Pendekar Pilih Tanding

Pendekar Pilih Tanding
episode 23. Petualangan bagian ke tiga


__ADS_3

Raka Yantra sampai menjelang sore berada di rumah Demang Warasaba.


Ia bersikeras mengatakan kepada Ki Demang untuk tetap melawan para kawanan rampok yg sering menjarah kademangan tersebut.


" Ki Demang,.. lebih baik kita mati melawan ketimbang harus tunduk dan patuh terhadap mereka, terlebih nantinya mereka akan meminta yg macam -macam, dan sangat memberatkan kita,.." ucap nya.


" Akan tetapi mereka itu sangat kuat, aku dan Ki Jagabaya tidak mampu melawan pemimpinnya itu yg bernama Lpwo Kumbolo,. lihatlah tangan ku ini,. bekas luka dari sabetan goloknya,.." terang ki Demang.


Pemimpin kademangan Warasaba memperlihatkan bekas yg memanjang yg ada di lengan nya,.bahkan sampai ke dadanya, bekas luka tersebut belum sepenuhnya sembuh , karena ternyata golok dari Lowo Kumbolo itu memgandung racun meski tidak terlalu mematikan, sehingga pemimpin kademangan Warasaba itu masih bertahan hidup.


Demang Warasaba kemudian melanjutkan ucapannya,..


" Tetapi baiklah Ngger,..kita memang harus berusaha,..nanti setelah malam tiba datanglah lagi kemari ,..kita bicarakan masalah ini dengan Ki Jagabaya dan seluruh para pengawal kademangan,.." ungkap Ki Demang.


" Jika memang demikian , Biarlah aku kembali terlebih dahulu nanti setelah malam akan kembali kemari,..Aku mohon pamit Ki Demang,.." sahut Raka Yantra.


Pemuda itu segera meninggalkan rumah ki Demang dan kembali pulang.


Sedang di rumahnya ,..ibu dan adiknya tengah menyiapkan sajian yg teristimewa buat Raka Yantra.


" Biyung sedang masak apa,..?" tanya Raka Yantra kepada ibunya.


Karena begitu ia masuk ke dalam rumahnya,..hidung nya memcium aroma masakan yg sungguh menggoda selera.


" Ini,..biyung dan adikmu memasak makanan kesuakaan mu,.." jawab ibunya.


Bergegas Raka Yantra ke dalam biliknya dan segera mengganti pakaian nya dan langsung menuju dapur,..perutnya sudah terasa keroncongan minta diisi.


" Apakah kamu lapar,..Ngger,..?" tanya ibunya.


Karena melihat putra nya itu nampak tergesa -gesa ingin makan.


" Benar biyung,..Yantra memang sudah sangat kelaparan,.. biyung,.." jawab Raka Yantra.


" Makanlah ,.." seru ibunya.


Raka Yantra segera mengambil nasi dan lauknya,..yg adalah bebek panggang,.


Dengan cepat ia menyantap makanan itu sampai habis.


Baru setelah nya putra dari Raka Jang ini mandi dan beristrahat sejenak menjelang malam.


Dirinya masih menyempatkan diri untuk bercerita dengan kedua orang itu, yaitu adik dan ibunya.


Bahwa dirinya akan kembali lagi ke rumah Ki Demang guna membicsrakan keadaan Kademangan Warasaba ini.


Apalagi akhir akhir sering terjadi kerusuhan dan perampokan di tempat itu.


" Pergilah Ngger,..semoga upaya mu itu akan membuahkan hasil,.." katanya ibunya.


Raka Yantra pun pamit dan meninggalkan rumahnya menuju rumah Ki Demang.


Sementara itu , rumah pemimpin kademangan Warasaba tengah ramai , banyaknya orang yg berkumpul disana,..terutama para pengawlanya.


" Apakah kita akan melawan gerombolan Lowo Kumbolo itu Ki Demang,..?" tanya Ki Jagabaya.


" Apa tidak sebaiknya hal ini kita laporkan ke kotaraja Demak,..Ki Demang,..,?" tanya salah seorang bekel pedukuhan.


Karena umumnya ,..para pemimpin Kademangan Warasaba telah merasakan kekejaman dari para kawanan rampok itu.


Terlebih , hampir tewasnya ,..Ki Demang dan Ki Jagabaya.


Ki Demang yg merasa apa yg telah di rasakan kedua pembantunya itu ,..berkata dalam hati,..ini merupakan suatu keputusan yg sulit.


