
Nyai Sriti Wengi tidak mampu menjawab,..ia hanya terdiam.
Ia merasakan kekecewaan yg mendalam di hati muridnya itu.
Cukup lama kedua perempuan itu diam tidak berkata apapun.
Hati Tara Rindayu teramat sedih ,..rasa -rasanya pintu hati Raka Senggani tidak akan dapat menerima nya lagi.
Hehh,..ketika diriku telah menantang Sari Kemuning saja , ia tentu sudah tidak dapat memaafkan ku lagi,..terlebih sekarang ,..guru telah membokong dirinya,..tidak akan mungkin lagi diriku mengharapkan dirinya lagi.
Tara Rindayu hanya termenung memandangi pepohonan yg tampak sedang bergoyang . Laksana goncangan di dalam hati gadis itu.
Sementara itu di desa Kenanga sendiri,..kelima pemuda tersebut telah tiba,..dan Raka Senggani dengan istrinya singgah di rumah yg ada di pategalan.
Ki Lamiran yg melihat mereka berdua segera menanyakan mengapa mereka kembali lagi.
Setelah menambatkan kudanya,..Raka Senggani segera menjawab pertanyaan dari Ki Lamiran itu,.. mereka berdua tidak jadi ke Pajang karena ada yg telah menghadang mereka di ara -ara, sehingga gagallah niatan mereka.
" Siapa orangnya telah menghadang angger Senggani itu,..?" tanya Ki Lamiran heran.
" Nyai Sriti Wengi dan Tara Rindayu,..Ki,..!" jawab Raka Senggani.
Ki Lamiran sangat terkejut mendengarnya, karena sudah lama ia tidak memdengar nama itu di sebutkan.
Apalagi nama Tara Rindayu , putri Juragan Tarya itu memang sudah lama tidak berada lagi di daerah ini.
" Apa yg terjadi antara kalian berdua dengan mereka,..?" tanya Ki Lamiran.
Raka Senggani dan Sari Kemuning saling berpandangan , mereka sulit untuk menjawab pertanyaan dari pande besi desa Kenanga itu.
" Hanya masalah pribadi Ki,..antara diriku dengan Tara Rindayu,.." jawab Sari Kemuning.
Ki Lamiran pun menjadi maklum setelah mendengar penuturan dari Sari Kemuning. Ia mengerti permasalahan antara Putri Ki Jagabaya dan putri Juragan Tarya,.. masalah itu ada di Raka Senggani.
Ia pun menasehati Senopati Sandi Demak itu agar memaafkan perbuatan dari Tara Rindayu,.. supaya mereka tidak memendam dendam, di saat inj mereka telah menjadi suatu keluarga yg baru jadi harus menatap masa depan mereka masih terbentang luas.
Dan Raka Senggani ,..seperti biasa tidak pernah membantah ucapan nya,..ia hanya mampu mengangguk kan kepalanya.
Sesaat kemudian di saat sore keduanya kembali pulang ke rumah ki Jjagabaya.
" Apakah angger berdua tidak menginap disini saja,..?" tanya Raka Jang.
Paman Raka Senggani itu masih ingin berbincang dengan keponakan nya itu terkait kepindahan nya ke kotaraja Demak.
" Mungkin besok malam kami akan menginap di sini ,.. paman,..malam ini biarlah kami tinggal di rumah Sari Kemuning,..agar mereka tidak merasa heran,.." sahut Raka Senggani.
Ia dan istrinya kemudian melompat naik ke punggung kudanya dan menjalankan dengan perlahan .
Setibanya di rumah Ki Jjagabaya,..seisi rumah menjadi terkejut stas kedatangan mereka berdua terlebih Ki Jagabaya sendiri.
Pemimpin keamanan desa Kenanga ini segera memburu mereka dengan pertanyaan,..
" Mengapa angger berdua kembali lagi,..apakah ada sesuatu yg tertinggal,..?" tanya nya.
Sari Kemuning lah yg menjawab bahwa mereka mendapatkan hadangan dj sebuah ara -ara,..yg tidak terlalu jauh dari desa ini.
" Siapa orangnya yg telsh berani menghalangi jalan kalian itu,..?" tanya Ki Jagabaya lagi.
Istri Senopati Sandi Demak ini mengatakan sejujurnya siapa orang nya yg telsh mengahadang perjalanan mereka itu,..semua nya ia ceritakan tidak ada yg tertinggal.
