
Pada saat itu , serangan pertama dilakukan oleh orang yg berpakaian serba hitam ke arah senopati Bima sakti.
Pukulan nya ter arah pada kepala Raka Senggani. Senopati Bima sakti memiringkan kepalanya sedikit saja luput lah serangan tersebut.
Orang yg berpakaian serba hitam ini kembali menyerang setelah serangan pertama nya gagal.
Kembali Raka Senggani melompat mundur menghindarinya.
Entah sudah berapa jurus pendekar dari tanah Melayu ini. Namun belum juga berhasil mengenai tubuh lawan nya.
Nampak sekali tata gerak dari orang yg berpakaian serba hitam itu masih jauh berada di bawah dari Senopati Bima sakti ini.
Melihat hal itu , temannya segera ikut membantu,..
" Hiyyyaaat,."
Lelaki yg berpakaian serba mewah itu ikut mengeroyok Senopati Bima sakti.
Serangan serangan di lancarkan kedua orang tersebut laksana air bah, susul menyusul baik melalui tendangan maupun dengan pukulan, akan tetapi tampaknya sejauh ini Senopati Bima Sakti masih jauh di atas angin, serangan-serangan tersebut tidak ada yg berhasil mampu menmbus pertahanan lawan hingga suatu ketika,.
" Heaaahh,.."
" Dhieghh,.."
" Dhieghh,.."
Di saa masih melayang di udara Raka Senggani melancarkan serangan balasan.
Dua tendangan dari Senopati Demak ini mendarat telak di dada keduanya dan membuat nya jatuh terduduk.
Raka Senggani kemudian berdiri tegak dan menatap ke arah dua orang ini.
Yg merasakan sakit di dadanya, mereka berdua bangkit.
" Baiklah,..tampaknya awak nak cuba kebolehan kami,.." ucap lelaki yg berpakaian mewah itu .
Kemudian orang tersebut mencabut senjatanya, sebuah pedang pendek.
" Sam Sam,. ayo kita serang orang ini dengan menggunakan senjata," ucap orang yg berpakaian mewah itu.
" Baiklah,..datuk, kita serang bersama sama,.." jawab orang yg berpakaian serba hitam.
Keduanya kembali melompat menyerang Senopati Bima Sakti, sedsngkan istrinya Sari Kemuning hanya menonton saja.
Dua kelebatan pedang pendek menyerang kaki Raka Senggani, dan sang Senopati langsung melesat melompat tinggi menghindari nya.
Begitu ia lepas dari kurungan kedua lawannya ia pun mengemposi tenaga dalamnya dan memberikan serangan balasan.
Sebuah tendangan mendatar mengarah kepala dari Orang yg di panggil datuk itu.
Lawannya segera membungkuk kan tubuhnya menghindari serangan ,. Namun dengan cepat Sang Senopati melakukan salto ke belakang menyerang lawan nya yg seorang lagi.
Ia mengirimkan pukulan mendatar terarah pada dada orang itu,..tidak menghindari serangan dari Senopati Bima Sakti, orang yg berpakaian serba hitam dan bernama Sam Sam ini malah menebaskan pedangnya, guna memotong putus tangan lawannya.
Raka Senggani dengan cepat menarik serangan nya yg menggunakan tangan , seraya menggantinya dengan tendangan yg sangat cepat.
Ia melakukan tendangan setenga lingkaran.,.dan ,..
" Dhieghh,.."
Dada orang yg bernama Sam Sam ini terkena dengan telak akibat hantaman kaki Sang Senopati.
Ia terjatuh, dan bergulingan menjauhi lawannya, dan nampaknya mendekati tempat dari Sari Kemuning.
" Heaahhhh,.."
Sebuah serangan dari Orang yg di panggil datuk itu menyambar kepala Raka Senggani,..namun kelebihan dari Senopati sandi Demak ini sudah sangat teruji,..sambaran pedang lawannya hanya tipis saja di atas kepalanya setelah ia menundukkan kepalanya, setebal daun serangan tebasan pedang tersebut gagal menggapai kepala sang Senopati.
" Hiyyyahh,.."
" Dhieghh,.."
" Heeekkjhh,.."
Sebuah sikutan dari Senopati Sandi Yuda Demak ini masuk tepat pas di ulu hati lawan nya dan ia pun harus menahan rasa sakit yg teramat sangat.
Sehingga sempat berdiri mematung.