" Kita tunggulah angger Raka Yantra,.karena tadi siang ia telah berjanji untuk datang kemari,.." jelas Ki Demang.

__ADS_1


Sebenarnya keduanya ingin beetanya kepada Ki Demang,..mengapa harus menunggu pemuda yg bernama Raka Yantra apa hubungannya,..namun belumpun pertanyaan itu keluar dari mulut mereka,..Raka Yantra tiba -tiba saja telah berada di tempat itu.


" Nah, inilah orangnya yg kita tunggu itu,. mungkin sudah waktunya kita mmebicarakan lagi mengebai kawanan rampok yg di pimpin oleh Ki Lowo Kumbolo itu,.." seru Ki Demang.


Setelah kehadiran Raka Yantra di tempat itu.


Para pemimpin dari Kademangan Warasaba ini saling berpandangan ,.mengapa seolah olah Demang Warasaba ini menggantungkan harapan nya pada pemuda ini.


" Ngger,...Raka Yantra,..terangkanlah bagaimana maksud dan keinginan mu untuk menghadapi kawanan rampok itu,.." ucap Demang Warasaba.


Dan pemuda itupun kemudian duduk dengan tenang nya seraya berkata,..


" Baiklah Ki Demang,..memang saatnya kita bangkit bersatu untuk mengahadapi kawanan rampok itu,.. karena saat ini kita akan kesulitan untuk meminta tolong kemana pun juga,..termasuk Pajang ini terlebih Kotaraja Demak,..mereka sibuk untuk mengahadapi pasukan asing dan melupakan nasib rakyat nya sendiri seperti kita ini,.." jelas Raka Yantra.


Namun yg mendengarnya tidak seluruhnya sependapat dengan ucapan pemuda tersebut,. karena mereka sudah merasakaan sendiri kekejaman dari gerombolan rampok itu.


" Ngger,..bicara itu dan ngomong itu memang mudah,.tetapi bagi kami disini yg telah mengadakan pertarungan dengan mereka , telah merasakan bagaimana keras dari kejamnya mereka,.." ucap Ki Jagabaya.


Ia yg juga sempat terluka oleh para begundal dari orang yg bernama Lowo Kumbolo itu.


" Yah,..jika kita tidak mendapatkan bantuan dari Pajang atau Demak ,..mungkin kita semua yg ada disini akan tamat riwayatnya,." timpal Ki Bekel.


Salah seorang pemimpin pedukuhan yg menjadi sasaran gerimbolan rampok dan memperkosa penghuninya sampai tewas.


Ia menyaksikan sendiri kekejaman gerombolan itu.


Jadi bukanlah hal yg mudah untuk menghentikan mereka.


Raka Yantra yg mendengar ucapan dari para pemimpin Kademangan dan pedukuhan itu merasa akan sulit untuk mendapatkan dukungan segera memutar otaknya seraya berkata,..


" Maaf sebelumnya,.Ki Demang ,..berapakah jumlah mereka itu,..?" tanyanya kepada Ki Demang.


Oleh Ki Demang dijawab,..bahwa mungkin lebih dari tiga puluh orang jumlah kawanan rampok itu, di tambah mungkin tiga orang yg sebagai pemimpin nya dan memiliki kesaktian yg ngegrisi, mereka telah membuktikannya.


" Jadi sekira ,..ada diantara kita ini yg sanggup untuk melawan Lowo Kumbolo itu apakah para pengawal Kademangan dan yg lainnya dapat mengatasi para kawanan rampok yg lain,..?" tanya Raka Yantra.


Hampir semuanya mengerti bahwa kekuatan dari kawanan rampok itu terdapat pada pemimpin nya yaitu Lowo Kumbolo.


" Begini,.. Ngger,..jika memang ada yg mampu mengikat perang tanding Lowo Kumbolo, apalagi sampai dapat mengalahkan nya,..aki yakin , gerombolan rampok itu dapat di kalahkan,." jelas Ki Demang.


" Kekuatan mereka memang sangat bergsntung pada pemimpin nya itu,..sehingga jika mereka melihat bahwa pemimpin nya itu masih bertarung dengan ganasnya semangat mereka pun seperti bertambah tambah,." sahut Ki Jagabaya.


