
" Oh iya,.. Ngger,.. bagaimana hubungan mu dengan angger Kemuning,..?" tanya Ki Lamiran.
" Baik,..Ki,.." sahut Raka Senggani.
" Maksud aki,..apakah sudah saat nya untuk melamar nya,..Ngger,.?" tanya Ki Lamiran lagi.
Raka Senggani agak terkejut mendengar pertanyaan dari Ki Lamiran itu,..ia memang telah berjanji dengan putri Ki Jagabaya itu untuk melamarnya sekembalinya dari Pajang,.. dan ia pun telah berada di Kenanga.
Akan tetapi Pajang telah memerintahkan nya untuk segera kembali. Nampaknya ia harus menundanya lagi.
Lama senopati Pajang itu melamun,..sehingga Ki Lamiran bertanya lagi,..
" Apa yg Angger lamunkan,..ada masalah yg mengganggu pikiranmu,..Ngger,..?". tanya Orang tua itu.
Sambil menatap wajah orangtua itu, Raka Senggani menjawabnya,..
" Benar Ki,..ada sesuatu yg mengganjal dihatiku,.." sahut Raka Senggani.
" Apa itu,..Ngger,..?" tanya Ki Lamiran lagi.
" Hehh,..karena Senggani sudah harus kembali lagi ke Pajang guna memimpin pasukan ke kotaraja Demak,.. sedangkan Senggani telah berjanji kepada Sari Kemuning akan melamarnya jika telah kembali,..apa yg harus Senggani lakukan,..Ki..?" tanya Raka Senggani.
" He,.he, he,..masalah kecil itu Ngger," sahut Ki Lamiran.
Orangtua itu tertawa terkekeh -kekeh mendengar keluhan dari anak angkat nya itu.
Ia memang sudah dapat meraba apa yg telah di keluhkan oleh Senopati Pajang itu.
Raka Senggani sampai heran melihat orangtua itu tertawa terkekeh -kekeh begitu.
" Bagaimana Ki,..apa ada yg lucu,..?" tanya Raka Senggani.
" Yo,.. tentu sangat lucu lah Ngger,..bukankah dirimu itu memang akan bertugas lagi ke Pajang,..mengapa merisaukan masalah lamaran terhadap putri Ki Jagabaya itu, .kan masih banyak waktu ,.. utamanya setelah dirimu kembali dari Demak,..yg akan menyerang bangsa asing itu,..". jelas Ki Lamiran.
" Akan tetapi Ki,..tentu dalam waktu yg cukup lama,..dan belum jelas kapan akan kembali,..atau malah tidak kembali selamanya,.." ungkap Raka Senggani.
Kembali Ki Lamiran tersenyum,..ia memang memaklumi dengan jalan pikiran dari anak muda itu,.
Yah,..kalau memang sudah tresna mau apalagi,..sulit untuk lepasnya berkata dalam hati Pande besi desa Kenanga itu.
" Kalau itu yg Angger Senggani takutkan,..berarti Angger tidak percaya pada takdir yg Maha kuasa,..karena jodoh,..rezki dan kematian , ada di tangannya,..seperti contoh nasib dari Den Ayu,. walaupun ia berjodoh dengan angger Bajang Wunut,..tetapi apa,. suaminya itu tewas di saat malam pengantinnya,..memang demikian lah takdir yg telah digariskan oleh yg Maha Kuasa,..kita hanya melakoninya saja seperti saat dalang memainkan wayang nya,..kalau tidak dipakai oleh Ki dalang,..wayang itu ya,... di simpan,.. demikian lah pula kita ini Ngger,.." ungkap Ki Lamiran.
Pande besi desa Kenanga itu memberikan nasehat nya kepada Raka Senggani. Senopati Pajang itu tampaknya memang ingin mempercepat pernikahan nya dengan putri Ki Jagabaya itu
Sehingga ia merasa ,..tugas yg di terimanya itu akan mengganggu rencana nya. Namun setelah mendengar penjelasan dari Ki Lamiran,..Raka Senggani baru agak tenang.
" Sudahlah Ngger,, masih banyak orang yg memerlukan tenaga mu itu,..dan untuk sementara kesampingkanlah dulu kepentingan pribadimu itu,..lanjutkanlah tugas mu membawa pasukan ke kotaraja Demak,.. mungkin ada kebaikan di dalamnya,.. Ngger,.." nasehat Ki Lamiran.
" Baik..Ki,..tentu Senggani akan menuruti segala perkataan aki itu,.." ucap Raka Senggani.
" Baguslah,.. usia mu pun masih sangat muda.. masih banyak hal yg dapat Angger Senggani capai,.." kata Ki Lamiran lagi.
" Tetapi mengapa waktu itu Ki Lamiran menyuruh Senggani untuk segera menikahi Tara Rindayu..?" tanya Raka Senggani.
