu.
Ia berjalan mengelilingi Sari Kemuning.
" Kau aneh,..Rindayu,..jika itu yg kau katakan kesalahanku,..maka kau salah besar,..ini ,...di tempat ini ada Kakang Senggani,.. tanyakan sendiri kepadanya,..mengapa dia memilih diriku ketimbang dirimu,..dan masalah keluarga mu itu adalah akibat polahmu sendiri yg telah mengkhianati Kakang Senggani,..sehingga warga desa Kenanga membenci kalian semua,.." teriak Sari Kemuning.
" Yeahh,..tetapi semua itu kaulah penyebab Kemuning,.. karena kaulah Kakang Senggani berpaling dariku,..dan karena mulutmu lah , yg membeberkan masalah itu kepada para warga desa,..sehingga mereka membenci kami sekeluarga,.." balas Tara Rindayu.
Suaranya tidak kalah kerasnya dengan suara Sari Kemuning,.bahkan kali ini ia telah mengacungkan pedangnya ke arah istri Senoapti Demak itu.
" Baik,..jika itu memang kau anggap adalah salahku,..Rindayu,..jadi apa yg menjadi keinginan mu sekarang,..?" tanya Sari Kemuning.
Putri Ki Jagabaya ini pun telah menghunus pedangnya. Hati nya menjadi sangat marah mendengar tuduhan dari teman nya yg sedari kecil selalu bersama,.meski di saat masih kecil ia kalah jauh dengan Tara Rindayu masalah kecantikan.
" Hehh,..dekil,..saat ini kita tentukan,..siapa yg berhak hidup di dunia ini,..aku atau kau,.." seru Tara Rindayu.
Kembali putri juragan Tarya itu mengacungkan senjata nya sambil mengejek Sari Kemuning.
" Memang diriku dekil,.. tetapi cinta Kakang Senggani hanya padaku.bukan dengan mu ,..Sekar kedaton,.." balas Sari Kemuning.
Pedangnya pun telah di putarnya ,..ia membalas ejekan teman nya itu dengan ejekan pula.
" Hehh,.. bukan kah kakang Senggani sering mengatakan kepada mu bahwa dirimu itu dekil dan keling,..benar begitu kakang,..?"
Tanya Tara Rindayu kepada Raka Senggani yg masih berdiri mematung melihat kedua orang yg pernah mengisi hatinya itu bertengkar.
Hanya bedanya yg satu merupakan istrinya yg sangat ia cintai dan yg seorang lagi adalah orang yg pernah menjadi teman dekatnya di saat ia masih kecil dan susah,..orang inilah yg mengerti akan dirinya.
Pernah suatu hari ia kelaparan karena tidak di beri makan oleh paman nya,.gadis itulah yg membawakan makanan untuk nya.
Merasa bahwa dirinya yg menjadi puncak persoalan keduanya ,..maka ia pun mendekatinya.
" Benar yg kau ucapkan itu Rindayu,..memang dahulu kakang sering mengatakan kepada Kemuning dekil dan keling,..itu tidak salah,.." jawab Raka Senggani.
" Kakang,...!" seru Sari Kemuning.
Seolah ia ingin marah atas ucapan dari suaminya itu.
" Ha, ha, ha benar bukan ucapanku, Kemuning,..dahulu dirimu tidak dianggap oleh Kakang Senggani,.. tetapi dirimu sajalah yg terus menerus mengejar nya,..sehingga ia dapat kau pelet dan berhssil menikah dengan nya,..bukan begitu kakang,..." seru Tara Rindayu.
Sambil ia melirik ke arah Senopati Sandi Demak ini.
" Hehhh,..janda blingset,..dirimu lah yg tidak sadar diri,..sudah menjadi janda masih berharap cinta Kakang Senggani..apa di rumah mu tidak punya cermin,..kalau tidak pergi ke sendang atau ke kali ,..ngaca,..!!..mana ada yg sudi menikahi seorang janda,.dan aku tidak pernah memelet kakang Senggani,..." teriak Sari Kemuning.
