
Waktu terasa cepat berlalu,..siang berganti malam,. Tara Rindayu telah bersiap untuk datang ke pategalan Ki Lamiran,.dimana Sari Kemuning telah berjanji akan menantangnya.
" Sebaiknya kami ikut menemani mu ,..den Ayu,.." ucap Nyi Wani.
" Memang sebaiknya begitu,..aku pun akan turut ikut,..karena siapa tahu mereka akan berbuat curang,.." sahut Ki Krajan.
" Tidak mungkin,..Ki,..karena Kemuning itu adalah teman ku sedari kecil,..tidak mungkin ia akan berbuat curang,.aku merasa dirinya hanya ingin mengetahui kemampuanku,..Ki,..yg telah menjadi murid padepokan Merapi,." jelas Tara Rindayu.
" Tetapi sekarang sudah lain den Ayu,.. telah ada pertentangan antara Merapi dengan Kenanga ini,..dan tampaknya akan berbuntut panjang,.." ucap Nyi Wani.
" Benar den Ayu,..apalagi menurut mereka ,. den Ayu lah yg telah bersalah menjadi pengkhianat di Kenanga ini,..jadi alangkah baiknya jika kami ikut demi keamanan mu sendiri,..kami tidak ingin di marahi oleh Juragan Tarya,. apabila kelak den Ayu cedera ataupun terluka,.." ungkap Ki Kranjan.
" Terserahlah,..hanya diriku tidak ingin mereka menganggap kita akan berbuat curang seperti yg telah terjadi di Klangon itu,.. biarlah ini menjadi tanggung jawabku sendiri,.." seru Tara Rindayu.
" Baik,,.den Ayu,..kami mengerti,.." jawab Ki Kranjan.
" Ya,..kami akan bersembunyi ,..dan berada cukup jauh dari tempat itu,.." ucap Nyi Wani.
" Namun sekali lagi,.. Rindayu tegaskan ini adalah,. urusanku dengan Sari Kemuning,..jangan ada yg turut Campur,.meski diriku,.harus kalah darinya,.." kata Tara Rindayu.
" Baik den Ayu,.." jawab keduanya.
Namun di hati keduanya berkata lain,..mereka akan membinasakan murid dari Senopati Pajang itu jika memang ada kesempatan nantinya.
Tara Rindayu segera bersiap,..ia langsung bergerak menuju ke pategalan itu dari jalan pintu butulan,..agar Kedua orang tua nya itu tidak mengetahui kepergian nya.
Sedangkan Ki Kranjan dan Nyi Wani mengikuti dari belakang,..cukup jauh jaraknya.
Sesampainya di pategalan itu, keadaan teramat sunyi hanya bunyi jangkerik saja kedengaran.
Bulu kuduk dari Tara Rindayu meremang,..ia agak takut menghadapi situasi seperti itu.
Meskipun di puncak Gunung Merapi pun cukup sunyi,.tetapi mengapa disini lebih sunyi lagi,..berkata dalam hati Tara Rindayu.
Namun ia masih merasa berani karena kedua pengawal orang tua nya itu pun ikut di belakang nya meski mereka cukup jauh dari nya.
Tetapi belum pun rasa ngeri,..Tara Rindayu di kejutkan oleh seseorang dengan tiba -tiba,..
" Hehh,..kupikir kau tidak jadi datang,..Rindayu,.." ucap orang itu.
Yang tiada lain adalah Sari Kemuning,. putri Ki Jagabaya desa Kenanga.
" Hehh,.. Kemuning,..kita kan sudah lama berteman,.. apakah dirimu tidak tahu tentang diriku,..tentu aku akan menepati janjiku itu,.." sahut Tara Rindayu.
" Bagus kalau begitu,.. meskipun kami di Kenanga ini sudah tidak percaya lagi padamu,..atas apa yg telah kau perbuat terhadap kakang Senggani,.." balas Sari Kemuning.
Tara Rindayu terdiam ia tidak mampu menjawab nya,..karena dirinya memang mengakui kesalahan nya atas apa yg telah terjadi pada Raka Senggani itu.
Ia pun memahami sikap orang -orang desa Kenanga yg memang mendewa -dewakan dari Putra Ki Raka jaya itu.
Bahkan seluruh pemuda desa Kenanga itu adalah merupakan murid -muridnya,..termasuk empat orang yg sebagai murid utamanya,..dan dua diantara nya tengah ada di situ.
