
Wejangan -wejangan dari Tumenggung Wangsa Rana merasuk ke dalam sanubari Raka Senggani. Ia harus melupakan semua dendam nya, sehingga akan mempermudan semua urusan nya.
Walau di rasa sangat sulit namun ia akan mencoba untuk menerima kehadiran dari Pamannya itu, satu -satunya kerabat yg masih ada .
Pada keesokan nya,.keluarlah dari dalem katumenggungan seekor kuda dengan berlari agak kencang.
Penunggang nya tiada lain adalah sang Senopati Pajang bergelar Senopati Brastha Abipraya dengan kuda si Jangunya.
Ia bergerak menuju ke desa Kenanga, pulang untuk melangsungkan niatnya,.menikahi gadis puajaan hatinya, Sari Kemuning.
Kali ini ia membawa sekampil uang pemberian dari Kanjeng Gusti Adipati Pajang. Yg dengan rela hati memberikan nya sebagai hadiah.
Dengan cepatnya si Jangu membawa tuannya tersebut melaju menuju desa Kenanga. Sepertinya kuda itu merasa rindu dengan penunggang nya, setelah cukup lama tidak bertemu.
" Jangu, kita tidak terlalu terburu -buru,..kali ini,." ucap Raka Senggani kepada kudanya.
Seolah tahu apa yg di katakan oleh tuannya tersebut, si Jangu pun agak memperlambat larinya.
Raka Senggani memang sedang mempertimbangkan semua ucapan dari Tumenggung Wangsa Rana, dan ia kemudian memutuskan untuk menemui Ki Lamiran, untuk di mintai pendapatnya.
Dalam perjalanan kembali ke desa Kenanga , Senopati Pajang itu tidak di temani oleh kedua temannya,.karena Jati Andara dan Japra Witangsa telah terlebih dahulu kembali ke desa Kenanga.
Dalam pada itu, di sebuah hutan kecil, terlihat seorang pemuda yg tengah membawa barang dagangannya dan akan melewati hutan yg menurut beberapa orang , dihuni oleh kawanan rampok.
" Heaahh,..heahh,."
Teriak pemuda itu menggebrak kudanya untuk memintasi hutan tersebut dengan cepat,.ia tidak ingin melewati nya jika hari telah beranjak sore.
Dengan cepat pemuda yg itu berusaha melalui hutan , dan akan kembali pulang.
Kukira , biyung akan senang hati mendengar semua daganganku telah laku terjual semuanya,..dan kali ini diriku mendapatkan untung yg sangat banyak,.begitulah dalam hatinya berkata,..
Karena sebenar nya dirinya amat takut melewati hutan tersebut, di tambah lagi pada hari itu tidak ada seorang pun yg lewat di jalan tersebut.
Hatinya semakin senang ketika ia hampir berhasil menembus hutan kecil tersebut.
Namun belum pun rasa senangnya itu hilang tiba -tiba,.
" Berhenti,..!!!"
Seru seseorang yg muncul dari balik gerumbul semak belukar dan langsung menghadang nya.
Pemuda itu agak gelapan dan tidak menghiraukan ucapan orang tersebut.
Ia terus memacu kudanya dengan cepat, saking cepatnya ia hampir terjatuh.
Orang yg menghadang itu kemudian berteriak,..
" *******, terima ini,.heahhh,.."
" Swiiiiiiinng,.."
" Crabbbbb,.."
" Aaakkhh.."
" Dhebuggggh,.."
Pemuda tersebut jatuh ke atas tanah dengan tangan kanan nya tertancap sebuah senjata rahasia yg telah di lepaskan oleh orang yg menghadang itu.
Ia jatuh bergulingan di atas tanah dengan darah yg mengucur dari tangan kanan nya, cukup banyak darah yg keluar.
" *******, sudah ku katakan untuk berhenti, dirimu malah semakin cepat larinya, sekarang baru tahu rasa,..hehh,.." seru orang yg menghadang.
Ia mendekati pemuda yg tengah berusaha untuk duduk dan mencabut pisau kecil yg menancao di tangan kanan nya itu.
" Hiiihhh,.." seru pemuda itu.
Ia berhasil mencabut senjata rahasia tersebut dan darah segar pun muncrat dari bekas pisau tersebut.
