Pendekar Pilih Tanding

Pendekar Pilih Tanding
episode 14 RAWA RONTEK. bag Kelima.


__ADS_3

Disaat sedang makan malam itu,. Raka Senggani bertanya kepada Ki Ageng Boyolangu,


" Ki Ageng Boyolangu,..apakah memang keamanan di sini tidak berusaha untuk menangkap orang itu,?" tanya nya kepada Ki Ageng Boyolangu.


" Sudah Ngger,..bahkan beberapa kali Ki Garengpati itu sudah melakukan nya,..tetapj memang orang tersebut seolah angin saja ,..sangat cepat menghilangnya," jelas Ki Ageng Boyolangu lagi.


" Apakah Ki Garengpati mengetahui kemana perginya orang tersebut,.?". tanya Raka Senggani.


Ki Ageng Boyolangu menggelengkan kepalanya, sambil berkata,


" Menurut Ki Garengpati, orang itu sepertinya memiliki Ilmu menghilang,..setelah berhasil menculik seorang gadis,..ia kemudian lenyap seperti hilang di telan bumi," ujarnya.


Hahh,.. sangat sakti orang itu, pikir Raka Senggani.


Dan malam itu ketiga nya masih mengobrol dengan Ki Ageng Boyolangu itu sampai larut malam, setelah terdengar kentongan bernada dara muluk barulah ketiga nya pamit pulang ke rumah yg telah menjadi tempat mereka bertiga menginap.


Saat sedang berjalan kembali, Dewi Dwarani kemudian berkata kepada Raka Senggani,


" Kang,.. Bagaimana jika kita mencari tahu dari para korban yg putri nya telah hilang di culik itu,."


" Suatu usul yg sangat baik, mulai besok kita akan menelusuri dengan mencari tahu dari para korban yg telah kehilangan anaknya itu," ujar Raka Senggani.


Ketiga nya terus saja berjalan menyusuri jalanan tanah Perdikan Boyolangu yg telah dalam keadaan sepi,..hanya suara -suara binatang malam saja yg terdengar, dari mulai suara jangkerik,..yg seolah tidak mengenal lelah menembangkan kidung -kidung pengantar tidur dan sesekali di iringi suara lolongan serigala laksana suara terompet dari kejauhan terdengar di telinga.


Namun tanpa di sadari oleh ketiganya, ada sepasang mata tengah mengawasi mereka.


Tetap saja ketiganya melangkahkan kakinya untuk kembali pulang ke rumah tempat mereka menginap.


Hehhh, tampak nya dari ketiga orang ini ada satu yg dapat dijadikan tumbal pada malam purnama kali ini,..kata orang yg sedang mengawasi Raka Senggani dan teman -teman nya itu.


Yeah,..yg seorang itu adalah perempuan, ia dapat kujadikan tumbal untuk sebagai syarat mendapatkan ajian Rawa Rontek ini,..mungkin aku masih membutuhkan sembilan orang lagi untuk dapat melengkapinya syarat yg di perlukan itu,..dan itu artinya masih memerlukan sembilan purnama lagi baru Ilmu ini menjadi sempurna,..dan jika telah sempurna,..maka diriku akan menjadi orang yg paling sakti di kolong langit ini,..ucap nya lagi, orang itu terlihat sangat senang sekali.


Ia merasa sebentar lagi tidak akan ada yg mampu menandingi kesaktiannya.


Karena syarat yg akan dijalani nya tinggal sedikit lagi untuk menjadi sempurna.


Dan tiba -,tiba saja orang itu hilang dari tempat nya berada itu. Dengan cepat ia meninggalkan tempat itu, ia melesat sangat cepat menuju ke arah puncak Gunung yg tidak terlalu tinggi itu.


Orang itu memang sangat luar biasa sekali lesatan saja ia telah jauh meninggalkan pedukuhan induk tanah Perdikan Boyolangu itu, sebentar kemudian telah sampai di Gunung tersebut, suatu pameran kecepatan yg mendekati sempurna.


Dengan tubuh yg agak kurus, memang diakui bahwa orang itu memiliki tenaga dalam yg sangat tinggi.


Sehingga dengan mudahnya ia telah sampai di gunung Budheg.


Hahh,.. sebentar lagi kekuasaan dari Bayu Dhono di Boyolangu ini akan habis,..ia akan segera aku,.. bunuh,..dan Akulah yg akan berkuasa di Boyolangu ini,..ha, ha, ha, ha, ha.. terdengarlah suara tertawanya itu.


Apalagi Garengpati telah berada di bawah pengaruhku tentu akan semakin mudah untuk menjadi penguasa di Boyolangu ini, katanya lagi.