" Bukan,..begitu,..Ngger,..saat itu aki hanya menyuruhmu untuk menjelaskan kepada Juragan Tarya agar tidak terkesan menggantung seperti waktu itu,..dan satu hal lagi,..Ngger,..secara tidak langsung memang den Ayu itu adalah milikmu,.karena apa,.., karena seperti janji Juragan Tarya itu..siapa saja yg dapat menyelamatkan nya,..ialah yg akan jadi jodohnya,.." terang Ki Lamiran.
Raka Senggani mendengarkan dengan seksama penuturan dari Ki Lamiran itu.
Ia merasa bahwa dirinya masih sangat kecil dan tidak berarti apa -apa,.dengan semua apa yg telah di alaminya .
Terutama nya masalah dengan perempuan ,..ia agak sulit untuk melepaskan jika dirinya memang sudah sangat merasa sangat cocok seperti dengan putri Ki Jagabaya itu.
Untungnya masih ada Ki Lamiran yg dapat untuk diandalkan saat saat sulit begini,.. berkata dalam hati Raka Senggani.
Ia menundukkan wajah nya,.. memandangi tanah pategalan itu.
" Sudahlah Ngger,..mari kita pulang,.. tentunya dirimu masih sangat lelah setelah bepergian selama ini,.." ucap Ki Lamiran.
Ia mengajak Raka Senggani untuk kembali pulang ke rumah nya,.. walaupun mentari belum pun terlalu sore.
Dengan menuntun si Jangu,..berdua mereka kembali.
Sementara itu di rumah Ki Jagabaya,.. Sari Kemuning tengah sibuk mempersiapkan segala macam makanan ,..ia berencana akan mengundang Raka Senggani dan Ki Lamiran untuk makan di rumahnya.
Setelah selesai,.. berkatalah Sari Kemuning,..
" Kang,..sana ,..pergi undang Kakang Senggani dan Ki Lamiran agar datang kemari,.." ucap nya kepada kakaknya Japra Witangsa.
__ADS_1
" Kan belum malam ,.. Kemuning,..nanti saja lah jika matahari telah tenggelam,.." jawab Japra Witangsa
" Ahh,..kakang Witangsa ini aneh,. nanti keburu mereka sudah makan duluan,.. atau malah Dwarani yg akan mengundang mereka,..cepat kang,..undang mereka untuk datang kemari,.." kata Sari Kemuning lagi.
Walaupun agak enggan akhirnya Putra Ki Jagabaya itu berangkat menuju rumah Ki Lamiran,..dan ketika ia tiba disana , Japra Witangsa melihat Jati Andara telah pun ada di tempat itu.
" Apa khabarmu Witangsa,..?" sapa Jati Andara.
" Baik,..sangat baik,.. bagaimana denganmu Andara,..apakah masih tetap datang ke Kedawung,..?" Japra Witangsa bertanya balik.
" Ya,..kami masih sering datang kesana,.." jawab Jati Andara.
" Dengan siapa kau ke Kedawung Andara,..?" tanya Japra Witangsa.
" Dengan adikmu,.. Kemuning,.." jawab Jati Andara.
Keduanya terus saja mengobrol karena memang Raka Senggani sedang pergi ke pakiwan untuk membersihkan tubuh nya.
Memang kedua pemuda itu sangat akrab,..teman karib sejak masih kecil,..dan ada di perasaan dari Jati Andara yg merasa senang dengan kembali nya teman nya itu meski ia merasa sedih kenapa tidak ia yg mendampingi senopati Pajang itu saat melanglang ke timur pada waktu itu,..tentu ia akan senang sekali jika dapat melakukan nya,.. seperti Japra Witsngsa ini,.pikirnya.
Setelah Raka Senggani datang barulah,.. keduanya kemudian menghentikan pembicaraan nya.
" Ada apa kakang berdua ini datang ,..?" tanya Raka Senggani.
" Aku ingin mengundang adi Senggani untuk datang ke rumah,..!" ucap kedua orang itu bersamaan.
" Kakang berdua ingin mengundang Senggani,.. bagaimana ini ,..?" tanya Raka Senggani.
Karena sebenarnya ia sangat sulit untuk menolak nya,..dan ia harus memutuskan kepada siapa ia harus menjatuhkan pilihan nya.
Beruntung Ki Lamiran pun keluar,..ia kemudian mengatakan bahwa Senggani harus menerima undangan keduanya,.dengan cara bahwa sekarang ini ia datang ke rumah Ki Jagabaya dan malam nanti baru ke rumah Ki Bekel.
Saran itu di setujui oleh Raka Senggani,..ia langsung bergegas menuju rumah Ki Jagabaya dengan di temani oleh Ki Lamiran.
