Pendekar Pilih Tanding

Pendekar Pilih Tanding
episode 15 SRIKANDI patah HATI. bag ke sembilan.


__ADS_3

Raka Senggani terus menyusuri lorong yg gelap dan seperti goa panjang,..ia terus berjalan dengan sikap waspada.


Cukup jauh ia telah berjalan..dan akhirnya ia menemukan ujung dari lorong tersebut.


Sepertinya mulut goa ini di tutup dari luar ,..aku harus membukanya,..kata Raka Senggani dalam hati.


Perlahan ia mendekati batu penutup mulut lorong itu.


Heuufhh,..sekali tolakan saja batu penutup mulut lorong itu pun terbuka.


Senopati Pajang itu keluar dan alangkah terkejut nya ia,.. ternyata is tengah berada di tepi jurang yg cukup dalam,.ia segera mengedarkan pandanganya,..dan kembali ia meras terkejut,..di arah sebelah kanannya,..agak naik ke atas dirinya melihat sebatang pohon kayu jati besar.


Apakah tempat ini yg di sebutkan oleh Ki Bekel itu,..tanya nya dalam hati.


Ia terus memandang ke arah tempat itu,.memang sangat sulit untuk mencapai tempat itu,..jika hanya mengandalkan keberanian saja ,.pikirnya lagi.


Tempat itu memang masih agak jauh dari dimana ia berdiri,..dengan jalan setapak yg sangat licin di tambah lagi jurang yg dalam menanti di sebelah kirinya.


Suatu tempat persembunyian yg bagus,..pantas saja diriku malam itu tidak berhasil menemukannya,..katanya lagi.


Sambil terus menatap tempat itu,..Raka Senggani kemudian,..


" Heaaahhh,.."


Ia melesat seperti terbang saja,..dengan sekali genjotan saja,.dirinya telah berada di depan mulut goa yg ada di bawsh sebuah pohon jati tua tersebut.


Ia memperhatikan tempat itu,..nampak ada bekas jejak -jejak kaki disana.


Dan matanya pun tertuju pada aebongkah batu besar ,.sebesar kerbau dewasa,..dan berwarna kehitaman.


Dirinya mendekati batu tersebut,.. selanjutnya menempelkan telinganya ke batu tersebut.


Senopati Pajang itu mengetrapkan aji Ashka Pandulu dan pangraitanya,..Ia mencoba mencari tahu apakah orang yg di kejarnya itu memang berada di dalam.


Cukup lama ia memusatkan konsentrasi nya agar dapat mendengar apa yg ada di balik batu besar tersebut.


Kembali Senopati Pajang itu terkejut atas apa yg di dapatnya.


Sepertinya tidak hanya seorang saja penghuni goa ini,..mungkin ada dua atau tiga orang,..katanya dalam hati.


Apakah aku harus masuk atau menunggu kakang Witangsa dan Adi Rani terlebih dahulu,. bathinnya.


Cukup lama ia untuk mengambil keputusan,..dan akhirnya ia melesat pergi meninggalkan tempat itu,..ia kembali ke dalam hutan yg ada di dekat persawahan dari pedukuhan Ringin tersebut.


Sambil memanjat sebatang pohon,..ia menanti kedua temannya itu.


Tidak terlalu lama,..Raka Senggani melihat ada dua orang yg tengah melangkah masuk ke dalam hutan itu.


" Heaaahh,."


Ia segera melayang turun menghampiri keduanya.


Baik Japra Witangsa maupun Dewi Dwarani terkejut bahkan hampir melepaskan serangan.


" Tahan,..." seru Raka Senggani.


" Kakang mengagetkan kami,.." balas Dewi Dwarani.


Setelah hilang rasa keterkejutannya,..Putra Ki Jagabaya bertanya,..


" Bagaimana adi Senggani,. apakah dirimu berhasil menangkap orang itu,..?" tanya Japra Witangsa.


" Sayang sekali kakang Witangsa,..Senggani tidak berhasil menangkap nya,..orang itu berhasil kabur,..". jawab Raka Senggani.


" Kabur,..mengapa orang itu dapat kabur,.. Kakang,..?" tanya Dewi Dwarani.


" Ternyata orang tersebut memiliki kemampuan yg cukup tinggi,.. walaupun beberapa kali Senggani berhasil memukul nya namun ia masih saja dapat lolos,.." jelas Raka Senggani.


" Jadi apa yg harus kita lakukan selanjutnya adi Senggani,.?" tanya Japra Witangsa.


" Tenang,... walaupun,..diirku tidak berhasil meringkus orang tersebut,.. tetapi persembunyian nya telah Senggani ketahui,.." jelas Senopati Pajang itu.