" Sebenarnya ini tidak harus terjadi jika dirimu dapat menjelaskan kepada kami,..apa sebabnya dirimu berlaku demikian pada adi Senggani,..!?" ungkap Jati Andara.
Putra Bekel desa Kenanga itu pun sebenarnya tidak ingin ada pertentangan dari orang -orang Kenanga sendiri apalagi ini menyangkut diri dari salah seorang yg sangat mereka hormati sebagai seorang guru.
Setelah cukup lama terdiam,. akhirnya Tara Rindayu menjawab,
" Mungkin jawaban ku ini tidak akan mampu membuat kalian puas tetapi yg jelas,..diriku terpaksa harus melakukan nya,..atas desakan dari Guruku,..Mpu Loh Brangsang,.." jawab Tara Rindayu.
" Jika memang itu jawabanmu,..berarti dirimu memang telah memilih sebagai warga Merapi daripada harus jadi warga desa Kenanga,..jadi sudah semestinya dirimu di beri pelajaran agar lebih tahu bagaimana bersikap sebagai penduduk Kenanga ini,.. bersiaplah,.." ucap Sari Kemuning.
" Baik,..aku telah siap,..diriku siap menerima apapun yg akan kau lakukan,..". jawab Tara Rindayu.
" Ingat,..Rindayu,.. Kemuning tidak akan melakukan nya jika memang dirimu tidak akan melawan,.. seperti pesan Kakang Senggani,..kami tidak boleh bertindak sesuatu terhadap orang yg telah menyerah,..jadi kau harus melawanku,..jangan hanya berdiam diri saja,..bukankah dirimu merupakan seorang murid dari padepokan yg cukup terkenal di tlatah Demak ini,..dan saat ini telah ada silang sengketa antara kami dan padepokan mu,.. bersiaplah,.. Kemuning tidak pernah main -main,.." terang Sari Kemuning.
Putri Ki Jagabaya itu memang kurang senang atas sikap yg di tunjukkan oleh Tara Rindayu yg terkesan tidak akan melawan nya,..hanya menerimanya saja.
" Baiklah jika memang itu keinginan mu,..Rindayu sebagai seorang murid dari Mpu Loh Brangsang tentu tidak ingin di rendahkan begitu saja,..karena ini menyangkut nama perguruan,..aku akan menerima Tantangan mu itu,. !" balas Tara Rindayu.
" Bagus,.. Kemuning senang mendengar nya,..itu baru seorang sikap yg ksatria,..jadi aku akan segera mulai,.." ucap Sari Kemuning lagi.
Putri Ki Jagabaya itu telah membuka kaki nya dan memasang kuda -kuda nya.
Tidak lama kemudian terdengarlah teriakan nya,
__ADS_1
" Ciaaaaat,.."
Perempuan itu langsung menyerang Tara Rindayu dengan sebuah tendangan mengarah perut dari Tara Rindayu.
Dalam gelapnya malam serangan cepat itu langsung menemui sasarannya,. karena Tara Rindayu terlambat menghindar.
" Dhukkkhh,"
Tubuh Tara Rindayu itu langsung terjatuh ,..dan terduduk di tanah,.rasa sakit yg dirasa nya tidak lebih sakit dari hatinya,..ketika harus mengenang teman sepermainan nya itu telah membenci dirinya.
" Hehh,..Rindayu,..kan,..sudah Ku katakan kepada mu bahwa diriku tidak akan main -main,..jadi kau harus melawanku,..jangan diam saja" teriak Sari Kemuning.
Ia sangat geram melihat tingkah temannya itu,..yg sepertinya sengaja tidak menghindari serangan nya itu.
" Atau memang padepokan Merapi itu hanya pandai nya cuma menjebak seseorang tanpa berani untuk melakukan perang tanding,." teriak Sari Kemuning lagi.
Suaranya yg cukup keras itu terdengar oleh dua orang yg tengah bersembunyi yaitu Ki Kranjan dan Nyi Wani.
" Keparat,..aku harus memberi pelajaran anak itu,.. kakang Kranjan,.." ucap Nyi Wani.
" Jangan Nyi,..kita lihat dahulu apa yg akan dilakukan oleh den ayu itu,..jangan terburu-buru,.." sahut Ki Kranjan.
Namun jawaban itu tidak menyenangkan hati Nyi Wani,..ia ingin sekali memberi pelajaran kepada Putri Ki Jagabaya itu.