Keempatnya meninggalkan rumah Ki Lamiran itu.
Sesampainya di rumah Ki Jagabaya,..Jati Andara terus kembali ke rumah nya.
" Tidak singgah dulu ,. Andara ,..?" tanya Japra Witangsa.
" Tidak,.. sebaiknya aku harus kembali ke rumah dahulu, ada yg kulakukan disana,.." jawab Jati Andara.
Bertiga mereka memasuki rumah Ki jagabaya tersebut.
Sesampainya di sana mereka langsung di sambut oleh sang pemilik rumah.
Setelah saling menanyakan keselamatan masing -masing,.. kemudian Japra Witangsa ,.putraKi Jagabaya itu langsung mengatakan kepada ibu dan adiknya untuk segera menyiapkan makanan.
Ki Jagabaya yg mendengar hal itu agak terkejut,..karena hari pun belum malam,.mengapa seperti sedang terburu -buru.
Setelah di jelaskan oleh Putra nya,..Ki Jagabaya pun maklum,..dan mereka pun bersantap bersama.
Setelah selesai,.. mereka kemudian bercerita tentang pengalaman masing-masing.
Adalah Sari Kemuning ,..putri Ki Jagabaya itu yg paling ingin tahu.
" Jadi kakang berdua dan Rani harus berhadapan dengan seorang yg memiliki ilmu rawa Rontek,?' tanya Sari Kemuning.
" Benar,.. Kemuning,..akan tetapi kami tidak melihat pertarungan antara adi Senggani dengan orang itu,.." Jawab Japra Witangsa.
" Mengapa Kakang Witangsa tidak melihat nya,..?" tanya Sari Kemuning lagi.
" Karena kami bertiga berbagi tugas,..sedangkan adi Senggani langsung di bawa orang itu,..karena dikiranya adalah Adi Dwarani,..sehingga kami tidak tahu persis apa yg terjadi di dalam goa itu,.." jelas Japra Witangsa.
Sari Kemuning dan semua yg ada ditempat itu kemudian mengalihkan pandangan mereka kepada Raka Senggani.
Seolah mereka meminta semacam penjelasan dari yg terjadi di tanah perdikan Boyolangu.
Kemudian Sang Senopati Pajang itu bercerita tentang pertarungan nya dengan Ki Rinting yg terjadi di dalam goa tersebut.
Semua yg mendengar kan cerita nya itu terkagum -kagum dengan siasat yg telah mereka jalankan tersebut.
Dan dengan kemampuan dari Senopati Pajang itu pun mereka tidak meragukan lagi.
Akan tetapi sebelum mengakhiri kisahnya,..Raka Senggani kemudian mengatakan bahwa dirinya akan segera berangkat lagi ke Pajang guna memimpin pasukan yg akan berangkat ke Kotaraja Demak ,.. sekaligus ia berpamitan dengan mereka yg ada berada di tempat itu.
Adalah Sari Kemuning yg sebenarnya masih sangat rindu dengan pujaan hatinya itu merasa sangat sedih, apalagi kali ini ia tahu bahwa sang kekasih akan berperang melawan pasukan asing yg ada di Lor itu.
__ADS_1
Ia mendengar bahwa pasukan yg telah di pimpin oleh Kanjeng Pangeran sabrang Lor itu mengalami kegagalan saat pertama kali menyerang pasukan itu dan kali ini sang pujaan hati akan turut serta pula dalam misi kali ini.
Tanpa terasa airmatanya keluar.
Raka Senggani yg melihat hal itu kemudian bertanya,..
" Kemuning,..kenapa dirimu menangis,..?" tanya nya kepada Putri Ki Jagabaya itu.
" Ahh,..tidak,..." ucapnya sambil menyeka airmata nya.
Ia merasa malu setelah dilihatnya ,.semua orang yg ada di situ memandangi nya,.. beruntung hanya Ki Lamiran saja yg mrlupakan orang lain yg ada di situ.
Bahkan kemudian Ki Lamiran sendiri yg menasehati nya,.
" Angger Kemuning,..kami maklum akan hubungan kalian berdua itu,..tetapi satu yg pasti,..kalau memang berjodoh,..mau kemana pun perginya,..dan siapa pun yg di hadapinya ,..tentu ia akan kembali,.." terang orang tua itu.
Sari Kemuning menunduk sambil mengangguk anggukkan kepalanya.
" Berhubung dengan itu maka,..Senggani pada saat ini sekaligus mohon pamit kepada paman dan bibi,.juga kakang Witangsa dan Kemuning,..doakanlah agar Senggani dapat pulang dengan selamat,.." ucap Senopati Pajang itu.
" Tentu,..tentu kami akan selalu berdoa untuk mu,..Ngger,..karena kami yg ada disini sangat berharap dirimu dapat kembali dengan selamat,..bukan begitu,..Nyi,.." kata Ki Jagabaya.