Ia merasa telah terhina dengan ejekan teman nya itu terlebih suaminya mengiyakan pula ucapan Tara Rindayu.
Hatinya cukup panas,..dari mulut Sari Kemuning sampai terdengar bunyi gemerutuk giginya.
" Tenang lah ,..Kemuning,..sabarlah,.." ucap Raka Senggani.
Senopati sandi Demak ini sebenarnya tidak ingin terjadi pertumpahan darah antara keduanya.
Bagaimana pun juga keduanya adalah orang orang yg sangat ia kasihi. Bahkan ketika Tara Rindayu telah mengkhiantinya ia tetap memaafkan nya.
" Kakang ,..aku tidak terima ia menghinaku,..apalagi kakang turut membenarkan nya,..hatiku sakit Kakang,.." ucap Sari Kemuning.
Raka Senggani membisiki sesuatu di telinga istrinya itu ,..agar ia dapat meredakan amarahnya.
Baru kemudian sang Senopati mndatangi Tara Rindayu seraya berkata,..
" Rindayu,.. kakang mengerti dengan mu,.. Kakang pun masih sangat sayang kepadamu,..jadi kakang sangat berharap urungkanlah niatmu itu,..apakah kita tidak dapat seperti wsktu dahulu ,..saling berbagi dan bersahabat selamanya ,..bukan sebagai seorang musuh,.." ucap Raka Senggani.
__ADS_1
" Tidak kakang Senggani,..kalau orang ini tidak aku bunuh biarlah aku yg mati,.karena sampai kapan pun kakang tidak akan menerima ku,.dia lah penghalangnya dari dahulu sampai sekarang,.." ucap Tara Rindayu.
Suara nya yg keras tidak mencerminkan lagi ,..sebagai seorang Tara Rindayu yg lembut dan selalu bersikap santun.
Kali ini,.. Putri Juragan Tarya ini memang sangat berbeda tidak seperti biasanya.
" Rindayu,..apakah dengan membunuh kemuning,.. Kakang akan dapat menerima mu lagi,.?" tanya Raka Senggani.
Pertanyaan dari Senopati sandi demak ini agak menyudutkan nya ,.namun dengan cepat ia brdalih,..
" Tentu kakang Senggani akan berpaling kepadaku,..Rindayu tahu kakang Senggani masih mencintai ku,.." jawabnya.
" Kata,..siapa,..?" tanya Raka Senggani.
Tara Rindayu tidak menjawab,.. karena ia memang asal saja menjawabnya.
" Rindayu ,..audah lah ,..kita hentikan pertiakaian ini sampai disini saja,..biarlah kami berdua kembali pulang ke desa Kenanga,..dan kita bertiga tetap sebagai seorang teman selama nya,.." bujuk Raka Senggani.
" Tidak bisa Kakang Senggani,..waktu itu telah tiba inilah saat nya Aku akan membalaskan sakit hatiku,..terserah kakang nanti akan mengambil keputusan apa, asal diriku dapat bertarung dengan istrimu ini,..atau memang kakang akan ikut mengeroyok ku,.. apakah kakang tidak akan malu dengan pangkat dan jabatan kakang itu,..!" seru Tara Rindayu.
Ia tampak nya telah siap untuk bertarung dengan Sari Kemuning.
" Sudahlah kakang Senggani,.biarkan ia menumpahkan kekesalan nya itu padaku, belum tentu ia dapat mengalahakan ku,.." sahut Sari Kemuning.
Isteinya itu pun telah siap dengan pedang nya pula.
" Benar ,..Senopati Demak, biarkan saja mereka bertarung,..kita cukup menonton nya saja,.."
Terdengarlah suara seorang perempuan dari balik gerumbul semak belukar dengan pengerahan tenaga dalamnya.
Nyai Sriti Wengi,..kata Raka Senggani dalam hati.
Ia melihat ke arah asal suara itu dan ,..
" Hufhhhh,..."