Kembali kepada kedua orang yg telah saling berhadapan itu,
" Apakah dirimu memang tidak mampu bertarung,..?" tanya Sari Kemuning.
" Memang diriku , baru saja menjadi murid padepokan Merapi,..tentu saja diriku bukan lawan sepadan denganmu ,.. Kemuning,.." jawab Tara Rindayu.
Ia kemudian berkata lagi,
" Tetapi baiklah,..aku akan mencoba melayani mu,.." kata nya lagi.
Ia pun segera memasang kuda -kuda nya dan bersiap menerima seranga Sari Kemuning.
" Hiyyyah,"
Kembali Sari Kemuning menyerang lagi,..dengan telapak tangan nya,.
Perlahan keduanya segera saling serang dan terjadilah jual beli pukulan.
Namun sangat kentara sekali kemampuan dari Putri Jugaran Tarya masih sangat jauh di bawah dari putri Ki Jagabaya itu.
Tubuhnya mulai merasakan hantaman pukulan dari Sari Kemuning itu.
Dirinya hanya mampu mundur dan mundur saja. Sampai sebuah tusukan tangan putri Ki Jagabaya berhasil menerobos masuk ke dada nya dan untuk kedua kalinya ia harus terjatuh.
Sari Kemuning membiarkan nya,..ia menunggu sampai Tara Rindayu mampu bangkit lagi.
" Kakang Kranjan ,..orang itu harus di beri pelajaran,..jangan sampai den Ayu jadi babak belur di buatnya,..apakah kita akan sampai hati melihatnya,..?". tanya Nyi Wani.
" Terserahlah,..Nyi,..aku pun tidak sampai hati melihatnya,.." sahut Ki Kranjan.
Dan ketika pertarungan antara kedua orang itu berlanjut lagi,.kembali Tara Rindayu harus mempertahankan kedudukan nya agar tidak terjatuh lagi.
Namun naas,..sepertinya Sari Kemuning memang sudah sangat geram melihat tingkah temannya itu,.ia menghajar nya sehingga harus terjatuh lagi.
Tetapi,..tiba -tiba saja,..Nyi Wani telah berada di depan Tara Rindayu untuk melindungi nya.
" Hehh,..apakah dirimu ingin turut campur masalah kami berdua,..?" tanya Sari Kemuning.
" Bukannya diriku ingin turut campur mengenai masalah kalian berdua,..tetapi sebagai seorang yg mendapatkan tugas untuk mengawal den Ayu,.. Aku tidak bisa terima atas perlakuan mu itu terhadapnya,.." jawab Nyi Wani.
" Itu sama saja,.kau ingin turut campur,.. sudah jangan berbelit -belit,..jika memang dirimu ingin jadi pengganti nya,..Aku pun siap untuk melayani nya,.." kata Sari Kemuning.
" Jangan ,. Nyi,..biarlah Rindayu saja yg akan melawannya ,.karena ini semua adalah salahku,.." kata Tara Rindayu.
" Tidak bisa den Ayu .karena keselamatan den ayu berada di tangan kami jadi kamilah yg akan mempertanggung jawabkan nya kepada orangtua den Ayu,..dan yg kedua,..bocah ini terlalu menghina perguruan kita,.. padepokan Merapi adalah padepokan terbaik yg berada di tlatah Demak,..tidak boleh orang lain menghinakannya,..termasuk dirinya,.." ucap Nyi Wani dengan ketus.
" Memang padepokan mu itu tidak ada apa -apanya,..hanya dapat berbuat curang,. jika guru mu itu yg sudah tua dan bangkotan tersebut bersikap seorang lelaki,..tentu dia akan menantang perang tanding guru kami,..tetapi apa yg telah di lakukan nya,..beraninya menjebak guru kami dengan perempuan ini,..jika dirimu tidak terima dikatakan demikian ,..majulah,. hadapi diriku ini,..yg murid dari Kenanga,. " seru Sari Kemuning tidak kalah ketus nya.
Ia sengaja memancing amarah perempuan itu agar dapat menjajal kemampuan nya sekaligus membalas sakit hati nya atas perbuatan mereka terhadap Raka Senggani,..guru sekaligus orang yg sangat di cintainya itu.
" Mulut mu terlalu lancang bocah,..terima ini,..heaahh,.." teriak Nyi Wani.
