Pendekar Pilih Tanding

Pendekar Pilih Tanding
episode 24 Kembali. bag ke sepuluh.


__ADS_3

Orang orang yg berada di dekat pos perondan ini memang menjadi ciut nyali nya akibat dari hantaman ilmu sejenis ilmu Gelap Ngampar itu.


Di tambah lagi memang sepertinya sang Pemimpin begal memiliki kemampuan ilmu yg sangat tinggi.


Ia kembali memperdengarkan suara tertawa nya..


" Ha, ha ,ha ha, ha, cepat lah kalian semua berlutut, agar dapat pengampunan dari ku , ha ha ha,ha,".


Kembali suara itu membuat para pengawal , bahkan Jagabaya Kademangan Warasaba ini terpengaruh , serasa lutut mereka seperti di lolosi , mereka tidak mampu untuk tetap berdiri, satu persatu mereka mulai duduk terjatuh tidak mampu menahan serangan yg di berikan oleh Lowo Kumbolo sang Pemimpin begal itu.


Melihat hal ini, Raka Yantra segera berbisik kepada Ki Demang,.


" Ki Demang, aku akan segera menyerang orang itu, tugas Ki Demang adalah membuat sadar para pengawal dan Jagabaya itu, secepat nya membantu ku menyerang mereka, mereka harus segera di hentikan kalau tidak kita akan sebelum bertarung,." ucap Raka Yantra.


" Baik, Ngger,..aku akan segera berusaha untuk menyadarkan mereka dan bersiap untuk menyerang mereka,.." sahut Demang Warasaba.


Sebenarnya keduanya pun terkena pengaruh ilmu yg telah di lontarkan oleh Lowo Kumbolo , akan tetapi keduanya masih mampu mengatasi nya.


Raka Yantra,pemuda yg paling di harapkan di Kademangan Warasaba ini ternyata menilai tidak ada jalan lain untuk menghentikan pengaruh ajian itu kecuali menyerang langsung si pemiliknya. Sehingga ia memutuskan untuk segera menyerang Lowo Kumbolo , agar tidak dapat melontarkan lagi serangan melalui suara suara tertawa nya itu dan Ki Demang Warasaba pun setuju, ia akan berusaha untuk mmebangkitkan kembali nyali para pengawal dan Pemimpin nya jika Raka Yantra berhasil mengikat Sang Pemimpin begal ter sebut.


Ketika Lowo Kumbolo akan mengtrapkan lagi ilmunya, dengan cepat Raka Yantra melesat menyerangnya.


" Ha, ha ,ha ,.."


" Hiyyyaaat,."


" Haiiitt,.."


" Trangg,.."


Raka Yantra segera melesat cepat sambil menjulurkan pedangnya ke arah Lowo Kumbolo yg berdiri di belakang Ki Lodong, lelaki paruh baya ini sungguh tidak menyangka,..bahwa ia akan mendaptakan serangan, trisula pendek nya menyambut juluran pedang dari pemuda asal Kademangan Warasaba ini, benturan pun terjadi antara kedua senjata tersebut, dan sungguh membuat sang Begal terbelalak matanya, ia tidak menyangka pemuda yg masih cukup muda itu memiliki tenaga dalam yg cukup tinggi, ia tidak berhasil menggoyahkan nya.


" Hehh,..Lodong cepat kau habisi para penghuni Kademangan Warasaba ini .cepat sebelum semuanya terlambat,.." teriak Lowo Kumbolo.


Pemimpin begal itu terlihat sedang melayani serangan -serangan yg di lancarkan oleh Raka Yantra.


Pemuda itu memang segera melibat Lowo Kumbolo dengan serangan serangan yg cepat agar pemimpin rampok ini tidak dapat mengeluarkan ajian nya itu, sehingga Raka Yantra segera memeras kemampuan nya untuk mendesak Lowo Kumbolo.


Namun sejauh ini. sang begal masih dengan santainya melayani semua serangan serangan yg di lancarkan oleh pemuda itu.


Bahkan ketika ia mengeluarkan perintah untuk segera menyerang dan menghabisi para pengawal Kademangan Warasaba itu, dengan cepat Ki Demang Warasaba berusaha untuk membangkitkan para pengawal nya itu.


" Cepat, cepat, kalian semua berdiri , kawanan itu akan segera menyerang kita,.." teriak Ki Demang Warasaba itu.


