
Sementara itu di Kademangan Magetan saat posisi Mentari tepat di atas kepala.
Terlihatlah tiga orang tengah berjalan,..dan nampak nya ketiganya sedang mencari tempat untuk makan.
Di saat ketiganya lewat di depan sebuah warung yg ada di pertigaan Kademangan itu,.. ketiganya langsung berhenti,
Warung yg berada di bawah sebuah pohon Waru.
Pohon tersebut tengah berbunga,.dan membuat tempat itu terlihat indah. Kembang -kembang yg berwarna kuning.
Dan di dalam warung itu pun telah ramai dengan para pengunjung.
Ketiga orang yg tiada lain adalah Raka Senggani,.Japra Witangsa dan Dewi Dwarani segera ke warung tersebut.
Mereka langsung mencari tempat di pojok ,..ketiga langsung duduk di atas lincak.
Raka Senggani segera memesan makanan kepada pelayan warung,..seperti biasa Senopati Pajang tersebut memesan makanan kegemaran nya,..empela ati ayam.
Dan ketika pelayan warung itu telah menerima pesanan dari Raka Senggani,.ia pun segera masuk ke dalam untuk menyiapkan pesanan dari Raka Senggani.
Sesaat masih menunggu datangnya makanan,..datanglah dua orang yg berpakaian prajurit dan langsung masuk ke dalam.
Kedua nya mengambil tempat tidak terlalu jauh dari tempat duduk ketiga anak muda dari Desa Kenanga itu.
Keduanya terlihat memesan makanan ketika pelayan itu datang.
Keduanya langsung mengobrol,
" Ki Lurah,.. siapakah orang nya yg telah menculik sekar kedaton itu,..?" tanya salah seorang prajurit itu.
" Entahlah,.. tampaknya ia seseorang yg berilmu tinggi,..sehingga seluruh pengawal kaputren itu tidak mampu menghadang nya,.." jawab orang itu.
Orang yg di panggil Ki Lurah bertubuh besar dengan kumis tebal melintang diatas bibirnya.
Dan wajah orangnya pun cukup keras,..terlihat memang prajurit itu memiliki kelebihan dari teman yg satunya lagi.
" Dan tugas yg telah diberikan oleh Patih Haryo Winangun itu memang harus kita jalankan Ki Lurah,..?" tanya temannya lagi.
" Ya,..tentu saja,..kita harus mencari Senopati Pajang itu,.. Senopati Brastha Abipraya,..untuk diminta datang kemari ke madiun guna turut mencari keberadaan Kanjeng Gusti ayu Rara Sekar Kiranti itu,." jawab temannya.
Mendengar perkataan dari orang yg di panggil Ki Lurah itu,..hati Raka Senggani cukup terkejut.
Ia memang tanpa sengaja mendengar ucapan kedua orang itu dan ketika nama nya di sebut oleh orang itu,..hati Raka Senggani pun terkejut.
Hehh,.. Paman Patih Haryo Winangun membutuhkan diriku untuk membantunya,.. siapakah orang nya yg telah menculik putri Kanjeng Adipati Madiun itu,..tanya Raka Senggani dalam hati.
Ia semakin memperjelas pendengaran nya,..guna mengetahui percakapan kedua orang itu,..karena Raka Senggani pas membelakangi kedua Prajurit Madiun itu.
" Ki Lurah,..apakah kita langsung saja ke Pajang atau sebaikanya kita singgah dahulu di desa Kenanga,..bukankah Senopati Brastha Abipraya itu berasal dari sana,..?" tanya prajurit itu.
" Memang sebaiknya kita harus singgah di Kenanga ,.siapa tahu sang Senopati masih di kampung halaman nya sendiri,..jadi kita tidak perlu terlalu jauh melakukan perjalanan ke Pajang,. ". jawab orang itu.
Orang yg di panggil Ki Lurah itu kemudian memandangi orang -orang yg ada di warung tersebut.
Tampak nya ia harus melihat ,..apakah di tempat itu ada orang yg pantas di curigai atas hilangnya Sekar kedaton Madiun itu.
" Akan tetapi jika memang Senopati Pajang itu tidak ada di Kenanga tentunya kita harus ke Pajang,..bukan begitu Ki Lurah ," ucap temannya.
" Benar adi Rawuh,..dan jika di Pajang pun tidak ada terpaksalah kita ke kotaraja Demak,..dan mudah mudahan ia berada disana,.." jawab Ki Lurah itu.