Setelah mendengar penuturan dari mereka maka Raka Yantra pun mengambil keputusan untuk mengajukan diri melawan Lowo Kumbolo, agar para pemimpin Kademangan itu mau menerima usulan nya untuk menghalau mereka dari Kademangan ini.


" Begini Ki Demang,..aku akan mencoba melawan Lowo Kumbolo Itu,..dan semoga diirku setidaknya sanggup untuk bertahan ,.. sampai para pemimpin Kademangan dan para pengawal yg lain , menghabisi anak buahnya,..tentu akan lebih mudah jika jumlah mereka berkuirang banyak,..," jelas Raka Yantra.


" Akan tetapi menjadi pertanyaan kami,.apaakah Angger Yantra sanggup menghadapinya,..bukankah beberapa waktu yg silam ,..angger sampai terluka parah saat di serang rampok yg ada di hutan ketika akan kembali pulang,..?" tanya Ki Jagabaya.


Pemimpin keamanan Kademangan Warasaba ini telah mendengar bahwa memang pemuda ini telah sekarat akibat di serang rampok ketika akan pulang dan kemungkinannya orang tersebut adalah anggota dari Lowo Kumbolo,..sedang anggota nya saja ia sudah tidak mampu untuk menghadapinya apalagi ketika harus bertemu dengan Lowo Kumbolo sendiri , apakah tidak sama saja mengantarkan nyawa.


Hampir seluruh pemimpin Kademangan memang berkata demikian dalam hatinya,..sedang kj Demang yg memiliki ilmu silat yg cukup lumayan bahkan di bantu oleh Ki Jagabaya saja ssngat kesulitan untuk mengatasi Si Lowo Kumbolo,. apalagi sekarang,..seorang yg menurut mereka masih bocah ingusan akan mengahdapinya,..apa itu bukan suatu tindakan yg ceroboh menurut mereka.


" Ngger,..ini bukan sesuatu permainan,.ini nyawa yg di pertaruhkan,.kami tidak ingin kembali jatuh korban sia -sia dari pihak kita,..jika memang kita tidak sanggup untuk melawan mereka,sudah selayaknya lah kita meminta bantuan ,..agar korban tidak semakin banyak,.." jelas Ki Bekel.


Kali ini Raka Yantra agak kesulitan menjelaskan nya,. karena ia memang tidak memiliki bukti bahwa dirinya akan sanggup mengahadapi Ki Lowo Kumbolo itu,.. terlihat pemuda itu tidak mampu berkata apa apa lagi,..memang dirinya pun pernah menjadi korban begal beberapa waktu silam,..dan hal ini di ketahui secara luas dalam Kademangan warasaba ini.


Sehingga mwmbuat kepercayaan mereka terhadapnya tidak ada sama sekali, dan dirinya pun tidak dapat membuktikan sesuatu, bahwa dirinya memang memiliki kemampuan untuk bertarung.


Ki Demang Warasaba merasa bahwa pemuda itu memang memiliki semangat yg tinggi untuk mengusir kawanan rampok itu segera berkata untuk menyemangati pemuda tersebut.


" Baiklah,.. karena memang semangat Angger Yantra ini sangat kuat untuk mengusir dan mmeberantas para kawanan rampok itu,..kita tetap akan melakukan perlawanan terhadap mereka,.menang atau kalah kita semua berdoa pada yg maha kuasa,..agar dapat memberikan kemenangan nya untuk kita,...bukan begitu Ngger,.." ungkap Ki Demang Warasaba.


Pertemuan malam itu menghasilkan keputusan bahwa mereka akan tetap melawan gerombolan rampok itu dengan harapan bahwa Raka Yantra akan mampu mengahdapi Lowo Kumbolo sebagai pemimpin dari gerombolaan rampok itu.


Dan setelah keputusan itu di ambil oleh Ki Demang,..maka penjagaan semakin di perketat oleh para pengawal Kademangan,..kali ini mereka di siapkan dengan kentongan dan panah sendaren, agar kehadiran para perampok itu dapat segera di ketahui. Dan mereka akan dapat menyerang mereka.

__ADS_1


Sampai sepekan dari pertemuan mereka di rumah Ki Demang, belum ada tanda -tanda kehadiran dari kawanan rampok itu.


Namun penjagaan lebih di perketat lagi, bahkan pos ronda yg berada di ujung Kademangan di isi dengan banyak pengawal, agar orang yg masuk dapat di periksa.