Hati Ki Jagabaya menjadi terbakar mendengar nama Tara Rindayu di sebutkan oleh putrinya itu,..ia sungguh kesal sekali mengapa putri Juragan Tarya itu tidak henti henti nya mmebuat persoalan dengan mereka.
Aneh,..desis nya.
Baik Raka Senggani maupun Sari Kemuning tidak menanggapinya ,. mereka kemudian pamit masuk dan segera ke pakiwan.
Begitu malam turun di desa tersebut,..tampak dua sosok dstang ke rumah Ki Jagabaya mereka adalah dua orang lurah Prajurit sandi Demak yg membawakn pesan untuk Senopati Sandi Demak ini dari Kanjeng Gusti Sultan Demak.
Diharapakan , kepada Senopati Sandi Yuda Demak agar segera berangkat ke kulon, guna menyelidiki kekuatan musuh yg berada disana,..dan secepatnya hasli tersebut di laporkan ke kotaraja Demak.
Demikian lah isi perintah dari surat yg dibawa oleh dua Lurah Prajurit sandi Demak itu.
Raka Senggani dan Sari Kemuning kemudian kembali saling berpandangan.
__ADS_1
" Apakah dirimu ingin turut serta ke kulon,..?" tanya Raka Senggani kepada Istri nya.
" Sangat senang sekali kakang,..jika memang kakang Senggani mengizinkan Kemuning untuk ikut,..!" jawab Sari Kemuning.
Sambil tetap menatap ke wajah sang istri,..Raka Senggani mengangguk seraya berkata,..
" Yah ,..kakang mngizinkan ,..kita berangkat bersama pada esok lusa,.." jawab Raka Senggani.
" Terima kasih kakang,.." sahut Sari Kemuning.
Ia pun memeluk sang suami dengan eratnya. Hati nya amat senang sekali karena kali ini ia mendapatkan kesempatan untuk berpetualang dengan suaminya sendiri,..sesuatu yg sudah lama ia harpakan. Karena selama ini hanya kedua teman nya dan kakaknya Japra Witangsa sajalah yg sering melakukannya,.. diri mu belum sekalipun.
" Baiklah kalau begitu Senopati ,.kami akan berangkat terlebih dahulu dengan dua orang yg Senopati telah angkat sebagai Prajurit sandi Demak itu,.. dimana mereka sekarang,..?" tanya Ki Lurah Lintang Panjer Rina.
Yg dimksudnya adalah Jati Andara dan Japra Witangsa. Mendengar pertanyaan itu,,Raka Senggani kemudian menyuruh salah seorang pengawal desa untuk memanggil kedua pemuda tersebut untuk datang ke kediaman Ki Jagabaya.
Tidak terlalu lama,..muncullah Jati Andara dan Japra Witangsa di tempat itu.
Secara singkat Raka Senggani mengatakan kepada keduanya untuk segera bersiap agar besok pagi dapat berangkat ke kulon bersama dua orang Lurah Prajurit sandi Demak, Ki Lintang Panjer Rina dan Ki Lintang Panjer suruf.
Meski agak terkejut,..akan tetapi keduanya telah siap menjalankan tugas pertama mereka sebagai seorang Prajurit sandi Demak.
Ki Bekel dan Ki Jagabaya yg mendengar putra mereka akan berangkat pada esok hari menjadi sangat senang terlebih buat Ki Bekel sendiri yg telah lama mengharapakan hal tersebut,.cita citanya telah terkabul setelah Jati Andara di terima sebagai seorang Prajurit sandi Demak.
Malam itu terasa hangat dengan berbagai pembicaraan mengenai keberangkatan mereka.
Pada keesokan harinya setelah terang tanah,.. berangkat lah empat orang menuju kulon dari desa Kenanga itu, dengan di lepas oleh keluarga nya masing-masing.
Jati Andara dan Japra Witangsa terlihat gagah diatas punggung kudanya,.. mereka menyempatkan diri untuk melambaikan tangan nya kepada orang orang yg mereka tinggalkan.
Setelah mereka tidak nampak lagi, berseru Ki Jagabaya,..
" Esok kalian pula yg akan meminggalkan kami,..tempat ini menjadi sepi tanpa kalian,.. Ndhukk,.." kata Ki Jagabaya.
