Pendekar Pilih Tanding

Pendekar Pilih Tanding
episode 26 Bara dendam. bag ketujuh.


__ADS_3

Tanpa memperdulikan suaminya, Nyai Sumini masuk ke dapur ,dan berkata.


" Untuk apa kau memasak air,.Surti,..?" tanya nya kepada Surti.


" Paman minta mandi dengan air panas,. Bi,.." sahut Surti.


" Kamu tuh ya Kang bisa bisanya membuat orang susah, bukankah Surti telah capek seharian bekerja membantuku di warung, kamu yang tidak ada kerjanya malah meminta dia untuk memasak kan air,..uhhh,..!" seru Nyai Sumini.


Perempuan pemilik warung ini kemudian menyuruh Surti untuk mandi terlebih dahulu dengan Tara Rindayu yg menjadi tamu mereka malam ini.


Surti kemudian meninggalkan dapur dan kembali masuk ke dalam bilik nya seraya mengajak Tara Rindayu untuk mandi.


" Marilah kita mandi, bukankah dirimu sehari ini belum mandi,..?" kata Surti.


Tara Rindayu menganggukkan kepalanya, ia pun segera mengikuti Surti keluar dari dalam bilik tersebut menuju pakiwan.


Ketika melintasi Ki Sumirat yg masih duduk di sebuah lincak,..tanpa sengaja putri juragan Tarya ini melirik kepada lelaki tua itu seraya berkata dalam hati nya , dasar bandot tua, tidak sadar dengan umurnya.


Lain halnya dengan Tara Rindayu lain pula dengan Ki Sumirat, setelah mendengar sang istri berkata bahwa rumah mereka hari ini kedatangan seorang tamu yang cantik maka matanya pun langsung jelalatan melihat gadis itu.


Woww,..seorang bidadari telah singgah d rumah ku, ucap nya dalam hati.


Sampai hilang di balik pintu barulah Ki Sumirat mengalihkan pandangan nya.


" Matamu itu lho kang , kalau melihat perempuan cantik langsung melotot,..!" hardik nyai Sumini dengan geram.


" Oaaa, lah,.. Nyi,.yo mbok ojo keleru, diiriku hanya memastikan , apakah aku kenal padanya atau tidak itu saja ,..!" jelas Ki Sumirat.


" Alasaan,.." sahut Nyi Sumini.


Perempuan pemilik warung ini pun langsung masuk ke dalam bilik nya. Sedangkan Ki Sumirat pun segera keluar dari dalam rumahnya. Ia bergegas menuju ke belakang .


Sementara itu Tara Rindayu dan Surti tengah membersihkan tubuhnya di sebuah pakiwan yg berada tidak terlalu jauh di belakang rumah itu.


" Setelah mengalami perlakuan seperti tadi, dirimu masih mau bertahan disini,.. apakah tidak ada niatan untuk pergi,..?" tanya Tara Rindayu.


Sambil membuka pakaian nya, Surti menjawab pertanyaan itu,.


" Sudah lama diiriku ingin meninggalkan tempat ini, Rindayu, akan tetapi,...!" Surti tidak melanjutkan ucapannya.


" Kenapa,..?" tanya Tara Rindayu.


" Aku kasihan pada Bibi,..tidak ada yg akan membantunya,..ia lah yang telah menolong dan membesarkan ku selama ini, hutang budiku terhadap nya tidak akan mampu ku bayar,..Rindayu,..!" jelas Surti.


" Akan tetapi sampai kapan dirimu mampu bertahan dengan perlakuan dari bandot tua itu,..?" tanya Tara Rindayu.


Surti yg telah mengguyur tubuhnya dengan air sempat terdiam mendengar perkataan dari Tara Rindayu.


" Ahh, entahlah,..sampai kapan diriku mampu menahan semua nya ini,.!" ucap Surti.


Gadis itu menggosok tubuhnya.


Dalam pada itu , sepasang mata tengah mengintip dan mendengarkan percakapan dari kedua gadis itu.


Hahh,..tidak akan ku biarkan gadis itu menghasut Surti untuk meningalkan tempat ini,..hal ini tidak boleh terjadi, kata orang itu dalam hati.


Ia yg tiada lain adalah Ki Sumirat.


Lelaki tua ini segera bergerak meninggalkan tempat itu setelah mendengar suara dari istrinya Nyai Sumini yg datang ke tempat itu.