Pemuda tersebut hampir tidak tahan,.ia hampir pingsan melihat banyak nya darah yg keluar, tetapi dirinya masih berusaha untuk bertahan, dan membalut lukanya itu dengan mengoyak kain panjang nya.
Orang yg menghadang tersebut mendatangi dan menarik pakaian pemuda tersebut.
" Cepat serahkan uang yg ada pada dirimu itu kepadaku,..cepat,.." seru orang itu.
Ia mulai menggeranyangi tubuh pemuda itu dan mencari uang yg di ketahuinya telah di bawa oleh sang pemuda.
" Tuan,..ampuni aku tuaan,..aku tidak memiliki apa -apa,.." ucap pemuda itu dengan memelas.
__ADS_1
Ia berusaha tidak melawan dan meminta kepada penghadang nya itu untuk melepaskan.
Namun dasar rampok,.semakin pemuda itu menghiba semakin kasar pula kelakuan nya.
" Dimana kau sembunyikan uangmu itu hehh,.terima ini,..!" ucapnya.
" Praakkkhh,"
Lelaki yg menghadang tersebut menampar wajah pemuda tersebut dengan keras nya ,sehingga mulut pemuda tersebut berdarah.
" Cepat serahkan uang mu,..atau nyawa mu melayang,.." teriak lelaki itu lagi.
Ia sudah mengangkat tangan nya tinggi -tinggi untuk memukul lagi.
Sepertinya lelaki yg menghadang si pemuda sudah sangat geram , karena dirinya tidak menemukan apa yg di carinya.
Si pemuda tambah ketakutan melihat orang itu yg bersiap untuk memukul nya lagi.
Ia menghiba agar tidak di pukuli oleh orang tersebut.
Namun malang tidak dapat di tolak , untung tidak dapat di raih, lelaki penghadang itu menjatuhkan tangan nya terhadap pemuda tersebut.
Dengan kerasnya pukulan lelaki sangar itu mengahantam wajah pemuda tersebut.
Si pemuda sampai berputaran tubuhnya setelah menerima pukulan tersebut. Ia ambruk ke tanah dan tidak mampu bangkit lagi. Ia pingsan.
Lelaki yg menghadang nya , kemudian menggeledah lagi tubuh pemuda itu. Sampai ia membuka pakaian nya , namun tidak di keteemukan nya , uang milik si pemuda.
Rasa penasaran dari lelaki itu , sampai ia menendang tubuh si pemuda.
Hehh..kemana uang nya itu. ,padahal aku melihat sendiri ia membawa uang yg cukup banyak setelah kembali dari pasar Warasaba, .kata lelaki itu dalam hati.
Ia masih penasaran , dimana kiranya orang ini menyimpan uangnya tersebut ,..katanya lagi.
Kemudian ia teringat akan kuda tunggangan dari si pemuda yg tengah pingsan itu.
Yah,..mungkin dirinya meletakkan uangnya itu di pelana kudanya ,.lebih baik kucari , kuda itu sebelum orang lain menemukannya ,..kata lelaki itu dalam hati.
Ia pun bergegas meninggalkan tempat itu dan berlari ke arah depan guna mencari kuda tunggangan dari si pemuda yg telah pingsan .
Sangat cepat gerakan dari lelaki itu, ia pun keluar dari hutan tersebut untuk mencari kuda milik si pemuda.
Dan saat itu dalam keremangan senja yg mulai meneyelimuti tempat tersebut.
" Aaakkhh,"
Pemuda itu berteriak tertahan , setelah dirinya berusaha bangkit.
Ternyata sekujur tubuh pemuda itu merasakan sakit yg teramat sangat, sehingga membuat ia tidak mampu bangkit.
Dimana aku ini,..bertanya dalam hati pemuda tersebut. Ia melihat ke sekeliling tempat itu,..hanya ada kerimbunan pepohonan yg tampak samar di saat Mentari sudah tidak menampakkan cahayanya lagi.
Terasa di dalam hati pemuda itu merasakan ketakutan setelah ia mampu mengingat -ingat apa yg telah di alaminya tadi.
Apakah lelaki itu telah membawaku ke tempatnya dan untuk selanjutnya ia akan membunuhku,.kenang nya.