" Akan tetapi memang sudah menjadi kewajiban kakang Senggani ,..Romo,..ia akan melakukan perintah Kanjeng Sinuwun itu,.. tidak dapat menolaknya,.." ucap Sari Kemuning.
" Romo mengetahui hal itu Kemuning,.memang suami mu itu sudah menjadi bagian dari Kotaraja Demak,.. Sehingga ia tidak dapat berpaling dari tugas tugasnya,.." ungkap Ki Jagabaya.
" Dan untuk malam ini kami akan menginap di rumah Kakang Senggani,..Romo,.." ucap Sari Kemuning.
Sementara itu , jauh dari desa Kenanga, di suatu tempat di daerah Wirasaba,.
Seorang pemuda tampan yg berperawakan agak kurus serta memiliki kumis tipis diatas bibirnya.
Terlihat sangat senang sekali dengan mengayunkan Langkahnya yg cukup cepat menuju ke sebuah rumah di daerah itu.
Ia adalah Raka Yantra, putra dari Raka Jang,.paman dati senopati Demak.
Pemuda yg biasanya berdagang keliling dengan menjual wesi wesi aji ini telah tuntas menyerap ilmu yg telsh di berikan oleh guunya yg bernama Mpu Loh Brangsang.
Hatinya sudah tidak gentar lagi jika harus berhadapan dengan para kawanan rampok atau begal lagi.
Ia pun akan sangat senang menceriakan hal ini kepada biyung dan adiknya Rawuni.
Raka Yantra pun mempercepat langkahnya agar cepat sampainya.
Selain ia sudah sangat rindu dengan kedua orang yg di kasihinya itu,.ia juga merindukan si Ireng kuda tunggangan nya.
Sesampaianya di rumah,..Raka Yantra agak terkejut karena mendapati rumah nya dalam keadaan sepi tidak seperti biasanya .
Setelah di cari cari oleh pemuda itu bahwa ternyata kedua orang itu tengah berada di rumah seseorang yg masih merupakan tetangga nya yg habis di timpa musibah..rumah orang tersebut habis kerampokan dan dua orang penghuninya telah tewas.
Raka Yantra pun segera ke rumah yg di sebutkan tadi. Di lihatnya di sana telah banyak orang hadir di tempat tersebut.
Ia segera menemukan biyung dan adiknya disana.
Ibunya itu teramat senang dengan kehadiran putranya yg telah lama pergi,.. karena pada akhir akhir Raka Yantra menyerap ilmu dari Mpu Loh Brangsang ia tidak di perbolehkan kembali pulang sepetti yg biasa ia lakukan.
" Bagaimana keadaan mu..Ngger,..?" tanya biyngnya.
" Baik biyung,..!" jawab Raka Yantra.
" Baguslah,...kalau begitu,..mari kita pulang,..akan banyak biyung ceritakan kepadamu,..Ngger,.." ucap biyung nya.
__ADS_1
Mereka pun meninggalkan tempat tersebut kembali pulang ke rumah.
Setelah sampai di rumah,.ketiganya pun saling melepaskan rindu ,..dan biyungnya pun segera bercerita.
Setelah kepergian putranya itu cukup lama ,.. daerah Warasaba ini telah bebrapa kali di satroni oleh kawnanan Rampok dan yg terarkhir dan baru pun selesai adalah yg terjadi pada kediaman dari tetangga mereka itu,.atas kehadiran nya kembali di sini,..membuat kecemasan biyungnya menjadi berkurang.
" Ngger ,..selama tiga purnama belakangan ini,.. kawnanan Rampok itu semakin menggila,..kami sungguh sangat cemas , terlebih dirimu tidak berada di rumah,.." ungkap ibunya.
" Sudah berapa kali mereka melakukan nya , biyung,..?" tanya Raka Yantra.
" Mungkin sudah ada enam kali kakang,..bahkan di rumah yg berada di ujung itu,..salah seorang penghuninya yg perempuan telah mereka perkosa beramai ramai hingga tewas,..kakang,.." jawab Rawuni adiknya.
" Untuk itulah kami sangat ketakutan,..Ngger,.. karena kami disini berdua saja ,..kami takut menjadi sasaran mereka,.." ungkap ibunya.
Sambil perempuan paruh baya itu menyediakan minuman terhadap anaknya tersebut.
" Sungguh """""",..kelakuan mereka itu,..ini tidak bisa di biarkan,..mereka harus di cegah,..biyung,.." ujar Raka Yantra.