__ADS_1
Sambil menggerakkan tangan nya ia langsung menyerang Putri Ki Jagabaya itu.
Rasa amarah nya telah mmebuncah sampai ke ubun -ubun. Dengan cepat ia menyerang Sari Kemuning.
Mendapatkan serangan yg cepat dari lawan nya,.. putri Ki Jagabaya itu tidak menghindari nya tetapj langsung mengadu nya dengan tangannya,..benturan terjadi dan keduanya merasakan tenaga dalam dari lawannya itu.
Nampaknya kali ini seimbang karena tidak ada yg harus terjatuh. Namun Sari Kemuning yg mengetahui bahwa pengawal Juragan Tarya itu adalah murid dari Padepokan Merapi segera membalas serangan itu melalui sebuah tendangan sangat cepat mengarah pinggang perempuan itu.
Nyi Wani tidak berani berjudi,.ia menghindari nya dengan menggeser tubuh nya ke samping,..tetapi Sari Kemuning telah membaca gerakan itu,..dengan kaki yg lain dirinya memotong gerakan Nyi Wani tersebut.
" Dhiesggh,.."
Tendangan kedua itu menemui sasarannya,.dan membuat tubuh dari Nyi Wani agak limbung.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Sari Kemuning melepaskan pukulan tangan nya yg terkepal pada dada perempuan itu,
" Dhugghhh ,.."
Terdengar kepalan tangan itu menghantam dada murid padepokan Merapi itu.
Tidak ayal lagi tubuh itu langsung jatuh ke atas tanah. Nyi Wani segera bergulingan menghindari serangan lanjutan dari lawannya.
Dan memang Sari Kemuning langsung melepaskan serangan-serangan lanjutan,..mmebuat tubuh perempuan itu sangat sulit untuk bangkit.
Saking sulit nya ia terpaksa melepaskan tendangan mengarah kaki dari Sari Kemuning agar tidak mengejarnya terus.
Benar saja,.. Putri Ki Jagabaya itu melompat menghindari nya. Kesempatan itu di pergunakan oleh Nyi Wani untuk bangkit.
Belum sempat tubuhnya berdiri sempurna tegak ,..
" Hiyyahhh,.."
Serangan dari Sari Kemuning datang menghampiri nya,..tidak mau jadi bulan -bulanan,..Nyi Wani mencabut senjatanya,..sebuah pedang tipis dengan kedua sisi yg tajam.
Melihat hal ini,..Sari Kemuning mengurungkan serangan nya. Ia melompat menjauh dari Nyi Wani.
Sari Kemuning pun mencabut senjatanya,
" Sriiing, "
Di tangan gadis itu telah tergenggam sebilah pedang,..pedang dari keprajuritan Pajang.
Ia langsung memutar pedang itu dengan cepat dan mulai memainkan jurus -jurus yg di pelajari nya dari Raka Senggani.
" Heaaahh,.."
Kembali ia menyerang Nyi Wani, dengan senjatanya,..sabetan dari Sari Kemuning itu dapat di hindari oleh Nyi Wani.
Bahkan ia ganti membalas dengan menebaskan pedangnya mendatar berusaha membacok tubuh dari lawannya itu dari sebelah kanan.
Sari Kemuning memapasi nya,..
" Traaaaanggg,.."
Benturan terjadi,..dan kembali keduanya merasakan tenaga masih berimbang.
Sari Kemuning dengan cepat menusukkan kembali pedangnya setelah sebelumnya di tarik pulang,..dan kali ini Nyi Wani yg harus menangkis nya dengan memalangkan pedang nya itu.
" Traaaaanggg,."
Pertarungan dengan mengunakan senjata itu semakin lama semakin cepat.
Dalam hal kecepatan ,..Sari Kemuning masih unggul tipis dari Nyi Wani,..
" Hiyyyah,"
Sebuah sabetan senjata yg cukup cepat terlambat untuk di hindari oleh Nyi Wani itu,..membuat dirinya harus terluka pada lengan kirinya.
" Keparat,..kau memang harus di beri pelajaran,..bocah terima ini,.. ciaaaaat," teriak Nyi Wani.
Ia melesat kencang sambil menusuk kan pedang nya,..tetapi Sari Kemuning telah bersiap,..
" Traanngg,. "
Bunyi suara senjata yg beradu,..memang dari penglihatan di gelapnya malam pun Putri Ki Jagabaya itu masih unggul dari lawannya.
__ADS_1