Belumpun habis ia merenungi nasibnya,..pemuda itu melihat sesosok tubuh yg mendekat ke tempat nya,..agak terkejut ia melihat sosok tersebut.
Apakah ia ini seorang hantu,. mengapa kaki nya tidak menjejak tanah,.keluhnya lagi.
Memang orang yg mendekat itu berjalan seolah tidak menyentuh tanah, dan ketika orang tersebut telah dekat, ia berhenti sejenak dan memandangi wajah pemuda itu dengan seksama.
Hehhmmm,..kalau dilihat -lihat wajah pemuda ini sangat mirip, hanya saja ia memiliki kumis tipis dan agak lebih kurus, siapakah pemuda ini, apakah ia adalah saudara nya, berkata orang itu dalam hati.
Baru kemudian lelaki tua itu masuk ke dalam gubuk dan langsung menyapa si pemuda yg masih terbaring lemah.
" Sudah siuman,..Ngger,..?" tanya pelan.
Sambil orang tua itu menurunkan barang-barang bawaan nya yg berupa ayam hutan yg cukup banyak.
Selain itu ia juga meletakkan beberapa jenis dedaunan, bermacam jenis daun obat.
" Dimana aku ini,..Ki,..?" tanya Pemuda itu.
Ia tidak menjawab pertanyaan dari orang tua itu.
" Dirimu berada di gubuk ku, setelah sebelumnya aku menemukan dirimu pingsan di tepi jalan di dalam hutan kecil tadi,.." jawab lelaki tua.
Ia mulai meracik dedaunan yg di bawa nya tadi. Orang tua itu nampak membuat ramuan dengan memcampur berbagai jenis dedaunan yg di jadikan satu, baru setelah ia kemudian memasak nya diatas api unggun yg disiapkan di depan gubuk itu.
__ADS_1
Setelah dirasa cukup kemudian Orang tua itu mengangkat nya dan mendinginkan nya.
Semua nya di lakukan oleh orang tua itu di hadapan si pemuda.
Selesai membuat ramuan dengan bermacam dedaunan ,.Orang tua itu melanjutkan dengan memanggang ayam hutan yg dia bawa tadi.
Ketika ayam -ayam tersebut tersentuh oleh api panggangan terasa aroma yg sangat sedap membuat rasa lapar si pemuda terasa menyentak. Sepertinya bakul nasi pemuda itu minta untuk di isi setelah seharian ia belum makan.
Orang tua itu kemudian mengentaskan panggangan nya terkahir, lalu ia masuk ke dalam membawa nya dan meletakkanya di atas sebuah daun pisang.
Kembali aroma yg sangat lezat tercium oleh pemuda itu.
" Ki,..bisakah aku meminta nya,..?" tanya pemuda itu.
" Oh ,..silahkan ,.silahkan,..memang ini kulakukan untukmu ,..Ngger,.." sahut orang tua itu.
Pemuda itu berusaha bangkit dari pembaringan nya, rasa sakit di tubuhnya untuk sementara di tahanya karena rasa lapar yg sangat.
Susah payah pemuda itu bangkit bahkan sampai di topang oleh Lelaki tua itu.
Ketika mampu duduk ,.ia pun meraih seekor ayam hutan panggang itu, lalu dengan lahapnya ia mulai mengunyah dan memakan nya.
Saking laparnya , ia meminta seekor lagi untuk di santapnya . Lelaki tua itu memberikan lagi.
Baru setelah nya ia mengatakan,..
" Kurasa dirimu sudah dapat meminum ramuan yg telah kurebus ini ,..Ngger,.agar dirimu semakin kuat,.." ucap nya.
Pemuda itu kemudian mengambil bumbung bambu dan mengambil air rebusan yg telah disiapkan oleh Orang tua itu.
Setelah meminumnya walau terasa sangat pahit namun mmebuat tubuhnya jadi lebih enteng. Apalagi perutnya sudah terisi dua ekor ayam hutan panggang.
Pemuda itu tidak kembali tidur , ia sudah mampu untuk bertahan duduk.
" Oh iya , Nggerr,..siapa namamu dan mengapa dirimu sampai pingsan,..?" tanya Orang tua itu.