" Apakah kalian telah selesai , Surti,..?" tanya Nyai Sumini agak keras.


" Sudah ,..Bi,..!" jawab Surti.


Kedua gadis ini kemudian meninggalkan pakiwan itu masuk ke dalam rumah.


Di dalam bilik kembali keduanya segera berbincang lagi.


" Awas ada yg sedang melihat mu,..!" seru Surti.


" Ahhh, biar saja,..nanti juga matanya akan bisulan,..!" tukas Tara Rindayu.


Sebagai seorang yang memiliki kemampuan dalam hal ilmu silat dan ilmu kadigjayaan, ia mampu mendengarkan suara nafas yang tengah memburu dan berada di luar bilik tersebut.


Memang di luar bilik itu ada Ki Sumirat yg tengah mengintip kedua gadis ini berganti pakaian.


Namun dengan cepat tanpa menimbulkan suara , Tara Rindayu menutup sebuah celah lobang dengan kainnya, karena dari sana ia mendengar dengus nafas seseorang yang memburu.


Ahhh,..kurang ajar,..tontonan yang asyik ini harus berakhir , kata Ki Sumirat dalam hati, setelah ia tidak dapat lagi melihat ke dalam.


Lelaki tua itu kemudian masuk lagi ke dalam rumah nya.


Setelah semua nya selesai maka empat orang ini langsung berkumpul di ruang tengah.


Nyai Sumini langsung mengajak makan Tara Rindayu, gadis cantik yang menjadi tamunya itu.

__ADS_1


" Ahh,..Nyai, bukankah diriku baru saja selesai makan,tadi di warung..!" jelas Tara Rindayu.


Karena ketika ia singgah di warung gadis ini cukup lahap makan nya dan rentang waktunya itu pun tidak terlalu lama.


" Tenang ,..dirimu tidak akan Aku bebani dengan pembayaran,..ini memang khusus untukmu dari ku karena mau menginap disini,..!" ucap Nyai Sumini.


" Tidak,..ehh,..maaf Nyai bukan maksudku menolak keinginan mu itu, aku memang sudah kenyang,.!" kata Tara Rindayu lagi.


Tetapi karena Surti pun ikut ikutan mengajak nya untuk makan , terpaksalah Tara Rindayu mau juga makan.


Ke empat orang itu pun segera bersantap malam bersama.


Ketika sudah selesai, Tara Rindayu dan Surti buru buru masuk ke dalam bilik.


Tinggallah Ki Sumirat dan Nyai Sumini yg ada di ruangan tersebut.


Di dalam bilik itu , Tara Rindayu kembali bertanya kepada Surti mengenai masa depan nya.


" Surti,.. apakah dirimu telah memiliki kekasih,..?" tanya Tara Rindayu.


" He,..mengapa kau menanyakan hal itu , bagaimana dengan dirimu sendiri,..?" balik Surti bertanya.


Tara Rindayu terdiam cukup lama setelah mendengar pertanyaan yg diajukan oleh Surti. Memang dirinya dalam urusan asmara tampaknya kurang beruntung. Setelah di tinggal mati oleh suaminya yang baru saja melangsungkan pernikahan, dirinya pun di tolak oleh seorang lelaki yang telah mengisi relung hatinya sejak ia masih kecil. Ya,..Raka Senggani, meskipun pemuda itu telah menolaknya untuk menikahinya, tetapi Tara Rindayu masih saja sayang dan cinta kepadanya, entah bagaimana ia harus berbuat.


" Hahhh,..."


Terdengar desah nafas yang cukup berat yang keluar dari mulut gadis cantik itu. Seakan-akan ia ingin mengeluarkan seluruh beban yang ada di hatinya.


" Kenapa,.. apakah pertanyaan ku tadi salah ,.Rindayu,..dan menyinggung perasaan mu,.. maafkan lah diriku,.,!" ucap Surti.


Setelah gadis ini mendengar suara desah nafas yang berat keluar dari mulut teman barunya itu.


Sambil menatap lekat kepada Surti, gadis yang berada di sebelah nya, Tara Rindayu berkata,..


" Surti, pertanyaan mu tidak menyinggung ku, sungguh aku sangat senang bertemu dengan mu saat ini, karena dari dirimu, Surti ,..diriku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga,..!" jelas Tara Rindayu.