" Memang Senopati Brastha Abipraya itu dapat di andalkan ,..ketika telah terjadi huru hara yg di sebabkan oleh Si Topeng iblis,di Madiun in,....dirinya mampu mengatasi nya walaupun tidak berhasil membunuhnya,.." ucap Prajurit yg bernama Ki Rawuh itu.
" Ya,...dan akhirnya ia dapat menewaskan orang yg menjadi Si Topeng iblis itu di desa bedander saat mereka akan mengembalikan kembali kejayaan Kyai Condong Campur itu,.." jawab Ki Lurah.
" Benarkah hal itu Ki Lurah,..?" tanya Ki Rawuh.
" Benar,..adi Rawuh,.. Senopati Brastha Abipraya telah mampu menewaskan Mpu Yasa Pasirangan yg menjadi Si Topeng iblis itu dalam perang tanding yg jujur setelah sebelumnya ia menewaskan penguasa Gunung Willis tersebut,..yaitu Mpu Phedet Pundirangan,.." jawab Ki Lurah.
" Memang hebat Senopati Brastha Abipraya itu,..murid siapakah sesungguhnya dirinya itu,..?" tanya Ki Rawuh.
" Yg jelas Ki Rawuh,..ia adalah murid dari gurunya sendiri,..!". jawab Ki Lurah seenaknya saja.
Dan keduanya langsung menyantap makanan nya ketika pesanan mereka telah datang.
Namun Ki Rawuh yg masih penasaran melanjutkan pertanyaan meski mulutnya telah di isi makanan,
" Maksudku,.. siapakah guru dari Senopati Brastha Abipraya itu,..Ki Lurah,..?" tanya Ki Rawuh.
" Aku tidak tahu,..Ki Rawuh,.. siapa gurunya itu tidak penting,..yg lebih penting adalah menemukannya dan juga apa tidak mungkin salah seorang dari padepokan gunung Willis itu sebagai pelakunya,." jelas Ki Lurah.
__ADS_1
Sedangkan Dewi Dwarani yg mendengar pembicaraan kedua orang itu langsung menanyakan sesuatu kepada Raka Senggani tapi dengan suara yg sangat pelan.
" Kang,..siapakah mereka,..mengapa mereka mencari kakang Senggani,..?" tanyanya.
Sambil memdekatkan wajahnya ke arah Dewi Dwarani,..Raka Senggani menjawab,..
" Mereka berdua adalah prajurit dari Madiun,..dan itu atas perintah Paman Patih Haryo Winangun,..". jawab Raka Senggani.
" Untuk apa mereka mencarimu,..adi Senggani,..?" tanya Japra Witangsa.
Iapun ikut-ikutan berbicara dengan suara yg sangat pelan,..karena mereka berdua tidak mengerti dan tidak memahami duduk perkaranya.
Jadi harus berkata pelan,..agar orang lain tidak mendengar nya,..beruntung tempat itu lagi ramai dengan suara-suara yg cukup kuat dan keras.
Namun keduanya nampak akan menemui kesulitan lagi untuk cepat segera kembali ke Kenanga.
Karena keduanya tentu akan menemani lagi Senopati Pajang itu ke Madiun.
Dan kelihatan nya tugas kali ini pun membutuhkan waktu yg cukup lama.
" Kang,..apa tidak sebaiknya kita menemui kedua orang itu,..?" tanya Dewi Dwarani.
" Tidak perlu,..Rani,..nanti setelah dari sini kita akan menemui mereka,..!" jawab Raka Senggani.
Ketiganya langsung mempercepat makannya dan segera setelah itu mereka keluar dari dalam warung setelah selesai membayar makanan itu.
Ketiganya tidak langsung berjalan,.mereka bertiga masih duduk di bawah pohon Waru yg masih bejajar rapi di Sepanjang jalan itu.
Tidak terlalu lama mereka menunggu,.. nampaklah dua orang prajurit itu keluar dari dalam warung dan langsung naik ke atas punggung kudanya.
Hanya dalam jarak beberapa tombak saja, keduanya menjalankan kudanya,.. terlihat ada seseorang yg berdiri tegak menghalangi jalan mereka dengan posisi membelakangi kedua nya.
" Hehh,..minggurlah,..jangan halangi jalan kami,.." teriak Ki Lurah prajurit Madiun tersebut.
" Ya,.. segeralah menepi jangan halangi jalan kami,..jangan sampai dirimu harus berhadapan dengan kami,.. prajurit Madiun,.." seru Ki Rawuh.
Raka Senggani langsung membalikkan tubuhnya dan menatap kearah dua orang prajurit itu.