" Namaku,..Yantra, tepatnya Raka Yantra , diriku berasal dari Kademangan Muncar,..tadi aku di hadang oleh seorang begal,. dialah yg telah membuat ku pingsan,.." jawab pemuda itu.
Hehh,..Raka Yantra ,.apakah pemuda ini memang ada hubungan nya dengan orang itu, bathin orang tua itu bertanya.
" Dan aki ini siapa,.. manusia kah atau seorang lelembut ,..?" tanya pemuda yg bernama Raka Yantra.
" Ha, ha, ha, ha, , ."
Terdengar suara tertawa dari Orang tua itu, ia tidak menyangka bahwa pemuda itu menganggap nya seorang lelembut.
" Oh iya ,..Ngger,. apakah ada lelembut yg mampu memasak dan mengobati seperti diriku ini,..?" tanya orang tua itu.
Ia sungguh merasa sangat terkejut atas tanggapan pemuda itu terhadap dirinya.
" Siapa tahu Ki,.. karena tadi diriku melihat mu berjalan tanpa menyentuh tanah,.bukankah hanya kaum lelembut saja yg melakukan hal tersebut,.." jawab Pemuda yg bernama Raka Yantra.
" Hehh,.bukan hanya kaum lelembut saja yg mampu melakukan hal itu, dirimu pun akan mampu melakukan nya jika memang berniat untuk melatihnya atas petunjuk dari orang yg memiliki kemampuan seperti diriku tadi,." ujar Lelaki tua itu.
Pemuda yg bernama Raka Yantra itu sangat terkejut mendengarnya, karena memang selama ini ia kurang tertarik pada jenis ilmu kadigjayaan atau pun olah kanuragan.
Sebenarnya dalam hati nya menyesal setelah ia mengalami hal yg tidak menyenangkan ketika harus di hadang oleh seorang begal, ia tidak mampu melawannya. Sungguh sedih rasanya.
" Apakah dirimu tidak memiliki kemampuan ilmu silat atau olah kanuragan,..Angger Yantra,..?" tanya Orang tua itu.
Raka Yantra tersentak kaget mendengarkan pertanyaan dari orang tua itu karena sebelumnya ia masih melamun tentang nasibnya yg cukup apes itu,.baru pertama kali ia mendaptakan untung yg banyak hasil menjual daganganya, eh malah di rampok orang.
" Tidak Ki,..aku memang tidak memiliki ilmu ,.entah itu ilmu silat,.ilmu kadigjayaan atau apapun namanya,.." jawab Raka Yantra.
" Mengapa demikian ,..Ngger.bukankah hal itu sangat penting,. seperti yg telah terjadi pada saat ini,.sehingga setidaknya dirimu mampu untuk melindungi diri sendiri,.." ucap Orang tua itu lagi.
Raka Yantra mengangguk -anggukkan kepalanya, ia pun memahami apa yg di ucpakan oleh orang tua itu.
" Oh,..iya,..kalau boleh tahu,..siapa nama aki ini dan berasal darimana,..?" tanya Raka Yantra.
Orang tua itu terdiam sejenak, di tatap nya dalam -dalam wajah pemuda yg bernama Raka Yantra itu, ada sesuatu yg perlu ia sembunyikan dari pemuda tersebut, walau bagaimana ia masih belum tahu pasti siapa pemuda yg telah di tolong nya ini.
" Panggil saja ,.aku dengan Ki Branang,.dan asal ku dari sini,..dari tempat ini,..!" jawab Orang tua itu.
Orang tua yg mengaku sebagai Ki Branang ini adalah seorang yg tampaknya masih memiliki suatu rahasia terlebih di hadapan nya ada seorang pemuda yg bernama Raka Yantra.
Pemuda yg sangat mirip dengan orang yg sangat di bencinya itu.
Tetapi Lelaki tua itu merasakan bahwa pemuda itu memiliki bentuk tulang yg sangat bagus dan dapat di jadikan sebagai seorang murid , tetapi jika kelak ia memang telah mampu menerima ilmu yg akan di turunkannya itu, apakah ia akan mau menuruti perintahnya .
__ADS_1
Hehh, apakah inilah orangnya yg ada dalam tirakat ku itu, berkata dalam hati lelaki tua tersebut.