Orang itu yg berperawakan kurus dan agak tinggi dengan meggunakan ilmunya kemudian melesat lagi, ..turun menuju arah selatan dari puncak Gunung itu, di dalam sebuah goa yg menghadap arah ke laut itulah kediaman nya.


Sementara itu Raka Senggani dan Japra Witangsa serta Dewi Dwarani telah sampai di rumah tempat mereka menginap itu amat terkejut melihat bahwa rumah itu telah berantakan,.. sepertinya telah ada orang yg masuk ke dalam rumah itu dan nampak nya ia mencari sesuatu.


" Apa yg telah terjadi,.. siapa orang yg telah melakukan nya,..!??" teriak Japra Witangsa.


Ketiga nya amat terkejut dan mereka saling pandang.


" Cepat periksa,..apakah ada sesuatu yg hilang,.!" perintah Raka Senggani.


Kemudian mereka melihat barang -barang mereka, tidak ada yg hilang,.. semuanya masih tetap ada.


" Hehh,..apa yg dicari orang itu,.apakah ia mencari barang berharga,?" tanya Dewi Dwarani.


" Mungkin juga,..atauu....ia mencari benda pusaka,..!" seru Raka Senggani.

__ADS_1


Ketiganya kemudian segera mmebereskan barang-barang yg telah berserakan itu,..dan atas saran Raka Senggani,.. jika memang harus keluar rumah membawa barang yg berharga itu turut serta jangan meninggalkan di tempat itu.


Dan malam yg tersisa sedikit lagi itu , tidak dipergunakan oleh Raka Senggani dan Japra Witangsa untuk tidur, hanya Dewi Dwarani sajalah yg sempat memejamkan matanya.


Saat malam telah berlalu, dan kicau -kicau burung di atas pepohonan telah memperdengarkan suaranya, kedua anak muda desa Kenanga itu keluar dari rumah itu.


Mereka berdua sekedar melemaskan otot -otot nya di luar, sedangkan Dewi Dwarani segera memasak di dapur.


Di jalanan di depan rumah itu pun telah ramai lalu lalang orang -orang yg akan pergi ke sawah.


Raka Senggani dan Japra Witangsa kemudian masuk ke dalam dan segera sarapan bersama dengan Dewi Dwarani.


Pagi itu ketiganya kemudian berpisah,..Raka Senggani berniat mengunjungi lagi Ki Tanu yg berada di kaki gunung itu,. ia masih ingin mengorek keterangangan dari orang tua itu, karena menurutnya orang tua itu pasti mengerti atau setidaknya dapat memberikan gambaran siapa sebenar nya pelaku penculikan tersebut.


Sedangkan Japra Witangsa dan Dewi Dwarani segera mendatangi rumah warga Boyolangu yg telah menjadi korban dari penculikan itu.


Diantara rumah yg menjadi korban itu adalah rumah Ki Ranoto,


Japra Witangsa yg bertugas mendatangi rumah Ki Wanaroto itu disambut hangat oleh sang empunya rumah.


" Selamat pagi Ki Ranoto,.." ucap Japra Witangsa.


" Pagi,..ngger,..bukankah Angger ini adalah kerabat dari Ki Ageng,..?" kata Ki Ranoto.


" Benar,..Ki,.. kami adalah masih kerabat dari Ki Ageng Boyolangu,..yg sedang berkunjung kemari,.." jawab Japra Witangsa.


" Ada apa Angger sepagi ini telah datang ke gubuk aki ini,..?" tanya Ki Ranoto.


" Sebelumnya perkenalkan namaku adalah Japra Witangsa,..dan lebih sering di panggil Witangsa saja,..adapun kedatangan ku kemari hanya ingin sekedar mengetahui bagaimana keadaan nya ketika penculik itu datang kemari,.. apakah Ki Wana,..tidak melakukan perlawanan,?" tanya Japra Witangsa.


Raut wajah Ki Ranoto berubah setelah mendengar pertanyaan dari Anak muda desa Kenanga itu, tergambar raut kesedihan dari wajah tua Ki Ranoto itu, ia bahkan mengalihkan pandangan nya ke atas puncak gunung itu. Sambil menghela nafasnya ia kemudian berkata ,


" Sebenarnya lah,..Ngger,..aki malas menceritakn kisah kelam yg telah menimpa keluarga kami ini,..tetapi biarlah agar semua orang mengetahui nya dan jangan sampai terulang lagi, akan aki cetitakan kejadian nya," ungkap Ki Ranoto itu.


