
Kotaraja Demak berkabung dari mangkatnya Sultan Demak. Panembahan Jimbun dengan gelar Sultan Syah Alam Akbar Al Fatah.
Merupakan Raja Islam pertama yg ada di pulau jawa Itu.
Rakyat Demak cukup bersedih dengan mangkat nya sang Sultan tersebut.
Termasuk dalam hal ini Senopati Pajang,. Senopati Brastha Abipraya.
Ia teringat akan pemberian sang Sultan Demak kepadanya yaitu berupa sebuah cincin yg tetap berada di jarinya dan selalu setia bersamanya itu.
Lama Raka Senggani memandangi benda tersebut,.
Apakah pemberian nya ini merupakan pertanda bahwa ia akan segera meninggalkan dunia ini,..kata Raka Senggani dalam hati.
Ia dan para perwira dari Pajang menghadiri pemakaman dari penguasa Demak pertama tersebut.
Bahkan oleh para cucu dari Sultan Demak tersebut ia di berikan tempat bersama mereka dan dapat melihat secara langsung bagaimana keadaan dari Sultan Demak itu.
Rasa haru merayapi hati Senopati Pajang itu,..ia melihat wajah -wajah yg berduka yg ada di sekelilingnya.
Beberapa pemimpin wilayah bawahan seperti Kadipaten Pajang,.. kadipaten Pati,.Lasem, Jepara,.. Jipang bahkan wilayah bang Wetan tampak turut hadir dalam acara pemakaman dari Sultan Demak itu.
Selama sepekan keadaan Kotaraja Demak itu di bawah naungan kedukaan.
Utamanya bagi para keluarga sang Sultan sendiri.
Pangeran Sabrang Lor yg merupakan Sang Adipati Anom pun tidak dapat menyembunyikan kesedihan nya.
Karena sebagai Adipati Anom tentu ialah yg kelak akan menggantikan Sultan Demak itu sebagai Raja Demak Bintara yg kedua. Padahal di sisi lain ia masih senang akan jiwa perjuangan ,.tentu akan menyulitkan nya kelak jika ia yg akan menjadi Raja menggantikan Sultan Demak itu.
Karena sebagai seorang raja tentunya ia akan tidak leluasa bergerak seperti selama ini yg telah la lakukan.
Selesai acara pemakaman itu,..mulailah penataan kembali Kotaraja Demak.
Para tetamu sebahagaian besar telah kembali,. mereka tidak menunggu acara penobatan Sultan Demak yg baru itu.
Dalam kesempatan terpisah Senopati Pajang,.. Senopati Brastha Abipraya itu bertemu dengan Junjungan nya,.. Adipati Pajang.
" Senopati Brastha Abipraya,..apakah pasukan yg dari Pajang akan segera kembali,..?" tanya Adipati Pajang.
" Hamba belum tahu,.. Kanjeng Gusti Adipati,..karena belum ada pemberitahuan dari Kanjeng Pangeran Sabrang Lor,..Gusti Adipati,.." jawab Raka Senggani.
" Jika memang penyerbuan ke Lor itu tidak jadi,..maka sebaiknyalah para prajurit yg dari Pajang itu agar segera kembali,.. Senopati,..!" ucap Adipati Pajang lagi.
" Menurut hamba pun demikian,. Kanjeng Gusti Adipati..memang sebaikanya pasukan itu harus segera kembali ke Pajang,.." jawab Sang Senopati.
" Agar lebih jelasnya,.. sebaikanya dirimu menanyakan hal ini kepada nanda Pangeran Sabrang Lor itu,..atau kepada Tumenggung Bahu Reksa,.. karena para prajurit itu masih sangat di butuhkan di Pajang,.." jelas Sang Adipati Pajang.
" Hamba akan menanyakan hal ini kepada Kanjeng Gusti Pangeran Sabrang,..hari ini juga,..apakah Kanjeng Gusti Adipati akan segera kembali ke Pajang,..?" tanya Senopati Pajang itu.
" Yah,..diirku akan segera kembali ke Pajang mungkin pada esok hari,.." sahut Adipati Pajang.
" Apakah Kanjeng Gusti Adipati tidak menunggu wisuda penobatan Kanjeng Gusti Pangeran Sabrang Lor menggantikan Sultan Fatah guna memerintah kerajaan Demak ini,..?" tanya Raka Senggani.
" Tidak ,..Aku tidak dapat terlalu lama berada di Kotaraja ini,.. karena Pajang saat ini pun dalam keadaan kurang baik,..oleh sebab itulah kuharap dirimu dapat segera membawa kembali pulang para prajurit Pajang itu jika memang penyerbuan ke Lor itu telah digagalkan,.." terang Adipati Pajang.