Ki Lurah yg ada di atas punggung kudanya itu cukup terkejut setelah melihat orang yg ada di depannya.
" Senopati Brastha Abipraya,.." serunya
Ia langsung melompat turun dari atas punggung kudanya. Dan langsung menghampiri Raka Senggani.
Keduanya langsung bersalaman dan berpelukan sesaat baru kemudian saling berbicara tentang keselamatan masing -masing.
" Diriku aangat baik Senopati,.. bagaimana dengan dirimu,..apakah dalam keadaan baik,.?" tanya Ki Lurah Triwarsana.
" Baik,.. sangat baik,.." jawab Raka Senggani.
" Sangat kebetulan sekali,.. Senopati Brastha Abipraya,..karena kami berdua sesungguhnya akan ke Pajang guna menemui dirimu,. " seru Ki Lurah Triwarsana.
" Hal apa yg membuat Ki Lurah,..sehingga harus ke Pajang guna menemuiku,..?". tanya Raka Senggani.
" Sebenarnyalah,..ini pesan dari Kanjeng Gusti Patih Haryo Winangun utnuk menemuimu,..untuk dimintai bantuan nya mencari Kanjeng Gusti ayu Rara Sekar Kiranti,.. Sekar kedaton itu,.." jawab Ki Lurah Triwarsana.
" Memangnya ada apa dengan Sekar kedaton itu,..sehingga harus membutuhkan diriku,..?" tanya Raka Senggani.
Walaupun sebenarnya ia telah mendengar percakapan kedua nya saat masih di dalam warung,..tetapi Raka Senggani ingin memastikan apa sebenarnya yg telah terjadi di keraton Madiun itu.
Akhirnya Ki Lurah Triwarsana segera menceritakan kejadian yg telah meneimpa keraton Madiun dengan lengkap dan jelas..sehingga Raka Senggani tahu bahwa telah terjadi sesuatu yg buruk di keraton Madiun itu.
Jadi Paman Patih Haryo Winangun membutuhkanku untuk mencari Kanjeng Gusti ayu Rara Sekar Kiranti itu,..berkata dalam hati Raka Senggani.
Lamunan dari Senopati Pajang itu segera buyar setelah Lurah Triwarsana bertanya,..
" Senopati ,.. siapa kedua orang itu,..?" tanya nya.
Sambil memandang ke arah Japra Witangsa dan Dewi Dwarani.
" Ooo,.. keduanya adalah teman -temanku," jawab Raka Senggani.
Ia kemudian memperkenqlkan kepada Ki Lurah Triwarsana dan Ki Rawuh.
" Japra Witangsa,.." ucap Japra Witangsa
" Dewi Dwarani,.." kata Dewi Dwarani.
Dan Ki Lurah pun menyebutkan namanya serta nama teman yg ada di sebelahnya itu.
__ADS_1
Kembali Ki Lurah Triwarsana melihat ke arah Raka Senggani dan berkata,..
" Apakah Senopati Brastha Abipraya bersedia untuk datang ke Madiun,. ?" tanyanya.
" Tentu,..Tentu,..Aku bersedia untuk datang ke Madiun,. Ki Lurah,.." jawab Raka Senggani.
" Sekarang Senopati Brastha Abipraya,..?" tanya Ki Lurah Triwarsana.
Raka Senggani agak bingung menjawabnya,..apakah ia akan langsung ke Madiun atau kembali dahulu ke Kenanga. Dan dirinya masih sulit untuk memutuskan nya.
Akhirnya Raka Senggani bertanya kepada kedua sahabatnya itu,..
" Apakah kita akan langsung ke Madiun,..?" tanya Raka Senggani.
" Rani rasa,..memang demikian kakang Senggani,.. sebaiknya lah kita langsung ke Madiun tanpa harus pulang terlebih dahulu ke Kenanga,. ". jelas Dewi Dwarani.
" Bagaimana denganmu kakang Witangsa,..apakah dirimu setuju ikut ke Madiun,..?" tanya Raka Senggani.
" Tentu,..tentu,..adi Senggani,..Witangsa akan sangat senang sekali,..tetapi,..". ucap Japra Witangsa.
" Tetapi kenapa Kakang Witangsa,..?" tanya Raka.
" Apakah kita tidak perlu memberi khabar kepada Eyang Panembahan Lawu,..yg telah meminta kita datang ke Boyolangu,..sehingga ia tidak akan bertanya -tanya tentang keadaan di Boyolangu,..". Japra Witangsa.