Memasuki pekan kedua,..barulah ada laporan dari salah seorang petani kepada para pengawal Kademangan ,..ia melihat beberapa orang yg melintasi pematang sawah dengan sangat cepat menuju ke arah pedukuhan yg berada di sebelah Timur.


Orang yg melihat itu mengatakan bahwa saat ia memeriksa saluran air di sawahnya,..terdengar beberapa orang yg sedang bercakap cakap, ia langsung bersembunyi dan melihat mereka lewat.


Tidak menunggu lama ,.. pemimpin pengawal yg ada di pos ronda itu segera melaporkan hal tersebut kepada Ki Demang,..dan Ki Demang pun sgera mmepersiapkan pengawalnya menuju tempat yg di tunjukkan tadi


Tidak lupa ia segera memanggil Raka Yantra untuk mendampinginya.


Kali gerak pengawal Kademangan Warasaba sangat cepat,..begitu terdengar kentongan titir dari arah pedukuhan ujung tersebut,..maka mereka pun telah tiba di sana.


Dengan sebuah isyarat , Ki Demang Warasaba berusaha untuk mengepung tempat dimana menjadi tujuan kawanan rampok itu untuk melakukan aksinya.


" Hemmph,..tampkanya jumlah mereka kali ini tidak terlalu banyak,.mungkin hanya separoh saja,..ngger,.." ucap Ki Demang kepada Raka Yantra.


Dan yg membuat Ki Demang lebih terkejut ternyata Ki Lowo Kumbolo tid turut serta di dalam rombongan itu.


" Angger Yantra ,. tampaknya mereka memandang enteng kepada kita ,.sehingga Lowo Kumbolo tidak merasa perlu untuk ikut, suatu kesempatan untuk kita agar dapat mengalahkan mereka ,.." kata Ki Demang Warasaba.


" Baguslah kalau begitu..Ki Demang,.." sahut Raka Yantra.


Ia sudah menghunus senjatanya, ketika melihat sekira hampir dua puluh orang yg mengepung rumah yg cukup besar itu.


Dan rumah itu adalah rumah sang Bekel , yg hadir dslam pertemuan di rumah Ki Demang.


Sedangkan para pengawal yg ada di situ lebih dari lima puluh orang.


Keadaan semakin mencekam ketika terdengar teriakan teriakan yg keras dan kasar dari luar rumah,. menyuruh si empunya rumah untuk keluar.


Tidak terlalu lama, pintu rumah pun terbuka dan ki Bekel muncul dari dalam.


Dan berkata,..


" Apa maksud jalian malam malam begini datang kemari bahkan berteriak teriak pula,..!" seru Ki Bekel.


" Ah,..banyak mulut ,..seraang,.." teriak salah seorang sambil memberikan isyarat.


Dengan golok nya di acungkan keatas,.dua orang anggotanya pun segera bergerak hendak menangkap Ki Bekel.


Namun sebelum hal itu terjadi ,..Ki Demang Warasaba pun memberrikan isyarat untuk menyerang kawanan rampok itu.


Sekira lima puluh orang bergerak mengepung tempat itu dan langsung menyerang gerombolan rampok itu.


" Hiyaahhh,."


" Ciaaaat,.."


" Heaahhh,.."


Maka segeralah denting senjata beradu, dan dua orang yg berniat utnuk mengahdapi Ki Bekel tidak jadi melaksanakan niatan nya karena banyak nya orang yg datang.


Karena kali ini jumlah kawanan rampok itu tidak sebanyak seperti biasanya, maka keadaan mereka menjadi cepat terdesak.


Hanya dua orang saja yg nampak trengginas melakukan serangan ,.sedang anggota nya yg lain berusaha untuk mundur dari berusaha menghindari keroyokan para pengawal Kademangan.


" Ngger,..dua orang itu adlaah orang kepercayaan dari Ki Lowo Kumbolo,..mari kita hampiri mereka sebelum membuat kesulitan para pengawal,.." ajak Ki Demang Warasaba kepada Raka Yantra.


Keduanya pun segera mendekati kedua orang itu dan segera Ki Demang berkata,..


" Hehh,.kalian berdua terlalu memandang rendah terhadap kami,.." seru nya.


" He, he ,he,..ternyata Ki Demang,.apakah dirimu memang memiliki nyawa rangkap, Ki, karena hari ini adalah hari kematian mu ,.he he, " ucap orang itu.

__ADS_1


Sambil menatap ke arah Ki Demang dan seorang temannya


__ADS_2