" Akan tetapi siapa yg berani pada mereka,..disini ,..memdengar namanya saja orang sudah gemetar lututnya ,..Ngger,.." sahut ibunya.
" Apakah Ki Demang dan para pengawal tidak mampu mengatasi mereka biyung,..?" tanya Raka Yantra.
" Pernah suatu kali,..Ki Demang dan Ki Jagabaya berhasil mengepung mereka,..akan tetapi mereka berhasil kabur dengan membuat para pengawal dan Ki Demang sendiri terluka cukup parah,..," jawab biyung nya.
" Apalagi orang yg bernama Lowo Kumbolo itu kakang,..mendengar suara nya saja orang -orang sudah lemas ,..tidak mampu berdiri,.dia lah pemimpin Kawanan rampok tersebut,.." terang Rawuni.
Demikian saktinya kah orang tersebut,..bertanya dalam hati Raka Yantra,..ada rasa penasaran di dalam hatinya ingin bertemu dengan orang tersebut.
" Ngger,..menurut beeberapa orang yg pernah melintas dari desa kenanga,..sekarang Romo mu telah memiliki rumah sendiri dsn cukup besar dan megah,.." kata ibunya.
" Hehh,.."
Raka Yantra tampak terkejut mendengar ucapan dari biyung nya tadi,.mengapa tiba -tiba ia mengalihkan pembicaraan arah kesana apa maksudnya.
" Mengapa biyung memceritakan masalah Romo,..apa hubungan nya dengan Kawanan rampok itu,..?" tanya Raka Yantra penasaran.
Ibunya itu segera mengatkaan bahwa sejak kepergiannya meninggalkan mereka berdua ,..terasa rumah itu kekurangan laki laki,..dan ia teringat akan suaminya itu,.ayah dari anak anak ini.
" Untuk apa biyung mengingat ingat lelaki yg tidak berguna seperti itu, hanya akan membuka luka saja,..biyung,.." seru Raka Yantra.
Ia sudah sangat senang sekali lelaki yg tidak berguna itu ada di rumah mereka itu.
" Akan tetspi ,.ia adalah masih tetap orang tua kalian berdua,..memang kelakuan nya sangat tidak bisa untuk di maafkan,.. tetapi biar bagaimana pun juga ia adalah romo kalian,.." jelas ibunya.
" Tidak ,..aku tidak mau mempunyai orang tua seperti itu,..yg hanya memikirkan dirinya sendiri saja,..biar ******,..diirnya di sana,.." jawab Raka Yantra.
Ibunya tidak berani menjawab perkataan dari anaknya itu.,.ternyata kelakuan dari Romo nya itu membawa pengaruh buruk terhadap kedua anaknya yg jadi turut membencinya.
Setelsh agak lama mereks berbincang,..Raka Yantra pamit kepada biyung nya,..ia ingin bertemu dengan ki Demang guna membicarakan herombolan rampok yg di pimpin oleh Ki Lowo Kumbolo itu.
Ibunya memberikan izin dan menasehati anaknya itu.
" Hati hati ,..ngger..di sini banyak nata mata yg di sebar oleh Ki Lowo Kumbolo itu.
" Baik Biyung,.." sahut Raka Yantra.
Dengan cepat ia menunu rumah kediaman dari demang Warasaba ini.
Ki Demang yg melihat kedatangan pemuda itu di rumah nya,..menjadi gembira.
" Kapan angger Yantra tiba kembali di sjnj,..?" tanya nya
Pertanyaan yg di ajukan kepada Rska Yantra akan membuat hatinya menjadi gelisah.
" Baru saja Ki Demang,..Ada satu hal yg mengganjal di dalam hatiku,.." kata Raka Yantra.
" Apa itu Angger Yantra.,.yg menjadi pertanyaan mu tersebut,..?" tanya Ki Demang.
Kemudian Raka Yantra memceritakan apa yg telah di dengar nya dari sang ibu tersebut.
Bahwa seluruh warga desa Kenanga ini tidak ada yg mampu meringkus orang yg bernama Lowo Kumbolo itu.
Demang Warasaba menjadi heran atas ucapan dari Raka Yantra ini.
__ADS_1
Ahhh mingkin ia belum oernah bertemu dengan orang tersebut isehingga ia berani berkata demikian,.. Lowo Kumboo dalam hsti