" Sendika Dalem Kanjeng Adipati,.. hamba akan melaksanakan semua perintah itu,.. secepatnya akan membawa pulang pasukan Pajang itu,.." jawab Raka Senggani.
" Bagus,.." sahut Adipati Pajang itu.
Kemudian Senopati Brastha Abipraya mohon undur diri dari hadapan Adipati Pajang itu,..ia segera berniat menemui Tumenggung Bahu Reksa,..baru setelahnya akan menghadap Kanjeng Pangeran Sabrang Lor.
Raka Senggani bertemu dengan Tumenggung Bahu Reksa di istana kepatihan,. karena memang sedang ada pertemuan di dalem kepatihan itu.
Setelah mangkatnya Sultan Demak,..pelaksana tugas tugas kerajaan di ambil alih oleh sang Patih sampai Raja pengganti Sultan Demak itu diangkat.
Tumenggung Bahu Reksa yg baru selesai mengadakan pertemuan dengan sang Patih segera menanyakan hal apa yg membuat Senopati Pajang itu mencari dirinya.
" Maaf sebelumnya Paman Tumenggung,..ada yg ingin Senggani tanyakan kepada paman Tumenggung,..!" ucap Raka Senggani.
__ADS_1
" Tentang apa,..Ngger,..?" tanya Tumenggung Bahu Reksa.
" Apakah penyerangan ke Lor itu akan di batalkan,.. paman Tumenggung,?" tanya Raka Senggani.
" Sepertinya memang demikian,..Ngger,..tetapi Paman belum dapat memastikan nya,..dan untuk lebih jelasnya sebaiknya Angger Senopati tanyakan langsung kepada Kanjeng Pangeran Sabrang Lor sendiri,..memang nya ada apa dengan hal itu,..Angger Senopati,..?". tanya Tumenggung Bahu Reksa.
" Karena tadi Kanjeng Adipati telah menanyakan hal ini kepada Senggani dan menurut beliau,..jika penyerbuan ke Lor itu di gagalkan sebaiknya Pasukan Pajang itu di bawa kembali pulang ke Pajang ,.." jelas Raka Senggani.
" Memang nampaknya demikian..Ngger,.. karena saat ini pun Demak akan sulit untuk mengatur masalah perbekalan nya belum lagi akan terjadinya benturan antara beberapa prajurit dengan para prajurit yg lainnya,..akan semakin membuat runyam keadaan Kotaraja ini,.." terang Tumenggung Bahu Reksa.
" Kalau memang demikian Senggani akan menghadap Kanjeng Gusti Pangeran Sabrang Lor itu,..untuk memperjelas keadaan ini,..!" seru Raka Senggani.
" Sebaiknya Paman ikut denganmu Ngger,..terkadang Kanjeng Gusti Pangeran ini terlalu mementingkan perasaan dsripada keadaan,. ia masih harus di beri arahan agar tindakan nya tidak membuat sulit orang lain,..!" ungkap Tumenggung Bahu Reksa.
" Terima kasih Paman,..jika berkenan menghadap Kanjeng Gusti Pangeran itu,.." ucap Raka Senggani.
" Marilah kita berangkat,..Ngger,.." sahut Tumenggung Bahu Reksa.
Keduanya meninggalkan Dalem Kepatihan menuju Dalem Kepangeranan.
Tidak terlalu lama keduanya telah sampai di tempat kediaman dari Pangeran Sabrang Lor itu.
Kedua orang itu di sambut putra tertua dari Pangeran Sabrang Lor itu.
" Ada apa,..Paman Tumenggung dan Kakang Senopati datang kemari,..?" tanya Raden Arya Wangsa.
" Kami ingin menghadap Kanjeng Gusti Pangeran,..anakmas Raden Arya Wangsa,..!" jawab Tumenggung Bahu.
" Mari,.. Paman Tumenggung dan Kakang Senopati,..ikut saya,..Ramanda Pangeran ada di taman belakang,..!" ucap Raden Arya Wangsa.
Keduanya berjalan mengikuti Raden Arya Wangsa itu. Kemudian ketiganya sampaj di taman belakang dari kediaman dari Pangeran Sabrang Lor itu.
Ia terlihat di dampingi dengan sang istri yg merupakan putri dari Sultan Fatah itu.
Ketika Raden Arya Wangsa menghadap dan mengatakan bahwa Tumenggung Bahu Reksa dan Senopati Brastha Abipraya akan menghadap,.. Pangeran Sabrang Lor itu agak kaget mendengar nya.