" Dimana,...?". tanya Japra Witangsa dan Dewi Dwarani bersamaan.


" Disana,.." jawab Raka Senggani.


Senopati Pajang itu mengarahkan jari telunjuk kearah atas,


" Marilah segera kita susul mereka,..!" ajak Japra Witangsa.


Seperti biasa ,.. putra Ki Jagabaya itu agak kurang sabaran,..ia ingin segera cepat melakukan nya.


Berbeda dengan Dewi Dwarani,..putri Ki Bekel itu malah bertanya.


" Jika kakang telah menemukan tempatnya mengapa tidak langsung di tangkap saja orang itu,..?" tanya nya.


Karena ia merasa pasti ada sesuatu yg agak sulit sehingga Senopati Pajang itu tidak langsung bertindak.


" Begini,..Rani dan kakang Witangsa,.. tempat itu sesuai dengan yg telah di katakan oleh Ki Bekel,..sulit untuk di capai,..akan tetapi bukan itu alssan mengapa diriku tidak jadi masuk kesana,.." kata Raka Senggani.


Ia memang sedang memilih cara terbaik agar usaha ini mmebuahkan hasil yg baik.

__ADS_1


" Apa..kang,..?" tanya Dewi Dwarani penasaran.


Sambil menghela nafas nya,..ia menjawab,..


" Ada lebih dari dua orang yg berada di dalam goa tersebut,..jadi jika mereka itu memiliki kemampuan seperti orang yg telah Senggani kejar malam tadi,..akan sangat sulit untuk mengatasi nya,..jadi kalian Senggani tunggu untuk dapat membantu,..agar usaha ini berhasil,.atau setidaknya kita dapat sesuatu dari orang tersebut,.." jelas Raka.


" Kang,..apa,..jangan -jangan,..dua orang itu adalah Putri Sekar Kedaton dan Andini,..!". seru Dewi Dwarani.


" Hahhh,..darimana dirimu dapat mengambil kesimpulan seperti itu ,.. Rani,..?" tanya Raka Senggani kaget.


Memang keduanya jadi heran atas apa yg telah di ucapkan Putri Ki Bekel tadi.


" Kalau memang demikian sebaikanya kita harus segera kesana,..sebelum terlambat,.." ucap Raka Senggani.


" Marilah,.." balas Japra Witangsa.


Ketiganya kemudian bergerak menuju ke tempat itu,..atas petunjuk dari Raka Senggani yg sebagai pemandu nya ketiganya cepat sampai ke tempat itu.


Meski Senopati Pajang itu harus berjalan paling akhir ketika mereka harus bergerak naik menuju ke bawah pohon jati tua tersebut.


Ia masih belum terlalu percaya dengan kemampuan dari dua orang yg telah menjadi muridnya itu dalam hal ilmu peringan tubuh,..sehingga ia harus menjaga.


Tetapi ternyata dugaan nya salah,.kedua orang itu pun mampu melewati tempat itu tanpa harus terjatuh.


Kembali ketiganya berkumpul di depan mulut goa tersebut.


" Kang,..apa yg harus kita lakukan ,..?" tanya Dewi Dwarani.


" Sebaiknya kalian berjaga pada mulut goa ini,..awasi sekitar sini,..jangan ada sampai yg lolos,..Senggani akan mencoba membuka pintu batu itu,.." jawab Raka Senggani.


Ia kembali mendekati batu penutup mulut goa tersebut,.. setelah dilihatnya Japra Witangsa dan Dewi Dwarani mengambil posisi nya.


Senopati Pajang itu kemudian memegang batu besar itu dan,..


" Hufffhh,"


Ia mulai mendorong batu besar itu,..perlahan -lahan mulut goa itu terbuka,..dan setelah batu besar itu berhasil di dorong ke samping,..tiba -tiba,..


" Swiiiingg,"


" Swiiiingg,"


" Swiiiingg,"


" Awass,.. Kakang ," teriak Dewi Dwarani.


Namun terlambat , ucapan dari Dewi Dwarani itu ,..tiga buah anak panah itu mnghantam tubuh dari Senopati Pajang tersebut.


Anak -anak panah itu jatuh di depannya,..Raka Senggani memungut ketiga anak panah tersebut,..sambil memberikan isyarat kepada kedua temannya agar bersiap siaga.


Sambil memandangi ketiga anak panah itu,..Raka Senggani berteriak,..


" Keluarlah,..siapa pun kalian yg ada di dalam goa ini,..kami ingin berbicara baik -baik dengan kalian,.." teriaknya.


Tidak ada jawaban,..tempat itu kembali hening sesaat.


Namun tidak terlalu lama kemudian,.