" Benar ,.. angger Senggani,..kami sangat berharap dirimu selamat,..dengan atau tanpa hubungan mu dengan putri kami Kemuning,..kami merasa bahwa dirimu adalah anak kami sendiri,..bahkan ketika dirimu telah menyelamatkan nyawa kakang Jagabaya waktu itu,..tentu kami ingin tetap melihat dalam keadaan selamat,.tidak kurang suatu apa,.." kata istri Ki Jagabaya itu.
Memang mereka sangat senang dengan kehadiran Senopati Pajang itu di tengah keluarganya ,..apalagi jika kelak putri nya dapat berjodoh dengan pemuda itu.
Tentu kebahagiaan mereka akan bertambah lagi.
Ketika mereka asyik dengan obrolannya tidak terasa hari pun malam,.saat maghrib tiba maka Raka Senggani masih menyempatkan untuk melaksanakan perintah dari yg Maha Kuasa di rumah Ki Jagabaya tersebut.
Baru setelah nya mereka kemudian berangkat menuju rumah Ki Bekel.
Yg tinggal di rumah Ki Jagabaya adalah istri dan Sari Kemuning.
Keduanya masih membereskan semua sisa -sisa makanan mereka tadi.
Sedangkan Raka Senggani dengan di iringi oleh Japra Witangsa dan di belakang mereka ada Ki Jagabaya dan Ki Lamiran.
Karena memang rumah Ki Bekel tidak terlalu jauh sebentar kemudian mereka telah sampai disana.
Ki Bekel desa Kenanga itu sangat gembira atas kehadiran Raka Senggani itu.
Ia langsung menyambutnya seraya memeluk pemuda itu dengan eratnya.
" Syukurlah Ngger,..Aki amat senang melihat mu kembali ke Kenanga ini dengan selamat,.. setelah apa yg kami dengar dari Andara dan Kemuning yg telah menimpa dirimu itu,.." ucap Ki Bekel.
" Sama -sama,..Ki,..mungkin keselamatan diriku ini adalah berkat dari doa kalian semua yg ada di Kenanga ini,..jadi sekali lagi Senggani mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan nya,..Ki,.." jawab Raka Senggani.
" Marilah kita masuk dahulu kedalam,.meskipun kami tahu bahwa Angger Senggani telah makan di rumah Ki Jagabaya,..tetapj Dwarani tampaknya tengah menyiapkan sesuatu yg khusus untuk angger,..ia mengatakan dirimu amata menyukainya,. " kata Ki Bekel.
Pemimpin desa Kenanga itu mengajak Raka Senggani dan yang lainnya untuk segera naik ke rumah nya itu.
Rumah yg paling besar yg ada di desa Kenanga itu.
Kemudian semua nya naik ke rumah Ki Bekel.
Dan dengan cepat para pembantu dan juga istri Ki Bekel serta Dewi Dwarani menyediakan makanan mereka.
Raka Senggani yg melihat kesibukan mereka yg ada disitu segera berkelakar.
" Kakang Witangsa dan Kakang Andara,.. kalau begini terus,..bisa -bisa diriku akan gemuk, " ucapnya dengan tersenyum.
" Yah,..tidak apa -apa lah, .adi Senggani, .bukankah ketika kita sedang nganglang,.. makanan kita tidak teratur bahkan terkadang tidak makan sama sekali,.. jadi mumpung masih disini ,..kalau bisa kita dapat menikmati sepuasnya,.." sahut Japra Witangsa.
Kemudian mereka segera menghabiskan malam itu dengan bercerita dan bersenda gurau.
Karena esok harinya Senopati Pajang itu akan segera kembali ke Pajang.
Namun tanpa di sadari mereka ada dua pasang mata yg tengah melihat kehadiran Senopati Brastha Abipraya itu di desa Kenanga,.
" Kang ... sebaiknya hal ini kita laporkan saja ,..ternyata Senopati Pajang itu masih hidup,.." ucap seseorang kepada temannya.
" Benar kata kata mu itu,..ternyata ia memang masih hidup kita harus segera memberitahukan hal ini,..bukankah ia esok akan kembali ke Pajang,.." jawab temannya.
" Ya,..ia mengatakan akan segera kembali ke Pajang esok hari,.. kita dapat mencegatnya nanti,.. utamanya untuk Ki Lurah tentu ia akan sangat senang mendengar berita ini,.. karena ia amat mendendam dengan Senopati Brastha Abipraya itu,.." kata temannya.
" Marilah kita tinggalkan tempat ini,.. kita harus melaporkan apa yg telah terjadi disini,.." sahut temannya.
__ADS_1
Keduanya segera berlalu dari situ,..mereka meninggalkan desa Kenanga.