Ia pun mempersilahkan keduanya,
" Ampun kan hamba,.. Kanjeng Gusti Pangeran,..hamba Senopati Brastha Abipraya menghadap,.. dan ingin menanyakan sesuatu kepada Kanjeng Pangeran,.." ucap Raka Senggani.
" Apa yg ingin kau tanyakan itu,..Raden Hidayat ,..?" tanya Pangeran Sabrang Lor.
" Hamba ingin menanyakan perihal tentang penyerbuan ke Lor itu,.. Kanjeng Pangeran,..apakah penyerangan itu akan di gagalkan atau hanya akan di tunda saja ,..?" tanya Raka Senggani.
" Hehh,.. itulah yg sedang mengganggu pikiranku saat ini,..di saat semua persiapan telah matang,..ternyata yg Maha Kuasa berkehendak lain,..Ia telah memanggil Ramanda Sultan untuk menghadap nya,..apa yg sebaiknya kita lakukan,.." Kata Pangeran Sabrang Lor.
Ia memandangi ke arah Tumenggung Bahu Reksa,..seorang Tumenggung yg menjadi kepercayaan nya itu.
" Apa yg sebaiknya kita lakukan kakang Tumenggung,.?" tanyanya kepada Tumenggung Bahu Reksa.
" Sudah sewajarnya kita menunda penyerangan ini,.. Kanjeng Pangeran,..agar kita lebih dapat menata Kerajaan Demak ini sepeninggal dari Kanjeng Sultan,..!" jawab Tumenggung Bahu Reksa.
" Tetapi sampai kapan,..Kakang Tumenggung,.. sementara penderitaan rakyat Melaka semakin menjadi jadi,.." seru Pangeran Sabrang Lor.
" Ampun kan hamba Kanjeng Pangeran,.sampai semua yg terjadi di Demak ini pulih kembali dengan diangkat nya Kanjeng Pangeran sebagai Raja menggantikan Kanjeng Sultan,..sehingga tentunya akan lebih memudahkan kita untuk menyusun sebuah rencana yg lebih baik lagi,.." ucap Tumenggung Bahu Reksa.
" Dan bagaimana nasib para prajurit yg telah berada di Jepara dan Kotaraja Demak ini,..kakang Tumenggung,..?" tanya Pangeran Sabrang Lor.
" Sebaikanya mereka kita pulangkan ke tempat asalnya masing-masing,..nanti jika keadaan telah membaik dan kita pun Sudah siap untuk berperang,..mereka semua akan kita panggil kembali,.." jelas Tumenggung Bahu Reksa.
" Baiklah jika memang itu yg ter baik menurutmu Kakang Tumenggung,. segeralah perintahkan kepada pemimpin Pasukan itu untuk kembali ke daerahnya masing-masing,..nanti jika mereka kita perlukan lagi baru kita panggil lagi,.." ungkap Pangeran Sabrang Lor.
" Sendika Dawuh Kanjeng Pangeran,. segala titah Kanjeng Pangeran akan hamba laksanakan,.." ungkap Tumenggung Bahu Reksa.
Sambil ia menjura hormat kepada Pangeran Sabrang Lor itu.
" Bagus kakang Tumennggung,..dan untukmu Raden Hidayat,..aku berharap dirimu tetap berada disini di Kotaraja Demak ini,..ada tugas yg akan Aku berikan kepadamu selain mendampingi putra -putraku dalam berlatih,.jadi Aku berharap dirimu tidak akan kembali pulang ke Pajang dahulu,..biarlah pasukan itu kembali,..akan tetapi dirimu tetap berada disini,.." kata Pangeran Sabrang Lor.
" Sendika Dawuh Kanjeng Pangeran,..hamba akan berada di Demak ini sesuai perintah Kanjeng Pangeran,.." jawab Raka Senggani.
__ADS_1
Setelah Raka Senggani selesai berkata,.. Tumenggung Bahu Reksa lah yg kemudian menyambung ucapannya itu,..
" Kalau begitu,.kami akan segera pamit,.. Kanjeng Pangeran,.. karena secepatnya perintah ini harus di sampaikan kepada seluruh para pemimpin pasukan yg ada di Kotaraja ini,.." ujar Tumenggung Bahu Reksa.
" Silahkan kakang,..dan Raden Hidayat,." ucap Pangeran Sabrang Lor.
Segera kedua orang itu meninggalkan kediaman Pangeran Sabrang Lor itu.
Keduanya berpisah,..karena Tumenggung Bahu Reksa akan menyampaikan perintah dari Pangeran Sabrang Lor itu kepada para pemimpin prajurit yg berada di kotaraja Demak itu.