" Swiiiingg,"


" Swiiiingg,"


Berhamburan anak -anak panah yg keluar menyerang Senopati Pajang itu.


Raka Senggani langsung memukul jatuh semua anak -anak panah tersebut dengan menggunakan tongkat nya.


Sebuah tongkat berkepala ular milik dari Ki Suganpara,.


Raka Senggani tidak tinggal diam ,..ia langsung melesat masuk ke dalam goa tersebut.


Ternyata di dalam goa tersebut tempat nya cukup luas,..bahkan ketika ia masuk lebih dalam lagi.


Dilihatnya ada tiga orang tengah berdiri dengan busur panah ditangan.


Dua diantara nya adalah perempuan dan yg satunya lagi adalah seorang lelaki yg malam tadi telah bertarung dengan nya.


Namun yg paling tidak di sangka oleh Senopati Pajang itu,.bahwa salah seorang perempuan itu adalah orang yg tengah mereka cari,..


" Hehh,..ternyata ,..Gusti Rara Ayu Sekar Kiranti berada disini,.." serunya kaget.


Sementara orang yg disebutnya dengan sebutan Rara Ayu Sekar Kiranti itu diam saja.


Perempuan itu memandangi Senopati Pajang itu dengan tatapan tidak senang.


Sepertinya ia merasa perlu memberikan pelajaran terhadap orang yg ada di hadapan nya itu.


" Maaf sebelumnya,..Gusti Rara Ayu,..hamba adalah utusan Kanjeng Gusti Adipati yg mencari Gusti ayu,..karena telah menghilang beberapa hari yg lalu,.." terus terang Raka Senggani berkata.


" Apa perlunya Romo,..memcariku,..bukankah ia sudah tidak perduli denganku,.." ucap perempuan itu dengan ketus.


Sambil tetap memegang busur panah nya lengkap dengan anak panah nya pula.

__ADS_1


" Maaf Gusti ayu,.. seluruh Madiun merasa kehilangan setelah kepergian Gusti ayu tanpa meninggalkan pesan sedikitpun,..termasuk Kanjeng Gusti Adipati sendiri,..Jadi kami telah di tugaskan untuk mencari keberadaan dari Gusti ayu serta akan membawa kembali pulang,.." ungkap Raka Senggani lagi.


" Diriku tidak mau,.. Silahkan kalian kembali,..aku akan tetap berada disini,.." jawab Rara Ayu Sekar Kiranti itu.


" Apa yg menyebabkan Gusti ayu tidak mau kembali ke Madiun,..?" tanya Raka Senggani.


" Hehh,..apa urusanmu bertanya demikian itu terhadapku,..apa pun masalahnya dirimu tidak perlu tahu,..memang nya kamu ini siapa,..?" tanya Rara Ayu Sekar Kiranti marah.


Ia sampai mengangkat busur panah nya dan mengarahkan nya kepada Senopati Pajang itu.


" Sebenarnya ,..jika memang kami bukan utusan yg disuruh mencari dan menemukan Gusti ayu,..ini memang bukan urusan kami,..akan tetapi kali ini kami lah yg telah mendapatkan tugas untuk menemukan Gusti ayu seraya membawa kembali pulang ke Madiun,." jelas Raka Senggani lagi.


" Ternyata dirimu itu merasa paling jago di muka bumi ini,..sehingga mau tahu urusan orang,..baik ,..aku akan bersedia menjawab pertanyaan mu itu jika dirimu mampu mengalahkan ku dalam lima puluh jurus,..akan tetapi jika dirimu tidak berhasil ,..segeralah angkat kaki dari sini,.." ucap Rara Ayu Sekar Kedaton itu.


" Baik,..aku terima tantangan itu,..Gusti ayu,.." sahut Raka Senggani.


Namun tiba -tiba lelaki yg berada di samping nya itu segera berkata,..


" Jangan Kiranti,..dirimu pasti akan kalah melawannya,.." serunya melarang Putri Sekar Kedaton itu.


" Tidak apa -apa,.. Kakang Radhepara,..dirinya tidak akan menang melawanku,.." sahut Rara Ayu Sekar Kiranti itu.


Ketika Arya Radhepara akan berkata lagi,..Rara Ayu Sekar Kiranti mengangkat tangan nya yg berarti ia tidak usah mempermasalahkan keputusan nya itu.


Rara Ayu Sekar Kiranti kemudian melepaskan busur panah,..ia terlihat telah memasang kuda -kuda ,..siap untuk bertarung.


" Ayo,..segera kita mulai,..dan ingat dengan janji masing -masing,. jika kalah harus menuruti pemenangnya,.." ucap Sekar Kedaton itu.


" Baik,..hamba telah siap Gusti ayu,." jawab Raka Senggani.