Mendarat dengan sempurnanya sesosok tubuh seorang perempuan dengan menggunakan pakaian hitam hitam,..orang itu tiada lain adalah Nyai Sriti Wengi yg merupakan guru dari Tara Rindayu.
" Guru,...!" seru Tara Rindayu.
Begitu ia melihat Perempuan tua itu berdiri tidak jauh darinya. Ia terlihat sangat senang sekalilagi dengan kehadiran guru nya itu.
" Sudahlah ,..Ndhuk,.. cepat laksanakan niatan mu itu,.. cepatlah,.." kata Nyai Sriti Wengi.
" Baik Guru,.." sahut Tara Rindayu.
" Ciaaaatt,..."
Sembari melompat dengan menjulurkan pedangnya,..Tara Rindayu menyerang Sari Kemuning dengan haw amarah nya.
" Heiitt,.."
" Trannnnnng,..."
Benturan pada pertama kali nya karena Sari Kemuning tidak menghindari serangan tersebut,..ia memalangkan pedangnya guna menangkis nya.
Dan ternyata tenaga Tara Rindayu sangat kuat,..membuat istri dari Senopati Demak ini terkejut.
" Hehh,."
Pantas saja ia telah berani menantang ku untuk berperang tanding,..ternyata ilmunya maju dengan pesat,.. Kata Sari Kemuning dalam hati.
Ia pun tidak mau kalah,..
" Hiyyyatt,.."
Sebuah tendangan mengarah perut Tara Rindayu segera di lesakkan nya.
" Hufhhhh,.."
Tara Rindayu melompat mundur dua tombak,.. menghindari nya dan,..
" Heaahhh,.."
" Triiing,.."
Kembali murid Nyai Sriti Wengi itu menyerang Sari Kemuning dengan tusukan pedang nya mengarah jantung istri Sang Senopati.
Namun Sari Kemuning pun yg telah sangat meningkat kemampuan nya, dengan cepat memapasinya .
Terjadilah duel yg sangat seru dari keduanya,,..dari awalnya berjalan perlahan,..makin lama makin cepat ,..apalagi setelah tubuh keduanya di banjiri oleh keringat.
" Keluarkan seluruh kemampuan mu,.. Rindayu,..pasti akan kulayani,.." Ucap Sari Kemuning.
__ADS_1
Disaat tubuh mereka merapat dengan kedua senjata yg saling beradu menyilang.
" Kau harus berhati -hati ,.. Kemuning ,kali ini aku tidak main main,.." sahut Tara Rindayu.
Kembali keduanya melepaskan diri untuk kemudian memberikan serangan lagi.
Sementara itu ,..tiga pasang mata mengintip dari balik semak belukar untuk melihat jalan nya perang tanding itu.
" Ternyata orang itu adalah Tara Rindayu,.." ucap Japra Witangsa.
Kakak dari Sari Kemuning ini merasa heran dengan kehadiran putri Juragan Tarya tersebut.
" Tetapi anehnya ,..ia memiliki kemampuan yg setingkat dengan Sari Kemuning,.. darimana ia mendapatkan kemampuan nya itu,..?" gumam Dewi Dwarani.
" Yang jelas dari guru barunya itu adi Rani,.." jawabe Jati Andara.
Ketiganya pun mengakuinya,.bahwa memang kemampuan dari Putri Juragan Tarya sangat pesat meningkat nya.
Di hati ketiganya menjadi was was akan keaelamatan dari Sari Kemuning,.. karena beberapa kali mereka melihat bahwa istri Senopati Sandi Demak ini tergetar dan terdorong mundur akibat tekanan yg di berikan oleh lawannya itu.
Begitulah pandangan ketiganya ,..berbeda dengan Raka Senggani ,..ia melihat kecerdasan dari istrinya itu , yg tidak mau terlalu membuang tenaganya karena mengetahui bahwa pertarungan kali ini akan berlangsung cukup lama.
Sehingga ia perlu menghemat tenaganya.
" Hiyyatt,.."
Teriakan dari Tara t memecah keheningan malam sambil terus menebaskan pedangnya ke arah leher Sari Kemuning.