" Hiyyyahh ,.."
" Praakkk,.."
" Aaakkhh,.."
Orang yg berpakaian mewah dan di panggil datuk itu harus menerima kenyataan , dengan telak sebuah tendangan dari Senopati Demak itu menghantam wajah , sontak saja ia jatuh terpelanting.
Dengan cepat ia bergulingan menjauhi sang Senopati.
__ADS_1
Sedangkan temannya yg satu lagi berusaha mendekati Sari Kemuning yg nampaknya tidak menyadari kehadiran orang tersebut, dengan satu kali lompatan,..
" Hiyyyyat ,.."
" Heeiiiitthh,.."
" Dhukkh,.."
" Aaakkhh,.."
Orang yg berpakaian serba hitam dan bernama Sam Sam ini telak di hantam oleh Sarj Kemuning ,dengan sebuah tendangan.
Sam Sam tidak mengetahui bahwa perempuan yg dianggap lemah itu ternyata memiliki kemampuan silat yg cukup tinggi.
Telak tendangan istri dari Senopati Demak ini mendarat di area ******** dari Sam Sam.
Pendekar dari tanah melayu ini sampai berjingkrak jingkrak dan berputaran di tempat itu.
Sari Kemuning sampai tersenyum melihat kejadian ini, dan tertawa kecil.
Keduanya menjadi bulan bulanan dari ksatria dari tanah Jawadwipa,. dan perlahan keduanya menjauhi tempat itu.
" Tunggu pembalasan kami,.." ucap orang yg berpakaian mewah itu.
Dan ia pun segera lari meninggalkan Raka Senggani dan Sari Kemuning.
Yg masih saja mmeperhatikan keduanya yg telah lari menjauh ,hingga hilang di sebuah tikungan.
" Marilah kakang , kita kembali ke rumah Saudagar Hang Adin,.."
Ajak Sari Kemuning kepada suaminya yg tetap saja melihat ke arah kedua orang yg telah berani mencegat mereka berdua.
" Ayolah,..Kemuning , kita tinggalkan tempat ini,.." sahut Raka Senggani.
Keduanya segera meninggalkan tempat itu, dan berjalan menuju rumah Saudagar kaya raya Hang Adin.
Tidak terlalu lama mereka telah sampai ke rumah kediaman Sang Saudagar tanah Melaka.
Di kediaman Saudagar Hang Adin ini, mereka bertemu dengan sang Saudagar .
" Bagaimana , mengapa saudara berdua terlambat pulang, adakah sesuatu yg telah membuat kalian terlambat,..?" tanya Saudagar Hang Adin.
Raka Senggani dan Sari Kemuning saling berpandangan,..kemudian Raka Senggani menjawab,..
" Ahhh,..ada sedikit hal yg menyebabkan kami datang terlambat, saudara Hang Adin,.." jawab Senopati Demak itu.
Baik Raka Senggani maupun Sari Kemuning hanya menggelengkan kepalanya.
Senopati Sandi Demak ini berkata perlahan,.
" Salah seorang bernama Sam Sam dan yg seorang lagi kami tidak tahu nama nya, hanya saja ia seperti saudara Hang Adin,..layaknya seorang bangsawan,.." jelas Raka Senggani.
" Hahhh,.. pendekar Sam Sam, " seru Saudagar Hang Adin.
Nampak terkejut mendengar nama yg telah di sebutkan oleh Raka Senggani tadi.
Setahu Saudagar Hang Adin , hanya ada dua orang saja yg memiliki kemampuan yg cukup tinggi dan merupakan orang orang yg menjaga para Saudagar kaya raya yg ada di kota Melaka ini.
Yaitu Pendekar Sam Sam yg merupakan pengawal setia dari Datuk Awang Muda.
Dan yg seorang lagi adalah pendekar Datuk Pamuncak Salih.
Dan yg satu ini masih memiliki darah bangsawan dan memiliki banyak pengikut .
Tetapi satu hal yg cukup jelek dari keduanya adalah mereka pendukung dari penjajah tanah melayu ini.
Apalagi Dat Pamuncak Salih,.selain memiliki kemampuan ilmu silat yg tinggi juga memiliki pandangan tersendiri dengan bangsa asing yg telah menjajah bangsa nya sendiri,..ia mengambil keuntungan dari kedekatan nya dengan penjajah tersebut.