Memang sedari awal Senopati Pajang itu sudah bersiap dengan segala kemungkinan yg terjadi.


Dan kali ini ia akan bertarung dengan putri seorang Adipati,.. seorang putri yg sebenarnya tengah mereka cari itu.


" Andini,..dan kakang Radhepara ,..kalian berdua tidak usah turut campur dalam hal ini,..biarlah ini menjadi urusanku,.." katanya lagi.


" Baik,..Den ayu,.." jawab perempuan yg bernama Andini itu.


Sedangkan Arya Radhepara hanya menganngukkan kepalanya.


" Cepatlah ,..segera lakukan tugasmu,.." seru Rara Ayu Sekar Kiranti itu.


Perintah untuk memyerang dirinya kepada sang Senopati Pajang itu. Dan itu adalah pertanda bahwa Raka Senggani harus mulai menyerang nya.


Sebenarnya di dalam hati Senopati Pajang itu kurang mapan jika harus bertarung dengan seorang perempuan,apalagi perempuan itu adalah seorang putri Adipati,.. namun mau apalagi ,..ini adalah salah satu cara agar Sekar Kedaton itu mau diajak pulang kembali ke keraton Madiun.


" Baik,..Gusti ayu,..hamba akan mulai,.." kata Raka Senggani.


" Silahkan,.." jawab Rara Ayu Sekar Kiranti.


Sehabis dari ucapan Sekar Kedaton itu,..Raka Senggani langsung melesat menyerang Putri Sekar Kedaton itu dengan menggunakan tangan kosong.


Ia langsung menyerang pada titik -titik yg dapat melumpuhkan.


" Heaahhh,.."


Tangan Senopati Pajang itu berupaya menggapai leher dari sang Putri Sekar Kedaton itu. Namun dengan gesitnya Rara Ayu Sekar Kiranti itu memiringkan kepala nya mengjindari serangan itu.


Namun ia tidak hanya sampai di situ ,..tangan kanan dari Sekar Kedaton itu menyodok masuk ke arah pinggang dari lawannya.


Namun lawannya kali ini adalah seorang Senopati Pajang yg linuwih..yg sudah sangat terkenal di Tlatah Demak itu.


Serangan dari Rara Ayu Sekar Kiranti itu di tepisnya dengan menggunakan tangan kirinya.


Sambil Senopati Pajang itu memberikan tendangan mengarah kaki dari Sekar Kedaton itu. Gerak yg sangat cepat dari Raka Senggani itu membuat Rara Ayu Sekar Kiranti tidak mau menyerah judi dengan menangkis nya menggunakan kaki ia segera melompat menghindari serangan itu dengan dua kali bersalto di udara.


Luput serangan dari Raka Senggani itu,..ganti dirinya yg balas menyerang.


Putri dari Adipati itu mengirimkan tendangan pula mengarah perut Raka Senggani.


Oleh sang Senopati itu,..di tahannya dengan menggunakan kedua tangan nya menyilang ,..agar tendangan itu tidak masuk.


Benturan pun terjadi,..tahulah Putri Sekar Kedaton itu bahwa lawan yg di hadapinya memiliki tenaga dalam yg sangat tinggi,..karena tubuhnya harus terdorong mundur kebelakang akibat benturan itu.


Tidak menyia -nyiakan kesempatan ,..Raka Senggani memburu tubuh Rara Ayu Sekar Kiranti itu.


Karena keadaan dari Putri Adipati Madiun itu agak goyah,..


" Hiyyyah,.."


Dengan mengemposi tenaga dalamnya,..Raka Senggani mengirimkan pukulan mengarah dada dari Sekar Kedaton itu.


Namun Sekar Kedaton itu tidak menginginkan dada nya berhasil di pukul oleh lawannya itu menahan laju serangan dari Senopati Pajang itu dengan kaki nya.


Sebuah tendangan setengah lingkaran menghantam tangan Raka Senggani.


Raka Senggani harus melompat mundur ketika dilihatnya ,..di tangan dari Sekar Kedaton itu telah tergenggam sebuah pedang.


Ia langsung memainkan pedang itu. Dengan satu kali lompatan saja,..Sekar Kedaton itu berusaha menebaskan pedang nya mengarah leher dari Raka Senggani.


Senopati Pajang itu menggeser kedudukan nya dengan menarik mundur kepalanya sebelah kaki nya , .luput serangan dari Sekar Kedaton itu.

__ADS_1


Memasuki jurus ke duapuluh,.. terlihat perubahan yg nampak jelas pada pertandingan kali ini..Sekar Kedaton itu harus bertahan dari serangan Raka Senggani,..padahal ia tidak menggunakan senjata nya.


__ADS_2