Ia kemudian mulai bercerita , pada malam kejadian tersebut di Boyolangu turun hujan cukup derasnya,..ia dan keluarga nya cepat tidur, termasuk putri nya yg bernama Ratini itu.


Saat tengah malam disaat hujan tidak terlalu deras lagi turun nya, ia dan seluruh keluarga nya merasa seperti ada seseorang yg tengah berusaha membuka jendela dari bilik Ratini itu.


Ki Ranoto kemudian bergerak ke depan pintu bilik itu dan memanggil manggil namanya,..tetapi tidak ada sahutan dari dalam.


Bersama dengan istrinya dan seorang anak lelakinya kemudian mendobrak pintu bilik itu, tetapi alangkah terkejut nya ia ternyata putri nya itu sudah tidak ada lagi di dalam bilik itu.


Ia dan seluruh keluarga nya kemudian keluar rumah dan melihat ada sesosok bayangan hitam yg melesat ke arah gunung itu, gerakan nya sangat cepat.


" Demikianlah angger Witangsa kejadian pada malam itu,.. orang tersebut sepertinya tidak terlalu gemuk bahkan cenderung kurus,." ucap Ki Ranoto mengakhiri kisahnya.


" Mohon maaf yg sebesar -besarnya Ki Ranoto,..bukan maksud Witangsa mengungkit luka lama aki itu, tetapi memang kali ini kami berada disini untuk kepentingan hal ini," jelas Japra Witangsa.


" Ahh,..tidak apa -apa,..Ngger,.jadi Angger Witangsa dan dua teman nya,.memang sedang menyelidiki penculik itu,..apakah Ki Ageng yg telah mengundang kalian,!?" tanya Ki Ranoto lagi.


" Benar Ki,..kami memang sengaja di undang oleh Ki Ageng guna menangkap penculik itu,..dan mudah mudahan dari cerita Ki Ranoto ini akan dapat membuka tabir rahasia siapa sebenarnya orang itu,.." jelas Japra Witangsa.


" Mudah mudahan,..Ngger," sahut Ki Ranoto.


Setelah cukup lama di rumah Ki Ranoto, akhirnya Japra Witangsa bergegas kembali ke rumah.


Dan disana ia telah mendapati ternyata baik Raka Senggani maupun Dewi Dwarani telah ada disana.


Ketiganya kemudian segera mebeberkan apa yg telah mereka dapat hari itu.


Dan yg pertama kali mengungkapkan adalah Dewi Dwarani.


" Kang,..menurut Nyi wastri, bahwa orang yg telah membawa putrinya itu berperawakan kurus dan agak tinggi,..ia sangat cepat bergerak nya,..dan arah nya ke gunung itu,.." ungkap Putri Ki Bekel desa Kenanga itu.

__ADS_1


Japra Witangsa yg mendengar penuturan dari Dewi Dwarani itu sangat kaget mendengar nya,..karena apa yg di dengar nya sama persis dengan yg telah di dengar nya dari Ki Ranoto.


" Rani,.. mengapa ceritanya sama dengan yg telah Ku dengar dari Ki Ranoto tadi,." seru Japra Witangsa.


" Memangnya Ki Ranoto telah mengatakan apa,..kakang Witangsa,.?" tanya Raka Senggani.


" Adi Senggani,..menurut dari Ranoto bahwa orang yg telah menculik anaknya itu berpakaian hitam,. bertubuh kurus dan agak tinggi dan perginya menuju ke gunung itu,.." jelas Japra Witangsa.


" Berarti Ki Garengpati bukan pelakunya,.. tetapi mengapa ia masih saja di pertahankan oleh Ki Ageng Boyolangu menjadi seorang Jagabaya di sini,.." gumam Raka Senggani.


" Benar ucapanmu itu kakang Senggani,..mengapa Ki Ageng masih saja mempertahankan nya,.padahal ia seolah tidak berbuat apa-apa atas keamanan tanah Perdikan ini,.." sahut Dewi Dwarani.


Ketiganya memandang aneh atas sikap Ki Ageng Boyolangu itu terhadap Ki Garengpati.


Tetapi mereka tidak dapat menemukan jawabannya, sampai akhirnya Raka Senggani lah yg menceritakan hasil pertemuan nya dengan Ki Tanu.


Ia mengatakan kepada kedua temannya itu bahwa Ki Tanu sedang berusaha menangkap orang yg telah mencemarkan nama baiknya itu.


Ia seolah tahu bahwa orang itu adalah merupakan seorang penduduk dari tanah Perdikan itu dan amat mendendam terhadap pemimpin tanah Perdikan Boyolangu yaitu Ki Ageng Boyolangu.