Para pengawal Kademangan Warasaba ini segera tersentak kaget mendengarkan teriakan dari pemimpin nya itu, mereka yg tadinya sedang terduduk lemas segera berusaha untuk bangkit setelah melihat para kawanan rampok itu dengan senjata terhunus mendatangi mereka.


Sehingga , Ki Demang lah yg harus bersusah payah untuk menahan pertama kali serangan dari kawanan rampok yg kali ini di pimpin oleh Ki Lodong.


Karena jumlah mereka yg cukup banyak di tsmbah lagi para pengawal Kademangan Warasaba ini maeih dalam pengaruh ajian yg di lepaskan oleh Ki Lowo Kumbolo, maka kedudukan para pengawal Kademangan Warasaba ini meskipun dalam jumlah yg besar mengalami kesulitan .


Dalam benturan pertama itu, telah banyak pengawal Kademangan Warasaba yg terluka di buat para kawanan rampok itu.


Mereka memang nampak menggila terlebih keunggulan dari pemimpin nya itu, Yaitu Lowo Kumbolo, yg dapat menyerang dengan suara tertawa nya.


Beruntung kali ini ia terikat perang tanding dengan Raka Yantra. Meskipun kedudukan keduanya tampaknya tidak terpaut jauh, sehingga pertarungan itu menjadi semakin seru.


Ketika keringat telah membanjiri tubuh dari kedua orang itu , maka gerakan gerakan mereka pun semakin cepat saja.


Berulang kali benturan senjata terjadi diantara keduanya , namun belum ada yg mengalami kesulitan tampaknya sejauh ini.


Ketika pedang yg ada di tangan Raka Yantra ini dengan sangat cepat berusaha masuk untuk menikam dada Lowo Kumbolo, dengan sangat cepat di balasi oleh pemimpin rampok ini dengan pukulan trisula pendek itu , agar serangan tersebut tidak mampu menembus pertahanannya.


Tidak tinggal diam, setelah pedangnya harus berbenturan dengan trisula pendek milik lawannya. maka Raka Yantra mengirimkan tendangan setengah lingkaran guna menghajar tubuh Lowo Kumbolo, sang begal bergeser sedikit ke samping guna menghindari nya dan selanjutnya dengan sangat cepat ia memukulkan trisula pendek nya ke araah badan Raka Yantra, terlambat menghindari nya terpaksalah pemuda itu memalangkan pedangnya guna menangkis serangan tersebut.


Benturan benturan sering terjadi pada perang tanding kali ini , yg sebenarnya membuat Lowo Kumbolo bertanya -tanya, mengapa ada seorang pemuda berasal dari Kademangan Warasaba ini yg mampu melayani nya sampai beberapa jurus.

__ADS_1


Pemimpin kawanan rampok ini tidak bisa bertindak ayal, ia tetap fokus melakukan serangan-serangan nya agar ia dapat keluar sebagai pemenang nya.


Memang keadaan agak membuat sulit untuk Raka Yantra, setelah ia terlalu memporsir serangan nya pada saat pertama kali bertarung sehingga membuat nafas dan tenaga nya mulai kedodoran.


Beberapa kali benturan kedua senjata itu membuat pemuda itu harus mundur beberapa tindak, ia memang nampaknya mulai menghemat tenaga nya, bahkan pada satu kesempatan terbuka peluang untuk dirinya mampu memasukkan serangan nya pada tubuh lawannya , akan tetapi ia urungkan.


Sebenarnya keadaan dari pemuda ini tidak jauh berbeda dengan keadaan para pengawal Kademangan Warasaba dan para pemimpin nya , setelah benturan pertama yg terjadi keadaan para pengawal Kademangan Warasaba ini memang menjadi terdesak karena mereka bertarung tidak dalam kondisi terbaiknya, bersyukur nya mereka dalam jumlah yg cukup besar dan tidak terkonsentrasi pada satu tempat saja, sehingga perlahan -lahan bantuan terus berdatangan mengalir guna membantu para pengawal itu.


Ketika bantuan semakin berdatangan , maka kedudukan para pengawal Kademangan Warasaba ini mulai membaik , mereka mampu bertahan dan tidak harus mundur dan mundur.


Dalam keadaan seperti ini, Demang Warasaba pun berusaha untuk mengetahui keadaan dari Raka Yantra, karena sebenarnya Ki Demang pun mengerti dengan kemampuan dari pemimpin rampok ini, ia tampaknya akan lebih unggul di banding pemuda itu.