" Jika kalian berdua telah bertemu dengan pendekar Sam Sam , berarti yg satu lagi adalah Datuk Awang Muda, seorang Saudagar kaya yg telah bekerjasama dengan para penjajah itu,.." ungkap Saudagar Hang Adin menjelaskan.
Sedangkan baik Raka Senggani maupun Sari Kemuning tidak terlalu mengerti dengan situasi dan keadaan yg telah terjadi di Kota Melaka ini,..mereka hanya menjadi pendengar saja.
" Sangat berbahaya jika kalian berdua telah bertemu dengan kedua orang tersebut,..alamat akan ada pemeriksaan datang kemari oleh para penjajah itu,.." terang Saudagar Hang Adin.
" Memang nya ada apa dengan kedua orang itu , sehingga Saudagar Hang Adin tampaknya ketakutan,..?" tanya Raka Senggani.
Akhir nya Saudagar Hang Adin menceritakan bahwa daerah kedua orang itu amat dekat dengan penguasa asing yg telah menjajah tanah Melayu ini.
Mereka mengambil kesempatan dengan kedekatan nya dengan para penjajah itu untuk dapat menguasai jalur perdagangan, orang lain tidak di berikan kesempatan untuk dapat berdagang.
Dan hasilnya ,. kedua Saudagar yg menjadi pengkhianat itu telah tumbuh jadi kaya raya, meskipun di atas penderitaan dari Raka Jang sendiri.
Karena kedekatan itu ,.mereka berusaha untuk memberitahukan siapa saja yg tidak senang dengan bangsa asing itu, termasuk dalam hal ini adalah Saudagar Hang Adin sendiri.
Diantara para Saudagar hanya saudagar Hang Adin sajalah yg masih belum mampu mereka kuasai .
Dan ini menimbulkan kebencian dari keduanya kepada Saudagar Hang Adin.
__ADS_1
" Kalau begitu, untuk saudara berdua, lebih baik segera berkemas dan akan di antarkan ke sebuah tempat,..yg lebih aman oleh para pengawal saya,.." ucap Saudagar Hang Adin.
" Kalau boleh tahu,..dimana kedua teman kami saat inj,..?" tanya Raka Senggani.
Karena ia tidak melihat kehadiran dari Ki Lintang Panjer Suruf dan Japra Witangsa di tempat itu.
Oleh Saudagar Hang Adin dijelaskan bahwa keduanya telah kembali ,namun mereka masih memerlukan untuk melihat armada pasukan asing tersebut dengan mendatangi pelabuhan guna melihat sejauh mana kemampuan mereka .
Utamanya kapal kapal yg mereka miliki.
Menurut dari beberapa prajurit telik sandi yg telah di kirim , ternyata kapal kapal asing itu memiliki banyak persenjataan.
Bahkan kapal nya terlihat lebih besar dari kapal kapal Jung milik armada pasukan Demak.
Oleh sebab itulah mereka akan melihat secara langsung dari dekat.
Demikian lah penjelasan dari Saudagar Hang Adin.
" Nanti mereka akan menyusul kalian berdua secepatnya ,..dan kalau boleh ,. saudara panglima dan istri secepatnya meninggalkan tanah Melaka ini, sebelum semuanya menjadi tidak terkendali,.." lanjut Saudagar Hang Adin.
" Baiklah ,.kami akan menurut apa yg telah Saudagar Hang Adin katakan,.." jawab Raka Senggani.
" Terimakasih,..bukan maksud kami untuk mengusir kalian semua,..namun jika urusan ini berkepanjangan, akan mempersulit kedudukan kami semuanya,.." terang Saudagar Hang Adin lagi,
Tidak lama ,.salah seorang pengawal nya yg biasanya menjaga di depan telah masuk.
" Ada apa Datuk ,.. memanggil saya,..?" tanya pengawal itu.
" Segera bawa kedua saudara ini ke rumah saya yg ada di hutan dekat laut itu, usahakan jangan ada yg tahu, keselamatan mereka berdua ada di tangan mu,.." jelas Saudagar Hang Adin.
" Baik ,..datuk,..semua perintah Datuk akan saya laksanakan,.." jawab pengawal itu.
Ia pun segera mengajak Raka Senggani dan Sari Kemuning untuk segera berangkat , keluar dari rumah mewah nan megah milik saudagar Hang Adin itu.