Senopati Brastha Abipraya sendiri segera mendatangi tempat dimana Adipati Pajang menginap di dalam keraton Demak itu.
Setelah bertemu dengan Adipati Pajang,..Raka Senggani kemudian memyampaikan semuanya ,..dari pasukan Pajang yg boleh segera kembali ke Pajang,.juga dengan dirinya yg harus masih tinggal di kotaraja Demak,.karena Pangeran Sabrang Lor akan memberikan tugas kepada diri nya.
Sebenarnya Adipati Pajang tampak kurang senang mendengar permintaan dari Pangeran Sabrang Lor itu..tetapi ia tidak dapat membantahnya.
" Hehh,..ada -ada saja ,.. Nanda Pangeran Sabrang Lor ini,..mengapa harus dirimulah yg akan di beri nya tugas,.bukankah masih banyak Senopati Demak yg lain yg dapat melakukan nya,.." keluh sang Adipati sendiri.
Sedangkan Raka Senggani hanya diam saja,..ia pun sebenarnya lebih baik pulang saja daripada harus tinggal di Demak,. begitulah pikirnya.
Pada keesokan harinya,.. terlihat kotaraja Demak lain dari biasanya. Terlihat sangat ramai,..para prajurit yg telah tiba dari berbagai daerah nampak telah bersiap akan kembali ke daerah asalnya masing -masing.
Karena penyerangan ke Lor itu batal dilaksanakan dan mereka di perbolehkan kembali.
Demikian pula yg terjadi di Jepara ,.meski pada hari selanjutnya tetapi pasukan yg berada disana pun telah bersiap untuk kembali pulang.
Dari sebahagian besar prajurit itu merasa senang karena dapat bertemu lagi dengan keluarganya,.. tetapi ada juga yg menyayangkan sikap yg telah diambil oleh Pangeran Sabrang Lor itu.
Karena umumnya mereka telah bersiap berperang,..dengan semangat yg tinggi,..tetspi dengan penundaan kali ini,.. semangat itu menjadi luntur.
Sejak kepulangan para pasukan yg datang dari daerah bawahan itu termasuk dari Kadipaten Pajang..keadaan Kotaraja Demak kembali seprti biasanya.
Namun sepekan lagi hari wisuda penobatan Sultan Demak kedua itu,..keadaan Kotaraja Demak kembali ramai.
Keraton Demak dihiasi dengan berbagai macam umbul -umbul dan bleketepe.
Rakyat Demak menyambut dengan gembira wisuda penobatan Sultan Demak itu.
Pasar di Kotaraja Demak itu menjadi sangat ramai.
Raka Senggani yg berjalan -jalan di pasar Kotaraja Demak itu berniat akan membeli sesuatu.
Ketika matanya yg sangat tajam melihat sesosok orang yg sangat di kenal nya.
Rindayu,..katanya dalam hati.
Pemuda itu pun bergegas mengikuti seorang gadis yg sedang sibuk membeli barang -barang yg ada di pasar itu.
Raka Senggani mengurungkan niatanya untuk membeli sesuatu,.ia malah berjalan mengikuti gadis itu.
Ketika sudah tidak jauh lagi dari tempat dimana gadis itu belanja,..Raka Senggani berhenti,..ia agak bersembunyi agar tidak terlihat oleh gadis itu.
Benarkah..Rindayu pindah ke Kotaraja Demak ini,..dan dimana letak rumahnya itu.
Pandangan matanya tidak lepas dari gadis itu.
Ketika perempuan itu selesai belanja dan tampak meninggalkan pasar Kotaraja Demak itu,..Raka Senggani pun segera menyusulnya.
Dalam jarak yg agak jauh ia terus membuntuti gadis itu.
Sedangkan Putri Juragan Tarya itu tidak menyadari ada seseorang yg mengikutinya.
Terus saja Gadis itu berjalan dengan santai nya..ia meninggalkan daerah Kotaraja Demak dan menuju arah timur.
Apakah Juragan Tarya tinggal di daerah Pucatan,.bertanya dalam hati Raka Senggani.
Tetap saja ia membuntuti langkah gadis itu di tengah lalu lalang nya orang -orang yg ada di daerah Kotaraja Demak itu.
Ketika sampai di sebuah pertigaan,..Raka Senggani mempercepat langkahnya .ia tidak ingin kehilangan jejak gadis itu.
__ADS_1
Dan benar saja ketika sampai di pertigaan itu ia nampak kehilangan jejak,..karena ia sudah tidak melihat lagi Tara Rindayu.