Putri Juragan Tarya ini seakan mendapatkan teman yang dapat berbagi dengan usia tidak terpsut jauh dengan nya, meski keduanya baru saja berkenalan , tetapi sudah dapat menjadi teman yang sangat akrab.


Sehingga Tara Rindayu pun menceritakan kisah nya , dengan kehidupan nya yg pada mulanya terlihat sangat indah dengan kekayaan di miliki oleh orang tua nya, sampai akhirnya ia menikah dengan seorang Lelaki yang menjadi pilihan dari orang tua nya tersebut.


Dan disaat setelah pernikahan itu terjadi , inilah awal dari penderitaan yang di rasakan.


Mulai dari kehilangan suami sampai harus kehilangan cinta nya dan pada akhirnya ia melanglang buana guna menyembuhkan perasaan yang telah terluka itu.


Surti yg mendengarkan kisah dari teman barunya ini sampai menitikkan air mata nya, ia merasa terharu dengan kisah yg telah di tuturkan oleh Tara Rindayu .


" Hehh,.. bagaimana dengan dirimu,.apakah telah memiliki kekasih,..?" tanya Tara Rindayu kepada Surti.


" Hik, hik,.hik,..!"


Surti malah tambah menangis.


" Di tanya , kok malah nangis,..!" ujar Tara Rindayu.


Ia berusaha menenangkan teman nya itu. Dan setelah suasana kembali tenang barulah Surti menceritakan mengenai pengalaman cinta pertama nya yg harus kandas karena ulah Paman nya, Ki Sumirat.


Tara Rindayu yg mendengar kan menjadi berang , ia sangat tidak setuju atas perlakuan Ki Sumirat terhadap Surti.


Ia menyarankan kepada Surti untuk mengejar lelaki pujaan hatinya itu.


Namun di jawab dengan gelengan kepala oleh Surti.


" Kenapa,..?" tanya Tara Rindayu.


Surti menjelaskan , setelah kekasihnya ini di larang datang menemui dirinya oleh Ki Sumirat,.ia pergi merantau ke Kotaraja Demak dan berhasil menjadi seorang prajurit.


" Nah,..di Kotaraja Demak kan banyak gadis -gadis yang sangat cantik seperti dirimu Rindayu, sehingga ia kepincut dengan salah seorang gadis dan kini ia telah menikah dan menetap di Kotaraja Demak,..!" jelas Surti.


" Sedih juga kisahmu itu , Surti,..!" seru Tara Rindayu.


Ia kemudian mendekap erat tubuh Surti, keduanya saling berpelukan seolah ingin saling memberi dukungan satu dengan yang lainnya atas apa yang telah menimpa mereka berdua.


Malam semakin larut ketika tiba-tiba saja hujan turun mengguyur desa itu.


Surti kemudian mengajak tidur Tara Rindayu,..


" Marilah kita tidur,..karena udara malam ini terasa sangat dingin dengan turun nya hujan,.!" ucap Surti.


" Marilah, Aku sudah mengantuk ,.. seharian ini telsh melakukan perjalanan,..!" sahut Tara Rindayu.


Keduanya pun segera merebahkan tubuhnya di atas amben bambu yg ada di dalam bilik Surti ini.


Namun belum pun sempat memejamkan matanya, tiba tiba Tara Rindayu bangkit dan duduk di tepian.


" Ada apa,..?" tanya Surti yg merasa aneh dengan sikap teman nya ini.

__ADS_1


" Coba kau dengar dengan baik baik,..!" seru Tara Rindayu kepada Surti.


Surti segera mengikuti perintah dari Tara Rindayu dan berdesis pelan,.


" Suara derap langkah kaki kuda,.!"


" Benar , ..itu adalah suara langkah kaki kuda yang berjumlah cukup banyak,..!" jelas Tara Rindayu.


Putri Juragan Tarya ini kemudian bertanya kepada Surti , apakah desa ini sering di datangi oleh para prajurit.


Dan di jawab oleh Surti dengan gelengan kepala , seraya mengatakan tidak pernah desa mereka itu di singgahi oleh para prajurit apalagi dalam jumlah yang sangat besar.


Segera Tara Rindayu bersiap, ia mengencangkan ikat pinggangnya dan meraih sebuah pedang yang ada di sampingya.


" Mau kemana,..?" tanya Surti.