Walaupun saat itu hari belum terlalu sore,.. tetap saja pengawal Saudagar Hang Adin ini membawa keduanya keluar.
Dengan berjalan dari arah belakang rumah Saudagar Hang Adin ,.mereka berjalan menuju arah timur dari kota itu.
Dengan melalui jalanan setapak mereka menuju arah hutan di tepi laut .
Dimana rumah persembunyian dari Saudagar Hang Adin berada.
Agak lama mereka berjalan,. dan memang tidak bertemu dengan orang yg mencurigai mereka.
Saat tiba disana hari telah malam, tempat tersebut sangat sunyi dan sepi. Jauh dari rumah rumah yg lain.
Namun bagi mereka berdua hal ini tidak terlalu menjadi masalah, karena keadaan seperti ini biasa terjadi di Demak.
" Kang,.. sebenarnya Sari Kemuning kepingin melihat kota Melaka ini di bagian pelabuhan nya ,..untuk melihat kapal kapal mereka itu,.. sepertinya sangat besar,..tidak seperti di Demak,." ucap Sari Kemuning.
" Baiklah , Kemuning,..kita akan keluar dan melihat lihat pelabuhan kota Melaka ini,.." sahut Raka Senggani.
Ia pun mengajak istrinya untuk keluar dari rumah Saudagar Hang Adin itu.
Mereka kembali berjalan menuju arah kota Melaka dan kali ini tidak mengarah dalam kota melainkan menuju pelabuhan ,.. dimana kapal kapal perang milik orang asing itu berada.
Sungguh keduanya menjadi sangat terkejut melihat kesiapan pasukan asing itu.
Kapal kapal perang nampak sangat besar dan di lengkapi dengan meriam, baik besar maupun kecil.
Deretan kapal kapal perang tersebut sangat panjang dan siap d berangkatkan kapan saja.
Sungguh , Senopati Bima Sakti ini menjadi terkejut setelah melihat keadaan di pelabuhan itu.
Jika harus membandingkan dengan armada Demak, ternyata sangat besar dan kuat.
Apakah Demak akan mampu mengahadapi pasukan asing ini ,..katanya dalam hati.
Raka Senggani ingin lebih dekat lagi melihat keadaan yg ada di pelabuhan yg menjadi pangkalan kekuatan keprajuritan mereka yg ada di kota Melaka ini .
Tadi siang , ia telah melihat dari dekat benteng mereka , yg juga amat menyeramkan , sebab seluruh moncong meriam telah ter arah ke laut, untuk mengahncurkan pasukan musuh yg datang dari laut.
Jika ada pasukan dari sebelah darat , tentu memungkinkan untuk mengalahkan mereka ,..berkata dalam hati Raka Senggani.
Senopati Bima Sakti ini hanya terdiam memikirkan apa yg akan terjadi jika dua kekuatan itu akan bertemu.
" Kang ,..mengapa melamun,..apa yg Kakang Senggani pikirkan,..?" tanya sang istri.
" Ahh,.. Kemuning,..kakang hanya tidak dapat memikirkan ,..apa yg akan terjadi dua besar itu bertemu,..apakah Armada Demak mampu memenangkan pertempuran itu,..dan rasa -rasanya sulit ,...Hehh,.." ungkap Raka Senggani.
Dan Sari Kemuning pun tampaknya sependapat dengan sang Suami.
Terlebih mereka berada di tempat nya sendiri, sedangkan pasukan Demak yg akan datang menyerang.Tentu mereka akan lebih mudah untuk menghancurkan dari arah pelabuhan ini di tambah lagi benteng mereka yg teramat banyak memliki meriam meriam besar yg dapat menjangkau musuh dari jarak jauh.
" Kemuning ,..Demak, akan mampu memenangkan pertempuran ini jika kelak sebahagian dari pasukan dapat menyusup masuk melalui jalan darat dan meneyerang dari belakang,..tentu akan membuat terpecah perhatian nya,..mungkin itulah cara satu satunya untuk menang ,.." terang Raka Senggani.
Sari Kemuning pun menyetujui ucapan sang suami. Jika ada pasukan yg dapat diandalkan sususpkan melalui darat , kemungkinnanya untuk menang masih ada.
__ADS_1
" Kakang , seandainya para prajurit kota Melaka mau bersatu dan menyerang dari belakang tentu , Demak akan mampu keluar sebagai pemenang nya,.." jawab Sari Kemuning.