Ki Demang Warasaba mengajak dua orang pengawal Kademangan Warasaba yg lain untuk mengikuti nya, karena garis pertempuran antara pengawal Kademangan dengan kawanan rampok ini telah cukup jauh bergeser akibat tekanan yg telah di berikan oleh Kawanan rampok yg di motori oleh Ki Lodong.


Namun begitu para pengawal Kademangan mendapatkan bantuan yg terus menerus mengalir membuat kedudukan mereka mulai membaik , sehingga tidak terjadi lagi pergeseran .


Dan kedudukan para kawanan rampok itu lah yg tampaknya mulai sulit, karena lawan terus saja berdatangan.


Sementara itu Kedatangan dari Ki Demang Warasaba dan dua orang pengawal nya memang membuat harapan Raka Yantra menyala kembali, pemuda itu telah terluka pada pundaknya akibat sambaran trisula pendek milik Lowo Kumbolo itu.


" Bagaiamana Angger Yantra, apakah dirimu masih mampu bertahan ,..?" tanya Ki Demang Warasaba.


" Masih Ki, beruntung kalian telah datang kemari, kalau tidak mungkin aku sudah tinggal nama saja,.." ucap Raka Yantra sambil memegangi pundaknya.


" Pundak mu mengeluarkan darah , kamu terluka Ngger, istrahatlah , biar aku akan mencoba melawan Lowo Kumbolo ini,.." ucap Ki Demang Warasaba.


Ia dan kedua orang pengawal nya segera mengambil alih tugas Raka Yantra untuk menghadapi Lowo Kumbolo pemimpin begal itu.


Jadilah Ki Demang Warasaba yg berhadapaan dengan Lowo Kumbolo itu.


" Hehh, Ki Demang, dirimu akan mengantarkan nyawa saja jika harus berhadapan dengan, cepat lah kau bertekuk lutut memohon maaf padaku, dan lepaskan Ki Ranta segera ,." teriak Lowo Kumbolo.


Suara nya yg mengguntur membuat ciut nyali dua orang pengawal Kademangan Warasaba itu.


" Ciaaat ,.."


" Hiyyyaaat,.."


" Cepat habisi orang ini, ia lah telah menjadi biang kerok kerusuhan di Kademangan Warasaba ini, cepat serang,.." teriak Ki Demang.


Berlompatan lah ketiga nya dengan menebaskan senjatanya masing -masing ke arah tubuh Lowo Kumbolo.


" Heaahh,.."


Dalam sekali lompatan yg tinggi ,sambil berputaran di udara Pemimpin begal itu telah lolos dari kepungan ketiganya.


Memang nampaknya kehebatan dari Orang yg bernama Lowo Kumbolo ini patut di acungi jempol.


Setelah terbebas dari serangan ketiganya , ia malah ganti melepaskan serangan yg sangat cepat bahkan tubuhnya belum pun menyentuh tanah, ia melepaskan tendangan ke arah kedua pengawal Kademangan Warasaba itu, sambil mengayunkan senjata trisula pendek nya kearah Ki Demang,..


" Triiiinng,.."


Demang Warasaba ini harus menangkis serangan tersebut dengan goloknya.


" Hehhh,.."


Pemimpin daerah Warasaba ini terkejut bukan main, senjata nya hampir terlepas dari genggaman nya , beruntung ia tetap berusaha memegang nya meski serasa memegang bara api.


Dalam pada itu , setelah melepaskan serangan ke arah Ki Demang, Lowo Kumbolo melanjutkan serangan nya itu kearah kedua pengawal Kademangan itu.


Dua tendangan beruntun nya mendarat telak di dada keduanya,..


Dua orang pengawal Kademangan Warasaba segera terjungkal dengan dada yg serasa ambrol akibat tendangan yg penuh tenaga di berikan oleh Lowo Kumbolo.


" Cepat lah bertekuk lutut dihadapan ku, sebelum trisula ku ini menghunjam jantung mu ,Ki Demang," seru Lowo Kumbolo.

__ADS_1


Ia berdiri berkacak pinggang di hadapan Ki Demang Warasaba.


Karean kini tinggal mereka berdua sajalah yg akan berhadapan setelah kedua pengawal Kademangan Warasaba itu terjatuh tidak sadarkan diri.