" Benar ucapan mu itu,.. kakang Witangsa,. harus ada yg memberi khabar ke Lawu,..agar eyang Panembahan tidak terlalu lama menunggu hasilnya,." ungkap Raka Senggani.
" Memangnya ada apa dengan Panembahan Lawu itu,.. Senopati Brastha Abipraya,..jika kami dapat membantu menyelesaikan nya,..biarlah kami berdua ke sana,..dan Senopati langsung ke Madiun," ucap Ki Lurah Triwarsana.
Senopati Brastha Abipraya kemudian menjelaskan apa yg telah mereka lakukan di tanah perdikan Boyolangu,..dan semua itu atas permintaan dari penguasa Gunung Lawu tersebut.
Setelah mendengarkan penuturan dari Senopati Brastha Abipraya,..Ki Lurah Triwarsana kemudian mengerti dan bersedia untuk perantara nya menyampaikan pesan itu kepada Panembahan Lawu asalkan Sang Senopati bersedia datang ke Madiun secepatnya.
Hal itu pun disetujui oleh Senopati Pajang,.. Senopati Brastha Abipraya.
Kemudian kedua prajurit Madiun segera bergerak ke barat,..guna menyampaikan pesan Raka Senggani kepada Panembahan Lawu.
Sedangkan Raka Senggani beserta kedua temannya langsung mengarah ke Madiun.
Ketiganya tidak jadi melanjutkaan perjalanan nya menuju arah barat,..tetapi kembali mengarah langsung ke Madiun.
Tidak sampai malam ketiganya kemudian sampai di Kota Kadipaten Madiun itu,
Raka Senggani mengajak keduanya menuju Kediaman dari Patih Haryo Winangun.
Saat sampai di istana kepatihan ,. keduanya langsung masuk,..karena prajurit jaga telah mengenal Senopati Pajang itu.
Senopati Brastha Abipraya memang sudah agak lama tidak lagi berkunjung ke Madiun tetapi banyak prajurit yg masih sangat mengenali nya.
Patih Haryo Winangun cukup terkejut setelah mendengar laporan dari prajurit jaga bahwa orang yg sedang di tunggunya itu telah datang.
Hahh,..apakah Lurah Triwarsana telah sampai ke Pajang ,. bukankah baru saja ia berangkat dari sini,..kata Patih Haryo Winangun dalam hati.
Ia segera keluar,..karena laporan dari prajurit jaga itu tidak mungkin salah.
Dan benar saja begitu ia keluar dan menuju ke pendopo istana kepatihan itu dirinya segera melihat sang Senopati telah duduk di temani dua orang.
" Apa khabar ,..ankamas,..apakah tadi telah bertemu dengan Lurah Triwarsana,..?" tanya nya.
" Khabar baik,..Paman Patih,..memang tadi Senggani telah bertemu dengan Lurah Triwarsana di magetan,.." jawab Raka Senggani.
" Dimana mereka sekarang anakmas,..?" tanya Patih Haryo Winangun.
" Mereka berdua ,.. Senggani pinta untuk menyampaikan pesan ke Eyang Panembahan Lawu di Gunung Lawu,.." jawab Raka Senggani.
" Memangnya ada apa di Gunung Lawu ,.. anakmas,..?" tanya Patih Haryo Winangun lagi.
Raka Senggani yg kemudian menceritakan mengapa mereka sampai di tempat itu yg awalnya adalah ke tanah Perdikan Boyolangu untuk mengatasi masalah disana atas permintaan dari Panembahan Lawu itu.
Sampai akhirnya mereka bertemu dengan dua orang prajurit Madiun ketika mereka akan pulang ke Kenanga.
" O,.."
Seru Patih Haryo Winangun,..
Ia tidak menyangka bahwa semua serba kebetulan,.
Kemudian Kanjeng Patih Haryo Winangun menceritakan tentang keadaan di keraton Madiun itu.
Tentang menghilangnya Sekar kedaton Madiun saat malam itu.
__ADS_1
Putri dari Adipati Madiun ketika di ketahui sudah tidak ada lagi di dalam biliknya,..semua begitu cepat berlalu,. sepertinya orang itu menggunakan aji sirep agar tidak di ketahui oleh para pengawal kaputren,.begitu pagi tiba ,..gegerlah keraton dengan menghilangnya Sekar kedaton itu,.. demikianlah yg dituturkan oleh orang nomor dua yg ada di keraton Madiun itu.
Raka Senggani berusaha mencerna seluruh penjelasan dari Patih Haryo Winangun tersebut,.namun ia masih kesulitan untuk menyinpulkan nya.