" Kita harus berjaga jaga, siapa tahu yg lewat ini adalah para rampok,..!" sahut Tara Rindayu.


" Ha,.."


Surti sangat terkejut mendengar ucapan dari Tara Rindayu itu.


" Raaa,..m..pok,.." ucapnya.


" Iya,..sudah ,..sana , dirimu harus bersiap,..!" jelas Tara Rindayu.


" Untuk apa,..?" tanya Surti heran.


" Kita harus bersiap , jika yg lewat ini adalah para perampok dan akan menjarah rumah ini, kita harus melawan nya,..!" sahut Tara Rindayu.


" Melawan perampok,.. apakah kau sudah gila , Rindayu, mana mungkin kita mampu untuk melawan mereka ,kita ini kan perempuan,.!" jelas Surti.


Tara Rindayu jadi kebingungan untuk menjelaskan nya, ia pun sempat teringat ketika pertama kali di sekap oleh begal yg bernama Singo Lorok dari gunung Tidar, ia tidak dapat berbuat apa-apa, beruntung dirinya berhasil di selamatkan oleh Raka Senggani dari tangan perampok itu.


" Sudah , sudah,..segeralah bersiap setidaknya jika mereka ini memang orang -orang yg bermaksud jahat, kau dapat dengan cepat keluar dari belakang rumah ini, dan berlari menjauhi tempat ini,.!" ucap Tara Rindayu.


Dan Surti malah bengong mendengar ucapan teman barunya ini, ia tidak mengerti apa yang barusan di ucapkan Tara Rindayu.


" Jika mereka memang perampok, kalau bukan,..?" tanya Surti lagi.


" Ahh, tidak usah ngeyel , yg penting dirimu harus bersiap,..!" seru Tara Rindayu ketus.


Gadis itu tidak memperpanjang ucapan nya dengan Surti yg tampaknya tidak mengerti jalan pikiran nya.


Derap kaki kuda itu semakin mendekat,.. suaranya sudah sangat dekat.


Namun tiba -tiba berhenti.,..


" Kemana mereka itu,..?" tanya Tara Rindayu.


Karena langkah kaki kuda itu sudah tidak terdengar lagi.


Apakah mereka telah berhenti, tanya Tara Rindayu dalam hati.


Ia berusaha untuk mendengarkan suara nya , akan tetapi tidak dapat ia ketahui keberadaan para penunggang kuda itu.


" Surti,..yg di sebelah sana itu rumah siapa,..?" tanya nya kepada Surti.


" Rumah kepala desa ,..!" jawab Surti.


" Hehh,..!" seru Tara Rindayu.


Ia ingin keluar dari rumah Nyai Sumini ini dan menuju rumah kediaman kepala desa itu, putri juragan Tarya ini ingin melihat apa yang telah terjadi di rumah kepala desa tersebut tetapi di luar hujan turun dengan sangat derasnya, ia pun mengurungkan niatnya itu.


Tidak terlalu lama, terdengar derap langkah kaki kuda yang mendekati rumah pemilik warung ini.


Tiga ekor kuda langsung masuk ke halaman rumah tersebut.


Saat itu benar benar gelap, karena obor yang biasa menyala di halaman rumah telah padam tertimpa hujan yg turun dengan deras nya.


Tara Rindayu berusaha mengintip keluar , namun ia tidak dapat melihat apa -apa , hanya gelap malam dengan suara hujan turun.


Akhirnya gadis ini bertanya kepada Surti,..


" Apakah kalian desa ini terbiasa di singgahi oleh para pelancong yang lewat, Surti,..?" tanyanya pada Surti.


" Tidak,..sangat jarang sekali orang singgah di desa ini jika mereka melewat di sini, karena di depan sana ada kademangan yg cukup besar, !" jelas Surti.


Ketika kedua gadis itu tengah berbincang , tiba tiba dari luar terdengar suara teriakan yang cukup keras,..


" He, kalian yg ada di dalam keluarlah,..!" teriak orang itu.


Ki Sumirat dan istrinya Nyai Sumini yg sudah terlelap tidur nya tidak mendengar teriakan itu.


Adalah Surti yg akan keluar untuk membuka pintu tersebut namun di cegah oleh Tara Rindayu.

__ADS_1


" Ssst, jangan,...biarkan saja ,..!" bisik Tara Rindayu.


__ADS_2