" Sampai mati pun aku tidak akan mungkin menyerah kepada mu , Lowo Kumbolo,..bunuh lah aku jika kau memang mampu,.." balas Demang Warasaba dengan keras.


Ia melihat para pengawalnya dan beberapa orang yg memimpin nya mampu menahan serangan kekuatan dari kawanan begal yg di pimpin oleh Ki Lodong itu.


Sehingga ia kini memusatkan seluruh pikirannya terhadap Lowo Kumbolo ini.


" Baiklah Ki Demang jika memang dirimu lebih memilih mati daripada harus menyerah kepadaku, aku akan mempercepat permintaan mu itu,.." ucap Lowo Kumbolo.


Pemimpin kawanan rampok ini kemudian memutar senjata trisula pendek nya di depan dada baru kemudian ia berteriak,..


" Heaahh,..mampus kau Ki Demang,.."


Lowo Kumbolo kembali melesat dengan kecepatan yg sangat tinggi, Trisula pendeknya terarah ke dada lawannya itu.


Kali ini Ki Demang akan menyambutnya dengan golok di tangannya,..


" Traanggg,.."


Golok di tangan Ki Demang Warasaba patah jadi dua akibat benturan keras tersebut, dan ujung trisula itu berhasil melukai dada dari ki Demang.


Segaris yg cukup panjang akibat goresan trisula pendek itu.


" Heaahhh,.."


Kembali Lowo Kumbolo melesat lagi dan kali ini ia tampaknya tidak akan main main lagi, ia ingin menghabisi hidup dari Demang Warasaba itu.


" Hiyyyahh,.."


" Traanggg,.."


" Hehhh,.."


Semuanya yg berada di tempat itu merasa heran karena tiba -tiba saja serangan dari pemimpin begal itu ada yg memapasinya , tubuh Demang Warasaba seyogyanya akan langsung menerima serangan tersebut, karena ia seperinya sedang terpana akibat putus nya golok nya tersebut, merasa heran, ada sebuah kekuatan yg melindungi nya,sehingga senjata Lowo Kumbolo itu tidak berhasil mencapai tubuhnya.


Dan yg tidak kalah terkejut nya adalah Lowo Kumbolo sendiri, ternyata benturan kali ini harus melontarkan cukup jauh meski ia tidak harus terjatuh , tersungkur ke atas tanah, ia masih mampu menjaga keseimbangan tubuhnya.


Lowo Kumbolo menatap tajam ke arah orang yg tengah berdiri di dekat Ki Demang Warasaba.


" Hehh, siapa kau yg telah berani turut campur urusanku,..apakah dirimu memang telah bosan hidup,.." teriak Lowo Kumbolo.


Kembali ia memerkan ilmu nya yg mirip Gelap Ngampar itu. Tetapi di lihatnya orang tersebut tidak terpengaruh apa -apa,.bahkan dengan tenang nya orang tersebut mengatakan kepada Ki Demang Warasaba untuk segera menyembuhkan luka nya ,biar urusan orang itu , ia yg akan mengahadapinya.


Ki Demang Warasaba segera menyngkir dari tempat itu, ia kini merasa yakin dengan kemampuan orang yg baru datang ini.


Bahkan ketika pedangnya terlihat telah di putarnya di depan dada, nampaklah gerak pedang itu sangat cepat.


" Ayo, tunggu apa lagi Lowo Kumbolo, aku akan bertarung dengan mu, apakah nama besarmu sesuai dengan kemampuan mu,.." ucap orang ini.


" *******, kau harus mati di tanganku ,hiyyyyat,.."


Teriakan dari pemimpin rampok ini sangat keras ,ia sangat kesal karena masih ada saja orang yg berusaha menghalangi niatnya itu.


Sangat cepat , Trisula pendeknya itu ia tusukan ke arah dada lawannya yg masih berdiri tegak, namun begitu serangan itu datang seolah lenyap, orang tersebut sudah tidak berada lagi di tempatnya.


" Hehh,.."


Lowo Kumbolo tersentak kaget ,ia tidak melihat kemana perginya orang tersebut.


" Aku disini , Kumbolo,.. apakah dirimu sudah pikun,.." seru orang tersebut dari arah belakang.


Lowo Kumbolo kembali sangat terkejut di buatnya, seolah tidak mempercayai apa yg telah di lihatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2