Istri Senopati Sandi Demak itu menundukkan kepalanya sambil mengayunkan pedangnya ke arah perut lawan agar mengurangi tekanan yg di berikan oleh Tara Rindayu yg sepertinya tidak ada lelahnya.
Serangan dari Lawannya ini , di tangkis oleh Tara Rindayu setelah ia menarik pulang pedangnya dengan cepat setelah gagal pada serangan mengarah leher itu.
Kembali pijaran kembang api terlihat dari benturan kedua senjata tersebut.
Tampaknya kedua orang tersebut mulai merambah tenaga dalam pada tingkatan tertinggi dari masing -masing.
Sehingga benturan benturan yg terjadi membuat cahaya berpendar akibatnya.
Belum ada yg unggul sampai memasuki jurus ke duapuluh,.. kedudukan nya berimbang.
Ternyata Nyai Sriti Wengi telah berhasil membentuk Rindayu menjadi lebih hebat,.. berbeda dengan Mpu Loh Brangsang,..kata Raka Senggani dalam hati.
Namun keyakinan sang suami pada istrinya itu untuk dapat mengungguli lawannya sangat besar.
Terlebih ia telah meminjamkan cincin miliknya pada sang istri.
" Hiyyatt,.."
" Thakkk,.."
" Dhieghh,.."
" Aaakhh,.."
Memasuki jurus ketiga puluh sebuah serangan yg sangat cepat di lancarkan oleh Tara Rindayu menggunakan pedangnya terlambat untuk di hindari oleh Sari Kemuning.
Pedang nya berhasil menebas arah lengan dari istri sang Senopati.
Tetapi Tara Rindayu menjadi sangat heran,.. pedangnya itu seperti sedang menghantam dinding baja yg sangat keras dan tebal,..tidak mampu melukainya,..dan dalam sekejap akibat keheranan nya itu ,..Sari Kemuning tidak menyia -nyiakan kesempatan ,..ia mengirimkan serangan menggunakan kakinya dan mengahantam perut Tara Rindayu dengan telaknya.
Tubuhnya sampai terdorong dua tombak ke belakang dan terjatuh,..Tara Rindayu sempat mengeluh tertahan,.ia menahan rasa sakit yg teramat di sekitar perutnya .
Pedang itu pun terlepas dari tangan nya.
Perlahan Sari Kemuning mendekatinya sambil berkata,..
" Apakah akan tetap kita lanjutkan lagi pertarungan ini,..Rindayu,..?" tanya Ssri Kemuning.
Ia berdiri dekat dari Tara Rindayu yg mulai bangkit untuk berdiri tegak.
Meski menahan sakit di peutnya namun ia mampu berdiri dengan tegak.
" Aku belum kalah ,.. Kemuning,.." jawabnya dengan keras.
" Tetapi pedang mu sudah terlepas dari tangan mu Rindayu ,.dengan apa kau akan bertarung,..?" tanya Sari Kemuning lagi.
" Hehh,..dirimu jangan berbamgga dahulu Kemuning tanpa senjata itu ,. aku mampu mengalahkan mu,..dengan kedua tangan ku ini,.." sahut Tara Rindayu.
Tampaknya Putri Juragan Tarya ini akan mengeluatkan seluruh kemampuan nya termasuk ilmu yg telah di turunkan Nyai Sriti Wengi kepada nya .
" Baiklah jika itu menjadi kemauan mu,.. aku akan melayani mu,.." jawab Sari Kemuning.
Putri Ki Jagabaya ini kemudian menyarungkan pedangnya .
__ADS_1
" Kau akan menyesal , Kemuning,.. Karena tidak membunuhku,..jadi jangan salahkan aku jika kau akan tewas di ara -ara ini,.." ucap Tara Rindayu.
Gadis kemudian bersedekap ,..tangan nya berada di depan dadadan mulutnya terlihat komat -kamit membaca mantera,.ia akan mengeluarkan ajian bulan merah milik nya yg di dapatnya dari gurunya Nyai Sriti Wengi.