Dan masih menurut Ki Tanu,.orang tersebut pernah meningglakan tanah Perdikan Boyolangu itu mengembara,..dan tampaknya saat ini ia kembali,.bahkan ia telah mengkambinghitamkan dirinya.


Oleh sebab itu Ki Tanu tidak terima atas perlakuan itu, sehingga dirinya pun berusaha untuk menemukan nya.


" Apakah Ki Tanu itu tidak menyebutkan namanya,..kakang Senggani,.?" tanya Dewi Dwarani.


" Tidak Rani,..ia tidak menyebutkan namanya,..tetapi nampak nya ia sangat kenal sekali dengan orang tersebut,. demikian pula dengan Ki Ageng Boyolangu," jawab Raka.


" Tetapi dari penelusuran kalian tadi,..kita dapat menyimpulkan bahwa orang itu bertubuh kurus tidak seperti Ki Garengpati,..tetapi kita tetap harus mengawasi Ki Garengpati itu,.. kemungkinan nya ia berhubungan dengan orang tersebut,.." ungkap Raka Senggani.


" Aku setuju,..adi Senggani,..kita memang harus segera mencari tahu keberadaan dari Ki Garengpati,..kalau bisa nanti malam kita telah dapat melakukannya, .". ucap Japra Witangsa.


" Dan untuk kali ini, .. sebaiknya kakang Witangsa yg melakukan nya,..biar Senggani dan adi Rani saja yg ke rumah Ki Ageng nanti malam,..apakah kakang Witangsa setuju,..?" tanya Raka Senggani.


" Siap,.. Senopati,.. Witangsa akan melaksanakan nya,.." sahut Japra Witangsa.


" Dan nanti kami berdua akan berusaha langsung setelah dari rumah Ki Ageng akan ke kediaman dari Ki Tanu,.. Senggani masih penasaran dengan orangtua itu,.." ucap Raka Senggani lagi.


" Jadi nanti malam,..kita akan ke rumah Ki Tanu,.. kakang,..?" tanya Dewi Dwarani.


" Yah,.. kita memang harus segera menemukan jawabannya,..siapa sebenarnya orang yg telah menyusahkan penduduk Boyolangu ini,..dan tampak nya sebentar lagi akan purnama,.. kemungkinan nya orang tersebut mulai bergerak untuk mencari mangsa selanjutnya, yg akan di jadikan korban,..jadi dirimu tidak boleh jauh dari diriku,.." jelas Raka Senggani.


Hari itu ketiganya terus mematangakan rencana nya guna dapat mengungkap pelaku penculikan itu,.. mereka memang telah di pesankan oleh Panembahan Lawu guna membantu Ki Ageng Boyolangu itu.


Dan lawan yg dihadapi kali ini memang sangat sulit untuk di tangkap, jejak nya pun belum mereka dapatkan,..hanya ciri -cirinya saja yg telah mereka ketahui.


Seperti biasa,..Dewi Dwarani saat matahari naik ,.ia ke kali untuk mencuci pakaian,..disana ia masih bertemu dengan para perempuan yg mengatakan bahwa mereka sedang ketakutan jika malam menjelang.


Karena sebentar lagi bulan purnama akan datang,..saat dimana penculik itu bergerak mencari mangsa yg akan di tumbalkan.


" Apakah Angger Rani tidak takut,..?" tanya perempuan gemuk yg kemarin bersama nya itu.


" Sebenarnya takut ,.. Mbok,.tetapi kalau hanya takut saja tentu tidak akan mengatasi masalah,.." jawab Dewi Dwarani.


" Apa maksudmu,.Nduk, ?" tanya nya lagi.


" Kita mesti berusaha,.. Mbok,..untuk melawan nya," sahut Dewi Dwarani.


" Bagaimana kita melawannya,..sedangkan kita -kita ini kan seorang perempuan,..apa yg harus kita lakukan,..?" tanya perempuan gemuk itu.


" Misalnya kita semakin meningkatkan penjagaan,..dengan memasang para pengawal lebih banyak,..dan di setiap rumah disiapkan kentongan, buat rumah yg memiliki seorang anak perempuan, jika orang itu datang tentu kita dapat bergerak untuk menangkap nya,..". jelas Dewi Dwarani.


" Hehh,..memang benar ucapanmu itu,..Nduk,..mengapa Ki Garengpati itu tidak melakukan seperti yg telah Angger Rani tadi utarakan itu,..!" seru nya.

__ADS_1


Hal itu jualah yg menjadi pertanyaan dari Dewi Dwarani,..mengapa Ki Garengpati tidak meningkatkan keamanan disaat Boyolangu tengah menghadapi masalah yg sangat serius itu.


__ADS_2